Sikembar Sang Penguasa 2

Sikembar Sang Penguasa 2
kecupan singkat


__ADS_3

setelah puas bermain dengan para preman yang sudah kocar-kacir melarikan diri.


Nova juga telah mengatasi Candra mereka kembali ke Mansion. Candra juga segera minta kembali demi komputernya mencoba bertanya pada KO.


Shindy tiba di kamarnya seperti biasa melihat-lihat baju sexy yang dia beli.


"malam ini jangan sampai gagal lagi". gumam-gumamnya meyakinkan diri.


malam ini Shindy akan berdandan secantik mungkin untuk menggoda suaminya.


"hmm.. tidak apa menggoda suami sendiri berpahala walau dia berkualitas Gold? aku kan udah bilang terima apa adanya kenapa malah dia menahan diri? aku siap kapanpun dia mau tapi dianya yang selalu menahan diri".


"masa sama istri sendiri tidak terbuka sih? kalaupun belum cinta abis, tapi namanya kebutuhan ya harus di penuhi apalagi suamiku itu bersih dari wanita-wanita malam seharusnya dia menjadikanku wanitanya ".


Shindy menceloteh terus tidak ada habisnya,


"suami Salju ku yang tampan! aku goda kamu terus kalau kamu bilang belum juga tergoda aku akan menid*rimu". dumel Shindy dengan geram.


Shindy benar-benar tidak habis fikir kenapa bisa ada pria seperti Dylan yang sangat menjaga tubuhnya biasanya pria normal di luar sana butuh wanita untuk kebutuhan sek* nya tapi kalaupun tidak butuh setidaknya pada istri sendiri hasrat yang selama itu di pendam dilampiaskan pada sang istri.


"aku ingin tau isi kepalanya". gerutunya sambil komat-kamit tidak jelas.


.


di kamar Nova.


"ck...! "


Nova berdecak sebal melihat chat pribadi kiriman KT.


Nova tau wajahnya karna Nova bisa mencari tau identitas lawannya tidak seperti Candra yang belum mampu mencari identitas KO.


"kamu benar-benar Putri sulung Melviano? ".


pesan Candra


"menurutmu apa? berhentilah menggangguku kemampuanmu sudah lumayan bagus tapi untuk mengalahkanku jangan harap!! ".


balas Nova


"aku mengidolakanmu KO-Ku tidak ku sangka kamu adalah KO aku fikir sosok KO seorang Pria ".


pesan Candra


"KO-mu? enak aja apa mau ku kebiri kepalamu? biar nggak seenak jidatmu aja menyebutku milikmu".


"kamu benar-benar menakjubkan Nona aku suka padamu".


"Gila ini orang ya? kenapa bicaranya makin ngawur coba". kesal Nova menutup aplikasi pesannya terlalu malas meladeni pria itu.


di tempat Candra ia tersenyum tidak lelah sejak tadi, senyumnya dalam bentuk bangga akhirnya bisa menemukan sosok KO yang selama ini menjadi penyemangatnya hingga bisa ke titik ini.


"aku tidak menyangka penyemangatku adalah kamu cantik! aku sangat mengagumimu sejak kecil".


gumam Candra dengan takjub meraba profil KO potret pemandangan pantai.


sejak dulu Candra tidak punya gairah hidup karna selalu di kurung oleh papanya tidak boleh keluar rumah, disuruh terus belajar supaya jadi pengusaha sukses saat dewasa tapi saat masa sulitnya kata-kata pedas sosok KO membangunnya menjadi pribadi yang lebih baik ia menghabiskan waktu dengan komputer melatih kemampuannya yang memang sudah berbakat di bidang IT.

__ADS_1


"aku akan mencari cara supaya makin dekat denganmu bunga hatiku". senyum tampan Candra terlihat begitu tulus dan penuh tekat.


memang cukup gila bagi candra yang sudah menyebut sosok KO adalah bunga hatinya tapi begitulah kenyataannya Candra begitu terobsesi mengalahkan kemampuan bunga hatinya itu tapi tetap tidak bisa walau sehebat apapun dia sampai seperti saat ini.


.


.


malam harinya Shindy bersenandung untuk pertama kalinya ia berdandan.


"waah.. Mas Dylan bisa jatuh cinta nih sama aku".


"cantik...! ".


puji Shindy memperagakan gaya bicara suaminya lalu tertawa terbahak sendiri membayangkan wajah datar suaminya.


"aku pakai baju warna apa ya? ". Shindy melihat pakaian sexy yang dia beli.


"hitam manis nih".


alhasil Shindy memakai baju tidur sexy yang dia beli tadi bersama Kaisha dan Nova.


