Sikembar Sang Penguasa 2

Sikembar Sang Penguasa 2
dibawa bertemu


__ADS_3

Shindy sudah tiba di rumahnya (rumah Dylan), ia membuka kandang kucing kecilnya lalu segera membersihkan diri karna tubuhnya sudah terasa panas.


"masa hari pertama kerja udah buat malu sih". gerutu Shindy menutupi wajahnya


Shindy menikmati hari-harinya bekerja di rumah Dylan dan perusahaan Dylan,, berkat Shindy keuangan perusahaan tidak ada yang terselip sedikitpun.


Shindy diasingkan oleh karyawan wanita yang ada di perusahaan, tapi tidak membuatnya takut karna Shindy sudah biasa hidup sendiri.


.


suatu hari Dylan datang ke rumahnya membawa Kardus.


"tuan? ". Shindy berlari kecil mendekati Dylan dan bingung melihat Dylan tengah membawa kardus.


"nih". dengan kikuk Dylan memberikan kardus itu ke Shindy, shindy terpaksa memegangnya supaya tidak jatuh.


"ikut denganku merayakan pesta ulang tahun adikku regita di luar kota". tutur Dylan.


Shindy melebarkan matanya.


"t tuan? bagaimana jika keluarga anda salah faham terhadap saya? "


"aku sudah sakit kepala setiap kali mereka memintaku untuk membawamu..! tolong aku sekali saja".


Shindy tersentak mendengarnya, kalau Dylan sudah meminta tolong Shindy bisa apa? dia banyak berhutang budi dengan Dylan.


"ka kapan tuan? ". tanya Shindy


"malam ini" jawab Dylan


"bagaimana pekerjaan saya tuan?". tanya Shindy


"yang mana? ". Dylan memikirkan pekerjaan Shindy yang mana sebab Shindy bisa bekerja di 2 tempat dalam 1 hari tanpa mengeluh.


"di perusahaan tuan! jika anda libur dan saya libur akan banyak tanda tanya oleh semua karyawan anda.. ". jelas Shindy


"biarkan saja! dan tugasmu akan diambil alih oleh orang lain, jadi cepat bersiaplah"


"bersiap bagaimana tuan? ". tanya Shindy melihat penampilannya yang benar-benar gadis rumahan.


"ck.. kalau kau percaya diri naik mobilku dengan pakaian seperti ini silahkan saja".


"t tapi anda harus menunggu saya apa tidak masalah tuan? ".


"hmm.. aku menunggumu jangan lama-lama" kata tajam Dylan


Shindy segera berlari ke kamarnya mengganti pakaiannya dengan pakaian yang di berikan Dylan, Shindy tidak sempat berdandan tapi membawa alat make up nya,, sejak ia bekerja di perusahaan Dylan Shindy ditutut harus bisa lebih fashion dan kekinian.


.


.


"bagaimana bombom tuan? " tanya Shindy


"bombom? ". beo dylan tidak mengerti


"ini tuan kucing kecil saya".jawab Shindy tergagap bingung mau bilang kucing kita atau kucing Dylan jadi Shindy jawab kucingnya aja.


Dylan menggeleng kepalanya pelan,


"terserahmu tapi saat pesta kau tidak boleh membawanya"


"apa ada sewa kamar disana tuan? ". tanya Shindy

__ADS_1


"kenapa kau jadi banyak bicara? ayo cepat".


Shindy mengatup bibirnya, ia segera berlari mengikuti Dylan sambil memegang rumah kucingnya.


Dylan terlihat tidak peduli melihat tangan Shindy yang penuh kiri dan kanan, beruntung gaun Shindy hanya sebatas betis jadi ia tidak kesulitan berjalan.


shindy duduk disamping bangku kemudi, Shindy pernah ingin duduk dibangku belakang tapi Dylan marah dan bilang bukan supir.


"kau bawa apa? ". tanya Dylan melihat kotak besar yang dibawa Shindy.


"ini alat make up tuan". jawab Shindy


Dylan menaikkan alisnya sebelah.


"tapi adik-adikku tidak punya alat make up sebesar ini"


Shindy tersenyum.


"ini hanya tempatnya saja tuan". Shindy membuka kotak itu, dylan terkejut sesaat lalu mengangguk-ngangguk pelan tanpa dirinya mengerti.


"biasanya kotak ini dibawa oleh seorang MUA ". sambung Shindy lagi


"kau bisa mendandani orang lain? ". tanya Dylan


"bisa tuan! saya pernah bekerja jadi MUA beberapa bulan ". jawab Shindy


situasi diantara mereka mulai hening, shindy sibuk berdandan tapi masih natural tidak berlebihan. sebab cara make up Shindy persis seperti make up ala luar negri yang tipis namun tidak merubah kecantikan alami orang itu sendiri. sedangkan Dylan tidak melirik Shindy sedikitpun.


kebanyakan zaman sekarang perempuan bermake up tebal tapi saat tanpa make up berbeda jauh.


