
"pipimu merah sekali beby.. ". Goda Candra
"Ish.. kak Kitty sana keluar! hubungi Om suruh kesini" Nova mendorong Candra keluar kamarnya.
Candra tertawa keras begitu gemas dengan wajah malu Nova saat ini tapi tak melawan saat Nova mengusirnya keluar dari kamar Nova.
Nova menutup pintu kamarnya lalu memegang kedua pipinya yang terasa panas.
"issh.. kok malah bikin malu sih Nova? seharusnya kamu tuh jual mahal dikit! ini pipi ngga bisa diajak kompromi ya? " omel Nova pada pipinya yang tidak bersalah.
sementara Candra berjalan ke arah Lift sambil tertawa mengingat Nova.
"aaaah... " pekik kaget Kaisha saat keluar dari Lift bertemu dengan pria asing.
Candra juga tak kalah kaget lalu mengerutkan keningnya melihat mata biru Kaisha dan wajahnya tak berbeda jauh dengan Keyzo.
"siapa anda? kenapa ada di mansion kami? " tanya Kaisha membentak
"Kaisha? kamu Kaisha? " tanya Candra
"iya aku Kaisha kenapa? siapa kau? kau mengenalku? emangnya siapa yang memberi tau namaku padamu? hah? " cecar Kaisha curiga
"Keyzo yang memberi tau abang...kenalkan nama abang Adi Candra Kusuma calon abang iparmu" Candra mengulurkan tangannya.
"Candra? bang Candra yang di sebut-sebut mommy? Keyzo? semua orang disini mengenal sosok Keyzo tapi aku nggak tau"
Candra menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. " iya abang Candra yang itu "
"waahh... Daebak...! Really? " Nova memekik menggunakan bahasa asing nya yang sangat ia kuasai.
"Yes.. Really" jawab Candra
"terus bang Candra barusan dari kamar kak Nov? " tebak Kaisha berbinar
"i. iya tapi tidak terjadi apapun ! Mabi hanya bilang menyuruh abang untuk membawa papa abang kesini" jelas Candra dengan serius
"tapi aku ngga bilang apa-apa" wajah polos Kaisha mengangkat bahunya .
Candra jadi gelagapan karna terlalu berlebihan berpikir Kaisha akan mikir yang macam-macam.
"abang pergi dulu ya? " Candra pamit masuk ke dalam Lift saat pintu Lift tertutup Kaisha tertawa terbahak-bahak lalu berlari ke kamar Nova.
"ternyata calon abang ipar lucu juga ahahaha.." tawa Kaisha didepan kamar Nova
"kak Nov.. buka kak" Kaisha mengetuk-ngetuk kamar Kakaknya.
.
Candra keluar dari Lift dan disambut oleh Kaira.
"sayang! makasih ya udah masakin Nova makanan!" ucap Kaira dengan tulus mengusap rahang Candra.
Pasha hanya diam tak berbicara hanya pasrah karna sudah diancam oleh Mely dan Kaira tadi sebelum Candra keluar dari Lift.
Candra melihat ke arah Mely yang sedang tersenyum disamping Matt yang tersenyum tipis.
__ADS_1
"tidak apa Mom..! Candra mana tahan saat Mabi merengek minta dimasakin" Candra menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
"kamu cocok sekali jadi pendamping Nova yang belum bisa memasak..! kamu mau jadi menantu mommy sayang? " tanya Kaira
"mau mommy! Mabi juga bilang katanya mau bertunangan di hari resepsi pernikahan kak Dylan dan Kakak iparnya gitu"
"APA??? " kaget semua orang serentak.
"bertunangan di hari itu juga? " tanya Mely
"iya Oma" cengir Candra
"siapa yang mau bertunangan? " tanya Dylan tiba-tiba menyambar bersama Shindy yang sedang di genggam erat oleh Dylan seperti tidak boleh istrinya kabur sedikit saja darinya.
"Nova sama Candra" jawab Kaira tersenyum lebar
"Mom! kenapa secepat itu? " Dylan seperti belum setuju Nova menikah cepat.
"umur Nova sudah pantas menikah sayang! dan kamu juga ngga boleh egois tidak mengizinkan Nova menikah". tegur Kaira
Dylan menarik nafas panjang.
