Sikembar Sang Penguasa 2

Sikembar Sang Penguasa 2
hilang?


__ADS_3

panggilan tersambung.


"halo? " sapa Dylan dari sebrang.


Aria tersenyum puas merasa rencananya akan berhasil.


Dylan menautkan alisnya. "kalau mau bicara sama istriku katakan saja...! dia sedang mandi". sambung Dylan merasa tidak ada jawaban.


"tuan? ". Aria mulai berakting begitu menyedihkan


Dylan menaikkan sebelah alisnya. " siapa kau? "


"saya Aria tuan... anda harus berhati-hati pada nona tuan...! Nona sangat kejam dia mencoba membunuh saya supaya kita tidak bisa bersama tuan"


"ck... ngomong apa wanita ini sayang? " tanya Dylan ke Shindy yang baru aja keluar dari kamar mandi.


"hmm? wanita siapa mas? " tanya Shindy sambil mengibas-ngibasi rambutnya yang basah.


"bicaralah padanya..! aku tidak mengerti". Dylan menloudspeker hp Shindy.


Shindy memilih duduk di pangkuan Dylan yang dengan sigap melingkarkan tangannya di pinggang Shindy.


"halo..? " Shindy menyapa Wanita yang dimaksud Dylan.


"Ka.. kau... kenapa kau yang mengangkatnya? berikan ponsel tuan muda". Aria masih berani memberi perintah pada Shindy.


Shindy melihat nomor panggilan masuk nya sekarang dan tersenyum miring.


"ternyata ponselmu belum rusak ya..? " seringai Shindy


Dylan mendengarkan pembicaraan istrinya.


"mas..? "


"hmm? " saut Dylan menyibakkan rambut Shindy


"hubungi Sam suruh dia mempercepat kematian wanita tidak tau diri ini" pinta Shindy dengan manja.


Dylan langsung mengambil ponselnya dan menghubungi Sam.


"kau dengar Aria? suamiku sangat mencintaiku... kenapa kau begitu percaya diri sekali suamiku menaruh rasa padamu". ledek Shindy


"aku bersusah payah mendapatkan hati mas Dylan tapi kau dengan mudahnya berkata dia melirikmu.. kau tidak tau saja bagaimana dinginnya hati suamiku ini walaupun dia baik" batin Shindy teringat masa lalunya yang berjuang mendapatkan hati Dylan.


"bo.. bohong.. yang mengirim pesan padaku itu tuan muda! jangan membohongiku". teriak Aria tak percaya.


Shindy berdecak pelan.


"pesan apa sayang? " tanya Dylan


"begini mas..! aku menjebaknya untuk datang ke hotel Mattgroup dan datang ke kamar president suite no. 2 atas namamu mas". jelas Shindy nyengar-nyengir


"kamu menggunakan namaku sayang? " Dylan mencubit kedua pipi Shindy dengan gemas.


"iya mas..! kalau aku bilang diriku dia tidak akan mau datang" cengir shindy.


"pantas saja bicaranya ngawur tadi..! seharusnya kamu bicarakan rencanamu padaku supaya aku bisa berakting dengan baik.. "


Shindy tertawa

__ADS_1


"aku merasa paling bodoh disini tidak tau pembicaraanmu,, aku tidak tau rencanamu ini".sambung Dylan mencubit hidung Shindy


"maaf mas..! tadinya aku mau bicarain sama mas..! tapi ngga nyangka dia masih punya nyali menghubungiku dan bilang hal tadi,, sepertinya hukumanku terlalu mudah, " senyum Shindy


"memang kamu apakan dia sayang?" tanya Dylan


"aku tampar pipi kiri kanannya berkali-kali lalu meninjunya". jawab Shindy.


"kenapa tidak kamu cekik aja sampai mati" saran Dylan


Aria yang sejak tadi memanggil-manggil dianggap angin lalu oleh keduanya tiba-tiba Aria terdiam mendengar saran Dylan yang jauh lebih sadis.


"tapi aku tidak mau mengotori tanganku dengan darah pelakor mas" jawab Shindy


Dylan mengangguk mengerti jadinya.


"aakkhh... Tuan... tolong aku.. tuan... pria ini datang hendak membunuhku.. tuan... aaakh... ". jerit Aria benar-benar dianggap angin lalu oleh Dylan dan Shindy sampai panggilan itu mati sendiri.


Sam membanting HP Aria lebih keras dibantu oleh rekan-rekannya.


Sam menyiram air ke tubuh Aria hingga siempunya menjerit ketakutan.


siksaan Aria dimulai detik itu juga, Aria akan di bunuh dengan cara menyerang mentalnya tanpa mengeluarkan darah.


sementara Shindy dan Dylan terus saja bermesraan.


