Sikembar Sang Penguasa 2

Sikembar Sang Penguasa 2
benci dan cinta


__ADS_3

"kak... kenapa pakaiannya begitu? " tanya Nova yang sudah baik-baik saja tapi hidungnya masih terasa perih.


Dylan tidak menjawab hanya melirik istrinya yang tengah bersemangat menyiapkannya sarapan.


Nova yang mengerti menoleh ke Candra yang mengangkat bahu tak mengerti. Nova tertawa terbahak-bahak sekarang.


"Astagah.. Kakak ipar menggemaskan sekali! apa dia tidak lihat kalau kak Dylan makin terlihat sexy begitu... ahahaha... perutku sakit.... ". batin Nova


Keyzo datang dengan raut wajah cerah seperti biasa. "selamat pag..? " sapa Keyzo tergantung melihat penampilan Dylan.


"Kak? kenapa? apa sudah kehabisan baju? " tanya Keyzo meledek.


Dylan tidak peduli hanya memperlihatkan wajah datar dan dinginnya ke Keyzo.


"sudah... sudah... ayo kita sarapan aja". Candra menengahi


"ayo mas...! makan yang banyak" Shindy dengan ligat melayani Dylan hingga Nova jadi banyak belajar.


Nova mengikuti cara Shindy melayani kakaknya, Candra menahan senyumnya sekuat tenaga melihat Nova yang sangat lucu meniru Shindy.


"ingin sekali aku memakannya". batin Candra dengan gemasnya.


hanya Keyzo yang makan sendiri dan Rilly sudah makan di dapur bersama para pelayan, ia merasa tidak pantas makan bersama semua orang hebat itu.


.


.


Shindy ditemani Rilly mengantarkan Dylan ke depan mansion.


"mas hati-hati ya? " Shindy menyalami sang suami dan memeluk Dylan dengan manja.


Rilly hanya menunduk dengan senyum lebarnya, "Jika saja si brengs*k itu separuh aja kebaikannya dari tuan muda pasti hidupku akan bahagia...! dasar brengs*k !! saat kau sudah tiada pun masih dapat kebencianku". batin Rilly mengingat sosok Daniel.


Shindy melambai-lambai setelah dapat daftar peringatan dari Dylan sepanjang jalan tol saja, sungguh Dylan khawatir akan ngidam sang istri tapi Dylan harus bekerja untuk mendapatkan dalang dibalik ledakan itu, Dylan juga ingin tau kenapa orang itu berani mencari masalah dengannya.


"mari Nona kita masuk". ajak Rilly.


Shindy merentangkan tangannya, Rilly memeluk Shindy dan menuntun nona manjanya itu masuk.


"kakak ipar kita keluar yuk...! " ajak Nova semangat


Shindy awalnya berbinar semangat namun redup seketika teringat perkataan Dylan, Shindy menggeleng-geleng kepalanya.


"Mas Dylan melarangku untuk keluar mansion ! dia sedang memberantas penjahat yang bermain-main dengannya, pelaku ledakan Toko di Kota W itu bukan ulah Daniel tapi ulah orang lain". jelas Shindy menolak ajakan Nova


Rilly yang mendengarnya membulatkan matanya.


"Daniel? dia masuk kak...! dia juga bekerja sama dengan pelaku utamanya". jelas Nova yang tau orang-orang yang mencoba bermain dengan kakaknya.

__ADS_1


Rilly lagi-lagi menganga ke arah Nova


"benarkah? tapi mas Dylan cerita tadi malam kalau yang merencanakan ledakan itu bukan dia". ujar Shindy pelan dan terlihat sedang berpikir


"ck... kalau yang merencakan ledakan itu memang bukan dia kak...! tapi dia ikut andil dalam masalah itu, dia ada di toko itu kak!" balas Nova dengan kesal


"apa kamu lupa mengirim buktinya itu beb? " tanya Candra penasaran.


Nova berpikir sejenak. "mungkin iya aku lupa ya kak? " Nova berbicara ke Candra dibalas anggukan oleh pria itu.


Keyzo jadi pendengar setia mengangguk-ngangguk mengerti letak permasalahan semua itu.


"ya sudah kakak ipar... nanti aku kirim lagi vidio part si pria bernama Daniel itu ke kak Dylan" pasrah Nova merasa dirinya yang salah tidak mengirimkan vidio itu.


