Sikembar Sang Penguasa 2

Sikembar Sang Penguasa 2
Fitting baju pengantin (part. 2)


__ADS_3

Nova keluar dari ruang ganti dengan baju pengantin pilihannya, Candra meneguk salivanya bersusah payah.


"k kenapa pilih gaun begini? " tanya Candra dengan muka nya mulai di tekuk masam.


"hah? " Cengo Kaira dan Nova kompak.


"kenapa Beby memperlihatkan bentuk tubuh beby di depan umum? " tanya Candra mengelilingi tubuh calon istrinya.


"baju pengantin ya emang begini Kak" jelas Nova dengan heran.


"ini bahu indahmu ngga boleh di tunjukin, terus ini leher jenjangmu juga nggak boleh terlihat.. ini kenapa lenganmu bisa seindah ini, kecil dan mulus hmm? ini juga nggak boleh di perlihatkan...astagah.. ini juga, ini gitar spanyol hanya untukku saja, ngga boleh ada yang lihat. " Candra mengomel-ngomel seperti sudah mengklaim semua yang ada di tubuh Nova hanya untuknya saja.


"apa? " Nova mulai merona karna kecemburuan Candra


Kaira menepuk jidatnya sendiri sambil menggeleng kepala, Oty cengar-cengir lucu melihatnya, para pelayan saling mengalihkan pandangan saking tak kuatnya melihat betapa menggemaskannya Candra yang tengah mengomel seperti ibu-ibu rumah tangga saja.


"ganti gaunnya..! " perintah Candra


"ngga mau" tolak Nova


"ganti by... " rengek Candra


"ini baju pengantin impian aku! kalau kakak larang aku akan cari pria yang memperbolehkan aku memakai gaun ini di hari bahagia ku" ancam Nova dengan menahan senyum sekuat tenaga.


"kenapa begitu? kamu mau menikah sama siapa? " tanya Candra dengan kesal.


"siapa yang ngga mau sama aku? Andra mau tuh.. Rio juga... dan banyak lagi kakak seniorku yang menyukaiku... aku mengundang mereka di hari pernikahanku"


"Rio..? pria yang pernah kamu taksir beby? " tanya Candra dengan datar.


"hm... yang pernah aku taksir.. " jawab Nova tak kalah datar.


Candra menjambak rambutnya frustasi, saat Candra membelakangi Nova, calon istrinya itu tersenyum lebar.


"dasar posesif.. udah kayak daddy aja.. untung aja aku suka caranya menjagaku.. ". batin Nova


"udah.. udah.. biarkan Nova memilih baju impiannya sayang.. lagian kalian menikah sekali dalam seumur hidup, kenapa Nova tidak boleh menunjukkan kecantikannya hmm? bukannya seharusnya kamu yang bangga melihatnya tampil mempesona..? "


"kalau Nova memakai baju pria yang ada dia akan di tertawai nak.. mommy ngga mau hal itu terjadi.. " jelas Kaira membuat Candra mendekat lalu memeluk Kaira seperti anak kecil yang mau mengadu pada ibunya.


"mommy..? masa Beby ngga mau nikah sama Candra, emang kurangnya Candra apa mom? apa salah Candra ngga rela tubuhnya yang cantik di perlihatkan? yang ada hanya memancing banyak lebah.. "


Kaira tertawa mendengarnya. "kan ada kamu sayang.. pelototin aja yang memandang tubuh calon istrimu, semua akan selesai.. "


"baiklah mommy! Candra mengizinkannya tapi Candra akan menyewa bodyguard untuk menjaga istri Candra dari sengatan Lebah"


"anggota the Xylver bisa kamu mintai pertolongan sayang" saran Kaira.


"iya mommy.. Candra akan minta semua pengawal the Xylver menjaga Nova"


Kaira terkekeh geli membayangkan semua anggota the Xylver menjaga Nova.


Nova menganga lebar saja mendengar pembicaraan mereka yang tak masuk diakal.


"sudah.. sudah.. beruntung aja wajahmu tampan nak..! cuci muka mu sayang..! kita mau foto praweding untuk di pajang di acara pernikahan kalian nantinya.. " Kaira.

__ADS_1


Candra dengan patuh melangkahkan kakinya yang terseok-seok seperti Zombie hingga Nova tak kuasa menahan tawanya, Candra menoleh ke calon istrinya sebentar lalu dengan lesu ia kembali melanjutkan langkahnya yang terbilang aneh.


Kaira juga tertawa, begitu juga Oty yang tak mengerti mengapa Candra begitu cintanya pada Nova padahal Oty juga tau Candra anak konglomerat Abibama yang terkenal di negara M.


"kamu senang membuatnya begitu sayang? jangan melukai hatinya.. " tegur Kaira menangkup pipi putri pertamanya itu.


"iya mom..! ntar Nova bujuk deh.. " cengir Nova


"Nyonya.. Fotografernya sudah datang" seru Oty dengan sopan.


Kaira berbalik ke pria paruh baya itu dan tersenyum ramah.


