
"benarkah? jika kamu jadi Nova kamu akan berpikir begitu? " tanya Dylan
"hmm..! aku benar-benar kagum dengan kalian semua...mas seorang mantan jendral muda, Nova itu KO dan Keyzo pembalap terkenal Key serta Kaisha bisa menguasai banyak bahasa asing? ya ampun kalian benar-benar hebat! aku sampai merinding"
"kemampuan ku yang mengingat sesuatu dengan cepat sepertinya tidak ada apa-apanya dibanding dengan kemampuan kalian semua". cengir Shindy
Dylan tersenyum lalu fokus ke komputernya lagi.
"mas? "
"hmm? " saut Dylan
"kalau aku punya anak darimu mas apa anak kita akan sehebat kalian?" tanya Shindy sumringah
Dylan terdiam lalu mengulum senyumnya.
"hmmm karna gen papanya begitu "
Shindy cekikikan senang membayangkan hal itu. "pasti aku jadi bangga padanya sama seperti mommy yang punya anak-anak seperti kalian berempat".
Dylan diam kembali fokus melihat komputernya dan menonton perkumpulan orang-orang yang berkomplot menyusun siasat untuk menjatuhkannya.
Shindy melihat Dylan yang terlihat sibuk pun ia menyibukkan diri juga dengan membuat Bab baru novel onlinenya begitu banyak peminatnya hingga Shindy mulai keteteran membuat episode baru dengan jumlah kata yang di tentukan.
"siapa mereka semua? yang Nova ketahui ada 5 sementara yang berkumpul hanya 4 orang beruntung Nova berhasil mendapatkan identitas ke lima orang ini tapi mereka berlima tidak ada yang ku kenal". batin Dylan serius memperhatikan layar komputernya
Nova di kamarnya juga sibuk mencari tempat tinggal kelima orang yang bersekongkol melawan kakaknya dan begitu beraninya menargetkan kakak iparnya tentu Nova tidak akan menoleransi hal itu.
"kakak dan kakak iparku adalah keluarga KO kalian melawan mereka artinya melawanku! jangan salahkan aku jika aku membongkar aib kalian... hahaha". Nova tertawa keras seperti mendapatkan mainan baru.
"jika kalian melawan kakakku dengan cara adu kekuatan aku mungkin tidak akan ikut campur tapi berbeda jika kalian menggunakan siasat licik dan penuh tipuan seperti ini aku lah lawan kalian".
Nova sudah lama tidak menghancurkan reputasi orang hebat seperti target barunya saat ini.
tiba-tiba ada sebuah peringatan ada orang asing yang hendak melacak tentang dirinya yang telah berani mencari informasi tuan mereka.
"oh.. mau coba-coba melawanku? KO? habislah komputer kalian". Nova membuat dokumen tipuan jika di buka oleh hacker asing maka akan terkena Virus menghanguskan komputer dan data penting musuhnya.
dan di dunia ini hanya satu orang yang bisa membuat hangus komputer sang peretas hebat yaitu KO, jadi orang-orang yang sedang mencoba melawannya pasti akan tau dan langsung menyerah begitu saja.
"hmmm? aku kasih hadiah deh" Nova mengetik sebuah tulisan yang akan membuat musuhnya naik darah.
"kalian mencoba melawan KO? hancurlah kalian terutama 5 sekawan..! aku akan hancurkan reputasi kalian jika tidak juga berhenti berbuat onar
_ KO_"
itulah isi layar komputer lawannya sampai komputer mereka hangus begitu juga data pentingnya.
Nova tertawa puas
"habislah kalian... " senyum lebar Nova begitu puas.
Nova mengerutkan keningnya melihat panggilan masuk dari Kitty.
"apa lagi sih maunya? ". gerutu Nova tapi tangannya terpaksa mengangkat panggilan itu
__ADS_1
"apa kak Kitty? " tanya Nova dengan malas
"aku di depan mansionmu Mabi! bisakah kamu keluar? kita jalan berdua".
Nova beranjak dari duduknya dan pergi ke arah balkon melihat ke samping ada Candra yang tengah melambai-lambai padanya
Nova mematikan panggilannya lalu menelfon satpam yang berjaga di depan tak berapa lama Candra bisa masuk ke mansion Melviano untuk pertama kalinya.
