Sikembar Sang Penguasa 2

Sikembar Sang Penguasa 2
musuh


__ADS_3

"mohon kerja sama nya tuan! atau anda akan terluka". ancam pengawal itu begitu percaya diri


Dylan tertawa mendengarnya,


"aku kalah dengan pengawal seperti kalian? apa kalian baru saja melucu? aku bahkan bisa menghabisi 20 panglima perang sekaligus tapi jika aku di habisi oleh tukang jaga seperti kalian akan mencoreng nama baikku sebagai mantan jendral termuda dan terbaik dimasa kecilku".


Shindy meremas kuat baju Dylan.


"jangan banyak bicara cepat habisi dia". teriak pengawal


Shindy terdiam saat Dylan hanya berjalan tenang maju ke depan,


"mas? semoga kamu baik-baik saja". gumam Shindy dengan pelan.


Dylan di kepung 10 pengawal sekaligus, sedangkan Dylan masih tenang di tengah-tengah mereka.


"hiyaaa! "


Dylan menendang kebelakang hingga satu orang terlempar menyusul 1 orang lagi, Dylan hanya menggunakan kakinya saat melawan tapi sesekali juga menggunakan tangannya.


tidak butuh waktu lama Dylan bisa menjatuhkan semua pengawal itu,


"apa yang kalian lihat?? cepat habisi dia".


saat mereka mengepung Dylan lagi, 2 diantara mereka mendekati Shindy.


Shindy memasang kuda-kuda.


"jika suamiku tangguh aku juga tangguh bahkan bisa menjatuhkan para preman kalian fikir aku wanita lemah? ".


"mohon kerja samanya nona"


"Kerja sama apa katamu hah? aku sudah menikah dengan tuan Dylan! jika kalian tidak ingin bermasalah dengan keluarga suamiku pergi kalian dari sini". ancam Shindy dengan dingin


"bawa dia ".


Shindy menyeringai kalau melawan 2 pengawal dia bisa tapi kalau 10 pengawal terbaik mungkin sedikit kewalahan karna kemampuan Shindy murni belajar seorang diri tanpa ada pelajaran khusus.


Shindy memutar lengannya yang di pegang pengawal 1 dan membanting tubuh pria itu dengan cepat lalu menginjak kakinya dengan kuat.


"aaahhh....! ". teriakan pengawal 1 menggema jarinya begitu sakit diinjak tanpa hati oleh Shindy


"ternyata anda kuat juga nona".


Dylan sudah menjatuhkan semua pengawal dan tidak ada lagi yang tersisa, julukan Dylan masih pantas untuknya walaupun sudah lama pensiun dari jendral perang tapi kemampuan Dylan tidak bisa diragukan lagi.


Dylan berjalan ke arah Shindy yang sedang melawan pengawal 2 yang banyak bicara memerintah semua pengawal melawan Dylan walaupun tau mereka tidak bisa mengalahkan Dylan tapi setidaknya bisa mengulur waktu untuk sekedar membawa Shindy pergi tapi ternyata Shindy juga punya kemampuan beladiri


Shindy memutar tubuhnya dan membuat tendangan tipuan lalu menendang keatas hingga pengawal 2 itu terbanting dengan keras hingga pingsan.


"Ndy? ".


"mas? ". Shindy menurunkan tangannya menoleh ke Shindy.


Dylan mengulurkan tangannya.


"ayo kita pulang! di kota saja kita belanja nya"


Shindy menginjak perut pengawal 1 yang memekik kesakitan sedangkan Shindy tersenyum manis menyambut tangan Dylan.


Dylan tertawa kecil melihat kelakuan menggemaskan Shindy.


banyak pengunjung mol malah hanya menonton saja tidak berani merekam dan diantaranya ada seseorang berpakaian hitam melihat Dylan sedang bersama Shindy.


"ternyata dia memang kelemahanmu ". seringai licik pria misterius lalu putar badan meninggalkan tempat itu.


Shindy menghentikan langkah kakinya saat Dylan berhenti.


"kenapa mas? ". tanya Shindy


Dylan melihat ke arah punggung pria yang terlihat mencurigakan.

__ADS_1


"kenapa pria itu mas? ". tanya Shindy


"ayo kita pulang". ajak Dylan dengan dingin


Shindy mengerjabkan matanya melihat ke arah suaminya yang terlihat lebih menyeramkan. tapi Shindy tidak bertanya yang ada Shindy akan ditatap begitu oleh suaminya.


dalam perjalanan tidak ada pembicaraan diantara mereka, Shindy menatap Dylan yang fokus dengan kemudinya.


"kenapa dengan pria berpakaian hitam tadi ya? kenapa mas Dylan jadi berubah serius dan dingin? ". batin Shindy penasaran sosok yang ditatap oleh suaminya.


.


.


tiba di mansion


"mas? ". panggil Shindy ragu-ragu


"ayo turun".


Shindy segera mengikuti Dylan yang jalan duluan, di ruang tamu semua keluarganya langsung menyambut Dylan dan Shindy tapi Dylan mengabaikannya.


