Sikembar Sang Penguasa 2

Sikembar Sang Penguasa 2
memanasi


__ADS_3

"ada apa sayang? kenapa kamu begini? apa ada sesuatu yang mengganggumu? ". cecar Dylan serius.


"bukan mas..! aku kangen aja sama wikikwikik kita mas... ". rengek Shindy melepaskan dasi Dylan lalu membuka kancing kemeja biru laut Dylan.


Dylan melihat ke arah pintu. "apa pintunya kamu kunci sayang? ".


"ada Lyli diluar..! pasti dia akan menjaga pintu di luar" jawab Shindy mengecup leher sang suami


Dylan menggendong istrinya membawanya ke ruangan rahasianya, mereka memadu kasih disana, suara desah*n dan geraman Dylan memenuhi ruangan saat mereka sedang bercint* di ranjang kingsize nya.


Dylan mencoba berbagai gaya hingga Shindy menggila dibuatnya.


nafas mereka tersenggal-senggal bahkan saat di kamar mandi pun masih melakukannya lagi, hingga Dylan terheran-heran dibuatnya. biasanya sang istri tidak mau sebuas itu tapi sekarang entah apa yang salah dengan istrinya.


jujur Dylan menikmatinya, ia yakin saja hal itu kemauan si Embrio kembarnya.


.


.


"mas jangan berani selingkuh ya? ". peringatan Shindy memeluk Dylan dengan manja seperti koala saja.


Dylan menautkan kedua alisnya. "kapan aku melirik perempuan lain sayang? ".


"pokoknya mas jangan selingkuh.! kalau mau wikikwikik bilang aja mas, tidak perlu sama perempuan lain, sama aku aja ". peringatan Shindy lagi.


Dylan yang tidak faham hanya mengiyakan saja sambil mengelus rambut Shindy yang masih basah.


"keringkan rambutmu sayang". bisik Dylan


"tidak mau". tolak Shindy


"kenapa? " tanya Dylan penasaran.


"biar semua tau kalau aku adalah milikmu begitu juga dirimu mas". jawab Shindy


Dylan menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal. "biar semua orang tau? tapi mereka memang sudah tau kamu milikku sayang begitu juga diriku".


"aku tak mau turun .! ". Shindy tidak mau lepas saat Dylan mau menurunkannya.


Dylan yang tidak mengerti hanya membawa istrinya duduk di bangku kebesarannya, Dylan dan Shindy sudah berganti baju. Dylan menyiapkan baju ganti untuk Shindy di ruangannya.


"mas? " rengek Shindy


"apa sayang? apa lagi maumu? ". tanya Dylan dengan sabar menghadapi tingkah istrinya yang tidak biasa.


"apa mas pernah melihat tubuh wanita lain? ". tanya Shindy tidak nyambung


"hah? " cengo Dylan


"aku bertanya apa mas pernah melihat tubuh wanita lain yang bertel*nj**g " tanya Shindy sekali lagi


"aku menonton vidio pembelajaran untukku supaya bisa menyenangkanmu...! jadi aku melihat tubuh wanitanya". jawab Dylan jujur.

__ADS_1


"bukannya mas tidak suka melihat begituan ya?". tanya Shindy


"bukankah kamu yang memintanya 2 hari yang lalu sayang? kamu yang mengirimkan Vidio itu dari hpmu sendiri yang punya aplikasi se*s nya.. ". Dylan keheranan sendiri dengan tingkah istrinya.


"apa hasrat mas naik melihatnya? ". tanya Shindy


"ada apa sebenarnya sayang? dimana letak permasalahanmu? coba beritau aku hmm? apa yang bisa aku cegah? ". Dylan jadi faham kalau istrinya punya masalah tapi tidak tau apa permasalahannya.


"aku mendengar wanita bernama Aria hendak menggodamu..! dia memiliki tubuh super bahe*ol dan dad*nya juga besar sekali, semua pria menonton bentuk tubuhnya itu".


Dylan tersenyum "kamu mengira aku akan tertarik padanya sayang? ".


"aku hanya ingin kamu hati-hati kalau bertemu dengannya..! dia sangat jahat dan terlihat begitu berambisi menginginkan posisiku..mas harus waspada saja sama perempuan yang seperti itu.. "


"oh ya? " Dylan bertanya serius


"iya mas... perempuan seperti itu sangat pandai menjebak aku tidak mau kamu terkena skandal dan terpaksa menikahinya".


Dylan terdiam mendengar kata Skandal, ia sering berusaha di jebak oleh wanita manapun sejak dahulu tapi Dylan tentu berhasil selamat karna banyaknya bodyguard bayangan nya dari anggota the Xylver yang menjaganya dulu tapi sekarang Dylan tidak diawasi lagi.


