Sikembar Sang Penguasa 2

Sikembar Sang Penguasa 2
Acara kecil-kecilan


__ADS_3

mansion megah melviano ramai dengan acara pesta kecil-kecilan sesama keluarga saja.


Keluarga Dylan sibuk menimang bayi-bayi mungil nan lucu ( Dylan & Shindy, Nova & Candra)


"selamat ya sayangku... " Alexa datang bersama Tio dan baby Amanda


"terimakasih Alexa, kamu juga... " Shindy mengusap kepala baby Amanda yang mana matanya terbuka mengerjab-ngerjab lucu ke arah Shindy.


Alexa hanya tersenyum


"waah... dekat sekali ya sama papanya". kekeh Dylan melihat Baby Amanda yang begitu nyaman di pelukan Tio.


Candra mendekat lalu merangkul pelan leher Tio karna tau sahabat karibnya itu tengah menggendong anaknya.


"biar aku yang gendong mas! " Alexa mengambil alih Baby Amanda


Tio dan Candra berpelukan karna mereka memang bersahabat baik sejak lama.


Alexa mengucapkan selamat pada Nova juga sambil mencium pipi kiri dan kanan Nova.


"kakak juga". cengir Nova melihat Baby Amanda yang terlihat tenang dengan situasi ramai saat ini.


walau di mansion hanya ada keluarga Dylan, dan sahabat-sahabat Kaira, Pasha tapi mansion begitu ribut apalagi kalau Trio the Xylver sudah berkumpul ditambah Bagus yang menjadi ikutan miring kalau sudah bergabung dengan paman-pamannya.


Rilly bersama Kinan, Kaisha ada di Sofa ruang tamu sambil mengoceh satu sama lain.


Kaira menggendong Baby Al (Anak Nova) dan Pasha menggendong Baby Raya (anak Dylan)


"kenapa Hubby? " tanya Kaira heran melihat wajah serius Pasha yang sedang memperhatikan cucunya.


"tidak ada sayang..! aku hanya ingin melihat saja". jawab Pasha tersenyum hangat


Kaira juga ikut tersenyum melihat tatapan hangat sang suami, tatapan Pasha selalu bisa membuat Kaira jadi melembut.


Jika Kaira marah-marah ia tidak akan bisa menatap mata biru suaminya, kalau ditatap oleh Kaira maka marahnya akan hilang entah kemana.


Pasha beralih ke Baby Raya,


"apa cucuku yang ini akan jadi Psikopat? ". batin Pasha menelisik.


mata baby Raya terbuka lebar hingga Pasha terkejut menatap mata biru Raya yang kini sudah terbangun.


3 bulan sudah umur bayi Dylan dan Shindy tapi kedua anak-anak Dylan tidak pernah menyusahkan kedua orangtuanya.


"Astagah..! kamu pura-pura tidur sayang? " Tanya Pasha melembut mencium kening Baby Raya.


Raya menatap Pasha seperti sedang menyimpan wajah Pasha yang terlihat sangat tampan.


"apa nak? apa? " tanya Pasha melembut mengubah caranya menggendong Raya.


Raya merebahkan kepalanya di bahu Pasha hingga keluarganya yang gemas dengan tingkah Raya yang terlihat sangat manja pada pasha


Dylan dan Shindy kembali, tatapan Raya mengarah pada sosok Ayahnya.


"waah... kayaknya pengen di gendong sama Papinya". goda Rani terkekeh gemas.

__ADS_1


yang lainnya tertawa,


"mau sama papi nak? " Dylan merentangkan kedua tangannya


Pasha memutar tubuhnya menghadap Dylan, dan Baby Raya juga membalik tubuhnya langsung merentangkan tangan mungilnya.


Pasha membiarkan Raya berpindah ke gendongan Dylan,


"uluh.. uluh... anak Papi nih.. " goda Ella terkikik.


semua perempuan yang ada menggoda Baby Raya.


"apa benar baby kembarnya Dylan dan Shindy tidak pernah nangis Kaira? " tanya Ella penasaran.


"jarang..! kalau Baby Raya dan Baby Satria jarang nangisnya.. yang sering nangis itu Baby Al sama Baby Nola.. ". kekeh Kaira


Rani tertawa cekikikan sambil memeluk Mely dari belakang.


perbincangan mereka berakhir saat makanan sudah selesai, walau perayaannya hanya orang-orang tertentu saja tapi Mansion Melviano begitu ramai,


Poppy dan Bastian tidak bisa hadir karna harus keluar Negri mengunjungi anak mereka yang sedang sekolah disana.


"kapan akan kuliah Kak Kaisha? " Tanya Kinan penasaran.


Kinan tau Kaisha sangat jenius tapi ia tidak mau menunjukkan keistimewaannya, kalau Kaisha mau ia pasti jauh lebih sukses dari Kinan sekarang, Kinan yang menjadi dokter muda juga terobsesi dengan cerita orangtuanya yang juga seorang dokter keluarga Melviano.


