Sikembar Sang Penguasa 2

Sikembar Sang Penguasa 2
rencana memberantas


__ADS_3

"waah.. pemandangan disini indah sekali mas" Shindy takjub melihat betapa rindangnya hutan di kota itu.


Dylan mengulum senyum. "sangat asri dan damai"


"Max? kapan sampainya di sungai? " tanya Shindy


Max mendengus saja entah apa yang di bicarakannya, Shindy mengangguk-ngangguk mengerti.


"kamu tau apa yang dia bicarakan sayang? " tanya Dylan gemas


"ngga tau" cengir Shindy


Dylan tertawa jadinya mengacak rambut Shindy dengan gemas.


setibanya di sungai deras, Dylan turun terlebih dahulu barulah ia mengulurkan kedua tangannya mengangkat tubuh Shindy hingga mendarat dengan keadaan baik-baik saja.


"wahhh... Max kamu kesini tiap hari? pantas aja betah" senyum lebar Shindy.


"tapi di tempat kita ngga ada sungai mas! gimana nanti kalau kita bawa Max? " tanya Shindy jadi kepikiran.


Dylan tersenyum " aku bisa membuatkan air pancur dan kandang yang indah untuk Max dimansion belakang kita Ndy! uang bisa menghasilkan segalanya sayang, bisa merubah yang tidak bisa menjadi bisa".


Shindy tersenyum senang


.


.


hari Fitting baju pengantin pun tiba, terpaksa Dylan dan Shindy harus kembali, Dylan sudah mengurus surat adopsi Max yang terkenal liar bahkan beberapa hari bersama Dylan dan Shindy, Max jadi lebih berisi selain mengandung juga bentuk badannya yang terlihat lebih bugar seperti banyak makan.


"terimakasih semuanya? " Shindy melambai-lambai ceria ke orang-orang penjaga kandang Kuda.


Niko dan yang lainnya ikut melambai, mereka senang Max bisa memiliki tuan yang sangat menyayanginya setidaknya Max tidak akan kesepian seperti dikandangnya enggan berteman dengan kuda lain, dan tidak mau berteman dengan manusia di sekitarnya.


"Max sedih? " tanya Shindy


Max mengerjab-ngerjabkan matanya, Shindy memeluk Max dan mengusap surai Max.


"jangan sedih Max...! kami akan merawatmu dengan penuh cinta" bujuk Shindy terdengar sangat tulus.


Dylan mengelus kening Max sampai ke hidungnya.


"semua akan baik-baik saja Max..! kau akan bertemu keluarga baru.. " ujar Dylan


.


.


setibanya di pelabuhan, mereka menaiki mobil angkat barang bersama Max, bukannya naik mobil mewah yang lain, Shindy dan Dylan malah ikut naik mobil gerobak tak membuat mereka malu, hanya saja Dylan menyiapkan kursi empuk untuk istrinya supaya tetap aman.


"mas? "


Shindy memegang tangan Dylan saat banyaknya mobil menghadang mobil yang dinaiki oleh orang-orang the Xylver yang mengikuti mobil mereka saat ini.


"ssst... diam saja sayang! mereka pasti mengira kita naik mobil itu" bisik Dylan.

__ADS_1


Dylan bukannya takut menghadapi musuh-musuhnya tapi takut Shindy terluka dan anaknya juga, tidak masalah bagi Dylan jika dirinya dihadang puluhan Mafia terkuat asalkan dirinya hanya sendiri tidak ada Shindy di sampingnya, dengan begitu Dylan bisa konsentrasi melawan musuh-musuhnya.


Shindy berdiam diri dipelukan Dylan.


"apa mereka akan baik-baik saja mas? " tanya Shindy penasaran


"hmmm... mereka bisa menghadapinya..! aku akan mengantarmu terlebih dahulu sayang, setelah itu aku akan menghadapi boss mereka". tutur Dylan


Shindy mengangguk jadinya.


"ta.. tapi Fitting baju pengantin kita? " tanya Shindy


"aku akan suruh bu Oty beserta fotografernya untuk datang ke mansion aja". Dylan berkata sambil menangkup pipi Shindy


"apa Max menyelamatkan kita mas? " tanya Shindy melihat ke arah Max yang sedang makan dengan tenang.


Dylan menoleh ke Max lalu mengangguk saja, karna memang Max lah alasan kenapa mereka naik mobil angkut barang itu.


setibanya di mansion Nova memekik girang melihat seekor kuda putih turun dari mobil (koldisel) angkut barang.


"kakak..? kenapa bawa kuda? kudanya untukku kan? " teriak Nova dengan heboh


keluarga Melviano hanya geleng-geleng kepala melihatnya.