.


.


Shindy tiba di sebuah rumah megah yang memakai pagar tinggi sekelilingnya.


"hanya pesta ulang tahun sederhana, perayaannya hanya sesama kerabat dekat saja". jelas Dylan.


Shindy tersenyum gugup, ia menarik nafas lalu menghembusnya secara perlahan.


"katakan pada mereka kalau kita tidak memiliki hubungan apa-apa! jangan masukkan hati kata-kata mereka nantinya".


"baik tuan saya mengerti". jawab Shindy sambil menentang rumah kucingnya.


"aku antar kau kekamarmu terlebih dahulu ". Dylan berkata setelah melihat Shindy memegang rumah kucing kecil pemberiannya.


setelah meletakkan kucingnya shindy dikamar tamu rumah Rani dan Reza barulah mereka berdua bergabung ke acara pesta perayaan ulang tahun Regita.


Dylan dan Shindy jalan bersama-sama, mereka berdua terlihat serasi oleh Riska dan Rere istri dari Panji dan Mars.


"kakak? ".


Kaisha berlari kecil memeluk Shindy.


Dylan masih datar seperti biasa, siapapun tau kalau saat ini Dylan terpaksa membawa Shindy berkat desakan mommy dan granma nya.


"ayo kak! ". ajak Kaisha membawa Shindy meninggalkan Dylan.


Dylan melangkahkan kakinya ke arah Bagus dan Reza.


"mom..! itu calon kakak ipar udah datang". ujar Nova dengan berbinar.


Kaira yang sedang sibuk mengoceh dengan Rani serta Mely pun beralih ke Nova,, mereka bertiga memutar kepala melihat arah tatapan Nova mata mereka membola sempurna.

__ADS_1


Shindy tiba di hadapan seorang wanita memakai hijab bisa Shindy tebak wanita itu adalah Kaira,


"saya Shindy tante,". Shindy menangkupkan tangannya berusaha terlihat sopan supaya Dylan tak malu walau hanya sekedar bertemu Kaira saja.


"gila..! ini gadis yang disembunyikan Anak nakal itu? pantas aja dia bersikeras melindunginya rupanya gadisnya sangat cantik". Rani menceloteh dengan kesal.


Shindy berkata dalam hati.


"tuan muda menyembunyikan saya karna kami memang nggak memiliki hubungan apa-apa nona,,"


Kaira menangkup pipi Shindy yang spontan shindy terkejut, ia takut akan ditampar atau dijambak dikira menjilat Dylan.


"cantiknya". puji Kaira dengan gemas


Shindy melebarkan matanya saat Kaira, Mely bergantian memeluknya bahkan Rani pun ikutan memeluknya tak lama Riska dan Rere juga ikut bergabung.


Nova dan Kaisha saling merangkul satu sama lain melihat wajah takut Shindy dengan situasi sekarang


"kenapa jadi begini? ayo Shindy jelaskan pada mereka.. ". batin Shindy.


"Tante kami tidak memiliki hubungan seperti yang di tebak semuanya..! saya hanya orang yang beruntung di bantu oleh tuan muda". jelas Shindy dengan fasih walau jantungnya berdegup kencang menanti reaksi orang-orang hebat itu.


Kaira, Mely dan Rani saling pandang lalu kompak mengeluarkan suara tawa, Shindy menggaruk keningnya yang terasa gatal saat ini.


"kami tidak peduli hubungan kalian" jawab Mely menangkup pipi Shindy


dari bantahan Shindy bisa mereka tebak kalau Shindy gadis yang baik tidak menjilat siapapun, pantas saja Dylan menolongnya karna gadis ini pasti tidak ada menggoda Dylan.


"Hubby..! ".Kaira memanggil suaminya yang tengah sibuk berbincang dengan trio the xylver.


Pasha mendekati Kaira, merangkul pinggang Kaira sambil mencium keningnya hal itu memang terlihat manis dimata Shindy tapi tidak bagi yang lainnya sudah biasa melihat cara Pasha menyayangi Kaira.


"ini Shindy yang di sembunyikan Dylan". pamer Kaira.


pasha beralih ke Shindy yang terkesan gugup disituasi nya tidak seperti wanita lainnya pasti sibuk cari muka, pantas saja anaknya tertarik pikir Pasha .


"kakak ipar...? ". semua mata melihat ke arah Keyzo


Shindy melebarkan matanya sambil geleng-geleng kepala, tapi Keyzo tanpa beban memeluk Shindy didepan mereka semua.


wajah Shindy merah padam karna membuat keluarganya Dylan makin salah faham.


"mati aku..! ". jerit Shindy dalam hati.


.


.


Berhubung minta Visual Othor nggak tau ini cocok atau enggak...


Dylan



Shindy...



itu menurut Othor...


.


lanjut Eeiii..

__ADS_1


.


.


__ADS_2