
"mas? jangan ketawa dong". rengek Shindy memelas
Dylan mengangguk-ngangguk tapi matanya masih berair karna tawanya yang terlalu berlebihan, tak disangka oleh Dylan Shindy akan bicara begitu hingga Dylan tak kuasa menahan tawanya seperti biasa.
"kenapa kamu menyebut harta karun pria ekor depannya hmmm? ". tanya Dylan bahunya masih bergetar-getar karna tawanya.
"kan didepan! kalau di belakang ekor aja lah mas ngapain pake ekor belakang? ekor kan emang letaknya dibelakang bukan didepan jadi kalau didepan ekor depan". jelas Shindy dengan ambigu nya
"aku rasa miliknya itu kecil". bisik Shindy
seketika wajah dylan berubah.
Dylan memutar bola matanya mulai jengah cerita istrinya mulai ke hal negatif,
"siapa yang mengajarimu jadi mesum hmm? bisa-bisanya kamu melihat miliknya? ". tanya Dylan dengan wajah datarnya
"aku kan punya mata mas! aku pasti lihatlah dan aku tebak milik dia hanya kualitas Gold". bisik Shindy
"berhenti menatap milik orang lain Ndy! kenapa kamu menatap milik orang lain gadis mesum? "
dylan menyentil kening istrinya itu.
Shindy memekik sambil mengusap-ngusap keningnya.
"berarti sama punya mas aja dong bolehnya". celutuk Shindy
"ck.. bagaimana bisa aku menikahi gadis mesum sepertimu". gumam dylan tak habis fikir
Shindy menyeringai lebar dan memeluk manja tubuh gagah Dylan.
"maaf mas! aku coba lihat punya mu doang kok kadang aku merasa punyamu besar kadang kecil aku aja penasaran. jadi kapan kita gitu-gituannya mas? kita kesini buat bulan madu kan? ".
Shindy memainkan jari telunjuknya di belahan dada suaminya.
Dylan memejamkan matanya.
"kita bekerja kesini dan kamu hanya jalan-jalan saja". jawab Dylan dengan enteng.
Shindy mendengus tak percaya.
"aku akan buktikan nanti pas di kamar! awas aja mas ngga melakukannya aku serang duluan".
batin Shindy dengan seringai tipisnya penuh siasat mesum di otaknya
sejak nonton film dewasa Shindy jadi mesum sama Dylan karna dia ingin merasakan hubungan seperti itu.
"jadi bagaimana dengan pria itu? ". tanya Dylan berbisik supaya bisa mengalihkan otak kotor istrinya.
"apanya bagaimana mas? ya sudah pasti ekor depannya kecil lah". jawab Shindy masih belum bersih otaknya.
Dylan berdecak kesal.
"kenapa otakmu hanya ada itu hmm? kapan otakmu bersihnya? "
"ngga tau mas! aku pengen itu-ituan sama kamu tidak apa punya mu kecil mas yang penting aku mau ngerasain hubungan seperti itu, malah aku tau posisi mana aja biar aku bisa muasin kamu diatas ranjang"
__ADS_1
"apa saja yang kamu kerjakan selama ini ! kenapa otakmu sudah miring? ".
"aku kan nggak kerja mas jadi aku nonto begituan supaya bisa nyenengin kamu diatas ranjang". jelas Shindy.
"ck.. emang dasarnya kamu gadis mesum entah kapan bersihnya otakmu itu " Dylan.
Shindy tersenyum lebar lalu mendongak menyandarkan dagunya di dada Dylan.
"maka nya kasih aku jatah malam ini ya mas ? ya ya? ya mas ya?? "
Dylan memijit pelipisnya yang terasa berdenyut.
"ok.. jika kamu bisa membuat hasratku bangkit maka akan aku lakukan". jawab Dylan
Shindy menekuk wajah cantiknya seketika
"mas mana mudah di goda ! inisiatif dong mas aku ini perempuan masa iya harus aku yang memohon sih? aku kayak jadi perempuan murah*n didepanmu.. hiks.. hiks.. "
Dylan mengusap-ngusap punggung Shindy yang menangis.
"maaf..! maaf akan aku coba nanti malam ya.
saat kamu menggoda ku di mansion kamar kita hasratku bangkit tapi kamu malah tidur di kamar tamu aku sampai mandi air dingin "
tangis lebay Shindy berhenti seketika
"benarkah? ".
"hmmm! anggap aja aku membalasmu ".
"berarti nanti malam kita lakukan ya? ya? saat itu aku jengkel karna kamu nggak biarin aku megang otot-ototmu mas".
Dylan terkekeh lalu mengecup singkat bibir Shindy.
"bisa di pertimbangkan! kalau kamu bisa membuat hasratku bangkit lagi jangan harap kamu bisa tidur malam hari". seringai Dylan
Shindy melebarkan matanya.
