
.
.
beberapa bulan kemudian.
.
Nova akhirnya melahirkan sepasang bayi kembar laki-laki dan perempuan diberi nama Damar Kusuma dan Wulan Kusuma.
( Nae: Damar Wulan haha.. akibat buntu begini jadinya asal aja ngasih nama tapi Nae suka jadi ambil aja buat nama baby twins barunya Candra dan Nova)
kini semua orang telah kembali ke rumah masing-masing menyisakan Kaira dan Mely yang tinggalnya hanya bersebrangan saja dengan mansion Nova dan Candra.
"kamu yakin sayang? tidak mau di mansion sana aja? kan lebih banyak yang membantu kamu kalau Nola dan Al kesulitan berkemas pagi jelang sekolah". Kaira
"tidak apa mommy Nova bisa kok mengurus mereka lagian mereka bangunnya ngga bandel ". kikik Nova
Kaira dan Mely hanya tertawa membalasnya.
"sayang? " Kaira mendekat ke Nola dan Al yang tengah bahagia menatap adik kembar mereka yang akhirnya hadir juga dihadapan mereka sebab sebelumnya masih di dalam perut mommynya.
"iya Glanma" sahut Nola dan Al serentak.
"jangan terlalu menyusahkan mommymu ya sayang? mommy mu baru aja sembuh, kalau butuh bantuan telfon granma ya? secepat kilat granma akan muncul di hadapan kalian". Kaira
Nova tersenyum, Candra yang baru saja masuk membawa minuman hangat untuk istrinya juga ikut tersenyum bahagia.
Candra senang anak-anaknya diberi kasih sayang yang berlimpah dari keluarga istrinya tidak seperti dirinya dulu yang kesepian.
"siap glanma". jawab Nola dan Al serentak
Kaira mengelus kepala Nola dan Al lalu kembali ke ranjang Nova tepat sebelah kiri sedangkan Candra berada di sebelah kanan Nova.
"bagaimana sayang? apa masih haus? apa perlu aku buatkan air madu? mau makan? " cecar Candra dengan lembut dan khawatir menyibakkan rambut Nova.
Kaira tersenyum lembut lalu beralih ke Mely, mereka pun pamit kembali ke mansion sambil membawa Nola dan Al.
.
"kenapa mommy bawa Al sama Nola? " tanya Nova kebingungan.
Candra terkekeh, "mommy sama Granma memberi waktu untuk kita berduaan sayang!".
Nova hanya menghela nafas panjang jadinya, "terserah abang lah". jawab Nova malas.
Candra mengelus kepala Nova, "apa ada yang mau kamu makan sayang? aku masakkin? mau apa? "
Nova menerbitkan senyum manisnya, suaminya ini sangat jago memasak hingga Nova tinggal sebut aja menu yang ia inginkan dan dengan senang hati sang suami akan memasakkannya.
"Omakase? "
"baiklah Nyonya muda". Candra mencubit sayang kedua pipi Nova
"aku ikut". Nova hendak bangkit tapi Candra menahannya sambil menatap datar istrinya itu.
Nova nyengir kuda kalau Candra menatapnya seperti itu artinya sedang marah.
__ADS_1
"kamu baru aja habis melahirkan sayang! jangan banyak bergerak bahkan jahitanmu itu belum sembuh".
Nova memerah malu mendengarnya saat sang suami mengomelinya tanpa malu, malah Nova yang malu akan kata-kata suaminya.
"diam disini jangan bergerak! pejamkan matamu, aku akan membangunkanmu saat makananmu selesai". Candra menutup mata Nova hingga siempunya hanya bisa diam tanpa bergerak.
Candra menyelimuti istrinya dan mencium keningnya cukup lama, "tidurlah! jangan pikirkan apapun sayang, aku ada disini".
tak butuh waktu lama akhirnya Nova tertidur pulas, Candra mendengar Nova mendengkur halus membuat senyumnya kian melebar.
Candra memasakkan makanan ala negara khas Omakase versi Original.
Candra sangat memanjakan istrinya yang jarang tidur karna rewelnya baby Damar dan Baby Wulan, saat ini kedua bayi kembarnya tengah terlelap. itu sebabnya Candra bisa melayani istrinya.
Candra hanya bisa melakukan itu sebagai bentuk cintanya, ia tidak bisa berbagi rasa sakit istrinya saat melahirkan anak-anaknya.
.
.
"glanma kenapa kami dibawa kecini? kami macih mau main cama dedek damal dan dedek wulan". protes Nola di gendongan Kaira.
Kaira mencium sayang pipi Nola,
"mommymu pun harus istirahat sayang! kamu tau kan mommy mu tidak bisa tidur akhir-akhir ini? ". Kaira
Nola tampak berpikir sedangkan Al tanpa berbicara ia sudah tau kalau Kaira dan Mely hanya akan melakukan yang terbaik demi mommynya jadi tidak perlu protes lagi walau penasaran tapi pertanyaannya sudah dilontarkan oleh Nola dan dijawab oleh Kaira.
