
Dylan membawa Shindy ke restaurant mewah yang sudah di pesan oleh Dylan sebelumnya.
"mas? in. ini" Shindy tergagap melihat keindahan Rooftop Restaurant mewah yang cukup diakui di negara ini.
"sebenarnya aku ingin membawamu ke Nolan Food sayang! tapi cukup jauh dan juga kamu pernah kesana, disini kamu belum pernah coba kan? aku memesan tempat sewa termahal di restaurant ini.."
Shindy terharu dengan kejutan sang suami dengan manja memeluk Dylan hingga para pelayan yang malu-malu melihatnya, bahkan managernya pun turun tangan.
"bagaimana sayang? kamu suka kan? Unniversarry kita bulan ini ada baby kita juga ! untuk merayakannya aku memesan banyak makanan untukmu dan baby kita yang tumbuh dengan cepat".
"tentu saja mas! terimakasih mas..! aku mencintaimu". ucap Shindy mengecup bibir Dylan
Dylan pun mengecupnya balik dan mengatakan hal yang sama.
"sebenarnya aku ingin mengintrogasimu sayang! tapi karna acara ini aku menahannya, kamu harus jawab pertanyaanku nanti Ok? " Dylan menangkup pipi Shindy dengan mesra
"siap mas". jawab Shindy dengan semangat '45
Dylan membawa istrinya ke kursi dan membukanya lalu membantu istrinya duduk, perlakuan manis Dylan tentu dilihat semua pelayan dan manager Restaurant mereka berjanji akan melayani Shindy dengan baik jika datang ketempat ini lagi bahkan tanpa bersama Dylan sekalipun.
melihat perlakuan Dylan siapapun tau kalau Shindy punya tempat yang istimewa di hatinya sang penguasa Melviano itu.
"mas ini desainmu mas? " tanya Shindy berbinar
"tentu saja" jawab Dylan membanggakan diri hal itu membuat para Pelayan menganga lebar melihat sisi narsis sang penguasa.
memang benar semua ini Desain Dylan tapi tak disangka oleh mereka semua itu hanya untuk pamer ke sang istri sungguh mengagumkan sisi lain Dylan yang memiliki sisi kekanakannya juga dan hanya Shindy yang bisa membuat Dylan seperti sekarang.
"uluh.. uluh... apa hadiah yang mas mau? " tanya Shindy bangkit dari kursinya mendekati kursi Dylan dan duduk di pangkuan sang suami.
"apapun! ". bisik Dylan tersenyum nakal memainkan kancing baju Shindy
Shindy terkekeh dengan senyum nakal sang suami,
"apa pelayananku sangat baik mas? " tanya Shindy berbisik
"sangat baik". bisik Dylan juga
pembicaraan mereka malah mengarah ke hubungan suami istri hingga melupakan acara mereka berdua yang tengah merayakan Unniversarry pernikahan mereka yang ke 2 bulan.
cuaca di tempat mereka baik-baik saja tapi tidak ada bintang di langit seolah langit di tutupi oleh awan mendung tapi kedua pasangan yang sedang dimabuk cinta itu malah makin romantis saja malam ini.
(Othor : kasihan pelayan dan managernya jadi obat nyamuk disana hahah)
__ADS_1
.
di Rumah Sakit Kinan menunggu di depan pintu Rumah sakit dan hari sedang hujan lebat.
"isssh... siapa sih yang disuruh menjemputku? tuan melviano itu benar-benar menyebalkan .? aku takut naik taksi! bagaimana ini? " .
"Kinan? ".
DeG!!
jantung Kinan berdebar kencang perlahan ia mendongak melihat sosok pria yang sangat ia kagumi ada di hadapannya tengah membawa payung.
"Bagus? " Kinan berdiri dengan senyum manis diwajah pucatnya.
"maaf aku terlambat tadi macet! ". ucap Bagus mendekat berbagi payung dengan Kinan.
"aaakh.... Tuan... aku padamu... bagaimana bisa anda menyuruh idamanku? jika tau begini aku tidak akan mengumpatimu sejak tadi yang telah membawa mobilku... " batin Kinan berteriak gembira
"ti.. dak apa-apa bagus...! terimakasih sudah menjemputku". senyum canggung Kinan mengusap tengkuknya
"ayo cepat! sepertinya hujannya tidak akan reda". ajak Bagus
Kinan tak menyangka akan ada hari dimana ia bisa begitu dekat dengan Bagus, sebenarnya pertemuan mereka juga tidak disengaja,
"dimana rumahmu Kinan? " tanya Bagus
"eeh..? " Kinan tertangkap oleh Bagus saat dirinya tengah menatap Bagus.
