Sikembar Sang Penguasa 2

Sikembar Sang Penguasa 2
duo Couple!!


__ADS_3

"kak Kitty!! " bentak Nova melihat tujuan Candra kesebuah apartemen.


"ini apartemenku Mabi! biarkan aku mandi dulu ya? badanku terasa lemas kalau belum mandi" rengek Candra


Nova diam dan menghela nafas panjang. "siapa suruh datang ke tempatku kak? terus kenapa pula aku harus masuk ke apartemen kak Kitty? aku perempuan kak apa kata orang lain nanti? reputasi keluargaku bisa rusak " .


Candra mengerjabkan matanya sekali lagi jatuh hati pada sosok Nova yang sangat menjaga kehormatan keluarganya.


"kalau begitu kamu menyamar ya? " Candra mengambil sebuah topi putih miliknya dan masker putih baru lalu memasangkannya di wajah cantik Nova


Candra menatap manik mata biru Nova, Nova yang merasa candra tak bergerak segera menoleh.


"kenapa kak Kitty? " tanya Nova dan tersentak saat Candra tengah menatap intens dirinya.


Pletak...!


"aduuh... kena lagi deh" keluh Candra mengusap keningnya


"maka nya tu mata di jaga dong ! enak aja cari kesempatan dalam kesempitan, curang itu namanya" omel Nova membenarkan topi dan maskernya.


Candra tersenyum mengusap kepala Nova.


.


.


"mau aku pesankan makanan Mabi? " tawar Candra


Nova menggeleng kepalanya "pokoknya kak Kitty buatkan aku jus Jeruk"


"siap mabi ku sayang! apa aja untukmu" . hormat ala prajurit hal itu mengingatkan Nova pada sosoknya saat masih kecil selalu hormat ala prajurit


Candra membuatkan Nova minuman dan membuatkan pasta ala masakannya di luar negeri


"aaah.. " teriak Candra


Candra terkejut saat Nova tiba-tiba nongol di bawah ketiaknya.


"waah.. Kak Kitty masak apa? wangi banget" tanya Nova berbinar semangat bahkan tak tersirat raut wajah merasa bersalahnya karna telah mengagetkan Candra


"Mabi? kenapa suara langkah kakimu tidak terdengar hmm? kamu bisa buat aku serangan jantung loh" Candra mengomel ala emak-emak dapur.


Nova mengabaikannya meremas ujung baju Candra melihat enaknya makanan yang dibuat oleh Candra.


"kamu bisa masak Mabi? " tanya Candra


"sedikit kak Kitty nggak terlalu enak mah kalau menurutku" jawab Nova jujur


"aku jago masak sayang! jadi kita bisa saling melengkapi" cengir Candra


Nova mendengus sebal. "bisa ngga kak Kitty nggak menggombal receh terus? telinga aku sakit mendengarnya"


"lalu perempuan sepertimu suka nya diapakan Mabi? " tanya Candra gemas

__ADS_1


"aku pribadi suka pria yang hanya mengungkapkan rasa sayangnya lewat tindakannya bukan lewat kata-kata di bibirnya aja! karna menurutku manis dibibir itu tidak bisa di percaya kak Kitty! jadi aku tidak percaya mulut manis kak Kitty"


Candra terperangah lagi melihat Nova yang sangat mempesona, jujur kata-kata Nova tadi membuatnya bungkam dan tak bisa meralat atau membalasnya karna hal itu benar adanya mulut manis Pria memang tidak bisa dipercaya.


"aku makan ya kak ". Nova mendorong Candra ke samping.


"hihihi" cengir gembira Nova


Candra mengulum senyum manisnya,, "aku mandi dulu ya Mabi? "


Nova mengangguk tanpa berbicara, tangannya begitu fokus memindahkan pasta yang dibuat Candra untuknya.


Candra segera berlari dengan langkah lebar ke kamarnya supaya tidak membuang waktu gadis pujaannya.


"waah...enaknya. ! Kak Kitty keliatan macho tapi bisa masak.. hehehe.. kayak kak Dylan" celoteh Nova begitu semangat menyeruput pastanya.


Nova berucap syukur saat perutnya yang kosong jadi begitu kenyang.


"kak Kitty? " panggil Nova


"iya mabi..! sebentar lagi" saut Candra


Nova meminum segelas jus jeruk buatan Candra, jujur Nova dan Kaisha putri kesayangan Pasha dan melarang putri kesayangannya masak di dapur apalagi Nova yang sangat ahli dibidang IT tentu harus menjaga kedua tangan berharganya jadi Nova tidak terlalu pintar memasak.


