Sikembar Sang Penguasa 2

Sikembar Sang Penguasa 2
merawat


__ADS_3

"kalau gitu saya pulang ya mbak? ". izin Shindy melihat jam dinding


"iya mbak terimakasih banyak !!"


Shindy tersenyum tipis


"jangan terlalu formal dengan saya mbak saya jadi malu dan tidak bisa berkata-kata"


"hm... ok.. aku ngga akan formal". cengir Shindy


Alexa melebarkan senyumnya.


"mbak harus kuat ya demi adek bayinya aku senang Mbak nya punya teman yang bisa diajak bicara sedangkan aku dulu tidak ada".


"terimakasih mbak..! aku akan berusaha dengan baik". ucap Alexa sungguh-sungguh.


Shindy pergi dari rumah nya di antar oleh bi Ijah padahal Shindy bilang tidak usah mengantarnya tapi bibinya itu bersikeras menemani Shindy ke depan.


"ayo pak ". ajak Shindy ke pak Nunung yang sedari tadi belajar main HP Androitnya


"Eh.. iya nona". Nunung menyimpan ponselnya dan segera membuka pintu untuk Shindy.


Shindy melambai ke bi Ijah sebelum mobilnya jalan yang sangat mengenalnya walau memakai topeng wajah sekalipun mungkin karna sebelumnya Shindy sudah memberi tau kalau ia akan datang bersama Alexa tapi bukan dengan wajah Shindy yang sebenarnya.


"nyonya? Nona? apa Nona sudah mengandung ya? eleh.. eleh... Nyonya baik banget atuh..! suka menolong orang tapi kenapa menyamar ya? ". Bi Ijah kebingungan sendiri dengan wajah Shindy yang berbeda.


bahkan Shindy meminta Bi Ijah menyimpan semua foto-foto keluarganya seolah Shindy yang tidak mau Alexa melihat foto keluarganya sebab mamanya Shindy mirip dengan mama nya Alexa.


"udah ah...jangan di pikirkan! malah bikin pusing kepala bibi" Bi Ijah masuk ke dalam rumah


.


.


Shindy tiba di mansion


"apa mas Dylan sudah bangun kak? ". tanya Shindy ke pelayan


"b belum Nona! sepertinya tuan muda sangat kelelahan". jawab pelayan itu dengan sopan.


Shindy berterimakasih sambil menyimpan topeng wajahnya yang membuat wajahnya panas jadi berkeringat.


Shindy berjalan ke garansi dan membuka mobilnya lalu bibir Shindy melengkung ke atas.


"mas? mas Dylan? ". Shindy menggenggam tangan Dylan lalu mengusap bahu suaminya.


"mas? kok lama banget tidurnya? ". Shindy mengusap rahang Dylan dengan lembut.


Dylan menggeliatkan tubuhnya.


"hmm? ". mata Dylan perlahan terbuka ia melihat jam tangan


"loh..? ini jam nya ngga salah? ". Dylan mengetuk-ngetuk jam tangannya sendiri


Shindy terkekeh melihat hal itu.

__ADS_1


"mas itu kelelahan tadi malam begadang nggak tidur sama sekali jadi sekarang tubuh mas minta jatah istirahat mas tidur sampai 5 jam lamanya..".


"kamu dari mana sayang? wajahmu berkeringat? ". Dylan mengusap wajah shindy yang basah karna keringat.


"tadi aku keluar mas bantu Alexa ". cengir Shindy


"kamu masih memakai topeng wajah bertemu dengannya? ". tanya Dylan


Shindy mengangguk.


" aku ngga mau dia kembali mengingat ku saat melihat wajahku yang sebenarnya mas! aku ngga mau dia jadi jahat lagi".


Dylan menghela nafas panjang.


"dia tidak akan mengingatmu sayang hanya saja dia akan merasa tidak asing saja denganmu... aku jamin dia tidak akan mengingat masa lalunya".


"oh.. iya mas! lain kali aku akan beritau wajahku yang sebenarnya tapi sekarang mas harus masuk aku akan menyiapkan air panas buat mas mandi ya..? ". Shindy mengusap wajah tampan suaminya yang sangat mempesona padahal baru bangun tidur.


Dylan mengangguk sebagai jawaban lalu keluar dari mobilnya dan Shindy juga keluar langsung mendekati Dylan memeluk pinggang suaminya dari samping membantunya jalan sampai masuk ke kamar mereka.


