Sikembar Sang Penguasa 2

Sikembar Sang Penguasa 2
hari pertama bekerja


__ADS_3

ke esokan paginya Shindy sudah berdandan ala perempuan Karir, walau ia tak berpendidikan tinggi tapi juga tau trend kekinian tentang busana karna tuntutan berbagai pekerjaannya dulu.


Shindy membawa rumah kecil untuk kucing kecilnya, didalam tas Shindy hanya ada ponsel, dompet dan makanan kucing tak seperti wanita lain didalam tas mereka ada bedak dan lipstik.


"ada perlu apa nona? ". tanya satpam sebelum membukakan pintu untuk Shindy yang menggunakan mobil milik Dylan tapi plat biasa.


"saya punya janji dengan tuan muda Melviano disuruh bertemu tuan Bagus terlebih dahulu"


"apa anda nona S? ". tanya satpam saling pandang penasaran


"iya ". jawab Shindy


"apa sandinya nona? " tanya satpam satu lagi.


"Sandwich " jawab Shindy


"maafkan kami nona" ucap kedua satpam serentak


Shindy tersenyum dan mengangguk mengerti, Dylan sudah menjelaskan sistem penjagaan perusahaannya jadi kalau ada yang membuat janji dengan Dylan maka akan diberi sandi sebagai pertanda dia memang tamu Dylan.


pintu gerbang dibuka barulah Shindy bisa masuk ke perusahaan MattGroup.


di meja resepsionis Shindy juga mengatakan hal yang sama, saat dibawa masuk pintu lift menuju ruangan Bagus.


shindy berdecak kagum dalam hati melihat struktur kemegahan perusahaan Mattgroup yang sangat awet dari generasi Matt sampai sekarang hanya warna saja yang berubah.


"silahkan masuk ke ruangan tuan bagus nona"


"terimakasih atas bantuannya" ucap Shindy dengan ramah.


resepsionis tersenyum tipis dengan perkataan Shindy yang terbilang ramah dan tak menyombong.


Shindy masuk ke ruangan bagus setelah mengetuk pintu,,


"tuan? " sapa Shindy dengan sopan.


"hmm.. anda sudah datang nona? ". Bagus berdiri dari duduknya membenarkan dasinya lalu mendekati Shindy.


"disini anda adalah bawahan saya jadi jangan memperlihatkan kedekatan anda dengan tuan muda, jangan sampai ada yang tau kebenaran itu jika anda ingin hidup tenang"


Shindy tersenyum sambil menunduk hormat,


"saya mengerti tuan"


sebenarnya Bagus canggung dengan perkataannya yang terbilang tak sopan pada Shindy tapi ia nggak boleh menunjukkan pada orang-orang kalau Shindy dibantu masuk oleh Dylan, gosip akan beredar hingga terdengar oleh keluarga Dylan yang akan membuat rumit keadaan.


"saya akan tunjukkan ruangan anda" kata Bagus dengan tegas.


Bagus mengenalkan semua tempat dan rekan kerja yang harus dekat dengan Shindy karna Shindy bekerja sebagai manager keuangan, Shindy diperkenalkan sama Manager lama bernama Ayuni


"nama saya Ayuni " Ayuni mengulurkan tangannya.


Shindy menyambutnya dengan ramah dan berkata


"Shindy"


"tugas saya selesai.. Ayuni anda juga harus menjelaskan bagaimana cara dia bekerja disini.. besok anda boleh Resign "


"terimakasih tuan" ucap Shindy dan ayuni kompak.


Ayuni mengajari Shindy, ia tak tau kalau Shindy bukan gadis berpendidikan karna cara Shindy yang cepat mengingat semua yang ia jelaskan membuatnya menebak shindy gadis berpendidikan.


hanya mengajarinya sebentar Shindy ingat apa saja yang menjadi pekerjaannya.


"apa tadi tuan Bagus sudah mengenalkan tempat-tempat nona supaya tau dengan siapa saja anda harus bekerja sama"

__ADS_1


"sudah nona Ayuni" jawab Shindy


Ayuni tersenyum puas.


"anda sangat pintar nona..! saya harap anda dapat bekerja dengan baik"


"terimakasih ". ucap Shindy dengan senyum ramahnya


diluar dugaan Ayuni bisa keluar detik itu juga karna Shindy bisa mengerjakannya sendiri dengan pengawasan Ayuni sebentar. saat ayuni merasa yakin barulah ia bisa meninggalkan perusahaan lebih cepat, ia pamit pada Dylan dan semua karyawan yang ada.


Shindy ditatap sinis oleh sebagian karyawan karna pakaian shindy terbilang sederhana, ia mengira Shindy gadis berpendidikan tapi orang miskin


.


.


"ini nametag anda nona" Bagus memberikan name tag Shindy


Shindy memasang bros nama nya lalu mengalungkan tanda pengenalnya


"silahkan kembali ke ruangan anda..! atur uang masuk dan uang keluar perusahaan jika anda menghianati perusahaan jangan harap anda dapat toleransi dari saya" ucap Bagus tegas didepan karyawan-karyawan Mattgroup.


"terimakasih tuan" ucap Shindy dengan sopan.


Bagus meninggalkan tempat itu, melihat akting Bagus tak ada yang mengira Shindy masuk menggunakan koneksi dari Dylan.


