
"aku tadi mencarimu Bagus" jawab Kinan sambil membenarkan tasnya.
"aah... talinya putus". pekik Kinan kembali mengambil tasnya yang jatuh karna talinya putus.
Bagus mengambilnya terlebih dahulu lalu menggulung talinya.
"ayo temui mamaku" ajak Bagus membuat Kinan berbinar.
"mamamu? " beo nya senang.
"kamu dengan siapa disini? " tanya Bagus.
"sama wanita barbie.. " Kinan menunjuk orangnya
"mana? " tanya Bagus menautkan kedua alisnya
Kinan langsung menoleh ke arah Bianka tadi. "tadi ada disini loh".
"sudahlah.. ayo! " ajak Bagus menarik tangan Kinan.
Kinan memekik dalam hati, Bagus dan dirinya memang dekat sahabat baik entah suatu saat Bagus mencintainya atau tidak Kinan tidak terlalu berharap, ia hanya berdoa semoga jodohnya adalah orang yang baik.
Dylan dan Shindy sudah kembali ke mansion, didepan mansion megah mereka ada rumah milik Nova dan Candra, beberapa hari yang lalu mereka telah pindah kesana bersama dengan Max yang juga dibawa pindah.
jujur Pasha senang memiliki Candra yang sangat mengerti keluarganya menyayangi Nova hingga Candra membangun rumah di depan mansion melviano.
"apa mereka udah pulang mas? " tanya Shindy melihat kebelakang dimana ada Rumah Nova dan Candra.
"belum... Nova pakai kursi roda di acara pesta.. aku yakin mereka masih disana". jawab Dylan
Shindy mengangguk mengerti
"aku ngga nyangka kalau tuan Abi menikah dengan Onty Arla". Shindy menyahut
"yah... mereka (Candra dan Nova) berdua yang menjodohkan mereka (Abi dan Arla) ". jawab Dylan
"apa Onty Arla benar-benar baik? " tanya Shindy penasaran.
jujur Shindy hanya berkenalan beberapa kali dan lebih sering berbicara dengan Kaira, mereka terlihat begitu dekat, hingga Shindy tau kalau Kaira dan Arla teman baik.
"tentu saja..!" jawab Dylan tanpa berpikir lagi.
semua bodyguard mommynya dulu itu baik bahkan saat berkeluarga pun mereka tetap dekat dengan mommy nya.
"semoga Tuan Abi akan berbahagia dengan istrinya". doa tulus Shindy
"hmm... mereka memiliki Adira,, aku tau Adira sangat ingin memiliki seorang Ayah". Dylan mengingat betapa manjanya Adira memeluk papa sambungnya itu.
"memangnya kemana mantan suaminya mas? " tanya Shindy penasaran
kini mereka telah berada di kamarnya.
"ditinggal selingkuh" jawab Dylan
Shindy terkejut. "ck... banyak keket bulu rupanya.! kalau aku pasti akan mencekik keket bulu itu sampai mati". ucapnya geram.
__ADS_1
"tapi Onty Arla tidak bisa melakukannya". jawab Dylan
"kenapa? " tanya Shindy
"kedok suami dan selingkuhannya terbongkar saat wanita itu sedang hamil 5 bulan" jawab Dylan lagi hingga Shindy membulatkan matanya tak percaya.
"lalu dimana mereka? apa kalian tidak melakukan apapun pada mereka? " tanya Shindy yang geram situasi Arla.
"sebenarnya Mommy sempat meminta Daddy untuk membuat perusahaan suami onty Arla jatuh bangkrut tapi Onty Arla yang memohon untuk tidak melakukan apa-apa lagi.. mommy pun tidak bisa apa-apa lagi cuma bisa menuruti permintaan Onty"
"ya ampun. ... baik hati sekali Onty". Shindy jadi mengagumi Arla.
"sudah ngocehnya.. ayo mandi" ajak Dylan menyeringai.
Shindy melihat ke arah Dylan, ia tentu tau arti seringaian suaminya itu,
di dalam bath up kamar mandi.
"mau wikik wikik ya? " kekeh Shindy
Dylan tersenyum seperti anak kecil yang menginginkan mainan baru.
Shindy melebarkan pahanya hingga Dylan langsung menyeringai lebar mendekati Shindy, terjadilah drama percinta*n sepasang suami istri mesum itu.
Dylan rajin membersihkan milik Shindy yang sudah tidak bisa melihat miliknya lagi karna perutnya yang sudah membuncit.