"bentar ya mas! aku siapkan air nya". Shindy mendudukkan Dylan di ranjangnya.


"hmm".


sahut Dylan memijit kepalanya yang masih terasa pusing belum lagi tubuhnya yang terasa makin pegal karna tidur terlalu lama di dalam mobil.


Shindy kembali ke Dylan dan duduk disamping Dylan.


"kenapa mas? ". tanya Shindy khawatir


"mas mandi aja dulu ya? aku akan siapkan jamu untuk menyegarkan tubuh mas dan aku akan ambil obat ya mas". Shindy berkata sambil mengusap wajah Dylan.


Dylan di bantu masuk ke kamar mandi setelah itu Shindy membantu Dylan membuka pakaiannya, Shindy masih sempatnya mengusap perut dan dada suaminya yang sangat bagus.


"isssh.. Kenapa malah berfikir begitu sih? sadar Ndy.. sadar suamimu sedang tidak enak badan". batin Shindy menggeleng-geleng kepalanya menjauhkan fikiran anehnya.


Shindy membantu Dylan masuk ke dalam Bath up lalu ia pun keluar membuatkan minuman ajaib untuk tubuh suaminya dan mengambil obat pereda sakit kepala.


"eeh.. siapkan aja makan siangnya buat mas Dylan deh pasti dia belum makan karna tidur seharian".


Shindy pun akhirnya memasak untuk Dylan.


.


.


.


"mas? udah siap? ". Shindy melihat ke arah ruang ganti.


"iya sayang". saut Dylan lalu keluar dari kamar gantinya.


"gimana mas? masih pusing? ". tanya Shindy mendekati Dylan dan mengusap rahang suaminya


"hm... ". jawab Dylan dengan jujur.

__ADS_1


Shindy memapah Dylan ke sofa


"mas makan dulu ya? harus makan biar obatnya bekerja dengan baik nantinya ".


Shindy melayani Dylan dengan baik.


"udah tidur ya mas". Shindy membaringkan Dylan di ranjangnya menyelimuti tubuh suaminya bahkan Shindy juga ikut berbaring disamping Dylan sambil memeluk suaminya.


.


.


.


malam harinya Dylan bangun tidur panjangnya dan mendapati Shindy tengah memeluknya dengan erat, bibir Dylan melengkung ke atas.


"sayang? ". Dylan mengecup kening istrinya yang sangat sempurna mau merawat nya dengan penuh cinta.


kebanyakan wanita di luar sana hanya mau enaknya aja, uang, tahta, melakukan hubungan suami istri tapi saat sakit tidak ada yang mau merawat tapi istrinya tidak pernah meninggalkannya disaat tubuhnya sakit malah merawatnya dengan baik.


"hmm? ". Shindy menggeliat manja hingga Dylan gemas dan mencium lama bibir Shindy


Shindy perlahan membuka matanya dan memegang pipi dan kening suaminya


"mas? udah baikan? " tanya Shindy dengan suara khasnya.


Dylan mengangguk.


"udah jauh lebih baik"


Shindy tersenyum lega lalu mengedarkan pandangannya.


"udah malam mas!". Shindy hendak bangkit tapi Dylan menahannya


"kenapa mas? ". tanya Shindy


Dylan mencium seluruh wajah Shindy dengan lembut hingga Shindy memejamkan matanya sambil tersenyum manis.


"mau melakukannya lagi? " tanya Dylan


"sebenarnya aku mau mas! tapi mas baru aja sembuh istirahat aja ya? jangan sampai begadang terlalu berlebihan lain kali harus istirahat minimal 2 jam tidurnya"


Dylan tersenyum istrinya yang bawel sangat perhatian dan juga pengertian.


"iya sayang! aku akan tidur aja seharian ini tapi besok aku harus bekerja ya? "


Shindy mengangguk, alhasil mereka berdua tidur lagi, tengah malam Shindy terbangun hanya sekedar buang air kecil lalu kembali lagi memeluk suaminya dengan manja.


"aah.. perutku" Shindy memegang perutnya yang berdering alias berbunyi.


Shindy bangkit dan berjalan ke arah kulkas lalu makan snack dengan lahap sambil melihat ke arah jendela yang sedang hujan deras


"hujannya deras banget ya!! ". gumam Shindy dengan pelan.


.

__ADS_1


.


__ADS_2