"bukan menikah tapi BERTUNANGAN " ralat Pasha
"hanya mengikat mereka berdua supaya hubungan mereka aman sampai kepelaminan". timpal Mely
"baiklah..! Candra harus hubungi papa Mom..! ngga apa kan?" tanya Candra berbisik pelan ke Kaira
Kaira mengangguk lalu Candra pergi ke dapur untuk menghubungi papanya dengan panggilan luar negri, tidak sopan bagi Candra keluar mansion tanpa berpamitan pada keluarga besar yang tengah berdebat tentang dirinya.
"iya nak.. kenapa? apa ada masalah dengan Nova? " tanya Abibama serius
"papa bisa kesini? lamar Beby Nova pada keluarganya, dengan begitu Candra bisa bertunangan di hari resepsi pernikahan tuan muda Melviano dengan istrinya"
"Apa...? kamu berhasil mendapatkan hati anak emas itu nak? " teriak Abibama dengan semangat
Abibama tentu menyukai Nova yang sangat ahli di bidang IT, bahkan ia merasa beruntung bertemu sosok KO yang tidak diketahui dunia dan putranya lah yang telah membawa Nova bertemu dengannya.
"iya Pa.. datang ya..! Candra sayang banget sama pemilik mata biru yang satu itu pa.. ini buktinya Candra sampai menangis nih" bujuk Candra mengusap air matanya.
"iya.. iya.. demi Nova menantu idaman Papa pekerjaan penting disini akan papa tinggalkan deminya"
Candra jadi lega mendengarnya, ia takut Abi akan menundanya sebab bagi Abi pekerjaannya adalah hal yang paling utama.
"terimakasih pa" ucap Candra tulus
"iya.. iya.. papa juga berterimakasih telah mempertemukan papa dengannya! sekarang papa akan bersiap-siap, kamu tunggu papa nak"
"iya pa"
panggilan terputus
"gila.. kenapa aku senang sekali sih..? nih air mata kenapa ngalir terus? sadar Ndra sadar...! laki-laki kok cengeng dapat Nova juga mendapatkan keluarga yang utuh" Candra mendumel pelan
Pasha dan Dylan mendengar pembicaraan Candra, mereka berdua saling pandang lalu kembali ke sofa dengan raut wajah pasrah.
__ADS_1
"udah kan? kalian berdua percaya? anak itu tulus matanya menyiratkan kerinduan pada sosok ibunya". omel Kaira
Pasha dan Dylan hanya diam dengan pikiran masing-masing.
Candra keluar dengan wajah segarnya seperti sudah cuci muka sebelumnya lalu berpamitan pada keluarga besar Nova.
Candra pergi ke luar Mansion dan melajukan kendaraannya ke arah apartemen Tio sahabat baiknya di negara indonesia ini.
"Tio..Tio.. Tio... " teriak Candra dengan heboh menggedor-gedor apartemen Tio
Tio membuka pintu apartemennya dengan wajah bantalnya.
"kenapa Ndra? kau menggangguku saja" Tio berjalan terlebih dahulu disusul Candra yang segera menutup pintu.
"Tio... aku senang broo...! akhirnya pujaan hatiku mau menerimaku... ahaha.. aku senang wooiii... " teriak Candra berhambur memeluk Tio
Tio mendorong tubuh Candra menjauh dari tubuhnya.
"jangan lebay deh...! aku ngantuk dan kau memelukku begitu? aku masih normal anj*ng "
Candra nyengir malu, ia tau bagaimana bencinya Tio di peluk sesama laki-laki tapi Candra terlalu senang hingga memeluk teman baiknya itu tanpa memikirkan apapun
.
.
sementara di kamar Nova tengah tersenyum membaca pesan masuk dari Candra.
"beby..! aku pulang duluan ya? aku tidak berani masuk ke dalam lift apalagi ke kamarmu melihat wajah datar para pria gagah itu membuat nyaliku menciut..! sampai ketemu hari dimana aku dan papaku datang melamarmu, supaya kita cepat bertunangan.. "
begitulah pesan Candra.
"Cieee..dari abang ipar ya? " goda Kaisha
"ssstt... diam..! jangan mikir yang aneh-aneh.. " Nova menjitak pelan kening Kaisha hingga gadis cantik itu mengusap-ngusap keningnya yang terasa berdenyut.
"cuma kak Nov aja yang berani menyentil keningku" celutuk Kaisha
"yah.. kak Dylan sangat menyayangimu " ledek Nova
"kakak juga nggak pernah disentil kak Dylan" Kaisha
.
.
.
Cieee.... keterusan nih gimana? suka? 2 Bab penuh Loh... hahaha... suka..suka...
.
.
.
__ADS_1