Sikembar Sang Penguasa 2

Sikembar Sang Penguasa 2
rencana kembali bekerja


__ADS_3

.


.


"mas mau bekerja besok? " tanya Shindy mendongak di pelukan Dylan.


"iya sayang! aku janji akan kembali libur setelah semua urusanku selesai..! selama aku bekerja kamu harus tetap berada disamping Rilly, apapun yang dia pinta itu demi keselamatanmu sayang! ". ujar Dylan mengecup kening Shindy berkali-kali


Shindy manggut-manggut patuh. "iya deh mas.. aku fikir kasihan Bagus yang terus-terusan bekerja di perusahaanmu padahal dia masih muda seperti Keyzo dan Kaisha siapa sangka dia bisa begitu dewasa di usianya yang terbilang sangat muda"


"anak seumuran dia itu masih gemar bermain dengan teman-temannya seperti Keyzo tapi dia bisa lebih dewasa melebihi umurnya" decak kagum Shindy akan sosok Bagus


"aku cemburu sayang! jangan memuji pria lain didepanku.. ". Dylan mencubit pipi Shindy


Shindy tergelak "mas apaan sih? masa iya cemburu sama adik sendiri"


Dylan mengangkat bahunya tidak peduli,


"aku jendral muda di negara ini sayang.. di usiaku yang masih 12 tahun sudah melatih banyaknya prajurit untuk persiapan perang kapanpun negara membutuhkan perlindungan kami! apa kamu tidak bangga padaku? "


Shindy senyam-senyum gemas dengan tingkah Dylan yang tengah cemburu pada Bagus.


"usia 5 tahun aku sudah membunuh orang! apa kamu tidak juga bangga? " Dylan ingin menunjukkan pada Shindy kalau dirinya lebih baik dari bagus yang belum apa-apa dibanding dengan masa kecilnya yang sudah bisa menguasai ilmu beladiri.


Shindy benar-benar takjub dengan kemampuan Dylan yang sejak kecil,


"apa anak-anakku akan sepertimu mas? " tanya Shindy berbinar harap


"kamu ingin punya anak sepertiku? " tanya Dylan gemas


Shindy mengangguk-ngangguk semangat. "tentu saja aku mau anak seperti mu mas yang sangat hebat bisa membela mommy saat dalam bahaya"


"aku dibilang anak tidak normal? apa kamu mau anakmu tidak normal? " goda Dylan lagi


Shindy tertawa gembira membayangkan anaknya tidak normal.


"aku bahkan ingin anak-anakku lebih hebat darimu mas.. " ledek Shindy hingga Dylan gemas menggelitiki pinggang Shindy


.


di kamar Rilly.


Rilly menghapus air matanya melihat di berita kematian misterius ke 6 korbannya Daniel mantan suami Rilly.


ia tau siapa pelaku yang sudah membunuh Daniel adalah tuannya sendiri tapi Rilly tidak marah tapi malah terharu akhirnya bisa bebas dari Daniel yang sangat kejam.

__ADS_1


"aku yang paling bahagia melihat kematianmu! membusuklah di neraka ". gumam Rilly dengan benci


disaat kematian Daniel pun dapat kebencian yang mendalam dari Rilly.


Rilly dulu berpikir Daniel penyelamatnya, ia senang menikah dengan Daniel tapi dimalam pertama mereka wajah Daniel berubah mengerikan yaitu dingin dan terlihat senyum menakutkan Daniel yang tidak pernah Rilly ketahui.


sejak malam itulah awal penderitaan Rilly hingga sampai di hari dimana Rilly dibawa keluar oleh Daniel ke sebuah salon untuk menata rambutnya.


Flasback On..


"aku sudah tidak tahan hidup dengannya..! aku harus bagaimana? " batin Rilly dengan muka lebamnya yang masih ditata oleh penata Salon.


"buat rambutnya jadi lurus kembali" perintah Daniel dengan ramah tidak seperti Daniel di dalam kamar terhadap istrinya.


semua orang bilang kalau Daniel orang yang sangat baik, kenapa Rilly terluka dibagian wajahnya Daniel bisa menjawabnya semenyedihkan mungkin hingga Rilly ingin sekali mencekik mati Daniel saat itu.


orang-orang malah iri dengan Rilly yang punya suami begitu baik seperti Daniel tanpa tau sisi psikopat suaminya itu.


.


"kau mau makan apa? " tanya Daniel menarik rambut Rilly hingga mendongak ke Daniel.


di lihat orang malah terlihat manis tapi pada kenyataannya Rilly menahan sakit dikepalanya sekuat tenaga.


saat Rilly dibawa ke restaurant disitulah ia melihat Dylan, Dylan yang berwajah datar dan dingin tidak sengaja melihat tatapan Rilly yang seperti menceritakan kisah hidupnya ke Dylan.


