
Dylan memejamkan matanya menahan amarahnya saat ini, saat Dylan sendiri ia sulit untuk mengontrol emosinya berbeda jika di depan banyak musuh maka dia bisa menahan emosinya.
Dylan bangkit dari duduknya dan keluar dari ruangannya.
Dylan kembali ke kamarnya dan melihat Shindy yang tengah duduk di sofa seperti melamun.
"sayang? "
Shindy terkejut spontan saja memegang dadanya yang kaget sebab ia tak menyadari kedatangan Dylan, sejak anaknya lahir Shindy tidak punya kemampuan mengetahui kehadiran Dylan atau sekedar melihat ditempat gelap.
padahal Shindy suka dengan kemampuan istimewa milik suaminya itu tapi nyatanya Shindy hanya bisa memilikinya selama 9 bulan penuh, jujur Shindy merasa paling istimewa memiliki kelebihan itu berkat anak istimewanya.
"melamun apa? " tanya Dylan terkekeh gemas dengan raut wajah kaget istrinya.
"mas ih... kaget tau! udah tau aku ngga punya kelebihanmu lagi.. " Shindy mengerucutkan bibirnya sambil mengusap-ngusap dadanya.
"kenapa tidak punya lagi sayang? " tanya Dylan
"itu udah diambil sama pemilik aslinya". Shindy menunjuk kedua anak kembarnya dengan ekor matanya hingga Dylan gemas dan mencubit kedua pipi Shindy sambil tertawa lebar.
"aku tadi baru faham alasanmu mas..! dia memang bukan Lyli". ujar Shindy pelan sambil menundukkan kepalanya.
Dylan melepaskan tangannya lalu beralih memeluk Shindy dan mencium puncak kepala Shindy dengan sayang.
"aku akan menemukannya sayang..! percayalah". ujar Dylan pelan meyakinkan
Shindy mengangguk-ngangguk.
"tadi dia bilang minta di jemput di halte mas..! sejak kapan Lyli suka meminta bantuan kita coba mas? biasanya kalau kita menawarkan bantuan pasti dia menolak".
"apa? coba ceritakan! ". pinta Dylan dengan tangan terkepal.
"sepertinya ada rencana terselubung disini". batin Dylan dengan mata birunya yang mulai memerah.
.
.
ke esokan harinya
Dylan bergerak ke tempat signal HP Rilly berada.
Dylan menendang kasar pintu gubuk kecil lalu menemukan Rilly yang tengah meringkuk dengan raut wajah kaget melihat ke arah Dylan
"Tuan? " lirih Rilly
Dylan terkejut saat Rilly dalam keadaan baik-baik saja, ia tidak percaya dengan situasi yang terlihat aman sementara Rilly hanya dikurung di gubuk tua ini saja.
__ADS_1
"Tuan?? syukurlah tuan datang.. Hiks.. hiks.. saya takut tuan... " Rilly memeluk Dylan hingga Dylan mendorong kasar tubuh Rilly
"dia bukan Rilly" batin Dylan yang bisa tau gelagat wanita didepannya.
"lalu dimana Rilly? ". batinnya lagi.
"sedang apa kau disini? kenapa kau tidak kembali? ". tanya Dylan dengan dingin.
"sial...!! kenapa dia malah berkata dingin begini? apa dia memang sedingin ini pada wanita bodoh ini? ". batin wanita yang memiliki wajah Rilly.
"s.. saya di kurung tuan". isaknya begitu menyedihkan
"ck... kau seorang prajurit khusus kenapa mendobrak pintu kayu ini saja kau tidak bisa? ". sambar Dylan menatap dingin wanita yang memiliki wajah Rilly
"sebenarnya apa yang terjadi? kenapa wanita ini bisa memiliki rupa Rilly? " batin Dylan memperhatikan bahu Rilly yang terbuka.
Dylan melihat tanda lahir di bahu wanita itu, di dunianya semua wanita yang bergabung dengan dunia Militer pasti hanya menggunakan sport bra dan celana pendek saat latihan, dan Dylan memang tidak mesum tapi ia tau Rilly tidak memiliki tanda lahir dibahu.
"sa.. saya dilecehkan tadi tuan.. dan saya berlari kesini tapi tanpa di duga saya malah terkunci". Elas Rilly dengan sedih.
Dylan tersenyum miring. "sepertinya orang bodoh ini berusaha membodohi Raja militer jenius sepertiku". batin Dylan yang makin yakin orang didepannya bukan Rilly.
