Sikembar Sang Penguasa 2

Sikembar Sang Penguasa 2
marahnya lelaki


__ADS_3

Kaisha kembali ke kamarnya dengan langkah kaki yang gontai, ia merebahkan diri di ranjangnya.


"aaah... lelahnya..! ". gumam Kaisha sambil meregangkan tubuhnya sendiri.


"aku harus cepat menyelesaikan semuanya terus lanjut kuliah di negara J ". gumam Kaisha dengan berbinar.


Kaisha tersenyum senang seketika membayangkan dirinya kuliah di negara asing yang pasti tempat itu akan menjadi hal baru baginya dalam beradaptasi


"untung aja Daddy sama mommy ngizinin aku buat kuliah di negara asing.. hihi... Negara J I'm Coming!! "


celotehnya dengan girang sambil merentangkan tangan seolah bisa memeluk negara itu.


Kaisha segera bangkit dan membersihkan diri, ia sama sekali tidak mengingat Paman tampan yang di tolongnya tadi, sementara Pria itu sudah pasti terus teringat sosok gadis menggemaskan nya,


di kamar Baby kembar,,


Dylan masuk Rilly langsung pamit undur diri karna ia tidak mau jadi obat nyamuk diantara tuan dan nyonya nya.


"bagaimana mas? ". tanya Shindy penasaran.


"Kaisha ! mereka mengincar Kaisha". Dylan memijit pelipisnya sendiri akan sosok adiknya yang akan menjadi celah balas dendam Anna dan Roy.


Dylan memasang alat penyadap di tas Anna, alat itu sangat kecil hingga tidak akan mudah di ketahui pemiliknya.


"lalu? apa Kaisha sudah tau? kamu harus memberi tau Kaisha mas! dengan begitu Kaisha akan berhati-hati mulai sekarang". Shindy berkata dengan serius.


"lalu apa kata Kaisha? aku harus bilang apa? dia menjadi tempat balas dendam? aku tidak sanggup mengatakannya sayang! aku tidak mau dia ketakutan, selama ini dia hidup aman tanpa ada yang tau identitasnya. "


"kalau begitu mas harus singkirkan orang yang tau tentang Kaisha". seru Shindy


"hmm.. sepertinya aku memang harus menyingkirkannya sebelum terjadi hal yang tidak diinginkan" Dylan mengangguk menyetujui usulan Shindy.


"iya mas..! Kaisha masih muda, kasihan dia menjadi target musuh, Kaisha memang tidak lemah tapi dia juga tidak terlalu kuat kan? "


Dylan mengangguk membenarkan.


"sudah mas..! jangan takut lagi, aku yakin mas bisa melindungi Kaisha" Shindy memeluk Dylan yang terlihat begitu resah.


"aku harap begitu sayang" Dylan membalas pelukan Shindy dan mencium bahunya.


"mas harus bergerak cepat menyingkirkan mereka,,! bukankah mas sudah memasang alat pelacak di ponsel Anna? ".


"hmm... aku akan singkirkan wanita itu terlebih dahulu karna dia yang paling licik". Dylan berbicara dengan seringai tipisnya.


di luar Roy mengintip dengan menggunakan teleskop melihat situasi mansion Melviano.


"yang mana kamarnya? apa di belakang? " gerutu Roy yang resah sendiri.


wajah cantik Kaisha terbayang-bayang oleh Roy bahkan sampai terbawa mimpi dirinya tengah memadu kasih dengan Kaisha.


Ponsel Roy berdering dan dengan cepat Roy mengangkatnya


"Iya? apa Na? " tanya Roy

__ADS_1


"Apa katamu? kau dimana? kenapa kau tinggal aku disini hah?? cepat jemput aku sialan". marah Anna


"hmm... iya. iya.. aku mana mau menunggumu disalon yang sangat membosankan itu". Roy juga membalas perkataan Anna lalu mematikan panggilannya.


Roy menatap mansion Melviano sebentar lalu segera meninggalkan tempat itu.


"siapa sih itu kak? kenapa dia terus melihat ke arah mansion Melviano? " tanya Nova yang ada di kamarnya.


Rumah Nova dan Candra berada didepan Mansion Melviano jadi terlihat olehnya Roy.


"apa itu orang yang di hindari Bang Dylan? ". tebak Candra yang memang tidak mengenalnya.


tangis anak-anaknya membuyarkan adegan mereka berdua yang tengah sibuk melihat Roy sampai terlihat terburu-buru masuk mobil dan pergi dari situ.