"jadi apa rencanamu? ". tanya Dylan


"aku akan membunuhnya dengan caraku jika aku menangkap basah dirinya hendak menggodamu". jawab Shindy


"kamu membunuhnya sayang? ". tanya Dylan sekali lagi


Shindy mengangguk-ngangguk.


"jangan mengotori tanganmu membunuhnya sayang..! kamu harus pandai bermain cantik". Dylan pun mendukung istrinya membunuh calon pelakor.


"bagaimana? sekarang udah tenang? " tanya Dylan mengusap pipi Shindy dengan lembut.


Shindy mengangguk-ngangguk kembali memeluk Dylan.


selesai dengan pekerjaan nya Dylan membawa istrinya pulang diikuti Rilly yang setia dibelakang mereka.


.


.


malam harinya Shindy mengikuti sang suami yang pergi ke acara peresmian launching toko baru, Dylan diundang karna pemiliknya adalah Ella sang Onty teman terdekat mommynya.


tapi Ella malah sibuk berbincang dengan Rani dan Kaira di sudut ruangan.


semua orang terdekat Ella yang bisa datang akan datang dan yang tidak bisa datang hanya memberi doa yang tulus.


"mas.? ". Shindy mengeratkan pegangannya saat semua tatapan pria tertuju pada 1 wanita yang bisa Shindy tebak itu adalah Aria.


"gila.. tubuh cewek itu bahen*l banget cuy.. ". bisik pria 1


"iya aku juga tau...! tapi itu plastik semua". kiki geli pria kedua


"bedah atau tidak apa pentingnya? yang penting digebor kan enak". si mesum ketiga menyambar.

__ADS_1


Shindy bisa mendengar pembicaraan mesum semua pria dibelakangnya berbeda dengan Dylan yang tengah memperhatikan sekeliling toko.


Bagus menyambut teman terbaiknya dokter Kinan sedangkan Kanaya adik kandung Bagus tidak bisa hadir saat ini karna kesibukannya di pesantren


"mas? ". bisik Shindy


Dylan menoleh ke Shindy dan melihat raut wajah gelisah istrinya.


"apa sayang? mau apa? ". tanya Dylan lembut.


"mereka...? ". Shindy hendak berbicara tapi bibirnya disambar sang suami.


Shindy menoleh ke sisi kiri banyak pria yang melihatnya dan melihat ke sisi kanan dimana ada Aria yang memerah melihat adegan yang disuguhkan Dylan.


Shindy membalas cium*n lembut Dylan hingga perhatian semua orang tertuju padanya.


"puas? ". bisik Dylan menggigit pelan telinga Shindy


Shindy menyeringai lebar lalu memeluk Dylan dengan erat sambil cekikikan senang, Dylan mencium sayang puncak kepala Shindy.


sekarang pembicaraan semua orang tertuju pada Dylan dan Shindy, kasih sayang Dylan yang sangat tulus ke istrinya, tidak ada lagi orang-orang yang membicarakan Aria.


"hei...? apa-apaan kalian ini? mau curi perhatian Onty ya? ". Ella berkacak pinggang menatap pasangan yang sedang bermesraan itu.


Dylan tersenyum mengecup kening Ella sama seperti sang mommynya.


Kaira sudah dibawa oleh Pasha untuk makan berdua saja, mereka tetap seperti sepasang kekasih yang selalu merasa muda.


Ramzi sibuk dengan urusannya dengan acara pesta.


"ya Tuhan. ..kenapa kamu tau sekali kelemahan Onty nak? ". Ella jadi luluh menangkup rahang Dylan.


Shindy tersenyum manis melihat kedekatan Dylan dengan Ella.


"ya sudah.. kalian lanjutkan lagi kemesraan kalian..! Onty sedang sibuk" Ella meninggalkan Shindy dan Dylan.


"apa Embrio kita sudah makan sayang? " bisik Dylan membuat sebuah pukulan melayang ke tubuhnya.


"enak aja anak kita disebut Embrio". kesal Shindy berbisik juga


"udah makan apa belum? " kekehnya gemas


Shindy menggeleng kepalanya.


"ayo kita makan! bau mereka semua tidak enak". ajak Dylan berbisik.


Shindy tersenyum mengikuti suaminya yang tengah menggenggam tangannya, ia tau makna tidak enak maksud suaminya itu manusia penjilat,, Dylan tidak suka orang-orang penjilat.


Aria mengikuti Shindy dan Dylan dari jarak jauh padahal couple tangguh itu sudah tau diikuti.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2