
Dylan membeli rujak di pangkalan ramai, Dylan terlihat cuek tidak peduli sekitarnya yang tengah memandangnya begitu memuja.
"sudah tuan! totalnya...XXXX "
Dylan mengeluarkan uang besarnya hingga si penjual rujak membulatkan matanya
"maaf tuan! apa tidak ada uang kecil? " tanya ibu penjual rujak
"tidak ada bu! ambil aja lebihnya istri saya sangat menginginkan ini terimakasih" ucap Dylan meninggalkan tempat itu tanpa berbalik sedikitpun
"terimakasih banyak tuan! " ucap ibu penjual berkali-kali.
"waah... istri tuan muda pasti hamil"
"aku iri.. "
"sialan aku pengen juga bermalam dengan tuan muda wangi tubuhnya membuat aku melayang"
gedebug..!
"awwwh sakit bego !! "
"mesum"
"hei.. kalau wanita biasa seperti kita menikah dengan pria seperti tuan muda harus mesum dong kau aja tertarik dengan tubuhnya apalagi istrinya sendiri pasti sama seperti kita naluri semua wanita itu hampir sama "
gosip-gosip beredar memperebutkan sosok Dylan yang tidak akan pernah menjadi milik mereka.
baru beberapa saat Dylan masuk ke mobilnya panggilan masuk di ponselnya kembali mengganggunya
"iya sayang" Dylan mengangkat panggilannya
"mas? kemana? kenapa lama sekali? ". rengek Shindy
Dylan terkekeh gemas. " aku baru keluar 5 jam dari rumah sayang masa iya udah lama sekali biasanya juga aku bekerja lebih dari 8 jam" .
"aku ngga tau itu yang penting sekarang aku kangen sama mas! Hiks. hiks... rindu ini menyiksaku". rengek Shindy
Dylan tidak tau bagaimana gemasnya dia saat ini dengan tingkah manja istrinya, Dylan tau istrinya hanya pura-pura menangis malah membuatnya lucu dengan hal itu
"iya sayang iya...ini aku mau pulang ya".
"mas belikan aku kebab super jumbo+Sandwichnya" pinta Shindy memelas.
"terus ini Rujaknya bagaimana? " tanya Dylan
"rujak nya aku juga mau" balas Shindy
"kamu belum makan sayang? " tanya Dylan
"belum.. aku mau makan kalau diliatin kamu mas " rengek Shindy
Dylan terkejut. "makan di liatin aku? "
"iya mas.. udah ah.. cepat baliknya aku udah lapar nih.. cacing perutku udah minta jatah" Shindy dengan tidak sopannya mematikan panggilan secara sepihak sudah persis seperti Dylan saja.
Dylan menautkan alisnya tidak biasanya istrinya itu berlaku tidak sopan seperti ini tapi tak membuatnya marah.
"mungkin dia marah karna aku pergi meninggalkannya tanpa izin darinya" senyum tipis Dylan menggeleng kepalanya dengan gemas.
"tingkahmu makin menggemaskan saja sayang " gemas Dylan.
__ADS_1
.
.
.
"sayang? kamu bawa apa? " tanya Kaira melihat Dylan banyak bawa belanjaan.
"ini mom.. kemauannya Shindy dari tadi minta belikan ini dan itu hingga ngga sadar udah sebanyak ini aja belanjaan Dylan.. entah dia bisa menghabiskannya atau enggak"
Kaira mengerjabkan matanya melihat banyaknya makanan yang dibeli Dylan.
"Kok bisa? tadi pelayan mengantarkan makanan juga ke dirinya". tanya Kaira tak mengerti.
"hah? tapi tadi Shindy bilang dia ngga mau makan kalau ngga ada Dylan mom" selah Dylan kebingungan
"astagah!! kamu dibodohi sama Shindy sayang? dia makan banyak tadi bahkan mommy senang melihatnya". gemas Kaira
Dylan makin kebingungan. "masa sih mommy! terus kalau dia udah makan siapa yang makan ini? "
"nggak tau" jawab Kaira mengangkat bahunya tak tau menau
"bawa aja ke istrimu Dylan sayang" Mely tiba-tiba menyambar.
"hah? tapi kata mommy dia udah makan granma" tutur Dylan
"mungkin istrimu itu tengah ngidam" celutuk Mely
Kaira dan Dylan membelalakkan mata melihat ke arah Mely.
"apa yang kalian lihat? saat granma melihat caranya makan tadi udah buat granma curiga! " kekeh Mely
"Shindy hamil mom? granma? ". tanya Dylan mengerjab-ngerjab lucu tak disangka olehnya akan dapat hadiah tak terduga.