"kau tunggu disini..! " perintah Daniel mencengkram tangan Rilly


Rilly meringis kesakitan, Daniel melepaskan tangan Rilly dengan kasar.


setelah Daniel pergi ke toilet Rilly menutupi wajahnya dengan kedua tangannya yang masih ada bekas luka di tangannya.


Rilly menangis diam di balik telapak tangannya. "kenapa? kenapa nasibku begini? Ayah.. maafkan aku... aku salah.. seharusnya aku tidak menikahinya...hiks.. hiks.. bagaimana caraku bisa bebas darinya! " batin Rilly menjerit pilu


Rilly terlonjak kaget saat ada sebuah tangan nan terasa hangat menekan kepalanya.


"apa kau ingin lepas darinya..? " tanya Dylan dengan wajah dingin dan datarnya


Rilly mengangguk-ngangguk dengan derai air matanya.


"apa dia yang membuat wajah mu begini? " tanya Dylan


Rilly mengangguk-ngangguk lagi, sejak Daniel begitu senang memukulnya, Rilly tidak bisa mengeluarkan suara diluar karna sudah habis sering berteriak, menjerit kesakitan yang selalu menjadi kesenangan gila Daniel itu sendiri.


disitulah awal mula Dylan menyelamatkan Rilly dari Daniel membawanya ke markas dan melatihnya ilmu beladiri, Rilly jadi dekat dengan Ayu yang kini tinggal di negara D, mereka satu pasukan khusus termasuk orang-orang terbaik Dylan.

__ADS_1


Flasback Off.


Rilly menghapus air matanya lalu mematikan TV yang menyiarkan kasus misterius yang menimpa TopFive dan Daniel yang tidak tau siapa dalangnya.


Rilly terbebas dari bayang-bayang apapun menyangkut Daniel.


.


ke esokan harinya Shindy begitu serius memilih-milih pakaian formal untuk Dylan


Dylan memijit pangkal hidungnya di sofa melihat ke arah ranjangnya dimana Shindy begitu sibuk memilih pakaian untuknya.


"sayang.. asal ambil aja sayang.. aku bisa memakainya apapun yang kamu pilih, tidak perlu bingung! semua pakaian itu sama harganya" bujuk Dylan dengan sabar


hampir setengah jam Shindy memilih pakaian untuk nya di pakai buat kerja padahal biasanya Dylan asal ambil aja udah cocok karna ia memang sangat tampan, tubuhnya bagus, kulitnya putih apapun warna pakaian yang dia pakai sangat pas untuk Dylan.


"justru karna semuanya bagus maka nya aku ngga bisa milih mas..! aku ngga mau wanita di kantor pada menatapmu" kesal Shindy


Dylan menghela nafas panjang, semua kekacauan Shindy saat ini karna cemburu kalau Dylan memakai pakaian bagus dimana Shindy berpikir dirinya bekerja untuk menarik lawan jenis.


"kamu tau sendiri kan sayang? aku tidak suka sama perempuan manapun kecuali kamu! apa kamu tidak bisa percaya padaku hmm? " tanya Dylan sudah memeluk Shindy dari belakang.


Shindy memutar tubuhnya dan memeluk Dylan sambil mendongakkan wajahnya ke Dylan, dagu nya bertengger manis di dada Dylan


"mas terlalu tampan..! aku tau mas ngga akan tertarik sama mereka,, tapi nama nya penggoda ada aja caranya mas..! entah kenapa aku merasa banyak penggoda yang mengincarmu sekarang"


Dylan tersenyum. "aku tidak akan tergoda jika bukan di goda olehmu sayang" . bisik Dylan hingga pipi Shindy merona


Dylan terkekeh saat Shindy menyembunyikan wajah malunya di dadanya,


panjang berdebatan karna masalah baju, Dylan akhirnya memakai kemeja maron tanpa dasi dan celananya pasangannya, Shindy melarangnya memakai jas seperti biasa.


tanpa Shindy ketahui Dylan malah makin sexy dengan keadaannya sekarang.


"T.. tuan? " Rilly kaget melihat Dylan memakai pakaian kerja tapi terbilang aneh bagi Rilly


Rilly tau Dylan sangat tidak suka berpakaian tidak rapi lalu melihat ke arah Shindy yang tengah bahagia akan sesuatu hal


Rilly meminggirkan tubuhnya sambil menunduk menahan tawanya sekuat tenaga, ia mengerti Dylan tak seperti biasa karna ulah Shindy.


Dylan dan Shindy duduk dimeja makan.


Nova yang tengah minum sampai menyemburkan airnya ke samping hingga terbatuk-batuk, Candra yang khawatir menepuk dan mengusap punggung Nova yang terbatuk-batuk.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2