
"bagaimana bisa aku tertidur di pangkuannya? ". gumam Dylan dengan pelan
Dylan duduk lalu membenarkan cara tidur Shindy ia tersenyum tipis melihat wajah polos tanpa beban itu.
"kamu seperti bayi yang tidak memikirkan masalah padahal diluar sana dunia sedang berbicara buruk tentangmu". gumam Dylan mengusap kepala Shindy.
"entah sejak kapan rasa kasihan itu muncul, yang pasti aku kasihan padamu Shindy aku ingin melindungimu tapi pada kenyataannya aku malah membuatmu dalam masalah dan kedepannya aku pasti membuatmu dalam bahaya ".
Dylan menyelimuti Shindy lalu mengecup lama kening Shindy.
"tidurlah! aku sudah memikirkannya matang-matang aku minta maaf harus memilih caraku tanpa persetujuanmu".
Dylan keluar dari kamarnya dan pergi ke kamar Nova,
"kak? kapan pulang? ". tanya Nova terkejut melihat Dylan.
"dimana semua orang? ". tanya Dylan bukannya menjawab pertanyaan Nova.
"kami semua sedang bekerja keras untuk menghapus semua postingan orang kak tapi sudah tersebar luas kami tidak tau gimana caranya membersihkan nama baik kakak ipar".
gerutu Nova
"kakak punya cara". jawab Dylan
Nova yang tadinya terlihat lesu langsung berbinar semangat.
"benarkah kak? kakak punya cara yang jitu? "
Dylan mengangguk.
"jadi tidurlah besok pagi kita bicarakan".
Dylan berkata sambil mengusap kepala Nova
Nova mengangguk patuh, ia merasa jauh lebih tenang karna kalau Dylan menyelesaikan masalah semua akan selesai tanpa tersisa.
Dylan keluar dari kamar Nova dan mengatakan hal yang sama pada semua keluarganya walaupun penasaran tapi mereka terpaksa harus bersabar menunggu pagi.
Dylan masuk ke ruangan kerja nya, ia membaca semua akun sosmed yang berkomentar yang terbilang sangat menyakitkan.
"kalian lah yang jal*ng !"
Dylan dengan mata memerah membaca setiap komentar kejam itu sungguh hatinya terasa nyeri padahal bukan dirinya yang di hina.
Dylan begadang sampai pagi,
.
.
semua keluarga Dylan berkumpul di ruang tamu hanya Shindy yang masih terlelap di kamar Dylan kalaupun sudah bangun ia tidak akan berani keluar kamar.
"apa rencana mu anak nakal? ". tanya Pasha serius.
"sebenarnya apa sayang? apa kamu yakin bisa menghapus berita miring semua orang? ". tanya Kaira.
"Dylan akan menuntut mereka semua mom! Dylan mendapatkan alamat mereka tinggal dan hari ini juga mereka akan di paksa pergi ke kota kita "
"APA?? tapi mereka sangat banyak kak". Kaisha
__ADS_1
"apa kakak sudah gila? banyak yang berkomentar pedas dan kakak menuntut mereka semua? ". Nova
"kamu malah nambah pusing kepala Granma nak". Mely memijit pelipisnya
"sebenarnya apa rencanamu Dylan? apa kamu yakin berita ini akan dengan cepat hilang? ". tanya Matt serius.
"kakak ipar dalam masalah besar kak ! masa iya kakak menuntut mereka semua bukannya menyelesaikan masalah kakak malah nambah masalah kakak ipar". timpal Keyzo yang terdengar bijak
semua mata beralih ke Keyzo dengan raut wajah yang sulit diartikan
"ada apa? ". tanya Keyzo tidak sadar
"kamu sudah dewasa sayang? ". gemas Kaira memeluk Keyzo dengan sayang membuat Pasha mendengus melihat arah lain jujur ia memang gila cemburu sama anak sendiri.
"masalah kakak ipar membuat kak Keyzo jadi dewasa! ". celutuk Kaisha
"hei..? Keyzo memang udah besar kenapa semua orang bilang Keyzo terlihat dewasa ada apa mom? ".
Keyzo menatap bingung Kaira
"sudah-sudah nanti saja acara muji memujinya masalah Shindy sangat serius apa kamu yakin bisa membersihkan nama Shindy nak? ". Mely
"hmmm.. Dylan sudah punya cara dan Dylan yakin hanya ini satu-satunya cara untuk mengembalikan nama baik Shindy entah Shindy setuju atau tidak hanya itu satu-satunya cara".
