
saat Dylan membawa shindy sarapan pun semua orang memperhatikan Shindy tapi tidak berani berbicara karna ada Dylan.
"mas maafkan aku". ucap Shindy tiba-tiba
Dylan menautkan kedua alisnya
"kenapa minta maaf? ".
"gara-gara aku mas akan malu! apa mas tidak malu padaku? ". tanya Shindy balik.
Dylan menarik nafas lalu menghembusnya secara perlahan
"aku tidak malu !"
betapa beruntungnya Shindy memiliki Dylan, ingin rasanya Shindy berteriak mengumumkannya pada dunia Dylan adalah suaminya yang sangat sempurna dalam sifat dan kebaikannya.
"justru aku yang minta maaf nanti". Dylan
"kenapa mas? ". tanya Shindy
Dylan menggeleng kepalanya lalu melirik menu piring sarapan mereka seolah mengerti Shindy mulai melanjutkan sarapannya yang tertunda.
.
.
Shindy terkejut melihat tempat dimana Dylan membawanya.
"mas ngapain kemari? " . tanya Shindy khawatir
Dylan melepas seatbeltnya lalu menghadap Shindy.
"jangan bertanya apapun atau bicara apapun cukup dengarkan aku saat berbicara ya? ".
Shindy gelisah tidak karuan, saat tau alasan kenapa Dylan mendandaninya seperti sekarang
Saat Dylan dan Shindy turun semua wartawan memotret mereka bertubi-tubi, orang-orang the Xylver mengamankan jalan Shindy dan Dylan supaya tidak di serang wartawan yang sangat heboh.
Dylan membuka kursi untuk Shindy duduk, Shindy pun duduk dengan celingak-celinguk polos. ia yakin ini konferensi pers tapi kenapa Dylan membawanya kemari? banyak fikiran Shindy saat ini.
"perkenalkan saya Dylan Mahardika Melviano..
saya ingin memberi kesaksian atas semua berita buruk yang sedang viral di sosial media".
Shindy berkeringat dingin, Dylan menggenggam tangan Shindy lalu memberi kecupan kecil di tangan Shindy hingga semua kamera makin bersemangat mengabadikan moment itu.
Siaran langsung diadakan disemua saluran TV di negara ini.
"wanita yang duduk disamping saya saat ini adalah istri saya".
Shindy membulatkan matanya terkejut kata-kata Dylan.
"kami sudah menikah beberapa bulan yang lalu dan sudah sah dimata agama dan hukum. "
lanjut Dylan lagi
__ADS_1
"lalu mengapa semua dirahasiakan tuan? ". tanya reporter 1
"istri saya punya kepribadian tertutup dia tidak mau dunia tau hubungan kami itu sebabnya saya membiarkan dia melakukan apa yang membuatnya senang tapi diluar dugaan kami seperti saat ini, berita menghujat dirinya membuat saya marah dan mengatakan kebenaran ini tanpa persetujuannya! "
"kalian bisa lihat dia tidak tau rencana saya saat ini jadi saya mohon pada kalian berhenti menghujat Nyonya muda Melviano ! dan bagi kalian yang kedatangan tamu ikuti mereka sampai kita bertemu didepan persidangan."
"lalu siapa laki-laki bernama Branz tuan muda? ". tanya Reporter 2
"kalau masalah itu kalian tanyakan pada wanita yang menyebutnya,, saya konfirmasi lagi Shindy Sartika adalah putri tunggal nyonya Sartika dan tuan Deniz wanita yang mengaku tunangan saya adalah sepupu istri saya..
mereka menguasai harta keluarga istri saya lalu menjual istri saya pada pria tua dan apa salah saya memberi mereka pelajaran ? awal pertemuan kami tidak perlu dijelaskan"
"hanya itu yang bisa saya sampaikan lebih dan kurangnya kalian fikirkan sendiri terimakasih".
para reporter makin ribut bertanya pada Dylan dan Shindy sedangkan Dylan membawa Shindy keluar dari kerumunan dibantu orang-orang the Xylver.
.
.
siaran langsung yang diadakan Dylan lagi-lagi membuat heboh dunia.
permintaan maaf menjadi trending topik saat ini, tapi Dylan terlalu keras hingga orang-orang yang sudah terlanjur berkomentar pedas sudah di tangkap polisi dari masing-masing tempat tinggal yang akan dibawa ke kota pusat.