"hei.. kau dari mana? " tanya salah satu dari bawahan Shindy dengan ketus


"aku? ". tanya Shindy menunjuk wajahnya tapi dengan raut datar.


"tentu saja menurutmu mataku melihat kemana? " bentak wanita itu dengan geram


"Negara K " jawab Shindy asal lalu membalik tubuhnya meninggalkan karyawan itu yang menggeram marah.


"kamu harus kasih dia pelajaran mi"


"kamu pekerja yang paling lama disini tapi dia berani bersikap sombong padamu"


mimi memejamkan matanya


"kita balas dia"


"aku mendukungmu! anggap aja masa ospeknya. "


"hahaha"


.


Shindy bekerja sambil melihat kucing kecilnya makan, shindy hanya minum sereal


"melihat wanita-wanita tadi sudah pasti mereka akan balas aku..! lebih baik aku makan ini aja deh nanti dirumah aja makan nasi nya besok bawa bekal makan siang aja"


Shindy menyelesaikan pekerjaannya dengan cepat,


"fuuh. jadi begini rasanya menjadi wanita karir, hanya duduk aja dapat gaji besar".


Shindy meregangkan jari-jemarinya melepas penat.


bukan kakinya yang pegal tapi jari-jarinya yang pegal, shindy pernah privat komputer jadi punya skil walau tak ada gelar sarjana.


"tinggal di rangkum terus dilaporkan sama tuan muda". Shindy tersenyum lebar melihat hasil laporannya.


Shindy mengingat karyawan mattgroup yang tak menyukainya menjadi lebih waspada meletakkan berkas-berkas penting.


ia menitipkan semuanya pada Bagus lalu tersentak saat Bagus meminta Shindy menemui Dylan sebagai bentuk rasa hormat pada atasan.

__ADS_1


"semua karyawan akan melakukan hal yang sama! jangan karna anda sudah saling mengenal dengan tuan muda jangan sampai orang lain curiga nona, ingat di tempat kerja anda harus berlagak tak saling mengenal dengan tuan muda "


Shindy tersenyum ramah namun masih sopan, walau kepalanya ingin menolak tapi karna tuntutan pekerjaan harus di patuhi juga


Shindy tiba di lantai teratas, ia termenung sambil menatap sekeliling,,


"permisi saya pekerja baru ingin lapor pada tuan muda..! apa tuan muda sibuk? ". tanya shindy ke 2 sekretaris yang mengatur jadwal tamu Dylan.


"tidak sibuk ! sana perkenalkan dirimu jangan menggoda tuan kami" ketus wanita pertama


"iya nih.. lihatlah rambutnya diikat tinggi begitu pasti biar pamer karna bahu dan lehernya bagus"


timpal wanita 2


Shindy jadi risih, kenapa semua wanita mencap dirinya akan menggoda Dylan padahal ia tak pernah bermimpi akan menjalin sebuah hubungan dengan Dylan yang jauh diatasnya.


Shindy hanya seorang upik abu yang tak pantas menggapai seorang pria mulia seperti Dylan ditambah lagi Dylan sosok yang baik hati baginya.


"terimakasih" ucap Shindy dengan nada jengkel.


kedua wanita yang menjaga meja mendengus dengan tatapan tajam mereka, semua wanita yang bekerja di perusahaan itu memang mengagumi Dylan tapi baru-baru ini Dylan bekerja di perusahaan itu sebelumnya mereka semua hanya bisa mengagumi dylan di TV.


Shindy menarik nafas panjang lalu ia segera mengetuk pintu ruangan Dylan, tak ada sahutan karna kata Bagus ruangan Dylan kedap suara dari luar tapi kalau mengetuk pintu terdengar oleh Dylan.


"tuan? " sapa Shindy dari ujung pintu.


"hmm! tutup pintunya " perintah Dylan sudah tau itu Shindy.


Shindy segera menutup pintunya dan mendekati Dylan tapi masih berjarak 3 m.


"apa mereka menyulitkanmu? " tanya Dylan singkat


"saya bisa mengatasinya tuan muda..! " jawab Shindy dengan berani


Dylan mengangguk,


Shindy tak tak tau mau bicara apa?


"apa lagi? sana keluar " usir Dylan tanpa melihat Shindy.


"terimakasih tuan" ucap Shindy lalu berjalan mundur hal itu membuat Dylan melihat kearah Shindy hingga tubuh Shindy terkena dinding ia terkejut dengan mata besarnya yang terlihat lucu karna kaget.


"hmmmffft...! "


Dylan menahan tawanya,


"apa kau undur-undur? kenapa kau berjalan mundur? " ejek Dylan masih mendesis menahan tawanya.


"maaf tuan " dengan cepat Shindy berjalan meninggalkan ruangan Dylan dengan raut wajah malunya.


Shindy berlari mengabaikan tatapan galak sekretaris Dylan, sedangkan Dylan di ruangannya malah asik tertawa lepas karna masih mengingat tingkah aneh Shindy.


.


.


ciee Dylan yang mulai bisa tertawa karna tingkah imut Shindy.. bersiaplah kedepannya Dylanku sayang jangan sampai menjilat kata-kata sendiri ya? ahahahaha..


besok lagi ya readers ku sayang ...! 😜😜


selamat beraktifitas...


.


.

__ADS_1


__ADS_2