
"apa kau baik-baik saja? kenapa kau terlihat murung? ". tanya Dylan dengan wajah datarnya.
Shindy tersenyum ke arah Dylan
"tidak apa tuan! terimakasih telah mengantarkan saya.. apa tuan ingin saya buatkan minuman? ".
Dylan berpikir sejenak lalu mengangguk beberapa saat kemudian.
Shindy membawa semua belanjaannya sendiri ke dapur, ia meletakkannya diatas meja terlebih dahulu tidak mau membuat Dylan menunggu lama.
Dylan menatap sekeliling
"apa rumahku terlalu kecil? ".
Dylan menggeleng kepalanya
"sudah cukup besar untuk aku tinggal sendiri"
Dylan membuka rumah kucing kecil yang dibawa Shindy hingga bombom segera berlari dengan cepat seolah sudah mengenali tempat itu.
"tuan? ". sapa Shindy
"hmm? ". sahut Dylan beralih ke Shindy.
"kau buat minuman apa? ". tanya Dylan menaikkan sebelah alisnya
"saya buat minuman untuk tubuh segar tuan dulu saya sering melihat mendiang mama saya membuatkan minuman ini buat mendiang papa saya karna sering lembur tiap malam"
Dylan mengangguk mengerti jadinya.
Shindy memberikan minuman yang dia buat untuk Dylan.
"kenapa bau nya aneh? ". tanya Dylan dengan raut wajah gelinya
Shindy tersenyum lebar.
"tapi anda harus tau tuan! minuman ini sangat sehat untuk seorang pengusaha biar tubuhnya fresh dan selalu kuat begadang ".
Dylan menutup hidungnya, bau obatnya menyengat tidak ada bau racun melainkan bau aneh yang tercium dari berbagai bau rempah-rempah dapur.
Dylan meneguknya sampai tandas, Shindy kembali membawa segelas air putih lalu memberikannya ke Dylan di teguk habis olehnya.
"iiiih.. aku kapok minumnya " . gidik ngerinya.
Shindy tertawa kecil. "anda lihat saja kehebatan minuman yang saya buat tuan".
"ya sudah aku keluar apa kau berani tidur sendiri malam ini? ".
"biasanya saya tidur sendirian tuan tapi sekarang tidak lagi ada bombom bersama saya". jawab Shindy jujur
"jadi kau akan baik-baik saja? ". tanya Dylan memastikan
Shindy mengangguk-ngangguk
"jika ada yang mengetuk atau bertamu ke sini jangan di buka.. ! aku sama sekali tidak mengizinkan orang asing masuk ke rumahku ". peringatan Dylan.
"baik tuan! saya tidak akan membuka pintu kecuali orang itu tau sandi dari luar". jawab Shindy.
Dylan mengangguk lalu meninggalkan Shindy di rumah itu, Shindy mengintip lewat celah jendela besi nya lalu tersenyum lebar saat Dylan sudah pergi
"semoga anda baik-baik saja tuan..! tidak terkena sial karna saya". doa tulus Shindy.
Shindy berjalan ke kamarnya, hari ini juga Dylan mencegahnya untuk bekerja..
ke esokan paginya Shindy bersiap-siap bekerja seperti biasa
.
.
"hei.. anak baru baru masuk beberapa hari udah cuti panjang kau ya ! emangnya perusahaan ini milik suamimu? hah? ". tegur seorang wanita yang bernama mimi.
Shindy menoleh ke Mimi dan melihat rekan-rekannya 3 orang seperti akan menelannya hidup-hidup.
__ADS_1
Shindy mengabaikannya dan berjalan memasuki Lift.
"sialan dia..! sepertinya kita harus buat jebakan yang lebih besar lagi". geram mimi merasa dirinya yang senior disini diabaikan.
(Senior - bekerja paling lama).
"ayo kita cepetan masuk mi". ajak teman mimi.
ke empat perempuan rempong itu segera berlari ke arah lift Shindy tadi tapi sayang sudah tertutup dan Shindy sama sekali tidak membantu menahan Liftnya hingga makin dendam dan benci saja ke empat karyawan MattGroup itu.
Shindy masuk ke ruangannya langsung bekerja seperti biasa.
"Nona? ". Bagus mengetuk pintu.
Shindy berdiri cepat lalu menunduk sopan ke Bagus.
"iya tuan ".
Bagus mendekati Shindy dan berdiri tegap di depan Shindy.
"tuan muda akan bertemu dengan direktur pemasaran di desa W jadi harus tinggal disana beberapa hari..! bisakah anda menjadi Sekretarisnya ? pekerjaan disini sangat banyak jika harus saya tinggal".
"apakah tuan muda tidak keberatan tuan? ". tanya Shindy memastikan
"saya sudah mengatakannya dan tuan muda setuju".
"tapi saya belum pernah bekerja menjadi sekretaris tuan.! apa saja yang harus saya lakukan saya benar-benar tidak tau". keluh Shindy pada diri sendiri.
Bagus tersenyum tipis.
"anda akan melayani tuan muda persis seperti pelayan siapkan pakaian, makan, bantu pasang dasi dan lainnya saat bertemu dengan bawahannya anda hanya bertugas mengingat nya lalu mengetiknya di laptop tinggal Print lalu ditanda tangani oleh kedua belah pihak".
Shindy mengangguk-ngangguk mengingat tugasnya.