Dylan membawa Shindy ke tempat yang lebih tenang dan tentram tanpa ada orang lain di tempat itu.
"mas? ". Shindy mendekati Dylan
"kamu marah? ". tanya Dylan
Shindy berkaca-kaca melihat Dylan.
Dylan tau istrinya itu masih gadis tapi tidak mungkin Dylan memberi tau pada dunia kalau istrinya masih gadis yang ada status istrinya akan di tertawai.
Shindy terisak tiba-tiba langsung menyambar tubuh Dylan memeluknya dengan erat.
"kenapa kamu begitu baik padaku mas? aku harus bagaimana membalasmu? ".
Dylan kebingungan dengan kata-kata Shindy bukannya marah.
"kamu tidak marah aku bilang wanita? ". tanya Dylan melepas pelukan nya dengan shindy
Shindy menggeleng-geleng kepalanya.
"aku tidak marah mas kapanpun kamu minta diriku aku akan memberikannya tanpa ragu jangan pernah membiarkan tubuhmu disentuh wanita lain mas."
Dylan berdehem gugup saat Shindy berkata begitu bagaimanapun Dylan juga pria normal.
"aku fikir kamu marah". gumam-gumam Dylan melihat arah lain.
Shindy melebarkan senyumnya ia kembali memeluk Dylan tidak peduli Dylan mencintainya atau tidak dia tidak akan pernah pergi dari Dylan, hatinya semakin yakin pria impiannya selama ini memanglah Dylan yang statusnya kini adalah suami sah nya Shindy
"apa mas mau sesuatu dariku? aku tidak punya apa-apa selain apa yang ada di tubuhku saja saat ini". tanya Shindy menyandarkan dagunya di dada bidang Dylan.
Dylan yang arogan sekarang malah gugup dengan jarak wajah yang sangat dekat dengan Shindy apalagi istrinya itu sangat cantik saat ini walaupun masih bisa di tutupi dengan wajah datarnya tetap saja Dylan tidak bisa berpikir jernih saat ini
__ADS_1
"apa kamu mau menenangkan diri?" tanya Dylan malah melenceng.
Shindy mengerutkan keningnya.
"menenangkan diri bagaimana mas? ".
"le lepaskan dulu tanganmu biar aku bisa bicara". pinta Dylan
Shindy tersenyum lebar malah memeluk Dylan makin erat suaminya ini sangat kikuk tapi menggemaskan.
"aku mau menenangkan diri seperti katamu". jawab Shindy
Dylan berdehem lagi, ia merasa Shindy berubah jadi gadis Agresif hingga Dylan makin kebingungan hatinya malah tidak marah saat Shindy menyentuh tubuhnya.
.
Shindy terlihat lebih ceria saat Dylan membawanya keluar kota, tidak tau kemana Dylan membawanya Shindy tidak bertanya hanya diam melirik Dylan lalu tersenyum dan tertawa gila sendiri hingga Dylan menggaruk-garuk kepalanya saat tatapan mereka saling bertemu pandang.
"mas ini? ". Shindy terperangah melihat Dylan membawanya ke pantai tempat ia biasa bermain dan membersihkan diri.
"iya kamu gadis penunggu pantai disini kan? ". ledek Dylan
Shindy mengerucutkan bibirnya.
"aku bukan hantu mas".
Dylan hanya acuh sambil fokus memarkirkan mobilnya masuk ke dalam Vila.
"ayo keluar".
ajak Dylan
Shindy pun keluar dari mobil Dylan dan hendak melepas Heelsnya.
"ayo masuk! jangan main air disana". peringatan Dylan
Shindy tidak jadi melepas heelsnya terpaksa kakinya mengikuti Dylan.
Shindy terperangah saat Dylan membawanya ke sebuah tempat yang sangat indah ada kolam berenang yang sangat tentram dan menyejukkan.
"main air disini! ". Dylan berkata lalu meninggalkan Shindy sendirian.
senyum Shindy melebar sempurna
"bilang kenapa sih kalau tidak mau tubuhku dilihat pria lain? ". kekeh Shindy menjulurkan lidahnya ke Dylan yang sudah tidak terlihat lagi.
.
.
Yeee...!!
esok lagi ya..! jangan heran mbak Shindy jadi berani readers, Karna tipikal pria Dingin dan Arogan seperti Mas Dylan memang hanya bisa diluluhkan dengan karakter wanita yang lebih berani memberi kode keras..
bye.. bye...
__ADS_1
.
.