Nova tau identitas Candra dan kedua orangtuanya juga telah bertemu dengan Abibama papa kandung Candra. Abibama menawarkan kerja sama antara dirinya dengan Nova yang sangat berpengalaman dibidang IT. dan juga menawarkan kerja sama dengan Mattgroup.
.
"Halo Tante?? Oma? " sapa Candra dengan sopan
"eeh.. Nak Candra? ada apa sayang? ". tanya Kaira menangkup rahang Candra
Candra tertegun lalu berkaca-kaca tapi bibirnya tertawa menutupi kesedihannya.
"ada apa nak candra? " tanya Mely
"kenapa sayang? apa tante melukaimu? " tanya Kaira hendak melepaskan tangannya tapi Candra menahannya
"tidak apa tante..! Oma..! Candra cuma teringat alm. mama aja". cengir Candra masih terlihat tegar tapi matanya menunjukkan kesedihan dan kerinduan pada sosok ibunya.
Kaira tersenyum lembut memeluk Candra seperti Kaira memeluk Dylan dan anak-anaknya.
"kamu bisa menganggap Tante sebagai mamamu sendiri! kamu mau panggil mommy? " tanya Kaira
"benarkah Mom? Candra boleh memamerkan sama orang-orang kalau mommy adalah ibu Candra? " tanya Candra berbinar
Mely terkekeh geli melihatnya
"mau ketemu Nova ya? pasti kamu lelah sayang! ayo ikut mommy biar mommy buatkan minuman untukmu" Kaira membawa Candra menuju dapur begitu juga Mely yang mengelus kepala Candra yang sangat menggemaskan persis seperti Keyzo.
.
.
"nah ini jus nya ! ayo minum" Pinta Kaira menyodorkan segelas jus jeruk ke Candra
"kok mom tau Candra juga jus jeruk? " tanya Candra sumringah
"benarkah? mommy hanya tebak aja karna wajahmu bulat seperti jeruk" ledek Kaira
Candra tersenyum lebar tidak tersinggung ejekan Kaira malah Mely yang terbahak saat ini.
"Mommy? Granma? " panggil Nova
"iya sayang? kami di dapur" saut Kaira
Nova berjalan ke dapur. "kak Kitty minum apa? "
"mommy buatkan jus jeruk sayang ! dia tampak kelelahan pasti baru aja turun dari pesawat" Kaira
Nova memicingkan matanya melihat Candra.
__ADS_1
"jangan macam-macam dengan mommy ku kak Kitty! mommy ku sudah punya 4 anak". ancam Nova bergelayut manja di lengan Kaira
Kaira tertawa lalu mengusap kepala putri sulungnya itu.
"mommymu mommyku juga Mabi". senyum lebar Candra
"mommy..! Granma lihatlah kak Kitty ini terus aja manggil Nova Mabi? " adu Nova ke Kaira dan Mely
"emang Mabi itu apa? " tanya Kaira dan Mely serentak.
"mata biru mom.. Oma" jawab Candra
"waah... cantik juga singkatannya ya? " Kaira malah suka panggilan Candra
Nova menjatuhkan rahangnya melihat Mely dan Kaira terlihat begitu akrab dengan Candra yang baru beberapa hari saling mengenal.
"issh.. jadi apa enggak nih? " tanya Nova malas
"jadi dong". balas Candra
Candra berpamitan dengan Kaira serta Mely pastinya izin membawa Nova.
.
.
di dalam mobil.
"kak Kitty ngapain kemari? apa ponselku udah jadi? " tanya Nova
"belum Mabi! aku kangen sama kamu" Candra mengusap lembut kepala Nova.
Nova memutar bola matanya dengan malas. "ck.. kalau tau aku di kamar aja"
"jangan gitu dong Mabi aku jauh-jauh dari negara asing sendirian tanpa bawa baju hanya modal bawa ponsel dan dompetku aja! "
"terus ini mobil siapa? " tanya Nova
"ini mobil Tio sahabat baik ku di negara ini" jawab Candra
"lagian siapa yang suruh kak Kitty kesini coba? buang-buang uang dan waktu aja" omel Nova.
Candra tertawa pelan. "isshhh.. gemes deh..! kalau kamu jadi istriku mungkin aku nggak akan pernah merasakan yang namanya jatuh miskin"
"udah ah.. katakan kemana ini tujuan kita kak? " tanya Nova dengan serius celingukan kiri-kanan.
.
.
Sipp... hampir 80% part Nova dan Candra..
.
.
__ADS_1
.