
Nova terus saja berusaha hingga berjam-jam lamanya karna buktinya cukup sulit tapi tidak ada yang sulit untuk mendapatkan buktinya bagi seorang KO.
Nova menemukan blackbox mobil di depan toko itu sebelum terjadi ledakan.
Candra berdecak kagum dengan kemampuan Nova yang bisa menemukan buktinya bahkan bisa mendapatkan rekaman blackbox tanpa harus meminta pada si pemilik mobil.
"kakak lihat sendiri kan? sebelumnya ada preman pasar.! " Nova menunjuk para preman itu.
"lalu apa preman ini pelakunya? " tanya Candra
"bukan mereka cuma pengalihan saja" jawab Nova
"terus siapa? " tanya Candra
"kalau pelakunya tentu belum tau kak! entah siapa lagi dalang dibalik ini semua..! coba kakak lihat pria yang berjubah hitam dan masker hitam ini". Nova memperlambat rekamannya dan menunjuk orang yang mencurigakan.
Candra mengangguk-ngangguk.
"apa itu pelakunya"
"ini pelakunya tapi dia bukan dalangnya". ujar Nova mengepalkan tangannya.
"kalau dia pelakunya ya pasti dia dalangnya lalu apa maksudmu beb? " tanya Candra tak mengerti kata-kata Candra karna dia tidak pernah berada disituasi pelik begini.
Candra hanya korban bulian dan ejekan orang karna ibunya tidak ada, semua orang mencapnya sebagai pembunuh ibunya sendiri.
(masalah akang Candra emang disakiti hatinya bukan seperti mas Dylan yang masalahnya musuh musuh aja... hehehe).
"artinya dia cuma tangan kanan aja kak..! pesuruh doang, masa itu aja ngga ngerti sih kak". omel Nova
"maaf beb... aku kan ngga tau beginian". cengir Candra.
"udah deh.. kakak diam aja dulu aku mau cari bukti yang lainnya dulu! kakak jangan aja aku ngomong". gerutu Nova
Candra mengangguk patuh, ia juga memperhatikan tangan berharga Nova yang tengah mengotak-ngatik komputer bahkan surel dan ID nya yang dimasukkan Nova benar-benar sangat panjang dan Candra sendiri pusing melihatnya
"bagaimana bisa tangannya secepat itu! dan siapa yang bisa hafal Surel dan ID sepanjang itu? kepalaku terasa sakit melihatnya apalagi mengingatnya". batin Candra menggeleng-geleng takjub kepalanya
ia bangga memiliki Nova yang sangat hebat di bidang IT, jujur ia senang Nova tengah hamil anaknya tapi tetap saja ada rasa takut itu.
Nova tak menyerah mencari buktinya.
.
di kota W.
__ADS_1
"tidak ada korban yang bernama tuan muda Dylan Mahardika Melviano tuan!". geram petugas polisi yang tidak mengenal Keyzo sebagai bagian dari keluarga Melviano
para polisi mengira Keyzo cuma ART pria di mansion Melviano.
Keyzo menjerit kesal ia menarik kerah baju ketua Polisi yang berbintang 3 di pundaknya yang lainnya terpaksa mengikuti Keyzo yang tengah menyandera ketuanya
Keyzo membawanya ke tempat sepi.
"Kau lihat KTP ku" Keyzo menyodorkan KTPnya ke polisi itu.
pak polisi mengambilnya dengan kasar kalau bukan pejabat negara ia sudah melalap habis Keyzo yang berani menariknya seperti tadi didepan anak didikannya
Pak polisi membaca nama Keyzo yang ada nama Melviano lalu Keyzo memberikan fotocopy KK bukti dirinya bagian dari keluarga Melviano.
tangan polisi itu mulai gemetaran menatap Keyzo dengan takut-takut, ia tak menyangka Keyzo adalah bagian dari anak kembar bungsu Melviano menguasa MattGroup yang disembunyikan dari publik.
"aku tidak akan menunjukkan identitasku jika tidak terdesak..! aku mohon bantu aku mencari kakak ku, lihat itu! ". tunjuk Keyzo ke arah plat mobil Dylan yang sudah hancur bagian depan karna terkena ledakan itu
"itu mobil kakakku.. cari tau dimana dia, kakak iparku sedang hamil aku takut terjadi sesuatu padanya jika kakak iparku sampai tidak menemukan kakakku..! setidaknya beri aku izin untuk memasuki batas garis polisi". Keyzo memohon memegang tangan ketua polisi
"ba.. baik tuan muda". jawab Polisi menyadarkan diri dari keterkejutannya.
