Sikembar Sang Penguasa 2

Sikembar Sang Penguasa 2
bombom


__ADS_3

kini Dylan berada di guyuran Shower kamarnya, ia mengingat kata-kata mommynya.


Dylan meraba dadanya sendiri lalu menggeleng-geleng kepalanya hingga percikan air tersebar kemana-mana.


Dylan memiliki Bathup di kamar mandinya tapi terlalu jarang dipakai sebab Dylan lebih suka mengguyur tubuhnya di pancuran Shower


"aku yang tau hatiku sendiri..! aku sama sekali nggak menyukai gadis itu tapi hanya rasa kemanusiaan saja..! dia dianiaya oleh kerabat keluarganya sendiri". Dylan mengingatkan diri kalau semua yang ia lakukan pada Shindy hanya rasa iba antara manusia saja nggak lebih.


Dylan memang kejam tapi kalau masalah hati ia tetap bersikeras, apalagi Dylan belum pernah jatuh cinta.


Dylan memakai baju santainya dan pergi ke kandang Black.


"Black? ".


Black segera mendekati Dylan karna ia tau suara dan aroma tubuh Dylan yang merupakan tuannya.


Dylan mengusap-ngusap kepala Black.


"maaf Black..! aku terlalu sibuk dengan perusahaan hingga kita jarang bertemu "


Black mengibas-ngibaskan ekornya dan menekuk kedua telinganya mungkin bentuk rasa rasa rindunya tak melihat Dylan berhari-hari.


"kakak? ". Keyzo mendekati Dylan membawa daging panggang untuk Black.


Black juga mengenal Keyzo yang selalu menemaninya memberinya makan saat Dylan sibuk.


Dylan mengangguk masih mengusap-ngusap kepala Black, Keyzo meletakkan makanan Black juga menepuk-nepuk punggung Black.


"apa dia nakal padamu Keyzo? ". tanya Dylan


"siapa kak? black? ". tebak Keyzo.


Dylan mengangguk.


"nggak kak! malah black ini sangat mesum kak! dia menyukai Kaisha dan Kak Nova". adu Keyzo.


Dylan mengingat Shindy yang tak diserang Black juga.


"iya..! apa kamu bisa mencarikan macan betina untuknya? ". tanya Dylan


Keyzo berpikir sejenak lalu menggeleng kepalanya,


"ya macan betina dihutan lah kak".


Dylan melihat ke arah Keyzo.


"apa nggak ada yang jual? "


Keyzo kembali berpikir,


"coba nanti Keyzo tanya sama geng motor Keyzo deh kak! banyak dari mereka yang pernah menawarkan hewan buas sama Keyzo"


"hmm.. carikan yang betina khusus untuk si mesum ini". Dylan menjentik kepala Black yang tampak serius makannya.


"apa dia jelmaan dewa kak? ". tanya Keyzo melenceng


Dylan memutar bola matanya dengan jengah.


"jangan percaya mitos Keyzo..! kamu fikir kita berada di dunia fantasi? "


"tapi kakak punya token emas itu juga bersinar kalau kakak dan kak Nova memegangnya berdua itu nyata kak".


Dylan menonyor kening Keyzo hingga terduduk tak elit.


"kak..! ". kesal Keyzo berdiri dari posisinya yang tak keren.


"itu peninggalan sejarah sudah pasti nyata sedangkan yang kamu bicarakan nggak masuk diakal."


Keyzo mencebik, "lagian Black nya yang nggak wajar! dia hewan masa iya suka sama manusia terutama perempuan jangan jadi kelemahannya suatu saat kak".


Dylan tertegun mendengarnya ia kembali teringat perkataan Kaira yang mengatakan sehebat apapun pria pasti akan tunduk pada 1 wanita yang sudah pasti menjadi kelemahan pria itu sendiri.


"apa kamu percaya dengan cinta Keyzo? ". tanya Dylan serius.

__ADS_1


Keyzo tertawa mendengarnya.


"kenapa kakak bisa menggemaskan hmm? mana ada pria normal yang memungkiri kata itu kak? tentu Keyzo percaya akan namanya cinta tapi belum ada yang bisa mengetuk hati Keyzo"


"setiap perempuan itu memiliki pesona nya sendiri yang pasti bisa membuat pria yang hatinya sekeras baja pun tunduk padanya..! Keyzo nggak mau menjilat kata-kata sendiri suatu saat nanti lebih baik percaya kan? "


"adik kakak udah dewasa.. ". Dylan mengusap kepala Keyzo dengan gemas


Keyzo memberontak dan mengomeli Dylan yang seolah mengejeknya seorang anak kecil sebelumnya.


.


.


Dylan ada di ruangan kerja Pasha mengerjakan semua tugasnya mengenai pihak perusahaan kecil yang minta kerja sama dengan MattGroup,,


ia selalu menepis semua yang ia anggap tak baik untuk dibantu karna Panji memberikan kertas lain berisi riwayat kebangkrutan semua perusahaan itu.


"ck... masih aja meminta kerja sama dengan ku! apa dia pikir semua bisa di hilangkan? kalian sendiri yang menjatuhkan perusahaan milik kalian jika bukan diri kalian yang berubah maka sebesar apapun perusahaan kalian tetap nggak akan bangkit kalau sudah jatuh karna kalian sendiri yang korupsi".


Dylan menceloteh dengan panjang lebar


Kaira masuk ke ruangan Dylan membawa jus buah dan makanan yang ia masak bersama Nova, dan Kaisha tadi.


