Sikembar Sang Penguasa 2

Sikembar Sang Penguasa 2
masih rahasia


__ADS_3

saat Alexa menjerit dengan kuat, tiba-tiba segerombolan pria menerobos masuk ke ruang karoke nya..


Alexa terlonjak kaget seketika,


"m mau apa kalian? ". tanya nya ketakutan.


"bawa dia cepat". teriak salah satu dari pria berbadan besar.


"aaah.. enggak.. jangan aku punya salah apa sama kalian hah? nggak.. nggak... tolong... tolong aku tolooonnngg....! ". pekik Alexa meminta pertolongan tapi sayangnya orang-orang yang melihatnya tak bergeming malah lari dari nya karna takut sama gerombolan pria itu.


"lepaskan aku...! aku salah apa sama kalian hah? ". teriak Alexa meronta-ronta.


"bukankah anda tunangan tuan muda melviano? ". tanya salah satu dari mereka dengan datar.


"eh...? ". Alexa tak lagi memberontak.


"benar..! emang kenapa? ". tanya Alexa membanggakan diri.


"ikut kami saja nona" sahut yang lainnya.


"kalian nggak bilang sih dari awal..! main angkat-angkat aja aku kira kan kalian orang jahat". gerutu Alexa mengira orang-orang yang menangkapnya kini adalah orang suruhan keluarga Melviano.


di dalam mobil Alexa tersenyum lebar merapikan rambutnya berharap ia memang di jemput oleh orangtua Dylan.


Alexa tiba di rumah asing tapi ia mengikuti arahan orang-orang yang membawanya tadi.


"dimana ini? " gumamnya kebingungan.


"ini bukan Mansion Melviano.. tapi ini dimana? ". batin Alexa kebingungan.


Alexa diantarkan ke sebuah kamar.


"silahkan nona..! saya permisi". ucap pria berbadan besar segera mengunci pintu kamar itu.


Alexa terkejut lalu berusaha membuka pintu kamar nya..


"sial..! jebakan apa ini? kalau bukan tuan muda yang membawaku lalu mereka itu suruhan siapa? ". batin Alexa dengan takut.


"hai tunangan? ". suara berat sekaligus sexy terdengar oleh Alexa.


Alexa memutar tubuhnya dengan keringat yang sudah mencucur di pelipisnya.


"s.. siapa anda? " tanya Alexa gemetar ketakutan.


"bukankah kau tunangan tuan muda Melviano? lalu kenapa kau ketakutan? ". ejek pria itu di sudut kamar sambil membelakanginya.


Alexa melihat postur tubuh pria itu juga bagus dan terlihat masih muda padahal dari bentuk tubuhnya aja belum melihat wajahnya.


Alexa menelan salivanya bersusah payah.


"anda percaya? padahal orang -orang nggak mempercayai saya.. ".


"aku percaya karna aku melihat sendiri dia datang ke rumahmu yang jauh dari perusahaan keluargamu". tutur pria itu.


"b boleh aku ketempatmu? ". tanya Alexa takut-takut.


"aku menunggumu".


jawaban pria itu membuat Alexa merasa melayang, ia tak menyangka ada seorang pria bertubuh gagah seperti itu sedang menunggunya.


Alexa yang tadinya ketakutan tak lagi takut ia segera berjalan mendekati pria itu dengan langkah hati-hati.


Branz memutar tubuhnya melihat Alexa.


DeG!!


jantung Alexa berdebar tak karuan, ia tak pernah melihat Pria yang tampannya unik seperti Branz.


Branz percaya kalau Dylan masih menyembunyikan hubungannya dengan Alexa dengan alasan tak di ketahui musuh.

__ADS_1


"ada hubungan apa anda dengan calon tunangan saya..? ". tanya Alexa penasaran.


Branz menyeringai,,


"mantan teman! ".


alexa dibuat bingung dengan jawaban Branz


"mantan teman? " beonya pelan.


"berarti sekarang bukan teman lagi? ". tanya Alexa


"hmm.. ". dibalas deheman oleh Branz


"lalu kenapa anda membawa saya? kalau anda bukan temannya? berarti anda musuhnya ya? ". cecar Alexa mulai sadar dengan situasinya kini.


Branz tertawa puas melihat wajah ketakutan Alexa. ia berjalan mendekat Alexa yang gemetar ketakutan kaki Alexa seolah terpaku tak bisa bergerak dari tempatnya.


Branz meraba wajah Alexa dengan jari telunjuknya sampai lehernya.


"le lepaskan saya..! ". pinta Alexa tergagap.


Branz tertawa mendengar permintaan Alexa.


"tidak semudah itu baby".


Alexa berkeringat dingin saat ini ia tak menyangka seorang Dylan memiliki musuh semenakutkan ini, ia mengira hidup orang kaya raya seperti Dylan sangat enak tapi tak disangka punya musuh juga.


"kau harus melayaniku Baby..! dengan begitu aku akan membantu perusahaan orangtuamu".


bisik Branz dengan senyum liciknya.


Alexa melototkan matanya.


"kenapa aku harus melayani mu hah? aku tidak mau...! pergi...!" mendorong kasar dada Branz yang tak bergerak sedikitpun.


Alexa akhirnya bisa menggerakkan tubuhnya sejak Branz meminta tubuhnya ia berontak memukul Branz lalu berlari ke arah pintu tapi tak bisa dibuka, Branz tertawa terbahak-bahak dengan apa yang dilakukan Alexa.