Orangtua Kinan memberi tau betapa jeniusnya Dylan dan Nova di usia muda, dan Kinan mengakui dirinya berada diantara orang-orang Jenius.


Dylan, Nova, Keyzo, Kaisha dan Bagus, belum lagi Kanaya yang sangat menguasai ilmu agama.


"bagus dong..! itu artinya Daddy kak hanya mau kakak senang disana ". kekeh Kinan


"apa perlu mencari teman nona? saya bisa mencari seseorang untuk menjadi teman sekaligus pengawal anda" Rilly akhirnya mengeluarkan suara


Kaisha menganga lebar. "kenapa kalian juga jadi posesif sih? hei... aku Kaisha udah besar... aku udah berumur 17 tahun... udah dewasa lah bukan anak kecil lagi...".


"diluar sana umur 17 tahun emang udah tamat sekolah dan wajar masuk perguruan tinggi, aku tidak mau jadi sorotan publik karna masuk kuliah di umur yang tidak normal".


Kinan tertawa cekikikan, "kakak menyindirku ya?? "


"tidak.. bukan itu maksudku... dan juga kamu Kinan panggil aku nama aja kenapa sih?? aku tidak masalah kamu memanggil Kak Keyzo juga panggilan kak.. tapi aku panggil aja nama.. kita cuma selisih beberapa bulan aja bukan tahun.. " omel Kaisha


Rilly hanya tersenyum dengan perdebatan Kinan dan Kaisha.


"apa yang kalian ocehkan?? " tanya Keyzo


"cepat bergabung..! kita makan bersama". Keyzo menunjuk semua keluarganya tengah sibuk menyusun piring untuk makan besar mereka di atas karpet mahal.


kalau sesama keluarga saja mereka makan senyaman mungkin tapi kalau diluar Mansion mereka harus di tuntut elegan.


bahkan mansion begitu berisik sudah persis seperti Pasar saja, padahal tamu bisa di hitung jari banyaknya


.


.

__ADS_1


.


Pasha membawa Kaira ke ruangan kerjanya.


"kenapa Hubby? " tanya Kaira mengedarkan pandangannya.


"cium aku sayang! " pinta Pasha dengan senyum lebarnya hingga Kaira melebarkan matanya.


"Hubby..? acara masih berlangsung, aku fikir ada masalah apa sampai bawa aku kesini, ternyata cuma mau itu... dasar mesum" Kaira mengomel-ngomel


Pasha tergelak menatap lekat istri istimewanya.


"terimakasih telah memberiku kebahagiaan itu sayang..! " ucap Pasha dengan tulus dan lembut.


Kaira yang tadinya mengomel terdiam menatap manik mata biru suaminya.


"kebahagiaan mana hubby? " tanya Kaira menangkup pipi Pasha.


"telah memberiku keturunan istimewa seperti Dylan, Nova, Keyzo dan Kaisha..! " jawabnya dengan senyuman mengusap pipi Kaira.


Kaira mengulum senyum manisnya, "Hei.. Hubby!! seharusnya aku yang berterimakasih telah menerimaku...! aku yang sangat jahat padamu memisahkanmu dengan darah dagingmu, tanpa tau apa-apa aku menyebutmu monster mengerikan,, aku yang beruntung memilikimu suamiku... "


Pasha tersenyum menghiasi wajah tampannya yang tidak surut walau sudah punya cucu.


"jika waktu diulang apa yang ingin kamu hindari sayang? " tanya Pasha penasaran.


Kaira tertawa kecil. "jika aku bisa mengulang waktu aku tidak akan mau bertemu denganmu! " Canda Kaira


Pasha yang tak terima menggelitiki pinggang istri istimewanya.


"ampun.. ampuunn... suamiku... Ampunnn.. hubby.. " Kaira menahan kedua tangan Pasha lalu menangkup kedua rahang Pasha.


"jika waktu bisa diulang aku tidak akan mengulangi kesalahan yang sama dengan mempercayai temanku itu lalu meninggalkanmu,, kalaupun kamu sudah menikah aku akan menemui dirimu saat aku tau Suamiku sangat menginginkan keturunan".


Pasha tersenyum hangat langsung mengecup bibir Kaira dan memeluknya dengan penuh cinta.


"aku mencintaimu istriku.. " Ucap Pasha dengan lembut.


"aku juga suamiku.. " Kaira membalas pelukan sang suami.


Kaira sangat bahagia memiliki Pasha yang selalu memanjakannya, walau terkadang Kaira tidak bisa menahan bibirnya untuk tidak mengomel..


.


.


.


Cieee... yang kangen Daddy Pasha sama Mommy Kaira... itu Part nya yaa..? kalau kangen juga baca Ulang Cinta Pertamaku seorang Bos Mafia.. heheh Love You All.. 😘😘😘


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2