"halo pak.. kenalkan saya Kaira..! terimakasih telah meluangkan waktu anda hari ini" ucap Kaira


"anda terlalu merendah Nyonya..! saya seharusnya yang berterimakasih telah dipercaya menjadi bagian dari acara berharga nyonya.. " ucap pria paruh baya itu begitu santun.


"jangan seperti itu pak.. saya tidak setua itu untuk bapak hormati.. " tegur Kaira dengan sopan


pria itu tersenyum malu, jujur ia menghormati Kaira karna kedudukan nya bukan tua atau mudanya.


.


.


Nova dan Candra tengah bersiap berfoto untuk di pajang di acara pernikahan mereka nantinya.


Nova memeluk Candra hingga pria itu masih memaksakan diri untuk tersenyum walau jantungnya berdebar kencang.


"kakak kenapa sih? kok tegang banget? " tanya Nova mendongak ke Candra padahal dia mendengar detak jantung Candra yang tak wajar.


Candra dan Nova saling bersitatap, bibir Candra spontan saja mendekat ke kening Nova dan menciumnya penuh kelembutan, hingga Nova memejamkan matanya karna merasakan sensasi baru yang sangat menenangkannya, tentu hal itu tertangkap kamera sang fotografer yang menyukai adegan itu.


Kaira juga memotret adegan itu dengan kamera HP nya,


"kalian pasangan serasi..! ". gumam Kaira tersenyum lebar.


"maafkan aku yang terlalu berlebihan padamu By..! aku mohon jangan cari yang lain" ucap Candra dengan serius.


Nova terkejut. sangat terkejut, bagaimana bisa Candra yang meminta maaf? seharusnya tidak kan? karna yang salah memang gaunnya tapi Nova yang bersikeras menginginkan gaun itu untuk hari bahagianya.


"aku juga minta maaf kak..! lain kali aku akan mematuhi kakak tapi biarkan aku memakai gaun ini untuk sehari saja di hari bahagia kita". balas Nova dengan manja


Candra menganggukkan kepalanya saat mereka masih saling bersitatap mesra.


"kamu adalah separuh hidupku beby! aku bisa gila kalau kamu meninggalkanku untuk pria lain" Candra mengusap pipi mulus Nova


"kakak pandai sekali berkata manis" Nova memeluk Candra menduselkan kepalanya dibelahan dada Candra.


Candra terkekeh.. "hanya Mabiku saja yang bisa membuatku jadi pria aneh "


"iya.. kakak emang aneh tapi aku ngga mau menikah sama pria lain selain kakak". ujar Nova dapat kecupan gemas di puncak kepalanya dari Candra.


.


.

__ADS_1


.


"udah selesai? " tanya Pasha tiba-tiba datang menjemput sang istri.


"Hubby? Hubby kok datang? " tanya Kaira mendekati Pasha yang mengusap pipi Kaira dengan penuh cinta.


"udah siap kok Daddy.. " Nova memeluk Pasha dengan manja sedangkan Candra menyalami calon mertuanya.


"kalau begitu Daddy bawa mommymu ya sayang.. " pinta Pasha


"boleh Dad... hati-hati ya?" balas Nova sambil melepaskan pelukannya.


"mau kemana Hubby? " tanya Kaira saat Pasha mulai menggenggam tangannya.


"mau aku kasih kejutan" jawab Pasha mengecup kening Istrinya.


Nova tersenyum lebar melihat kemesraan mommy dan Daddynya yang makin mesra seperti orang berpacaran saja.


"jaga anakku dengan baik Candra? awas kamu !! kalau dia terluka walau sedikit saja". Pasha memberi peringatan serius ke Candra


"siap daddy.. " Candra hormat ala prajurit hingga Nova terkekeh.


Pasha membawa kabur istrinya, Candra dan Nova juga ikut, tapi naik mobil lain.


"apa mommy dan Daddy mu memang seperti itu selalu? " tanya Candra penasaran


"iya kak..! kalau kami bawa mommy ke Negara lain pun akan disusul oleh Daddy ". kekeh geli Nova


"mereka saling mencintai ya? " gumam Candra membayangkan papa dan alm. mamanya.


"tentu saja mereka saling mencintai bahkan daddyku takut kalau mommy marah, bagi Daddy mommy yang pertama dan urutan yang lainnya sama saja"


"pasti alm. mamaku juga begitu kan? dia sangat mencintai papaku juga kan? " lirih Candra


Nova terdiam mendengarnya.


"tentu saja dia mencintai kakak juga suaminya". jelas Nova


"benarkah? " tanya Candra berkaca-kaca hingga Nova tidak tega segera memeluk Candra mengusap kepala Candra seperti seorang ibu ke anaknya.


"tentu saja kak...! mama kakak sangat mencintai kakak melebihi nyawanya sendiri, dia mengorbankan nyawanya demi melahirkan kakak ke dunia ini dan papa kakak juga mencintai nya juga kan? buktinya sampai sekarang ngga menikah padahal papa mampu iya kan? " Nova mengusap kepala Candra.


.


.


.


.


Hiks.. hiks... sedih Othor dengan hidup akang Candra.. yang sabar ya kang.. Teteh Nova siap membahagiakan akang Candra ya Othor Iklhas deh.. ..


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2