Sikembar Sang Penguasa 2

Sikembar Sang Penguasa 2
pembicaraan sosok Candra


__ADS_3

Shindy sampai mengejan supaya bisa buang air kecil.


"yaah.. cuma dikit ya".


berkali-kali shindy mencoba tapi tetap tidak bisa dan akhirnya Shindy berhasil mendapatkan urinnya sampai takaran yang di tentukan..


Shindy mencuci tangannya dan mukanya juga karna matanya mulai mengantuk dan terasa berat.


"habis makan tadi kok jadi ngantuk ya" gumam Shindy keheranan.


tanpa melihat tespek itu Shindy mengambilnya dengan enteng mengibas-ngibaskannya.


ceklek..


Dylan langsung berhambur mendekati Shindy begitu juga Kaira dan Mely.


"bagaimana sayang? " tanya Kaira


Mely harap-harap cemas.


Dylan menangkup pipi Shindy. "kenapa sayang? " tanya Dylan


"ngantuk". manja Shindy mengucek-ngucek matanya.


Shindy memberikan tespek itu pada Kaira dan Mely dan dirinya tidak berminat melihatnya malah memeluk Dylan dengan manja membenamkan wajahnya di belahan dada suaminya sambil memejamkan mata.


Dylan dibuat bingung dengan situasinya saat ini "ngantuk? mau tidur? " tanya Dylan


Kaira dan Mely kompak melihat ke arah alat tes kehamilan dan saling pandang dengan mata berbinar.


Dylan menggendong Shindy membawanya ke kasur lalu mengusap lembut kepala istrinya hingga Shindy cepat terlelap.


Kaira dan Mely berlari pelan keluar kamar Shindy dan Dylan, sedangkan Dylan kebingungan melihat gelagat kedua wanita yang ia sayangi


"kenapa sih? kalau ngga hamil ya nggak apa kenapa harus lari-lari begituan? " gumam Dylan pelan


.


.


Dylan turun ke lantai pertama dan melihat Kaira, Mely saling berpelukan dan terlihat olehnya Pasha dan Matt tengah tersenyum lebar seperti bahagia akan sesuatu


"mom? kalau Shindy ngga hamil juga ngga apa mom! nggak harus dipaksa juga lebaynya" gerutu Dylan


"istrimu hamil anak nakal..! kau harus bertanggung jawab terhadap anak itu" omel Pasha


Dylan membulatkan matanya dengan rahang terbuka lebar.


"Ha. hamil? Shindy hamil mom? Granma? " tanya Dylan ke Kaira dan Mely


kedua wanita tersayang Dylan mengangguk-ngangguk membenarkan hingga Dylan terkulai lemas bukan karna sedih tapi tak percaya Shindy bisa hamil anaknya.


"kok bisa mom? bukannya Shindy hanya gadis biasa? kok bisa hamil anak Dylan? ". cecar Dylan belum percaya

__ADS_1


"memang kenapa anak nakal? kamu tidak melihat silsilah keluarga Shindy? dia juga bagian dari keluarga bangsawan walaupun sudah turun-temurun tapi darah bangsawan masih ada di tubuhnya."


jelas Pasha dengan tenang.


"a apa..? Dylan nggak lihat itu dad" bantah Dylan


"kamu ceroboh cucuku..! bagaimana bisa kamu tidak melihat silsilah keluarganya? " decak pelan Matt


"itu sebabnya mommy dan Granma mu percaya Shindy bisa hamil anakmu walaupun hanya setitik darah bangsawan ditubuhnya tetap bisa hamil anakmu walau butuh waktu ". timpal Kaira


"kok kamu bisa kecolongan sayang? ngga biasanya kamu begitu? biasanya kamu begitu teliti dengan seseorang " sambung Mely


"mungkin karna kakak ipar udah memenuhi ruang hati kak Dylan granma" sambar Kaisha tiba-tiba muncul langsung bergelayut manja di lengan Pasha


Dylan mengabaikan ejekan Kaisha,


"ada apa mom? kenapa semua orang berkumpul? " tanya Keyzo yang baru aja keluar dari lift.


"kakak ipar kalian hamil! sebentar lagi mansion ini akan ramai dengan tangis bayi" jawab Kaira sumringah


"waah.. mantap juga kak Dylan hahaha... selamat ya kak! jaga baik-baik keponakan Keyzo" Keyzo merangkul leher kakaknya.