"kenapa kak Dylan kakak ipar? ". tanya Kaisha


"ada apa sayang? ". tanya Kaira


"kenapa kak? ada masalah? ". timpal Keyzo


"apa terjadi sesuatu dengan kalian tadi? ". tanya Mely


Pasha menarik nafas melihat hal itu artinya pasti terjadi sesuatu kan? Pasha tau watak anaknya itu.


"Shindy tidak tau masalah mas Dylan mommy, Granma tapi dia berubah melihat seseorang! Shindy juga tidak tau kenapa? ".


jawab Shindy dengan jujur


seketika semua orang berwajah pias, Shindy malah kebingungan ada apa dengan raut wajah semua nya.


"kakak ipar susul aja kak Dylan". pinta Nova serius


"ada apa dengan semua orang? kenapa terlihat ketakutan? "


gumam Shindy saat dalam lift.


Shindy masuk ke kamar nya bersama Dylan.


"mas? ". panggil Shindy mencari sosok Dylan


Shindy mengedarkan pandangannya lalu matanya tertuju pada balkon melihat Dylan tengah berdiri membelakangi nya.


"mas? ada apa sih mas? kenapa kamu jadi berubah? ". tanya Shindy penasaran


"siapa pria tadi mas? ". cecarnya lagi


Dylan memutar tubuhnya menghadap Shindy


"aku mantan Jendral perang Ndy kamu tau itu kan? "


"iya aku tau". jawab Shindy


"jika kamu tetap bersamaku kamu akan selalu dalam bahaya karna aku punya banyak musuh ".


Shindy terkejut mendengarnya.


"musuh? kamu punya musuh mas? ".


Dylan mengangguk.


"apa kamu mau meninggalkanku? jika kamu ingin hidup tenang tidak masalah aku akan melep... "


Shindy meletakkan jari telunjuknya di bibir Dylan,

__ADS_1


"aku tidak sepenakut itu mas! kamu menerima aku sebagai gadis pembawa sial aku juga siap bersamamu bagaimana pun keadaanmu mas"


Dylan mengerjabkan matanya melihat Shindy yang begitu serius ingin tetap disisinya.


"walaupun kamu akan dalam bahaya kedepannya? ". tanya Dylan


Shindy mengangguk 2 kali.


"jika kamu punya banyak musuh maka aku juga punya rasa takut,, kamu sudah mengumumkanku pada dunia aku adalah wanitamu jadi aku harus menjadi wanita mu sampai kapanpun"


Dylan tersenyum tipis


"musuhku bukan kalangan preman atau pengawal Ndy tapi kalangan keluarga Jendral yang membalas kematian keluarga mereka yang meninggal dalam medan perang".


Shindy tersenyum.


"aku tidak takut mas! aku mau kamu melatihku supaya lebih kuat dan hebat "


"melatihmu? ". beo Dylan


Shindy mengangguk.


"kemampuan beladirimu sangat mengerikan bisakah kamu mengajariku mas? aku ingin menjadi sedikit berguna bagimu supaya aku tidak dijadikan sandera dan aku tidak akan mampu bertahan hidup jika suatu saat aku menjadi kelemahanmu".


bibir Dylan tertarik keatas,


"kamu sangat menarik"


"tentu saja mas! aku istrimu dan tidak takut apapun"


senyum narsis Shindy


"percaya diri sekali kamu". Dylan menonyor kening Shindy


Shindy mengerucutkan bibirnya.


"aku harus percaya diri lah mas"


Dylan mengacak poni rambut Shindy, sedangkan Shindy menatap datar Dylan yang mengacak poninya


"apa.? ". ledek Dylan kembali mengacak rambut Shindy


"mass? ". pekik Shindy


gelak tawa Dylan terdengar sampai ke bawah sebab mereka sedang ada dibalkon, keluarga Dylan jadi lega mendengarnya setidaknya Dylan punya seseorang untuk menghiburnya.


Shindy berjinjit berusaha mengapai rambut Dylan tapi hasilnya nihil, Dylan lebih tinggi dari Shindy hingga Shindy kesulitan menggapai kepala Dylan.


"mas? ". kesal Shindy memukul-mukul dada bidang suaminya


"rambut aku berantakan mas". rajuk Shindy menyisir rambutnya dengan jemarinya.


Dylan terkekeh mengusap pipi Shindy, Shindy mendongak melihat Dylan yang tengah menyentuh pipinya jantungnya berdebar dengan perlakuan lembut Dylan.


" besok ikut aku ya? " pinta Dylan


"kemana mas? ".


"ckkk! ". Dylan menatap datar Shindy


"hehehe..maaf mas aku kan cuma penasaran! ". cengir Shindy


Shindy lupa kalau Dylan mengajaknya ke suatu tempat tidak boleh bertanya hanya diam dan patuh saja.


.


.


Next Esok yeee....!!


musuhnya sudah mulai tau nih Dylan punya kelemahan dan Shindy berusaha menjadi gadis tangguh yang bisa berguna untuk Dylan nantinya.

__ADS_1


.


.


__ADS_2