
.
Dylan tiba di perusahaan MattGroup,
kedatangan Dylan yang tiba-tiba membuat semua petinggi-petinggi Mattgroup dan karyawannya kocar-kacir menyambut Dylan.
Bagus bersama Asistennya Roza, sekretarisnya bernama Nazar pun turun ke lantai utama.
"Tuan muda? " sapa Bagus kebingungan melihat pakaian Dylan yang tak seperti biasanya.
karyawan perempuan yang melihat Dylan seperti itu malah terkagum-kagum, bentuk tubuh Dylan makin terpampang jelas hingga terlihat begitu sexy penuh pesona dengan sejuta kharisma.
"hmm.. ". sahut Dylan malas mendahului Bagus
Roza dan Nazar yang pertama kali melihat Dylan secara langsung terkesima dengan daya tarik Dylan yang sangat kuat memiliki aura sang penguasa.
"ada apa tuan? kenapa anda datang? bukankah anda bilang akan libur sampai nona melahirkan? " cecar Bagus di dalam lift.
Roza dan Nazar hanya diam seperti patung dibelakang Bagus, Dylan tak menjawab pertanyaan Bagus hanya menatap lurus kedepan.
"ada acara apa hari ini? " tanya Dylan melenceng
Bagus menghela nafas panjang, setelah banyak mengomel dan bertanya tak ada satupun yang dijawab oleh Dylan.
"ada acara temu dengan tuan Megan dari perusahaan asing...! identitas belum di ketahui secara detail yang pasti pria ini sangat misterius". jawab Bagus malas
Dylan menyeringai tipis. "Megan? "
"iya tuanku memang tuan Megan". Bagus memperjelas dengan tegas
Dylan melirik datar Bagus lalu menjitak keningnya dengan kuat hingga Bagus mengusap-ngusap keningnya melirik Roza dan Nazar yang tengah melotot kaget melihat kedekatan mereka secara langsung.
"Tuan Kenapa anda menjitak kening saya ? apa tuan mau saya laporkan sama mommy? " geram Bagus
"supaya otakmu encer" jawab Dylan enteng.
Bagus mendengus, ia sudah cukup stress mengatasi Perusahaan seorang diri, menjadi direktur sementara dipercaya oleh seorang calon CEO MattGroup (Dylan) yang sudah diberi kuasa langsung oleh Pasha.
.
Dylan dan Bagus tiba di sebuah restaurant
"kenapa tuan mau turun tangan bertemu dengan tuan Megan? apa masalahnya? saya rasa perusahaan Tuan Megan belum ada apa-apanya dengan kekuasaan MattGroup yang hampir sudah mendunia". batin Bagus penasaran.
__ADS_1
"kau mengumpatiku Bagus? " tanya Dylan dengan datar
"tidak tuan! ". elak bagus dengan jujur
Dylan memutar matanya ke berbagai arah mencari sosok pria yang berani bermain dengannya.
"aku sudah menemukan topengmu jadi percuma kau bersiasat hendak menusukku..! aku ingin tau alasanmu memulai perang denganku, jika begitu aku harus ikut bermain denganmu supaya aku tau siapa kau sebenarnya ". batin Dylan
Nova menemukan identitas asli Megani tapi nama keluarga Megani tidak ada masalah dengan Dylan, entah apa alasan Megan berani menyerangnya terlebih dahulu, dendam apa yang membawa Megan ke dirinya. itulah yang sedang dicari tau oleh Dylan.
"kemana si megan ini? apa dia tidak tau jam temu kita sangat penting" . geram Bagus melihat jam tangannya.
"ayo kita pergi..! " ajak Dylan langsung bangkit
Bagus gelagapan mengikuti Dylan
"kau mau bermain tarik ulur denganku? aku bisa menarik ulurmu juga...! kau fikir siapa yang berkuasa disini? dengan mudah aku bisa membalik perusahaanmu hingga berada diambang kebangkrutan... kita lihat saja apa yang akan aku lakukan padamu". seringai Dylan dengan senyum misteriusnya.
hanya beberapa jam Dylan bekerja di perusahaan MattGroup, Dylan sudah kembali pulang hal itu membuat Bagus menggeleng-geleng kepala tak mengerti maunya Dylan itu.