"apa kamu puas sayang? dengan keadaan wanita itu? " kekeh Dylan


Shindy tertawa mengingat apa yang ia lakukan pada Aria.


"aku akan basmi keket bulu disekitarmu mas". senyum Shindy dengan tersirat nada mengancam


"iya... Ulat keket... jadi aku tambah aja Keket bulu". jelas Shindy dengan enteng hingga Dylan tertawa.


Dylan dan Shindy hendak berciuman tapi bunyi ketukan keras dipintu kamar membuat mereka saling pandang penuh tanya.


"tunggu disini sayang" Dylan memindahkan tubuh istrinya ke Sofa


Shindy bangkit dan berjalan ke arah ruang ganti.


Dylan membuka pintu dan melihat Candra tengah panik dan sedang ngos-ngosan.


"kenapa? " tanya Dylan heran


"apa abang tak tau dimana Nova? " tanya Candra terlihat khawatir dan gelisah


"apa maksudmu? kenapa adikku bisa di kamarku? kau fikir dia sedang main petak umpet denganmu? "


"bukan itu maksudku bang.. apa abang tidak lihat istriku? " ralat Candra dengan sabar.


"sejak tadi aku di kamar Candra dan dikamarku tidak ada Nova! bukankah dia istrimu sekarang? seharusnya kau lebih tau dari siapapun kan? " Dylan bertanya balik


Candra menarik nafas panjang. "percuma bicara sama abang"


"he.i..kau bilang apa..? kau barusan tidak sopan padaku hah? aku lebih tua darimu". Dylan mengomel menunjuk Candra


Candra membalik tubuhnya dan menunduk hormat "maafkan ketidak sopanan saya pak tua"


Dylan melebarkan matanya, "sepertinya kau harus diberi pelajaran" Dylan hendak menjitak kening Candra tapi siempunya sudah berlari ke arah lift.

__ADS_1


Dylan yang hendak mengejar terhenti seketika saat banyaknya pelayan berpencar mencari Nova.


"apa lagi ini? apa ngidam anak itu juga sama seperti Shindy? tukang kabur tiba-tiba ada dipohon kelapa? ". gumam Dylan menebak asal.


"ada apa mas? " tanya Shindy yang sudah berpakaian lengkap.


"Nova sayang! kata Candra dia hilang". jawab Dylan membantu Shindy keluar.


"sebaiknya kita bantu mereka". ajak Dylan lagi.


Shindy mengangguk patuh saja.


semua keluarga Dylan sedang sibuk mencari 1 orang yaitu Nova yang menghilang entah kemana.


"kamu tidak ingat dia mau kemana sayang? " tanya Kaira berteriak ke Candra.


"ngga ada mom..! tadi Nova minta belikan Cilok, martabak dan makanan aneh lainnya saat kembali dia udah ngga ada" Candra berkata dengan nada gemetar.


"coba cari betul-betul jangan asal lihat aja ... ". teriak Pasha menggema


sebagian para Pelayan mencari Nova di kandang Max,


"dimana sih kak Nov ya mom? " Kaisha kembali setelah mencari kakaknya.


"dimana Keyzo sayang? " tanya Mely


"diluar Granma.. cari kak Nov dengan Black dan Blink". jawab Kaisha menunjuk keluar.


"apa semua tempat sudah dicari? " tanya Dylan mengedarkan pandangannya.


"Udah...! " jawab semua orang serentak kecuali pelayan yang hanya sibuk mencari Nova


"kalian fikir anakku tikus hah? mana mungkin dia ada dibawah lemari" teriak Pasha memarahi Pelayan


Kaira segera mendekat ke Pasha yang memang sangat menyayangi Nova ia pun menenangkan sang suami


"sabar Hubby..! jangan marah-marah! kasihan mereka yang tidak tau apa-apa hubby" bujuk Kaira menenangkan.


"mereka aku suruh cari Nova sayang.! masa iya mereka mencari ke sudut kecil yang bahkan Kaki Nova pun ngga bisa masuk, mereka fikir Nova itu tikus sembunyi di tempat tikus bersembunyi itu". dumel Pasha dengan geram.


"iya hubby..! " Kaira sibuk menenangkan Pasha,


Matt dan Mely pun sampai berkeringat mencari Nova,


semua orang sibuk mencari Nova yang hilang seketika padahal kata satpam tidak ada yang keluar mansion tadi.


.


.


.


waah... teteh Nova kemana atuh? Akang Candra nyariin itu...


haha..


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2