Keyzo tidak mengancam dengan kekuasaan Melviano tapi memohon bantuan padanya, siapa yang tidak akan luluh alasan tulus Keyzo.
"siap tuan". jawab polisi dengan patuh.
Keyzo berlari ke arah batas polisi dimana semua polisi menodongkan senjata padanya
"aku sudah dapat izin dari ketua kalian..! biarkan aku masuk". ujar Keyzo dingin dan datar.
mereka semua menoleh ke atasan mereka dibalas anggukan oleh guntur.
mereka semua menurunkan senjata tapi tak bisa di pungkiri semua polisi bawahan Guntur penasaran kenapa Keyzo boleh masuk ke area terlarang dimana hanya jaksa, polisi, detektif saja yang boleh masuk tapi Keyzo boleh masuk yang tidak terlihat seperti seorang Jaksa, polisi atau Detektif.
Keyzo mencari-cari kakaknya dan melihat ada danau di bawah toko ini.
"apa kak Dylan melompat kesana? " . Keyzo memperhatikan sekeliling mencari-cari bukti.
Keyzo menemukan robekan kain dibawahnya "apa ini milik kak Dylan? "
Keyzo tak bisa menemukan bukti hanya mengikuti instingnya mencari Dylan di danau.
Keyzo tiba di danau yang cukup jauh hingga Keyzo ngos-ngosan tiba dibawah.
"Kak..? Kak Dylan? " pekik Keyzo melihat sosok Dylan yang sudah terduduk dibebatuan sambil memegang kepalanya sendiri
__ADS_1
"Keyzo? " Dylan melihat ke arah Keyzo dengan mata memicing.
Keyzo berlari dan tiba di hadapan Dylan langsung mengguncang bahu Dylan.
"kakak selamat? aaah... kakak selamat". teriak Keyzo senang memeluk Dylan yang terbatuk-batuk melepaskan diri dari pelukan Keyzo
"tentu saja.. kakak sudah berteman dengan malaikat maut". acuh Dylan seperti tidak takut dengan kejadian beberapa jam tadi yang sempat membuatnya tak sadarkan diri jauh dari ledakan terjadi.
Keyzo terkekeh ia sudah tak heran lagi kalau Dylan selamat dari kejadian itu tapi tetap saja khawatir itu ada dan dirinya juga penasaran akan sesuatu.
"bagaimana kakak bisa selamat?" tanya Keyzo penasaran.
"kakak bisa menyelamatkan diri tapi tidak bisa menyelamatkan yang lainnya, sebenarnya kakak mau menyelamatkan mereka tapi jika kakak terus mengulur waktu nyawa kakak bisa melayang! bagaimana nasib anak-anak kakak yang bahkan belum lahir kedunia ini".
"benar... kakak ipar tadi nangis-nangis gitu kak nelfon Keyzo kak! katanya kamarnya di kunci.. ".
"kau tidak melepaskannya kan? " tanya Dylan dengan tatapan tajam.
"ya ngga lah kak! aku ngga sebodoh itu". elak Keyzo dengan kesal.
"baguslah ! cepat bantu kakak, kita keluar mencari makanan yang lain untuk kakak iparmu baru aja dapat makanan udah tercium bau gas jadi makanannya jadi santapan buaya itu". Dylan menunjuk kesal buaya yang tengah berputar-putar di tengah danau.
Keyzo menepuk jidatnya sendiri "pantas saja kakak sendiri yang selamat..! kalau tidak pasti banyak yang selamat dengan melompat kedanau ternyata ada buaya dan cuma kakak yang berani menghadapi hewan buas".
"ayo beli makanannya" ajak Dylan
"kak Shindy ngga akan ingat makanan kak! dia pasti menangisi kakak saat ini cepat hubungi dia".
Dylan merogoh celananya yang sudah mulai mengering tapi tak menemukan ponselnya.
"ck... pasti jatuh ke danau itu tadi" decak Dylan
Keyzo juga ikut berdecak, lalu memberikan ponselnya ke Dylan tapi Shindy tidak menjawab panggilan Keyzo karna ponselnya tertinggal di meja sofa kamarnya sedangkan Shindy terkurung di ruang UKS.
.
.
.
kena Prank lagi ya..? Ahahaha... maafkan Nae sayangkuh.
.
.
__ADS_1