Kaira tidak bisa di cegah oleh Pasha sebab Pasha takut Kaira mengusir Pasha tidur di luar karna berani melarang kesenangan Kaira yang suka memasak.


bagaimana pun kerasnya Pasha melindungi anak-anaknya tapi tetap saja Pasha takut pada istrinya sendiri kalau lagi marah.


Nova mengucek matanya yang baru aja tertidur beberapa menit. "awh.. "


"kenapa bi ? " tanya Candra berjongkok didepan Nova


"mataku kak" ringis Nova


"kenapa kamu ngga cuci tangan hmm? kan masih pedas jarinya masa di kucek ke mata sih! ya pasti pedihlah ".Candra merangkul Nova membawa Nova ke westafel.


"awh.. kak pedih" rengek Nova


"iya bi.. iya.. ini tangannya di cuci dulu ya? " Candra begitu sabar mencuci kedua tangan Nova,


"kak pedih hiks.. hiks.. ".


"iya Mabi.. iya.. tanganmu udah bersih biar aku tiup mata mu ya..? Candra meniup mata biru Nova yang memejam karna perih.


hati Candra terasa tercubit saat Nova menangis seperti anak kecil saja, ingin rasanya Candra mencium kening gadis kecilnya ini. walaupun Nova sangat jenius di bidang IT tapi tak bisa di pungkiri Nova juga seorang perempuan yang butuh perlindungan.


"udah? masih pedih? " tanya Candra lembut mengusap rambut Nova


Nova mengucek-ngucek matanya dan sudah jauh lebih baik saat tangannya sudah bersih.


"makasih kak! ini karna kak Kitty kelamaan di kamar sih" omel Nova di hadapan Candra.


"iya Mabi iya. aku yang salah maafkan aku ya? " Candra mengalah entah mengapa dirinya bisa mengalah untuk pertama kalinya.

__ADS_1


sejak dulu Candra pantang kalah dan pantang mengalah tapi saat mengenal Nova ia tau artinya menghargai hingga mau mengalah.


"sekarang kita mau kemana? " tanya Nova masih mengucek-ngucek matanya dengan tatapan polosnya yang sangat menggemaskan.


"issh.. Ya Tuhan.. aku ingin sekali memelukmu Mabi!". Candra meremas angin hampir mengenai pipi Nova.


"udah ah ! kak Kitty mah emang suka menggoda ! ayo cepat kak" . Nova meninggalkan Candra yang tertawa lebar.


(sipp... Othor suka... wkwkwk.. berjuang lagi akang Candra! teteh Nova masih polos belum kenal namanya Cinta ! hehe ajak kenalan dong)


.


.


.


di tempat lain.


Dylan selesai mengeprint data-data kelima orang misterius nya dengan cukup lama.


"aku mulai dari urutannya nomor 5 " seringai Dylan


Dylan akan menghancurkan musuhnya lewat angka terbesar terlebih dahulu.


"kalian melawanku secara berkelompok maka aku melawan kalian secara sendiri-sendiri! aku hancurkan satu persatu dari kelompok kalian dan matilah ditanganku" Dylan tersenyum miring penuh misterius.


Dylan tidak akan membuang waktu lagi, ia sudah lembur bekerja di perusahaan demi dapat libur kerja apalagi sekarang Bagus sudah punya Asisten baru namanya Beni.


Dylan tersadar dari situasinya, ia mengedarkan pandangannya mencari sosok istrinya.


Dylan berdiri dari kursi kebesarannya lalu mendekati Shindy yang tengah terlelap.


"dasar wanita mesum! ". Dylan menjitak pelan kening istrinya melihat Vidio di ponsel Shindy.


Dylan mengecup sayang kening Shindy lalu mematikan ponsel Shindy


"bagaimana bisa otak kecilmu hanya ada hal kotor saja" kekeh Dylan begitu gemas dengan tingkat mesum istrinya kian menjadi saja setiap harinya.


"Ya Tuhanku.. ku mohon jadikan wanita di depanku ini ibu dari anak-anakku! aku tidak butuh wanita lain lagi hanya dia yang engkau pertemukan denganku dan hal satu ini saja sudah cukup buatku". batin Dylan menatap intens wajah polos istrinya.


.


.


.


pasti mas Dylan Othor ngga mau ada wanita lain diantara kalian.. Wkwkwk... lanjut Esok sayangkuh.. terimakasih banyak..! jangan pernah bosan ya??


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2