"memang bagaimana kamu kenal Daniel Nova? " tanya Shindy penasaran.


"ck... siapa yang tidak mengenalnya kak! dia itu pria yang dikenal baik hati, rendah hati, lembut semua yang ada pada dirinya hanya yang terbaik... tapi karna patah hati dengan wanita yang berani mengkhianatinya dia jadi berubah!"


"patah hati? di khianati? " . batin Rilly penasaran


"maksudnya bagaimana Nova? " tanya Shindy yang tau Rilly penasaran


"lebih baik kita semua duduk". ajak Candra serius.


mereka semua duduk di sofa ruang tamu,


"bagaimana Nova? kok kamu bisa mengenal Daniel? apa kalian dulu dekat? " cecar Shindy penasaran.


"tidak lama setelah itu Silsil meninggal aku tidak sengaja melihat kak Daniel itu tersenyum puas gitu kak! jadi aku menebak dialah pelaku yang udah membunuh silsil.. "


Rilly menangis seketika mendengar cerita Nova.


"Loh... kak Lyli kenapa kak? " tanya Nova polos ke Shindy sambil melihat kearah Rilly yang menangis


Keyzo mengerutkan keningnya begitu juga Candra,


"ayo Lyli...! " ajak Shindy merangkul Rilly yang terlihat lemas.


Nova kebingungan sendiri dengan tingkah Rilly, tak biasanya bodyguard tangguh Shindy terlihat lemah.


Shindy membawa Rilly ke kamarnya, saat hanya ada Shindy saja Rilly menangis mengeluarkan suara hingga Shindy menepuk-nepuk punggung Rilly mencoba memberinya ketenangan.


"aku tidak tau kenapa dia begitu jahat padaku Nona.. aku benar-benar tidak tau... hiks.. hiks.. itu sebabnya dia berubah jadi jahat..! dia sangat jahat melukai aku padahal aku tulus mencintainya saat itu... hiks...hiks.kenapa dia tidak cerita padaku Nona? apa dia berpikir aku sama seperti wanita bernama silsil itu ya? "


"tenang saja Rilly..! yang membunuh Daniel bukan mas Dylan tapi istri-istrinya" Shindy


tangis Rilly terhenti seketika. "bukan tuan Nona? "


"bukan! ". jawab Shindy

__ADS_1


"istri-istrinya? " beo Rilly lagi


Shindy mengangguk-ngangguk.


"dia benar-benar brengs*k ! aku ingin membunuhnya Nona.. hiks.. hiks.. aku ingin membunuhnya dengan tanganku sendiri...! ". Rilly terus saja menangis hingga Shindy tau dalam hati Rilly masih mencintai sosok Daniel yang terbilang kejam dan jahat.


"dia bilang benci tapi hatinya masih mencintainya..! jadi benar ya benci dan cinta itu beda tipis". batin Shindy yang sering baca novel akhir-akhir ini bukan melanjutkan Novel online karya nya


.


.


"apa sudah tenang Lyli? " tanya Shindy mengusap wajah Rilly yang membengkak karna menangis hampir 1 jam lebih.


Rilly sesegukan dan mengangguk-ngangguk.


Shindy memeluk Rilly dengan erat, alhasil tangis Rilly kembali pecah di pelukan Shindy


.


"apa nona mau makan? " tanya Rilly dengan sesegukan


Shindy mengangguk-ngangguk.


Rilly izin mencuci mukanya lalu ia membawa Shindy ke dapur, Shindy kagum dengan Rilly yang bisa kembali seperti Rilly yang sebelumnya


hanya butuh waktu 3 jam bagi Rilly untuk kembali normal setelah menumpahkan semua air matanya.


.


di salon perawatan kulit,


"apa bisa sembuh semua luka-luka sialan ini mbak? " tanya Aria


"bisa nona..! tapi butuh waktu lama".


Aria mengangguk-ngangguk sambil tersenyum misterius melihat sampul majalah pengusaha yang di akui dunia, Dylan menjadi sampul majalah itu.


"sangat tampan...! " batinnya penuh kekaguman.


.


.


.


Ck... banyak wanita ganjen ya? tenang aja say Mbak Shindy bakal jadi lebih kejam nantinya, Othor ngga sabar melihatnya.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2