"oh.. apa aku harus memberimu uang yang banyak? supaya bisa pindah ke kota nya? "


Alexa memutar tubuhnya ke arah Branz sepertinya ia tertarik dengan penawaran Branz.


"katakan berapa bayaran tubuhmu? ". tanya Branz menyeringai.


Alexa teringat Shindy yang seorang baby sugar seperti Dylan padahal Dylan tak pantas disebut daddy sugar tapi ia tak menyangka Shindy bisa menjadi simpanan tuan Dylan bahkan keuangan Shindy aman dan tubuh Shindy yang bersih ia kira karna uang Dylan.


Akhirnya Alexa menawarkan harga tubuhnya ke Branz toh dia mendapatkan uang yang banyak menjual peraw*nnya ke Branz.


"aku juga mau bersih dan mulus! aku pasti bisa mendapatkan hati tuan muda melviano dan merebut nya dari Shindy sialan itu ". batin Alexa.


.


.


.


sementara di mansion Melviano Kaira seperti biasa menyidang putranya.


"apa dia gadis yang kamu sembunyikan sayang? ". tanya Kaira memperlihatkan foto Alexa yang tersebar dimana-mana karna bilang tunangannya Dylan.


Dylan melihat hal itu tak bergeming


"bukan! ". jawab Dylan singkat


"lalu kenapa kamu membiarkan berita ini tersebar? ". tanya Kaira tak mengerti putranya itu.


"akan ada seseorang yang bahagia melihatnya seperti itu..! Dylan hanya membantunya ". jawab Dylan.


Kaira melebarkan matanya.

__ADS_1


"jadi dia berhubungan dengan gadismu sayang? ". tanya Kaira begitu sumringah.


Dylan mengerutkan keningnya mendengar kata Gadisku? "dia bukan gadis Dylan mom".


"dia gadismu sayang! kamu melindunginya dengan reputasimu artinya dia memiliki tempat di hatimu". jelas Kaira dengan senyum manisnya mengusap rahang Dylan.


"Dylan tak memiliki perasaan padanya mom". tegas Dylan.


"hati itu berbagi cara masuk nya sayang,, ada yang jatuh cinta pandangan pertama, ada yang ingin memiliki karna perempuan itu memiliki keistimewaan, (menyindir Pasha) hmmm ada yang berniat menyakiti perempuan dengan alasan dendam,, dan kisahmu saat ini tertarik dengan gadis itu..! kamu belum mencintainya atau belum sekedar suka padanya tapi kamu tertarik padanya membiarkan dia ikut campur masalahmu begitupun kamu sayang".


Dylan menaikkan sebelah alisnya


"Dylan bisa menjaga hati dylan Mommy"


Kaira tersenyum lebar.


"jangan pernah lupa sayang..! sehebat apapun Pria di muka bumi ini pasti punya kelemahan yaitu perempuan.. kalau kamu pria normal pasti akan mengalaminya suatu saat"


Dylan mencium kening Kaira dan punggung tangan Kaira.


"Dylan sama sekali nggak memiliki kelemahan itu mommy"


Dylan berkata lalu meninggalkan Kaira yang tesenyum sambil menggeleng-geleng kepalanya.


"anak nakal itu sama sekali tak mau mengakui punya kelemahan apa dia pikir dia bukan manusia? " gumam Kaira terkekeh pelan.


"aku makin penasaran deh" Kaira menceloteh sendiri membayangkan gadis yang bisa membuat putranya tertarik.


"penasaran apa sayang? ".


kaira terkejut saat Pasha memeluknya dari belakang mengendus bahunya seperti kucing mengendus ikan.


"hubby..! kamu selalu aja ngagetin aku" . kesal Kaira mengelus-ngelus dadanya.


Pasha tergelak. " kenapa kamu nggak bisa mendengar langkah kakiku sayang? padahal aku sudah mengajarimu ".


Kaira membalik tubuhnya menghadap Pasha lalu dengan manja memeluk suaminya menduselkan kepalanya di belahan dada suaminya.


Pasha tertawa gemas menciumi puncak kepala Kaira yang sedang mode manja.


"ada apa? ".tanyanya lembut.


"Dylan lah hubby..! dia tetap nggak mau memberi tau gadisnya. " rengek Kaira


Pasha tersenyum lebar


"biarkan dia melakukan apa yang dia mau! anak nakal itu suatu saat akan menjilat kata-katanya sendiri.. kamu kan tau dia sangat Arogan".


"hmmm..! tapi aku ingin bertemu dengan gadisnya".


Pasha melepas pelukannya dengan Kaira menangkup wajah kesal istrinya.


"percaya lah suatu saat hari itu akan tiba.. ".


Kaira mengangguk lalu kembali memeluk suaminya mencari kenyamanan di pelukan Pasha.


.


.


Cieee.... yang suka couple Kaira dan Pasha..! Bonus ni yeee....


udah lepaskan dikit kangennya? hehehe.. lanjut besok lagi ya...! kan udah Crazy up nih..


4 Bab kan? jangan lupa like, koment baiknya ya biar makin semangat besok 4 bab lagi... wkwk... kalian semua adalah penyemangat buat Othor pemula ini ..


Terimakasih


selamat beraktifitas...!! 😘😘😘

__ADS_1


.


.


__ADS_2