"udah mas? " tanya Shindy menangkup rahang Dylan di atasnya.
"apa kamu mau lagi sayang? " tanya Dylan
dengan perlakuan Shindy yang sangat pandai melayaninya bagaimana seorang Dylan mencari wanita lain? Dylan tidak pernah sediktpun berpikir untuk berpaling padahal banyak wanita yang mengantri mendekatinya
tapi setiap ada wanita yang mendekatinya esok harinya wanita itu akan ditemukan tewas dan pelakunya tidak diketahui padahal Dylan tau pelakunya adalah istrinya sendiri.
.
.
kini Dylan dan Shindy tengah berpelukan di ranjang kingsize nya melepas penat akibat perbuatan mereka sendiri yang tidak ada puasnya di kamar mandi.
Dylan terkekeh gemas kalau memeluk Shindy tidak bisa menyeluruh karna perut sang istri yang sudah membesar.
"mas udah dong... kenapa ketawa muluk sih? " rengek Shindy memelas.
Dylan menutupi mulutnya yang tak bisa menahan tawanya.
"habis kamu gemesin banget sayang". kekeh Dylan memegang perut buncit istrinya.
"apa nya yang gemesin coba? pipi aku makin gendut nih.. perut aku juga membesar.. kamu bilang gemesin? bilang aja aku jelek karna udah gendut" kesalnya lagi dengan bibir mengerucut.
"ngga sayang.. kamu ngga jelek malah lucu dengan pipi bulatmu ini". kekeh geli Dylan menoel-noel pipi Shindy.
"issh...mas ini". Shindy menepis pelan tangan Dylan.
"aku ke ruangan ku ya sayang..! aku harus melihat semua daftar yang dikirim oleh Sam lewat Email."
__ADS_1
Shindy mengangguk melepaskan pelukannya di tubuh Dylan.
"tidurlah sayang!". bisik Dylan mengecup sayang kening Shindy
Dylan keluar kamarnya setelah memastikan istrinya tertidur.
Dylan langsung menghidupkan komputernya dan melihat kiriman data dari Sam.
"Kak? " Keyzo mengetuk pintu ruang kerja Dylan
"tadi aku tanya sama kakak pelayan katanya kakak kesini" Keyzo duduk di depan kursi kebesaran Dylan.
"jangan ganggu kakak dek..! kakak sedang sibuk". Dylan tau Keyzo menginginkan sesuatu.
"ck.. aku mau kakak beri tau aku, apa kakak punya musuh berwajah barbie? " tanya Keyzo
Dylan yang tadinya serius langsung menoleh ke Keyzo. "berwajah barbie? "
"iya kak... tadi aku dengar sendiri dia mau menyakiti kakak dengan kakak ipar". jelas Keyzo
"yang mana orangnya? " tanya Dylan memperlihatkan data-data tamu undangan pesta beserta foto mereka.
di acara pesta besar butuh data tamu undangan beserta potretnya untuk menghindari tamu tak diundang.
Keyzo berpindah tempat dan mengambil alih komputer kakaknya,
"Ini...! " Keyzo menunjuk foto wanita cantik dengan wajah bak boneka nya.
"kamu yakin dek? " tanya Dylan dibalas anggukan yakin oleh Keyzo.
"makasih dek.. " Dylan menepuk pundak Keyzo.
Keyzo melihat kakaknya yang tengah serius menatap foto wanita itu,
"jadi kakak pun ngga tau siapa dia ya? terus kenapa bisa memusuhi kakak? ". batin Keyzo keheranan.
Keyzo pun keluar dari ruangan Dylan karna merasa kakaknya sedang sibuk ia pergi saja sendiri tanpa menunggu diusir
Dylan memperhatikan wajah Bianka. "Jenny? " gumamnya pelan.
"siapa Jenny? apa urusannya denganku? " gumam Dylan penasaran.
Dylan menghubungi Bagus dan meminta Bagus untuk mencari data pribadi wanita bernama Jenny.
"bisa tuan tapi tidak bisa hari ini.. saya benar-benar lelah tuan seharian di acara pesta.. tolong biarkan saya istirahat malam ini".
Dylan mendengus mendengar keluhan Bagus, ia terpaksa mengiyakan bagaimanapun Bagus juga manusia yang bisa lelah.
Dylan mematikan panggilannya lalu menatap serius lagi ke arah Jenny.
"Jenny? apa dia Bianka? " tebak Dylan
.
.
__ADS_1
.