"ada apa? apa ada sesuatu diwajahku? " tanya Bagus berkaca tapi wajahnya baik-baik saja.
Kinan tersenyum "bukan Bagus.. aku hanya heran saja bagaimana bisa tuan muda menyuruh kamu menjemputku". cengir Kinan bisa berbohong.
"Tuan muda adalah tuanku! dia sedang ada acara dengan istrinya dan ada yang merusak mobilnya, aku sudah membawa mobilnya ke bengkel tadi, hanya saja saat aku kembali ada kecelakaan jadi macet dan itulah sebabnya aku jadi terlambat menjemputmu". jelas Bagus
Bagus tau Kinan gadis yang baik, Bagus akan sopan pada gadis baik berbeda jika wanita penggoda Bagus akan bersikap dingin dan datar.
"maaf... aku merepotkan mu bagus". cengir Kinan jadi malu.
"tidak apa..! terimakasih telah memberikan mobilmu pada tuanku, tadinya dia memintaku untuk mengantarkan mobilku tapi aku sedang sibuk dengan perusahaan jadi tidak bisa di tinggal"
Kinan mengangguk-ngangguk mengerti jadinya.
.
__ADS_1
"mau mampir bagus? " tawar Kinan
"tidak apa... ak... " Bagus hendak menolak tapi bunyi perutnya membuat senyum Kinan terbit.
"ayo bagus..! aku akan menyiapkanmu makan malam! tenang saja!! aku tinggal sendiri disini" ajak Kinan yang tau keraguan Bagus.
karna sudah terlanjur diketahui Kinan, Bagus terpaksa ikut masuk ke rumah Kinan.
Kinan menyiapkan makan malam untuk Bagus, ia hidup sendiri saat kuliah kedokteran di luar negri jadi tidak heran lagi ia bisa menguasai dapur.
setelah makan malam berdua dengan Bagus membuat hati Kinan makin berbunga-bunga, ia terus saja memendam perasaannya didepan Bagus tapi orang-orang terdekat Bagus sudah tau kalau Kinan menyukainya hanya Bagus sendiri yang tidak tau apa-apa..
"kalau begitu aku kembali..! terimakasih atas makan malamnya". Bagus berkata sekali menguap lebar
"tapi kamu sedang mengantuk Bagus..! tidak baik menyetir dalam keadaan mengantuk..! kamu harus istirahat"
"tidak apa...! aku bisa" tolak Bagus tidak enak hati.
"tidak apa bagaimana? kalau masuk rumah sakit bagaimana? aku akan menyuntikmu ". kekeh Kinan yang tau kelemahan Bagus.
Bagus bergidik ngeri membayangkan jarum suntik masuk ke tubuhnya, ia benar-benar takut jarum suntik terpaksa Bagus menerima ajakan Kinan karna si jarum suntik yang dibayangkan Bagus.
sekali lagi Bagus dapat perlakuan baik Kinan membawanya ke kamar tamu dan istirahat disana sampai pagi.
.
"maaf aku kesiangan". Bagus keluar dan melihat Kinan lagi menyiapkan sarapan
"tidak apa bagus..! sini sarapan.. sekalian aku numpang antarkan ke rumah sakit". cengir Kinan malu-malu
Bagus tidak bisa menolak lagi karna perkataan Kinan terdengar tulus dan jujur tidak ada niat menggoda nya tanpa sadar Bagus tersenyum.
Kinan jadi makin dekat dengan Bagus bahkan sudah punya nomor HPnya, Kinan akan mendekati Bagus dengan natural tanpa terburu-buru. Kinan pernah melihat Bagus didekati oleh perempuan bertubuh Sexy dan Bagus dengan dingin serta kasarnya menepis tangan si wanita.
sejak saat itulah Kinan tidak berani menggoda Bagus, ia menyerahkannya pada takdir karna Kinan juga masih terlalu muda untuk menjalin hubungan dengan seseorang, tak disangka olehnya akan dekat dengan Bagus secepat ini.
.
Cuzzz Couple baru terus nih.... ahaha... Othor kasihan ama Aa Bagus tidak punya kekasih sibuk dengan kerjaan melulu lama-lama bisa beruban tuh kepala jadi diselipin teman deh sampai mereka halal haha..
.
.
__ADS_1
.