Sikembar Sang Penguasa 2

Sikembar Sang Penguasa 2
tidak ada lelahnya


__ADS_3

Shindy menguap lebar perlahan ia menggerakkan tangannya meraba tubuh Dylan.


"hmm? ". Shindy membuka matanya mencari sosok suaminya.


"mas? ". Shindy celingukan mencari Dylan dengan muka bantalnya dan terlihat olehnya sebuah memo kecil disamping sarapannya.


"Maafkan aku Ndy!! aku sudah berusaha membangunkanmu tapi kamu tidak bangun, hari ini aku harus bekerja istirahatlah sampai puas! aku akan cepat kembali mungkin sore hari... Dylan".


Shindy tersenyum membaca memo kecil itu lalu Shindy berdiri..


"awwhuh.... " pekik Shindy kembali terduduk di ranjangnya.


"perih juga". Shindy meringis mengipas-ngipasi miliknya.


pipi Shindy merona seketika mengingat MP nya dengan Dylan sungguh suaminya paket komplit, Kualitas Superstar pantas untuk julukan kegagahan suaminya di atas ranjang.


cukup lama Shindy berdiam diri, akhirnya ia bangkit dan jalan perlahan-lahan ke kamar mandinya.


di kamar mandi Shindy terperangah melihat seluruh tubuhnya penuh dengan stempel kepemilikan Dylan.


"mas Dylan ganas sekali! padahal dia tidak pernah nonton begituan? eeh.. apa mas Dylan mempelajarinya setelah aku ejek? "


Shindy menggeleng kepalanya ia berendam air hangat di Bathup demi menyegarkan tubuhnya yang terasa remuk karna kegiatan malamnya bersama Dylan.


.


.


Shindy memakai baju kaus santainya+celana pendek , ia duduk memakan sarapan nya di balkon padahal hari sudah siang.


tubuh Shindy begitu lelah melayani nafsu suaminya sepanjang malam, sampai ia sendiri tertidur pagi bangun siang.


Shindy senyam-senyum sendiri mengingat MP nya tidak terasa sarapannya sudah habis..


"Eh.. udah habis". Shindy meletakkan piring kosongnya di meja.


Shindy mengedarkan pandangannya lalu mencari ponselnya.


"nonton lagi deh". pekiknya dengan senang.


Shindy menonton Vidio kesenangannya lalu tertawa cekikikan sendiri lama kelamaan tubuhnya terasa panas.


"aku menyesal menontonnya ". Shindy mematikan vidio nya yang terlampau panas hingga pipi Shindy merona melihatnya.


Shindy terlonjak kaget mendengar bunyi bel masuk di kamarnya.


"siapa sih? ". gerutunya pelan.


Shindy jalan sedikit lambat ke arah pintu, ia mengintipnya terlebih dahulu dari kamera kecil yang tersedia milik pihak hotel. mata Shindy terbelalak melihat itu.


"kenapa pria sinting itu ada di sini? dia benar-benar ada di depan kamarku berarti dia memang sinting dan aku tidak akan buka pintu untuk orang sinting". Shindy menjauh dari pintu tidak jadi membukakan pintu kamarnya.


"pencet aja belnya sampai rusak! aku tidak akan buka pintu untukmu ". ketus Shindy berjalan ke arah balkon ia sampai lupa dengan hasratnya sendiri yang bangkit karna nonton vidio sek* nya


di luar kamar Shindy.

__ADS_1


"kenapa ngga dibuka ya? aku yakin Dylan pergi kerja sendiri ". Gine tak habis fikir sejak tadi menekan bel tidak ada yang membuka pintu kamar itu seperti tidak ada orang didalamnya.


"apa dia keluar ya? hmmm pasti dia keluar dan jalan-jalan sendirian" Gine lelah sendiri akhirnya masuk ke Lift mencari Shindy yang ia fikir sedang jalan-jalan di luar.


Shindy di kamarnya mulai bosan ia pun menonton TV dan tertawa terbahak menonton drama korea yang sedang tayang.


"ini karakter prianya cocok buat mas Dylan! hahaha menggemaskan sekali".


Shindy berteriak saat pemeran utama nya berciuman mesra sampai ke ranjang.


"wah.. wah... emang mataku senang sekali menonton beginian". ucapnya senang.


"Ndy? "


"mas?". Pekik Shindy langsung menoleh ke pintu.


Dylan tersenyum menutup pintu sambil membawa paperbag makan siang untuk sang istri.


"mas beli apa? kok cepat baliknya? ".


Shindy berjalan sedikit lambat ke Dylan karna bagian bawahnya masih terasa perih ulah suaminya.


"aku beli makan siang untukmu terus ada obat mujarab untuk membuat tubuhmu bugar lagi". melirik bagian bawah Shindy.