Dylan berkata dengan wajah datar nya
"rencana apasih kak? kenapa main di rahasia-rahasiakan? ". kesal Nova
"katakan anak nakal". perintah Pasha
"lihat saja nanti". jawab Dylan dengan malas lalu meninggalkan semua keluarganya.
Kaira menghela nafas panjang.
"biarkan saja selagi dia merasa rencananya bisa menyelamatkan Shindy dari berita miring itu mommy setuju saja"
"kakak terlihat kurang tidur mom! entah apa yang dia lakukan tadi". Kaisha menyambar
"mungkin kak Dylan membaca komentar kejam netizen maka nya dia akan menuntut mereka semua tanpa hati walaupun salah satunya ada di ujung dunia sekalipun" Keyzo
mereka semua terlihat berbinar.
"artinya Dylan memang mengasihi istrinya itu ". seru Mely
"kata kepala desa saat itu Dylan tidak membiarkan siapapun menyentuh Shindy tanpa segan ia menendangnya bahkan ada yang mengalami sakit di bagian rusuknya karna orang itu hendak menarik baju Shindy". Kaira.
"woow... kak Dylan tidak menjaga image nya mom demi kak Shindy ia berbuat itu? ". Nova
Pasha dan Matt hanya mendengarkan celotehan orang-orang terkasihnya tanpa berniat ikut campur hanya sekedar mendengarkan saja.
.
Dylan ada di kamar dan melihat Shindy sudah selesai membersihkan diri.
"kamu percaya padaku kan? ". tanya Dylan serius.
Shindy tersentak lalu perlahan mendekati Dylan.
"aku sangat mempercayaimu mas".
__ADS_1
"ikutlah denganku". ajak Dylan
Shindy tertegun mendengarnya.
"ke kemana mas? "
"bukankah kamu bilang percaya padaku? jangan bertanya apa pun".
Shindy mengangguk patuh jadinya, ia terpaksa mengikuti Dylan walaupun tidak tau tujuannya.
.
.
Dylan membawa Shindy ke butik ternama dan Shindy di dandani secantik mungkin.
"mas sebenarnya kita mau kemana? kenapa aku harus begini? siang hari apa ada acara pesta? ". cecar Shindy tidak bisa menahan rasa penasarannya.
Dylan tersenyum puas melihat penampilan Shindy, beberapa pelayan yang tau berita melihat kedekatan Dylan dan Shindy yang terbilang cukup intim.
"apa kamu tidak mau memelukku? ". tanya Dylan malah melenceng.
Shindy mengerutkan keningnya tapi ia juga memeluk Dylan menyandarkan dagunya di bahu suaminya ia takut bedaknya akan menempel di baju gagah suaminya kini
semua pelayan terbelalak begitu juga desaignernya sendiri tidak ada yang berani berbicara.
"aku akan menggunakan cara jitu supaya namamu kembali bersih Ndy! ". bisik Dylan
"mas panggil aku apa tadi? ". tanya Shindy melepaskan pelukannya tapi tangannya masih melingkar di pinggang Dylan
"Dy? atau Ndy? terlalu aneh saat aku memanggilmu shindy, kenapa? kamu keberatan? ".
Shindy melebarkan senyumnya lalu menggeleng kepalanya dengan kuat.
"aku suka mas". Shindy kembali memeluk Dylan saat bersama Dylan semua masalah yang menimpanya kini seperti terlupakan.
selagi Dylan percaya padanya itu sudah cukup baginya dan tidak peduli yang lainnya. itulah yang menjadi kekuatan Shindy bisa keluar bersama suaminya.
Dylan tersenyum kecil lalu mengusap rambut Shindy dengan pelan,
"aku akan membuatmu melupakan masalahmu Ndy kita tidak bisa menghindar maafkan aku harus menggunakan cara ini ". batin Dylan
"apa kamu lapar ? kamu belum sarapan tadi mau sarapan apa? "
tanya Dylan
Shindy tersenyum inilah yang membuat Shindy selalu berbunga-bunga, Dylan selalu baik padanya walau dengan wajah datar dan dinginnya yang tidak bisa di tebak.
"mas sendiri mau sarapan apa? ". tanya balik Shindy
"kenapa malah tanya balik? ". Dylan menaikkan kedua alisnya.
"aku tidak tau menu sarapan yang enak dikota ini". tutur Shindy.
Dylan terdiam membenarkan alasan Shindy, sementara Shindy tersenyum melihat wajah diam Dylan yang sangat tampan.
.
.
__ADS_1