
pesta dansa di gelar..
semua pasangan yang sudah menikah atau berpacaran naik ke atas panggung acara.
"mas...! " rengek Shindy
Dylan melirik Shindy melihat wajah kucing menyedihkan Shindy mana bisa Dylan menolak.
"aku bisa membelikanmu berlian lebih baik dari itu sayang tanpa harus ikut audisi aneh itu". ujar Dylan
Shindy menggeleng-geleng kepalanya. "aku mau usaha kita berdua.. cepat mas..! atau aku cari pria lain ya? gimana? ". ancam Shindy
Dylan menarik nafas panjang lalu mengangguk pasrah, Shindy memekik senang lalu menggenggam tangan Dylan membawanya naik ke atas panggung, Nova melihat Shindy ikut juga tak mau kalah dan membawa Candra juga naik.
MC Pria dan Wanita mulai mengoceh panjang X lebar hingga musik di mulai, sorak gembira para penonton mulai memeriahkan acara hiburan dari perusahaan baru itu.
Shindy melingkarkan tangannya di leher Dylan hingga siempunya tertawa kecil, Shindy memiringkan kepalanya menatap Dylan.
"kenapa mas? ayo dansa! ". ajak Shindy tak sabar
Dylan menurunkan kedua tangan Shindy yang melingkar di lehernya.
"kamu fikir berdansa itu hanya sekedar berpelukan sayang? ". gemas Dylan.
"kamu bisa berdansa mas? " tanya Shindy berbinar
"bisa lah" bisik Dylan dengan mesra
Shindy merinding seketika tapi malah suka dengan perlakuan Dylan.
Dylan menggenggam tangan Shindy yang bertautan mesra, lalu jemari lentik Shindy yang lain diletakkan Dylan di bahunya, tangan Dylan melingkar di pinggang Shindy dan merapatkan tubuh Shindy ke tubuhnya Dylan.
pipi Shindy sudah merona tapi matanya malah berbinar senang dengan perlakuan Dylan itu, ia malah mengecup pipi Dylan dengan cepat hingga siempunya tersenyum meradu hidungnya dengan hidung Shindy.
tanpa mereka sadari semua orang menjerit histeris melihat kemesraan mereka apalagi melihat senyumnya tuan muda Melviano itu.
baik Nova dan Candra pun sama menggemaskannya bahkan para juri malah kebingungan menilai 2 couple tersebut.
"berputar... berputar" heboh penonton
Dylan merentangkan tangan nya dengan tangan Shindy, perlahan menuntun sang istri berputar-putar pelan dan kini membelakangi Dylan yang tengah memeluknya dari belakang tapi kaki mereka masih bergerak dengan pelan sesuai irama musik yang selow.
wajah Shindy menghadap ke Dylan yang tengah mengecup pipinya.
perlakuan manis mereka menjadi tatapan iri dan gemas para penonton, Dylan memutar tubuh Shindy lagi dan menghadap padanya.
"kamu sangat hebat mas! " senyum manis Shindy hingga memperlihatkan deretan gigi putihnya
__ADS_1
Dylan juga ikut melebarkan senyumnya. "bukankah kamu mau berlian itu? "
"iya aku mau" jawab Shindy dengan senang.
butuh waktu 39 menit bagi dewan juri menemukan sang juaranya.
Juara pertama jatuh pada Dylan dan Shindy yang kedua Nova, Candra.
Shindy memekik senang langsung memeluk Dylan dengan girangnya seolah Dylan tidak mampu membeli berlian itu, tapi Dylan malah tertawa hal itu sudah pasti ulah anaknya yang suka usaha sendiri bukan menghamburkan uang seperti orang kaya pada umumnya
Nova tidak iri ia juga senang dengan hadiahnya berupa kalung perak nan indah.
.
.
.
Dylan dan Shindy pulang dari acara pesta mampir ke toko cake yang beruntung sedang buka.
Cake yang sangat Shindy suka Tiramisu dan beli lagi dengan jumlah yang tidak sedikit hingga Dylan menggeleng-geleng kepala dengan efek hamil kerbau Shindy yang tukang makan.
"mas.. aku ke toilet bentar ya? " Shindy memegang lengan suaminya.
"iya..! apa perlu aku antar? " tanya Dylan
Rilly mengangguk ke Dylan lalu pergi ke arah toilet meninggalkan Dylan yang duduk mulai memainkan ponselnya.