Dylan dengan acuh berbalik meninggalkan Rilly,
"tu.. tuan.. tunggu.. tuan". pekik Rilly
"kau.. ?". Tuding Dylan menendang tangan Rilly yang hendak menyentuh mobilnya.
"Aawhh.. ". Rilly terlonjak kaget langsung melangkah mundur.
"dia bahkan sibodoh yang tidak bisa berkelahi.. kau fikir bisa membodohiku". batin Dylan menyeringai tipis.
Dylan tidak bisa mengatakan kalau dia tau wanita didepannya ini bukan Rilly, Dylan takut orang dibalik wanita itu akan melukai Rilly asli. Dylan yakin Rilly asli disembunyikan oleh Rilly palsu didepannya.
"kenapa anda kasar sekali tuan? saya hanya ingin masuk ke mobil anda". ucap Rilly berkaca-kaca menyedihkan
"ciuuh...! ". Dylan meludah.
"sejak kapan aku menumpangimu heh? " sinis Dylan hingga Rilly menelan ludah mendengar perkataan Dylan yang benar-benar memiliki dinding kokoh tersendiri.
"t.. tuan..? lalu saya bagaimana tuan? Tuan..? tuan?? tunggu tuan?? ".Rilly terus saja berusaha menggedor-gedor kaca mobil Dylan
Dylan tidak melirik barang sedikitpun langsung meninggalkan Rilly di tempat sepi itu.
"sialan...! kenapa wanita ini tidak berguna?? kenapa tidak istrinya saja yang kesini..! dia sangat posesif menjaga istrinya hingga hanya berada di dalam rumah saja.. wanita macam apa yang tidak suka berkeluyuran? " wanita yang memiliki wajah Rilly pun berteriak marah.
"panas...! " Rilly palsu melepaskan topeng wajahnya yang terlihat nyata buatan asli negara C yang sangat hebat pembuatannya di bidang topeng wajah impian.
__ADS_1
wajah asli itu akhirnya tidak lagi kepanasan,
"apa anak itu tidak punya koneksi dengan tuan muda itu? hanya sebagai wanita ini saja aku bisa menikung istrinya.. tapi sekarang apa?? dia bahkan menolakku.. bagaimana bisa ada pria seperti itu?? "
"katanya Kucing di beri ikan asin akan dimakan tapi ini tidak.. kucing liar itu terlihat tidak suka ikan asin dari sembarang tempat". dengan geramnya wanita itu menyamakan Dylan dengan Kucing sementara wanita disamakan dengan ikan asin.
Wanita itu menghubungi suaminya.
"Kau...? cepat jemput aku... " teriak wanita itu dengan marah.
tak berapa lama mobil asing datang menjemput wanita itu.
"kenapa kau bisa ada disini? bukannya seharusnya kau dibawa ke mansion Melviano ya? " tanya si suami dengan heran
"bodoh.... jika aku disini artinya rencanaku gagal.. ". Wanita itu memukul kepala suaminya
"kau tidak berguna..! kenapa kau senang berjud* hah? apa kau tidak puas kita jadi buronan di negara C ya begitu ? kenapa aku harus mengalami nasib sial ini bersamamu? ?" marah wanita itu yang tak lain adalah Anna sepupu rilly yang tinggal di negara C.
"maaf". ucap sang suami bernama Roy Martin.
Roy adalah mantan tunangannya Rilly yang di tunangkan sejak kecil tapi ditikung oleh Anna yang ingin memiliki suami kaya seperti Roy namun tak disangka bertahun-tahun lamanya mereka harus jatuh bangkrut di negara C karna sang suami yang ketagihan berjud*
"kau apakan wanita itu? ". tanya Anna dengan kesal sambil menenteng Heelsnya masuk ke mobil Roy.
"aku mengurungnya di pulau kecil! disana tidak ada siapapun... aku yakin dia akan jadi santapan binatang buas disana". jawab Roy menyeringai.
Anna memutar bola matanya dengan jengah. "antarkan aku ke mansion Melviano...! aku harus kembali ke sana".
Roy mengangguk patuh.
.
.
.
musuh baru lagi... hehe...cuzzz esok lagi yaaa...? Love You All..
jujur Othor mulai kewalahan baca komentar Readers semuanya dan terkadang tidak bisa balas... hehehe tapi mengertilah sayangkuh... bagi Othor kalian semua adalah kekuatan aku nih sebagai Othor pemula yang masih banyak kesalahan dalam hal penulisan, jadi kalau ada yang aneh dan tidak nyambung bagi tau Othor ya? biar bisa di revisi?
.
terimakasih... selamat beraktifitas sayangkuh semua... 😘😘😚
..
.
__ADS_1
.