"iya sayang.. iya". Nova dan Candra kompak menenangkan putra putri mereka,


Candra memberi botol susu berisi ASI Nova sedangkan Nova hanya tinggal membuka kancing bajunya menyusu* bayi mungilnya


.


kini Dylan berada di kamar Kaisha.


"apa Kak? kakak juga tau? " tanya Kaisha terbelalak.


"Apanya? " tanya Dylan juga kaget


"kakak tau ada yang mengincarku kak? ". tanya Kaisha lagi membuat dahi Dylan mengkerut tak mengerti.


"Huuuftth... Kaisha kebetulan bertemu mereka di Cafe X-Cap kak, dan Kaisha mendengar semuanya". jawab Kaisha


Dylan ternganga, sungguh ia tidak tau harus senang atau tidak dengan hal ini,


"lalu bagaimana menurutmu dek? " tanya Dylan serius sambil mengusap kepala Kaisha


"Kaisha mau cepat selesaikan semuanya terus segera kuliah ke negara J dan tinggalkan negara ini, tugas kakak memberantas mereka semua sampai ke akar-akarnya..! ". jawab Kaisha


Dylan tersenyum mengelus kepala Kaisha.


"kalau begitu kamu harus bisa bertahan sampai kakak membunuh 1 hama". senyum tulus Dylan


Kaisha mengangguk-ngangguk lalu memeluk Dylan dengan manja, Dylan terkekeh tapi mengusap terus kepala Kaisha.


"Kaisha senang kak akhirnya bisa pergi ke negara impian Kaisha untuk kuliah tanpa takut identitas terbongkar". senyum manis Kaisha


"tapi saat di bandara kamu harus melepaskan topeng wajahmu supaya mereka tidak bingung potret di passport dengan wajah topengmu berbeda."


Kaisha tertawa cekikikan


"topeng wajah itu selalu membuat Kaisha merasa aman kak! tidak ada pria yang menatap jorok ke Kaisha".


Dylan tersenyum. "ya sudah.. kakak keluar kamu harus selalu bisa jaga diri,, jangan biarkan Pria membuatmu lemah ".


Kaisha mengangguk-ngangguk.

__ADS_1


Dylan keluar dari Kamar Kaisha, Kaisha langsung pergi ke meja belajarnya dan mengotak-ngatik laptopnya lalu ia malah menonton Drakor dan translete di bawahnya adalah pekerjaan Kaisha .


Kaisha suka menerjamahkan bahasa asing, karna ia memang sangat menyukai bahasa yang ia kuasai.


.


.


ke esokan harinya Anna pergi ke tempat perawatan kulit untuk menambah kecantikannya.


"kenapa tidak berputar? " tanya Anna dengan kesal.


"Nyebrang sendiri aja ya? " kekeh Roy dapat pukulan keras dari Anna.


"kenapa kau suka sekali memukul kepalaku hah? sakit bodoh... " marah Roy


"apa gunanya sakit itu? kau sama sekali tidak berguna... " geram Anna


Roy yang terpancing mengepalkan tangannya.


"sudah cukup kau selalu menghinaku jal*ng". kata Roy dengan sinis


Anna membulatkan matanya ke arah Roy. "kau bilang aku apa tadi? "


"JAL*NG !!" jawab Roy lagi menyeringai


Plak....


"aku bukan jal*ng sialan...!! ". marah Anna


"Kau jal*ng..! menggodaku lalu merebutku dari Rilly, kau juga memberikan tubuhmu padaku walau aku bukan yang pertama". sinis Roy.


Anna mengepalkan tangannya hendak menampar Roy lagi tapi Roy menahannya.


Roy melajukan kendaraannya hingga Anna ketakutan kemana Roy membawanya.


"Roy? kau bawa aku kemana sialan?? ". maki Anna


Roy membawa mobilnya ke tempat sepi,


"aku akan menidu*i mu jal*ngku". seringai Roy dapat pelototan tajam dari Anna


"aaakhhhh.. kau gila hah? kenapa disini? apa kau tidak bisa membawaku ke hotel atau kembali kerumah hah?? " maki Anna


Roy tak mengubrisnya langsung saja ia menyet*buhi Anna di dalam mobil, Mobil bergoyang.


Anna yang tadinya marah-marah malah kini mendes*h-desah dibawah Roy yang memperlakukannya sedikit kasar tapi hal itu malah membuatnya senang.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2