"sayang? ".


Dylan mendongak ke Kaira dan tersenyum tipis.


"mommy buat apa? ".


"kali ini kami belajar buat kebab lumayan rasanya sayang". jawab Kaira meletakkan sepiring kebab ke Dylan bersamaan dengan jus buah nya.


"makasih ya mommy" senyum tulus Dylan.


Kaira tersenyum lebar mendekati Dylan mengusap rahang putranya itu.


"kamu lelah nak? ". tanya Kaira


"nggak mom! cuma jengah aja semua perusahaan menjilat kita bahkan dengan tak tau malunya minta bantuan dana padahal mereka sendiri yang menghabiskan dana perusahaan nya.. "


Kaira tersenyum,,


"itu karna mereka nggak mensyukuri apa yang mereka punya selalu mencari kesenangan duniawi bermain wanita, bar, judi dan banyak hal lainnya..! mommy bersyukur anak-anak mommy nggak suka minuman seperti itu walau kalian hoby kalian nggak wajar tapi mommy masih bisa memakluminya".


Dylan tersenyum mendengarnya.


"sebentar lagi akan ada acara ulang tahun Regita di kota X ...! mommy harap kamu mengajak gadismu sayang"


senyum dylan memudar seketika


"momm...! "


Kaira tersenyum lebar tanpa merasa bersalah meninggalkan Dylan yang masih tak terima perkataan Kaira.


"ulang tahun Regita..! "


gumam Dylan pelan.


Regita putri sulung Rani dan Reza,, ia menginjak usia 15 tahun selalu dirayakan tiap tahun.


"aku mengajaknya? ck.. ogah" Dylan mengingat Shindy lalu berpikir lagi


"apa dia baik-baik aja? ".


Dylan meninggalkan Mansion nya.


Shindy yang sedang makan malam terlonjak kaget mendengar seseorang menekan sandi rumah.


"tuan? ". tebak Shindy segera beranjak dari kursinya hendak menyambut Dylan.


"sedang apa kau? ". tanya Dylan.


"s saya sedang makan malam tuan". jawab Shindy.

__ADS_1


Dylan melihat jam tangan .


"jam segini? ".


Shindy mengangguk patah-patah


"tuan bawa apa? ". tanya Shindy melihat Dylan sedang menyembunyikan sesuatu dibelakangnya.


Dylan dengan ragu-ragu mengeluarkan se ekor anak kucing nan cantik dan lucu



Shindy membulatkan matanya tapi terlihat berbinar melihatnya dengan cepat ia mendekati Dylan, Dylan memberikan anak kucing itu ke Shindy.


"imutnya..! ". pekik Shindy dengan gemas lalu segera membekap mulutnya karna tak sopan didepan Dylan.


Dylan menggaruk tengkuknya yang tak gatal.


"jika kau nggak keberatan merawatnya! "


"saya sangat senang diberi kepercayaan seperti ini tuan apalagi saya memang selalu bekerja di rumah,, saya merasa punya teman" .


"apa kau mau aku menyewa pelayan lain? ". tanya Dylan


Shindy menggeleng-geleng kepalanya dengan cepat


"saya nggak mau gaji saya turun tuan! ".


Dylan mengangguk-ngangguk mengerti.


"aku kembali..! kau belikan saja perlengkapan anak kucing itu".


"baik tuan". jawab Shindy sambil menunduk sopan.


Dylan meninggalkan Shindy, shindy mengintip di celah jendela besi sampai Dylan benar-benar sudah menjauh dari pekarangan rumah ini barulah Shindy memekik girang.


"aaaah... ya ampun.. kamu imut banget sih... ". Shindy memutar-mutar tubuhnya sambil mengangkat tinggi anak kucing itu.


Shindy nggak pernah sebahagia ini, dulu ia ingin merawat kucing tapi nggak bisa karna Shindy suka pergi-pergi mencari uang membayar hutang,,


"kamu lapar ya? ". Shindy membawa kucing kecil yang ia beri nama bom-bom.


kali ini Shindy makan bersama anak kucing yang kelaparan.


.


.


Flasback:


"tuan? ". sapa seorang anak kecil usia 12 tahun sedang menarik-narik baju Dylan


Dylan sedang ada di toko buku ia melihat kebawah,


"apa maumu adik? ".


"bukankah anda tuan terkenal itu? bisakah anda membeli anak-anak kucing saya? saya butuh uang untuk biaya operasi ayah saya karna dadanya sakit".


pinta gadis kecil itu dengan mata berkaca-kaca


"memangnya kemana keluargamu? ". tanya Dylan membantu gadis itu duduk.


"mama saya selingkuh dan meninggalkan ayah saya yang berada di rumah sakit membawa semua uang ayah saya, hingga ayah saya kesakitan belum di operasi juga karna biayanya sangat besar".


"ini anak-anak kucing kesayangan saya tuan.. hiks.. hiks.. bisakah anda membelinya ".


Dylan tersentuh mendengarnya, ia membantu bayar operasi ayah gadis itu lalu mengambil 1 anak kucing saja hingga gadis itu memeluk Dylan dengan haru.


Dylan tau gadis kecil itu terlihat mengasihi semua kucing-kucingnya bahkan Dylan memberi anak itu uang supaya bisa membeli makanan untuk nya juga kucing-kucingnya.


.


.

__ADS_1


__ADS_2