Dylan pergi ke Toko kue membeli cake tiramisu kesukaan sang istri dan tak sengaja bertemu dengan Aria yang juga membeli cake strawberry.
mata Aria melotot takjub melihat Dylan melewatinya, walau hanya menganggapnya seperti dinding saja tak membuat Aria marah malah makin suka dengan karakter Dylan yang dingin-dingin cuek padahal manis bisa menyelamatkan nya dari Daniel.
Padahal alasan Dylan mendatangi Daniel saat itu karna Rilly yang hendak mundur menjaga istrinya, Dylan butuh Rilly disisi Shindy yang lumayan patuh pada Rilly yang tegas tidak terpancing bujukan maut nan menggemaskan Shindy.
"Tuan bisakah anda membayarkan cake saya? " tanya Aria basa-basi
sementara pekerja toko yang berkeringat dingin, Dylan mengabaikan permintaan Aria. sama sekali tidak melirik ataupun melihat ke Aria.
"anda tidak mengenal saya Tuan? " tanya Aria tak gentar menggoda Dylan
Dylan membayar semua belanjaannya dengan uang tunai, ia masih bisu tidak melihat Aria seolah Aria hanya makhluk halus yang tak bisa dilihat atau didengar oleh manusia normal.
"Tuan... aku adalah orang yang anda selamatkan dari Daniel ". teriak Aria
Dylan benar-benar mengabaikannya seperti dirinya tidak mengenal siapa Daniel, bahkan berhenti pun Dylan tidak ada.
Aria melihat ke arah para pekerja yang tampak menahan tawa, Aria membayar cake nya lalu segera keluar dari toko itu saat melewati kaca Aria berhenti, ia langsung kembali dan memperhatikan wajahnya di Kaca.
"kenapa wajahku belum pulih juga? kapan aku bisa kembali menjadi diriku yang dulu? aku benci dengan luka lebam sialan ini... " teriak Aria frustasi hampir saja ia melempar cakenya.
Aria memeluk Cakenya lalu memilih menyebrang jalan memasuki mobilnya.
__ADS_1
Dylan yang sejak tadi di dalam mobil menatap dingin dan datar Aria, melihat wajah Aria yang masih ada bekas luka lebam tentu Dylan tau siapa Aria.
"ck... trik apa lagi ini". decak Dylan dengan malas.
dylan memilih mengabaikannya, tapi jika suatu saat Aria mengancamnya akan sesuatu yang bukan menjadi kesalahannya tidak akan Dylan ampuni. Karna bukan Dylan yang membunuh Daniel, tapi dilihat gelagat Aria tadi, dimata Dylan Aria hanya ulat bulu sama seperti perempuan lainnya yang suka mencari cara supaya dekat dengannya.
Dylan kembali ke mansion dan akan menemui Nova terlebih dahulu, para pelayan memberi tau Nova ada di kandang Black dan Blink.
Blink adalah macan betina yang dibelikan Keyzo untuk Black.
"Dek? " sapa Dylan
Nova menoleh lalu segera berdiri melihat wajah Dylan yang terlihat ragu-ragu membuatnya tersenyum
"apa yang bisa Nova bantu kak? " tanya Nova to the point
Dylan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal dan menceritakan apa yang menjadi masalahnya.
"Ok. Kak... menjatuhkan perusahaan asing dengan kemampuan IT Nova sangat mudah". Nova merentangkan tangannya ke Dylan dengan manja.
Dylan tersenyum lalu menggendong Nova dari belakang.
"Kaisha aja udah ngga manja lagi sama kakak! masa kamu yang manja sih" kekeh Dylan
"mungkin keponakan Kakak ini akan sangat suka sama kakak" jawab Nova jujur
Dylan hanya tersenyum, kembali fokus dengan jalannya.
"kakak bawa apa itu? " tanya Nova menunjuk meja makan mereka.
"itu cake Tiramisu kesukaan Kakak iparmu ". jawab Dylan
"mau...! " rengek Nova
"iya.. kakak beli banyak tapi bantu kakak dulu ya? " tawar Dylan dibalas anggukan patuh dari Nova
"kemana suamimu dek? " tanya Dylan
"kak Candra Nova pinta belikan susu ibu hamil yang rasa coklat ngga mau yang susu putih bawaannya mau mual meluluk ". jawab Nova
Dylan mengangguk mengerti jadinya, kata Kinan gejala Morning sickness setiap ibu hamil itu berbeda-beda.
.
__ADS_1
.
.