"biarkan saja dia makan semua belanjaan Dylan nak..! setelah itu bawa dia ke dokter atau tes dengan tespek aja " usul Mely
"iya granma! apa Dylan beli dulu tespeknya? tapi dimana jual tespek? " tanya Dylan
Kaira dan Mely saling pandang lalu tertawa terbahak-bahak hingga Dylan lah yang kebingungan disini.
"apa Dylan salah bicara? " tanya Dylan
"jual tespek kamu benar-benar ngga tau dimana sayang? " tanya Kaira dengan gemas.
"iya mana Dylan tau dimana mom" jawab Dylan dengan jujur.
"sudah.. sudah.. biar mommy yang minta tolong sama pelayan dan kamu Dylan! berikan semua yang kamu beli untuk istrimu sepertinya dia hamil mode kerbau"
"mode kerbau? apaan itu granma? " tanya Dylan
Mely dan Kaira tidak kuat lagi berbicara dengan Dylan. mereka berdua malah saling tertawa sahut-sahutan mengabaikan Dylan yang terus saja bertanya apa itu hamil mode kerbau.
.
.
"kenapa lama sekali mas? aku udah kelaparan nih" rengek Shindy.
"kamu benar belum makan sayang? " tanya Dylan
"hehe...! udah tapi aku pengen banget makan ini" cengir Shindy.
__ADS_1
"sayang? " panggil Dylan
"hmm? " saut Shindy udah persis seperti Dylan saja
"hamil mode kerbau itu bagaimana? apa kamu tau? " tanya Dylan
"hamil mode kerbau itu apapun dimakan mas! ngga ada efek apapun pada ibu hamil itu sendiri biasanya kan ibu hamil ada yang morning sickness nya mual makan nasi lah? mual makan ini dan itulah " jawab Shindy sambil membuka makanan pertama yang dia inginkan adalah rujak.
Dylan terperangah.
"emang siapa yang hamil mode kerbau mas? " tanya Shindy penasaran
"hmm.. tidak ada aku mendengar seseorang saja bicara tadi" jawab Dylan
Shindy pun mengangguk percaya.
mulut Dylan makin terbuka lebar melihat Shindy makan benar-benar seperti orang tidak makan berhari-hari saja.
"dia menyantapnya sesuai dengan urutan pesanan nya? luar biasa ! bagaimana anakku diperutnya? dia pasti akan menggendut". batin Dylan dengan kepolosannya yang tidak tau menau tentang wanita hamil.
.
.
.
Shindy mengucap syukur mengusap perut datarnya.
"kemana perginya semua Sandwich? Kebab? Rujak dan yang lainnya sayang? kamu benar-benar menghabiskan semuanya? "
"aku nggak tau mas perginya kemana" jawab Shindy berlagak polos
Dylan menjatuhkan rahangnya, pintu di ketuk membuyarkan lamunan Dylan segera ia membuka pintu kamarnya
"bagaimana sayang? beneran habis? " tanya Kaira dibalas anggukan oleh Dylan melirik istrinya yang tampak tenang aja padahal baru aja makan 1 tangki makanan.
Kaira dan Mely berhambur masuk ke kamar Dylan dan kompak menyuruh Shindy untuk mencoba alat tes kehamilan yang mereka beli tadi.
"tapi mom.. Shindy kan ngga hamil". protes Shindy sepertinya enggan terlalu berharap.
"coba tes aja sayang" bujuk Mely
dengan malas Shindy ke kamar mandi untuk menguji tespek itu,
"sayang? kenapa lama sekali? apa kamu baik-baik aja? " tanya Dylan menggedor-gedor pintu dengan panik.
Kaira dan Mely menepuk jidat dengan tingkah Dylan yang tak berbeda jauh dengan Pasha.
"bentar mas! aku harus pipis dong untuk menguji tespek nya tapi belum mau keluar nih" teriak Shindy dari dalam
Dylan tak lagi menggedor-gedor malah mondar-mandir tidak jelas hingga Kaira dan Mely pusing sendiri melihatnya
"ngga bisa duduk diam apa Sayang? " tanya Kaira dengan serius
"maaf Mom tapi Shindy lama sekali ! kan Dylan jadi khawatir terjadi sesuatu dengannya" jawab Dylan duduk di sofa tapi tak bisa tenang
Mely menggeleng-geleng kepala melihatnya.
.
.
__ADS_1
.