"Laya ? ". pekik Nola
"aiissh!! sibawel pertama". gerutu Raya nyaris tak terdengar.
Pasha tentu mendengarnya sebab ia memang ada didekat Raya.
Matt dan Pasha saling pandang lalu menahan tawa saja akan tingkah Raya yang sama persis dengan Dylan hanya saja Dylan tidak pernah menggerutu bertemu orang cerewet.
"apa? " tanya Raya
"mana dedek Alya dan Arrrya Laya? " tanya Nola semangat menggebu
"sedang bobok". jawab Satria tiba-tiba setelah memasang sempurna Puzzle mainannya.
"yaaah.. sama dong sama dedek kami". jawab Al dengan lesu
"kalian mainlah bersama..! nanti mandi ganti baju baru boleh kembali ke rumah kalian ya sayang? " Mely.
"siap Oma". jawab keempat bocah kembar itu serentak.
"ayo laya". ajak Nola semangat
Raya hanya bisa pasrah dibawa Nola bermain, bersiaplah telinganya akan gatal nanti karna mendengar ocehan gadis bawel itu.
.
.
Raya berjalan menuju kamar Baby Twins sedangkan Satria, Al dan Nola berlari seperti bocah kecil padahal memang bocah hanya Raya yang berjalan tenang tanpa peduli mereka yang berlari gembira.
__ADS_1
setibanya di kamar baby twins,
"haloo? " sapa Dylan dan Shindy serentak melihat ke empat anak kembar itu.
ketiga bocah menggemaskan itu berlari mendekati Shindy dan Dylan sedangkan Raya masih asik dengan jalan santainya.
Shindy dan Dylan menurunkan Baby Arya dan Baby Alya, kedua bayi mungil itu merangkak kesana kemari sambil tertawa girang, betapa bahagianya Dylan dan Shindy melihat keaktifan anaknya itu.
"dedek Arrya jangan kesana... !". teriak Satria
"ha? " Arya menyeringai lebar hendak keluar sambil merangkak.
"dasal dedek nakal". teriak Satria berlari ke arah Arya dan menggendong adiknya yang nakal itu.
Al juga ikut berlari mengejar Satria dan ikut membantu menggendong Arya yang malah tertawa girang di gendong oleh mereka berdua.
baby Alya dan Nola tampak mengoceh dengan bahasa masing-masing entah nyambung atau tidak yang penting kedua gadis menggemaskan itu begitu ribut hingga Raya hanya bisa geleng-geleng kepala melihat mereka semua.
Shindy tak kuasa menahan tawanya, ia menyandarkan kepalanya di bahu kokoh suaminya.
"mereka sangat menakjubkan mas! ". gumam Shindy mendongak ke arah Dylan
Dylan mencium kening Shindy, "iya sayang..! mereka lahir dari rahimmu". balas Dylan merangkul pinggang Shindy dengan mesra.
mereka saling bertatapan penuh cinta lalu kembali menatap buah hati mereka yang sangat lucu di depan mereka.
"tatatata". oceh Alya tak jelas merangkak cepat ke arah Raya.
Raya manggut-manggut sambil merentangkan tangannya lalu dengan pekikan khasnya Alya masuk ke dalam pelukan kakaknya yang sangat hangat bagi Alya tidak seperti wajah Raya yang dingin dan tak terlalu banyak bicara.
Nola tertawa keras lalu ikutan merangkak mendekati Raya dan memeluk Raya juga hingga Raya tertawa kecil jadinya hal itu tak luput dari tatapan kedua orangtuanya.
Raya jarang tertawa tapi kalau sekali tertawa siapapun akan terpesona olehnya apalagi lesung pipi dan mata birunya yang menyipit terlihat begitu cantik padahal masih berusia 5 tahunan.
Dylan dan Shindy yang paling bahagia melihat mereka.
Happy Ending....!!!
.
.
Okeh... Partnya selesai disini ya? kita lanjut ke Novel sebelah.. Woww...! suka sih kalau Novelnya dilanjutin tapi bagaimana dengan orangtua generasi Novel pertama? kita nggak bahas lagi bagaimana? Nae tidak mau mewek buat Part kehilangan (Kematian) hiks.. hiks... sedihnya... Nyonya Mely (Mama Pasha), Tuan Matt (Papa Pasha), Lexy(Ayah Kaira) , Arabela (Bunda Kaira).
kira-kira berapa umur mereka ya? Nae pun tidak tau... hahah..
Terimakasih buat Readers yang setia menunggu Part Novel ini walau udah lama banget... wkwk.. Kita lanjutkan Part nya di Novel sebelah ya? khusus Couple (Mayra Keyzo), (Kaisha Gala), Dan yang lainnya.
masalah buat Novel baru kita selesaikan Partnya semua Novel Nae dulu ya?? Cuzz.... jangan hapus dari Favorit Readers semua ya? ntar bakal tetap dapat notifikasi promosi Novel baru...
Terimakasih... jangan lupa Like nya..!!!
.
.
.
__ADS_1