Shindy cengir malu dan mengikuti Dylan ke sofa, Dylan melihat tontonan Shindy.


"kenapa kamu suka sekali nonton hal apapun yang berbau vulgar? "


tanya Dylan meledek


"kan aku sama kamu vulgarnya mas ".


Dylan menggeleng kepalanya pelan tapi bibirnya tersenyum kecil. "sini makan".


Shindy mengangguk dan memperhatikan bagaimana sexynya Dylan menyiapkan makanan untuknya.


"mas sexy sekali aku mau begituan lagi". Shindy langsung duduk dipangkuan Dylan.


Dylan tersenyum melingkarkan tangannya di pinggang Shindy.


"makan dulu ya? terus minum obatnya baru kita lakukan lagi". Dylan mengusap punggung Shindy dengan lembut.


"mas? ". Shindy merengek memeluk manja suaminya.


"makan dulu? aku dengar tadi dari pekerja hotel kamu tidak ada memesan apapun jadi aku belikan makanan untukmu"


Dylan dengan sabar menyuapi istri mesumnya itu sementara Shindy tetap duduk di pangkuan Dylan malah mengalungkan tangannya di leher Dylan.


"minum obatnya".


Shindy membuka mulutnya lalu Dylan menyodorkan segelas air putih demi mempermudah Shindy menelan obatnya.


"udah mas! ". Shindy membuka dasi Dylan lalu jas formal nya juga.


Dylan hanya tersenyum membiarkan Shindy membuka bajunya satu persatu, jujur Dylan memang ingin lagi menyentuh Shindy tapi tidak tega melakukannya apalagi tadi malam Dylan tidak ada habisnya melakukannya pada Shindy hingga istrinya itu tidak bisa tidur.

__ADS_1


"Spreinya kamu ganti Ndy? ". tanya Dylan melirik ranjang mereka.


"iya mas! kamar ini sangat luas terus di lemari ujung ada sprei cadangan aku juga mencuci spreinya terlalu malu kalau sampai pekerja hotel ini melihatnya".


Dylan terkekeh mendengarnya.


"itu hal biasa Ndy! berapa banyaknya pasangan suami istri bulan madu kesini? ".


"iya juga ya mas ". cengir Shindy dengan malu akhirnya bisa melepaskan kemeja Dylan.


Shindy meraba otot perut dan dada bidang suaminya.


Dylan menggendong Shindy ke ranjangnya ia mengerang saat Shindy memegang ekor depannya.


"kamu sudah pandai menggoda ya? ". Dylan menanggalkan pakaian Shindy


Shindy membalik tubuh mereka hingga Shindy diatas dan memainkan perannya, Dylan tak mau kalah membalik posisi hingga Shindy memekik, mend*s*h terus mendes*h hingga ia mulai berteriak Shindy mencakar-cakar punggung suaminya saat ingin mencapai puncak kepuasan itu tak ada habisnya mereka bercinta sampai beberapa kali.


Dylan ambruk di atas tubuh Shindy, nafas mereka tersenggal-senggal belum terlepas bawah mereka Shindy membalik lagi keadaan hingga Dylan menggeram memanggil nama Shindy tangannya memegang bok*ng Shindy untuk bergerak cepat sesuai arahannya.


"luar biasa sayang! kamu sangat hebat". Dylan berkata dengan puasnya mengecup pelipis Shindy.


Mata Shindy terbelalak saat Dylan memanggilnya sayang.


"mas? ".


"hmmm? ". saut Dylan


"mas panggil aku apa? ".


"sayang ku yang mesum sangat pandai memuaskanku ". jawab Dylan menyanggah tubuhnya dengan sebelah tangannya.


Shindy tersenyum haru dan langsung memeluk Dylan.


"aku senang kamu panggil begitu mas"


Shindy membeku saat merasa ada yang aneh di bawahnya.


"tanggung jawab". seringai Dylan


"coba di kamar mandi mas! aku pengen coba di kamar mandi". Shindy memberi usulan tak kalah mesum.


Dylan tentu bersemangat menggendong istrinya ke kamar mandi mereka bercint* dengan berbagai gaya.


Satu harian mereka melakukan hubungan itu sampai puluhan kali tak terhitung banyaknya Dylan seorang pria normal jika sudah melakukannya ia pasti akan ketagihan dan istrinya mesum sejati tentu dengan senang hati melayani suaminya terlebih lagi ia ingin cepat memiliki anak dari suaminya itu.


.


.


Waah... 1 bab penuh adegan mereka ya? sedangkan Gine sudah kelimpungan mencari Shindy di tempat ramai.. wkwkwk...


.


.

__ADS_1


__ADS_2