"mas kuat begituan sampai pagi? "
"bukankah milikku kualitas superstar? akan aku buktikan padamu". bisik Dylan menghembus telinga Shindy
bulu kuduk Shindy berdiri seketika, matanya terpejam antara geli dan senang dengan perlakuan Dylan
"ayo mas kita pulang". ajak Shindy memelas begitu serius.
Dylan tergelak.
"ayo mas!! ". Ajak Shindy jalan duluan tapi tangannya menarik-narik tangan Dylan jalan lambat dibelakangnya seperti sengaja mengerjainya.
"mas cepetan". rengek Shindy tak sabar
Dylan menarik tangan Shindy hingga tubuh Shindy menempel di tubuh Dylan. dengan senyum tampannya Dylan mencium bibir Shindy ditengah pancuran air, beruntung tempat mereka lagi sepi.
Shindy melingkarkan tangannya di leher Dylan juga membalas ciuman manis memabukkan Dylan. mata Dylan terbuka melihat sosok Pria yang sedang mengepalkan tangannya menatap dirinya dan Shindy berciuman. Dylan mungkin cemburu saat pria itu selalu menatap istrinya lalu Dylan membuktikan Shindy adalah miliknya dengan menciumnya didepan Gine.
__ADS_1
ciuman mereka terlepas, Shindy dan Dylan saling bertatapan.
"ayo mas!! ". pinta Shindy makin tak sabar.
Dylan mengangguk dan menggendong tubuh shindy untuk mencari sejenis taksi menuju hotel mereka.
Gine masih mengikuti Dylan dan Shindy.
"aku akan rebut kekasih hatimu Dylan! aku juga menyukainya jika kami saling mencintai maka kau akan menderita ". Gine mengepalkan tangannya hingga memutih dengan tatapan nyalang ke mobil depan.
saat tiba di hotel penginapan Shindy masih digendongan Dylan hingga beberapa pasangan iri menatap mereka. sebelum menginap di hotel Dylan sudah menunjukkan surat nikah nya bersama Shindy itu sebabnya mereka bisa menginap 1 kamar.
Gine masih mengikuti Dylan begitu hati-hati takut Dylan mengetahuinya padahal Dylan sudah tau ada yang mengikutinya, Dylan semakin yakin Shindy bisa memancing Gine untuk keluar tidak akan melakukan tindakan bodoh karna Gine menyukai istrinya.
"gila tu anak! dia menginap di lantai 50 ?" Gine melihat lantai lift tujuan Dylan dan tak mau kalah Gine juga menyewa kamar di lantai 50.
sementara di kamar Dylan dan Shindy, Shindy membersihkan tubuhnya terlebih dahulu ia ingin tampil cantik dan sexy untuk membangkitkan lagi hasrat suaminya.
"udah mas! ". Shindy dengan handuk putih melilit di tubuhnya.
Dylan berdehem melihat itu padahal Dylan pernah melihat tubuh indah Shindy saat Shindy memakai Lingerie transparan tapi sekarang malah berdebar tak karuan ingin sekali Dylan menelanj*ngi tubuh Shindy tapi ia masih gengsi menunjukkan dirinya terpesona dengan tubuh Shindy.
Shindy melihat Dylan yang sudah masuk ke kamar mandi. dengan semangat '45 Shindy berlari sambil memekik kecil menuju lemarinya.
"mana baju haramku ? aku kan bawa warna salam mana ya? ". Shindy mencari Lingerie nya di lemari.
"mana ya? hmmm? isssh.. jangan bilang ketinggalan". celoteh Shindy mengobrak-ngabrik lemarinya.
cukup lama Shindy mencarinya lalu teringat akan sesuatu.
"aahh.. aku kan meletakkannya di koper cuma bagian depan ". Shindy mengambil kopernya membuka koper bagian tersembunyi.
"Yess... ini dia baju haramku". senyum lebar Shindy seperti dapat lotre saja.
Shindy mulai berdandan di meja rias dan memakai Lingerie transparannya muka Shindy memerah melihat penampilannya ia memutar kepalanya mencari ponselnya dan duduk di sudut ruangan dibalik meja rias.
Shindy menonton vidio adegan dewasa dimana perempuan menyenangkan pria di atas ranjang.
Glek...!
"iya.. ibadah Ndy.. jangan takut ya ? kan pahala menyenangkan suami ". Shindy mengangguk-ngangguk meyakinkan walaupun ia begitu gugup saat ini..
.
.
Cieee... gagal lagi MP nya udah 1137 Kata nih...
Ahahahaii... oke deh.. ntar di kasih bonus lagi khusus MP nya ya? Othor ngga tau begituan tapi diusahain deh biar haredang dikit nggak banyak harap maklum nanti ya? hehehe..
Cuzzz .
.
.
__ADS_1
.