"kok tumben kak Nov suka hewan? biasanya kak Nova suka komputer" goda Kaisha


"biarin! pokoknya ini buat Nova titik" Nova sudah mengklaim Max miliknya


Shindy bisa melihat Nova yang terlihat gembira memeluk Max, dan sepertinya Max tidak lagi liar malah diam saja dipeluk Nova.


"mengandung kak? " tanya Keyzo


Shindy yang menjawab, Dylan hendak bicara tapi Shindy memegang tangannya.


"tapi saat Max melahirkan berikan satu untuk anak kakak ya Nova? " tawar Shindy


Nova memekik girang lalu berlari ke arah Shindy, Dylan segera mengamankan istrinya hingga semua orang tergelak keras melihat hal itu.


"kakak ipar? " rengek Nova minta sebuah pelukan


Shindy melepaskan diri dari Dylan lalu memeluk Nova dengan perlahan, dibalas pelukan sayang oleh Nova.


"pasti kakak ipar..! Nova akan berikan pada anak-anak kakak ipar nanti kalau keponakan Nova ada 2 atau 3 maka akan Nova berikan 2 dan 3 anak kuda, biar mereka besar bersama-sama.".


Shindy tersenyum tapi pipinya merona membayangkan dirinya punya anak kembar 3, "terimakasih"


"seharusnya Nova yang berterimakasih! kakak ipar memberikan kuda kesayangan kakak ipar ke Nova, pasti kak Dylan dan Kakak ipar habis dari tempat asal Kuda putih ini kan? "


Shindy menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"sudah.. sudah.. ayo kita masuk..! jangan bicara diluar" selah Mely


mereka pun masuk ke dalam mansion, sementara Nova tetap di luar bersama Max, membawa Max mengelilingi mansion dan memperkenalkan Max pada Black.


.

__ADS_1


sore harinya Dylan dan Shindy memakai gaun pengantin berfoto di latar yang sudah di tata rapi oleh orang-orang Oty desaigner baju pengantin itu sendiri.


"siap...! silahkan ganti baju ronde kedua". kata Fotografer dengan antusias


tidak butuh waktu lama mendapatkan foto bagus Dylan, Shindy karna mereka foto KTP aja udah cantik dan tampan sekali, apalagi jika mereka berpose.


sama seperti Candra dan Nova, bedanya Candra masih terlihat tegang karna bersama Nova berbeda dengan Dylan dan Shindy tidak ada ketegangan satu sama lainnya.


acara pemotretan selesai Dylan membantu istrinya ganti baju.


"aku keluar ya sayang? aku harus menyelesaikan 1 masalah supaya tidak ada halangan kita diacara pernikahan kita nanti" izin Dylan


Shindy menyeringai lebar mengecup telapak tangannya lalu menempelkannya di kening Dylan


"cap keberhasilan". senyum lebar Shindy


Dylan tersenyum, bibirnya mulai mendekat ke bibir Shindy..


"Oooeeekkk... ". Shindy awalnya memejamkan mata tapi lama kelamaan ia malah mual hingga berlari ke arah westafel kamar mandi.


Dylan gelagapan segera mengejar istrinya.


"kenapa sayang? " tanya Dylan khawatir.


"aku mual mas! bukan karna mas kok tapi dari tadi perut aku emang udah bergelombang gitu" jelas Shindy dengan mata memerah.


"lalu? aku harus bagaimana sayang? " tanya Dylan masih khawatir.


"aku mau makan... A... B.. C.. D.. E.. ..." semua makanan yang di sebut Shindy terekam jelas oleh Dylan tanpa mencatat lagi.


Dylan tidak tau saat ini mau tertawa atau menangis mendengar semua makanan yang Shindy mau dan dirinya sudah pasti tau Shindy akan makan sesuai urutan yang dia mau.


.


Dylan keluar Mansion lalu mengulum senyum melihat Nova yang sedang menaiki Max membawanya jalan-jalan. Nova terlihat lebih alami saat ini berbaur dengan hewan tidak seperti sebelumnya yang hanya main sama komputer.


dylan tidak mau mengganggu, ia segera masuk ke mobilnya dan tatapannya berubah dingin dan tajam.


"aku tidak akan membiarkan kau menang Noven! dan Kau Bianka..? aku sudah menyiapkan hadiah yang tidak akan bisa kau lupakan seumur hidupmu" seringai Dylan.


Dylan tau pelaku yang mencoba menabraknya dengan 2 mobil truk sekaligus, tapi Dylan bisa mengelaknya hingga kedua mobil itu malah laga kambing, dan Bagus (Asisten) baru memberi tau tersangkanya adalah Bianka tentu Dylan tau artinya.


.


.


.


Berantas musuh-musuh jelang Resepsi Mas Dylan Othor mendukung... hehehe... Selamat pagi sampai jumpa esok pagi lagi..


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2