"ck.. berita ini lumayan juga". seringai Dylan cukup puas melihat berita kebangkrutan Megani.
Dylan yakin Megani akan bersikeras dengan pendiriannya tidak mau meminta bantuan padanya bahkan Nova bilang Megani sedang berusaha mencari sosok KO yang tidak akan pernah Megani temukan.
"kau tidak akan bisa menemukan KO! kalaupun ketemu kau tidak akan dapat dukungannya". kekeh Dylan membayangkan betapa bodohnya Megani saat ini.
bagaimana bisa orang bodoh seperti Megani benar-benar punya nyali melawannya, sungguh otaknya pasti benar-benar sudah bergeser.
"Tuan? " Aria seperti dapat harta karun bertemu dengan Dylan
Dylan menautkan alisnya melihat ke arah Aria.
"saya Aria mantan istri Daniel". Aria memperkenalkan diri ke Dylan dan dengan muka kebalnya duduk didepan Dylan.
Dylan tidak bersuara hanya menatap dingin dan datar Aria.
"anda benar-benar hebat tuan..! bagaimana bisa anda datang menyelamatkan kami? memberikan hal ITU (Pistol) pada kami ". Aria terus mengoceh sok akrab dengan Dylan.
"mas? "
__ADS_1
Dylan menyimpan ponselnya mengulurkan tangannya ke Shindy, Rilly menatap sinis ke Aria yang sudah tau gelagat wanita penggoda di dalam diri Aria.
Aria terkejut melihat Dylan tersenyum pada wanita super cantik dengan gaun mahal yang senada dengan Tuxedo Dylan.
"apa dia istrinya tuan muda? " batin Aria menebak.
"sial... gaunnya indah sekali...! aku menginginkannya".batin Aria dengan kesal melihat gaun perak yang membalut tubuh indah Shindy
"mas mau selingkuh ya? " Shindy duduk di pangkuan Dylan dan menatap datar ke arah Aria.
"tidak ada sedikitpun niatku ingin berpaling darimu sayang" bantah Dylan dengan tegas
Shindy mencebikkan bibirnya "terus dia siapa? "
"dia..? katanya mantan istri Daniel" jawab Dylan memainkan rambut Shindy
Shindy langsung menoleh ke Rilly yang terkejut mendengarnya dan mata Rilly melihat Aria dari atas sampai bawah hingga Aria merasa tersudutkan langsung pergi dari tempat itu dengan raut wajah kesal.
"yah... dia pergi Ly.. " kekeh Shindy melupakan rasa cemburunya tadi melihat Dylan bersama perempuan lain.
"ayo kita kembali" Dylan berdiri sambil menggendong Shindy yang memang udah duduk dipangkuannya.
Rilly berusaha menguasai hatinya yang panas saat tau Daniel sudah punya istri padahal waktu mengejarnya Daniel mengaku tidak bisa hidup tanpanya, hanya sendirian di Vila beruntung kata-kata Dylan menjadi panutannya hingga tidak pernah terpancing dengan omong kosong Daniel.
di dalam mobil Shindy masih sempat-sempatnya makan Cake nya hingga Dylan berdecak pelan dengan perut datar Shindy dimana ada anaknya disana.
"apa perlu besok kita periksa sayang? " tanya Dylan mengusap perut datar Shindy.
Rilly yang mengendarai mobil, Dylan dan Shindy dibelakang.
"kenapa mas? " tanya Shindy penasaran biasanya Dylan akan sibuk menyuruh dokter yang kemansion sekarang malah terbalik.
"aku ingin melihat Embrio ku di rumah sakit lalu kita makan di restaurant pilihanku untuk merayakan Unniversarry pernikahan kita yang sudah berjalan 2 bulan".
Shindy tersenyum begitu bersemangat. "tentu mas..! aku mau" jawab Shindy dengan binar bahagianya.
Shindy tidak menyangka Dylan ingat hari pernikahan mereka yang ke 2 bulan penuh esok hari.
Dylan dan Shindy terus bermesraan sedangkan di tempat lain Megani makin geram dengan orang-orang suruhannya yang ia bayar cukup mahal untuk mendapatkan sosok KO.
"percuma kalian aku bayar...! aku menjual sahamku 15% tapi kalian sama sekali tidak berguna... ". teriak Megani dengan marah
perusahaan Megani benar-benar sudah berada di jurang kebangkrutan, satu-satunya cara biar Megani dapat uang menutup kerugiannya adalah dengan menjual sahamnya
.
.
__ADS_1
.