"kenapa kak Dylan Granma? " tanya Keyzo heran melihat kakaknya malah tak marah hanya diam dengan wajah bodoh.


"kakakmu masih syok saat tau Shindy bisa hamil anaknya". Pasha yang menjawab


"lucu juga nih kak Dylan bukannya senang punya anak malah bertingkah bodoh seakan hal itu mustahil! syukuri kak!! banyak sedekah biar anak kakak Sholeh dan sholehah nggak kayak kita semua" ledek Keyzo


"ssst...sholeh dan sholeha itu kepribadian manusia itu sendiri bagaimana kalian mau sholehah kalau tidak ada niat sendiri untuk berubah" omel Kaira


"itu kak Keyzo yang mulai granma" celutuk Kaisha menunjuk Keyzo


Keyzo mencibir pelan hingga Pasha melototinya.


"ampun daddy...! ". cengir Keyzo


"seperti permintaan kak Shindy! kakak harus ngadain resepsi besar karna kakak ipar telah hamil nggak ada alasan buat nunda resepsi iya kan? " tutur Kaisha


"biar mommy yang ambil alih semuanya! kamu jaga istrimu dengan baik sayang" Kaira mengusap rahang Dylan.


"mama juga ikutan sayang! banyak teman-teman mama yang harus di undang kalau perlu kita suruh Rani kesini"


"jangan mah.. kasihan Suaminya kamu tau sendiri kan? menantu kita yang satu itu selalu merendah pada kita" selah Matt


"Huuft.. bocah nakal itu memang begitu, hmm.. kalau begitu bawa Ella aja kesini sayang" sambar Mely lagi


"ngga usah mah..! Kaira bisa mengatasinya dengan bantuan kekuasaan Suami Kaira yang super posesif itu" Kaira melirik Pasha yang bersiul mengalihkan pandangannya ke Kaisha yang cekikikan lucu melihat daddynya takut pada mommynya.


Dylan masih tak berbicara.


"kemana Nova Mom? "


"dia keluar sama Candra" jawab Kaira

__ADS_1


"siapa Candra? " tanya Dylan


"jadi Nova sama Candra? bocah tengik itu membawa putriku? " cecar Pasha


"biarin aja putri kita bersenang-senang Hubby..! lagian dia bisa jaga diri kamu kan tau sendiri bagaimana hebatnya putri sulungmu itu? " Kaira menjawab


"tapi dia ngga izin sama aku sayang" keluh Pasha


"dia izin sama aku Hubby" jawab Kaira


"dia izin sama mamah juga" timpal Mely juga.


"kenapa kamu sama mamah belain dia ? dia masih kanak-kanak kayaknya playboy itu" Pasha berkata


"siapa yang berani mempermainkan kakak Nova maka Keyzo akan balas berkali-kali lipat"


"lagian Candra keliatan anak baik-baik buktinya dia berani bersitatap dengan kita semua saat di negara nya" Matt


"bukan seperti lagi pah.. emang Candra anak baik cuma dia kurang kasih sayang ibu aja" Mely


Pasha mendengus pasrah jadinya.


"yang ada anakku yang satu itu ngga akan punya suami karnamu begitu posesif padanya Hubby..! coba mengertilah! anak kita sudah dewasa" Kaira


"Kaisha ngga tau siapa kak Candra" Kaisha bersuara dengan polos sedari tadi diam mendengarkan.


Dylan menarik nafas panjang saat semua orang mengoceh sosok Candra, saat Dylan mendengar Candra izin pada Mommy dan granma nya entah mengapa Dylan jadi mengerti sosok Candra orang yang bertanggung jawab.


.


.


Dylan tiba di kamar dan duduk di tepi ranjang menatap lekat istrinya yang tengah hamil anaknya.


"aku tidak tau harus berbicara apa sayang! kamu memberiku keturunan disaat aku sudah pasrah tidak akan memiliki anak darimu"


Dylan mengecup lama kening Shindy yang tengah terlelap begitu pulas.


"kenapa kamu jadi kucing manis hmm? jadi suka tidur? biasanya kamu nonton vidio kotor" kekeh Dylan mengusap kepala Shindy.


Dylan ikut berbaring di samping Shindy dan memeluk istrinya dengan hati-hati seperti takut menyenggol anaknya saja.


Dylan mencium sayang perut datar Shindy yang masih terbalut selimut tebal.


.


.


cieee... hamidun nih mbak Shindy entah kekacauan macam apa yang terjadi kedepannya Othor juga penasaran.. wkwkwk..


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2