"baik tuan! saya akan selesaikan pekerjaan saya hari ini juga".
Bagus mengangguk lalu meninggalkan ruangan Shindy, dengan cepat Shindy memulai pekerjaannya yang banyak tertunda hanya beberapa file penting saja yang diurus oleh Bagus.
.
Shindy melihat jam tangannya lalu meregangkan tubuhnya yang terasa pegal karna duduk berjam-jam lamanya
"aku beli jus dulu deh". senyum lebarnya.
"bombom! tunggu disini ya.? ". bujuk Shindy mengusap kepala kucing kecilnya yang makin gemuk dan menggemaskan.
Shindy mengunci ruangannya lalu berjalan tenang ke lantai 2 dimana kantin perusahaan berada.
Mimi yang sedang bergosip dengan rekan-rekannya langsung menatap tajam Shindy tengah melewatinya.
"kenapa nggak kamu cekal tadi? biar tersungkur dia terus roknya tersingkap.. ".
Mimi membenarkan.
"iya juga ya? aku lupa lagian dia tiba-tiba muncul mana aku ingat".
Shindy mengirim pesan pada Dylan.
"tuan mau minum jus? saya sedang dikantin".
Dylan membalasnya. "Apel murni! ".
Shindy tersenyum lebar. "sangat cocok untuk kesehatannya". gumam Shindy.
"jus Apel aslinya 2 bu tidak usah di campur es.. ".
pinta Shindy
"baik nona". jawab ibu penjual.
Shindy mendengar langkah kaki seseorang mendekat lalu ia menoleh dan melihat datar ke empat karyawan yang suka membulinya.
"saya tidak ada masalah dengan kalian! ". tegas Shindy memberi peringatan.
__ADS_1
"saya tidak ada masalah dengan kalian!! ". cibir ke empat perempuan itu kompak dan sinis mengulang kata-kata Shindy yang sok jagoan.
"karna ada masalah dengan kami maka nya kau kami datangi anak baru". sinis Mimi.
"oh.. maaf anak lama saya harus menemui tuan muda kalau tidak bukan hanya saya yang dalam masalah anda-anda semua juga akan saya laporkan kalian tau kan tuan muda sangat memperhitungkan waktu yang terbuang? jadi jangan cari masalah sekarang lain kali saja".
"sial..! ". umpat mimi merasa kalah dan tidak bisa melakukan apa-apa.
"terimakasih bu". ucap Shindy dengan ramah.
Shindy meninggalkan keempat karyawan yang tak lagi berkutik hanya untuk mencegahnya.
Shindy tiba di ruangan Dylan dan seperti biasa kedua sekretaris Dylan juga tidak suka dengan kedatangan Shindy.
"kenapa anda kemari nona? tuan muda tidak terima tamu ". tekan sekretaris 1 bernama Salsa
"tadi tuan muda sendiri yang mengatakannya jadi jangan kegatelan mendatangi ruangan tuan muda". timpal sekretaris 2 bernama Sarah
Shindy menarik nafas panjang
"kenapa karyawan wanita di tempat ini sangat menyebalkan? apa mereka semua istri-istri tuan muda..? ". batin Shindy dengan wajah datarnya.
"saya di suruh kemari maka nya saya kemari nona sekretaris...! ". tekan Shindy dengan tenang.
"kau..? ". Sarah dan Salsa menuding Shindy tapi pintu di buka membuat wajah mereka segera menunduk.
"tuan? ". Shindy berlari kecil ke arah Dylan.
"kau tau aku tidak suka orang yang terlambat? ". Dylan melihat jam tangannya Shindy telat 2 menit.
"maafkan saya tuan! tadi ada kesalahfahaman dengan sekretaris tuan muda". Shindy melirik Sarah dan Salsa yang tertunduk tangan mereka terkepal karna Shindy malah mengadu.
Dylan melihat ke arah mereka berdua.
"lain kali kalau dia datang jangan kalian cegah atau kalian yang terkena hukumannya.. ".
"ba baik tuan". jawab Salsa dan Sarah.
Shindy memberikan jus Apel yang dia beli untuk Dylan, Dylan mengambilnya lalu berjalan memasuki ruangannya begitu juga Shindy yang mengikutinya. hingga Salsa dan Sarah mengumpat Shindy yang menggoda tuannya.
"tuan? apa saya benar-benar boleh pulang saat ini? semua pekerjaan saya sudah selesai kata tuan bagus nanti malam saya harus ikut anda ke desa W untuk hal pekerjaan.. ".
Dylan mengangguk sambil sibuk dengan berkasnya.
Shindy pamit undur diri lalu meninggalkan ruangan Dylan tanpa sepatah katapun karna hanya itu yang ingin Shindy tanyakan.
"apa..? ". tanya Shindy melihat Sarah dan Salsa bergantian.
"awas kau..! ". ancam mereka berdua
Shindy memutar bola matanya dengan jengah.
"mengancamku? hilang pekerjaan kalian jika aku mengadu...! ".
hal itu membuat kedua wanita itu makin geram hingga tak bisa berkata-kata lagi.
.
.
.
dah Cukup Esok lagi yee...
😰😰 demi Kalian sayangkuh.. ngantuk berat pun di paksa kalau ada kata yang keselip bagi tau ye biar di ralat lagi..
😘😘 .. dukungannya jangan lupa sayangkuh ..
Love You All...
❤❤❤💓 ...
.
__ADS_1
.