Dylan masuk ke kamarnya dengan tatapan waspada


"apa yang akan dilakukan gadis gila sekaligus gadis mesumku itu? ". batin Dylan dengan hati-hati masuk ke kamarnya


"Ndy? ".


"iya mas? ". saut Shindy di ruang ganti baju


Shindy keluar dari ruang ganti melihat pakaian suaminya berserakan dengan senyum manisnya mengutip pakaian itu lalu meletakkannya ke keranjang baju kotor.


Shindy memakai jubah mandinya keluar kamar membuatkan suaminya minuman ajaib seperti biasa.


"mas? ini minumanmu". Shindy meletakkan segelas minuman ajaibnya ke meja nakas.


Dylan keluar dari kamar mandi dengan handuk yang menutupi bagian bawahnya,


Glek..!


Shindy terkesima melihat bentuk tubuh suaminya yang sangat bagus. tanpa sadar ia berjalan seperti robot mendekati Dylan yang sibuk mengeringkan rambutnya.


"aaah...! ". kaget Dylan


"mas apaan sih? ". Shindy mengerucutkan bibirnya meraba dada bidang suaminya dan *******-***** otot Dylan yang menggemaskan dimatanya.


Dylan melihat pakaian Shindy pun segera mengalihkan pandangan.


"Hei Gadis mesum sana pergi!! " Dylan memegang kepala Shindy dan menjauhkannya dari tubuhnya.


kedua tangan Shindy berusaha menggapai tubuh suaminya.


"mas? mas..? aku mau pegang tubuhmu bagus sekali mas".


Dylan menonyor Shindy ia segera berlari ke ruangan ganti dan mengunci pintunya.


"mas? ih.. mas". Shindy menggedor-gedor pintu kamarnya

__ADS_1


"mas Dylan nggak asik sih masa kabur? jangan kayak banc* mas" celutuk Shindy dengan jengkel


Dylan yang sedang mencari pakaian santainya membelalakkan matanya.


"Mas? kamu benar-benar Banc*? Guy? atau Impoten mas? yang mana kamu sebenarnya? ".


Dylan memijit pelipisnya yang lagi-lagi berdenyut nyeri karna ucapan gadis mesumnya itu.


Shindy yang kesal memakai jubah mandinya lalu keluar dari kamar mereka, ia masuk ke kamar tamu dan mengunci diri.


"biarin aja dia sendirian! besok juga aku keluar aja main-main menghilangkan stress !! dia melarangku bekerja tapi aku malah dikurung disini? menyebalkan sekali ".


Shindy masuk ke balik selimut dan tidur dengan jubah mandi yang membalut tubuhnya.


Dylan yang keluar dari ruang ganti mencari sosok istrinya.


"kemana gadis mesum itu? ".


"apa dia ke kamar mandi? ". Dylan masuk ke kamar mandi setelah mengetuk pintu tidak ada sahutan.


"Ndy? kamu dimana? ".


tidak ada sahutan ia berjalan ke arah meja nakas dan meneguk minuman yang dibuatkan istri mesumnya itu.


"apa dia ngambek? ".


Dylan terkekeh dan menggeleng kepalanya dengan gemas mengingat tingkah gila gadis mesumnya itu apalagi pakaian sexy yang dipakai istrinya sungguh menggoda iman.


"kamu akan menyesal telah memancingku Ndy". dylan mengakui istrinya itu punya banyak pesona hingga ia selalu terpesona setiap kali dengan godaan sang istri terlebih tubuh Shindy memang sangat bagus.


Dylan dengan santai keluar dari kamarnya mencari sosok istrinya.


"Ndy? kamu dimana? ". Dylan mencari Shindy di kamar tamu tapi pintunya di kunci.


Dylan mengambil kunci cadangan dan bisa membuka kamar tamu, ia masuk lalu tersenyum melihat Shindy tertidur di ranjang.


Dylan duduk di tepi ranjang mengusap kepala Shindy, betapa cantiknya Shindy yang dipoles make up demi menggodanya.


Dylan mendekatkan wajahnya mengecup singkat bibir Shindy lalu mencium lama keningnya.


Dylan menggendong Shindy dan membawanya kembali ke kamarnya.


sepanjang perjalanan Dylan terus saja memandangi wajah Shindy yang benar-benar cantik.


"kamu malah tidur". gemas Dylan meradu hidungnya dengan hidung Shindy.


.


.


wah.. mbak Shindy pake ketiduran sih, udah tau tidurnya kayak Kebo nggak bangun-bangun...


wkwkwk.. gagal lagi deh...


.


.

__ADS_1


__ADS_2