Sikembar Sang Penguasa 2

Sikembar Sang Penguasa 2
boneka barbie


__ADS_3

7 Bulan berlalu


.


.


Shindy dan Dylan menghadiri pernikahan Abibama dengan Arla.


pernikahan Abibama dan Arla digelar besar-besaran karna Abi seorang pengusaha besar, butuh waktu cukup lama bagi Arla untuk menerima Abi yang terlalu sempurna baginya, tapi berkat bujukan Nova hati Arla yang keras melunak begitu saja.


acara berlangsung dengan lancar tidak ada gangguan sama sekali.


di sudut ruangan ada wanita berpenampilan begitu cantik dengan wajah bak boneka barbie, wanita itu menyeringai melihat ke arah Dylan dan Shindy yang tengah bermesraan.


"aku mengalami penderitaan saat merubah wajahku tapi nyatanya kalian sangat bahagia rupanya.. ". batin Bianka dengan sinis.


Bianka merubah wajahnya hampir 100% hingga wajah lamanya yang menjadi buronan polisi tidak ada sama sekali, Bianka juga sudah merubah identitasnya di negara asing.


Operasi wajah butuh waktu lama, begitu juga dengan Bianka yang operasinya sempat gagal berkali-kali di bagian mata dan hidungnya.


hari ini tepat hari pertama Bianka datang ke indonesia langsung ke acara pesta Abibama dengan Arla, ada bidadari kecil disana berusia 10 tahun bernama Adira putri kesayangan Arla yang sangat manis dengan gaun bak putri dongengnya.


sedangkan Dylan merasa ada yang mengawasi di tengah ramainya pesta


"mas? ". bisik Shindy


Dylan menoleh dan menyahut. "apa sayang? "


"aku merasa ada yang menatap benci dan dendam pada kita". bisik Shindy dengan serius


Dylan terkejut. "kamu tau dari mana sayang? setau aku kamu tidak tau apa-apa tentang insting musuh, apa kamu mempelajarinya? " tanya Dylan penasaran.


"isshh... anakmu lah mas..! aku memang mengalami hal-hal aneh saat mengandung anak-anak kita, saat semuanya gelap aku bisa melihat dengan jelas, instingku juga kuat, perasaanku benar-benar peka.. semuanya..aku tidak pernah mengalami semua itu mas.. menurutmu siapa lagi yang membuatku memiliki kelebihanmu mas? "


Dylan tertegun lalu tangannya mengusap perut buncit Shindy yang seperti hamil 9 bulan saja, tapi kaki Shindy begitu kuat berjalan membawa kedua anak kembarnya bahkan berani datang ke acara pesta Arla padahal dia sedang hamil besar.


"anak-anak kita menurunku kelebihanku? " gumam Dylan dengan nada pelan


"hmm... untuk itu aku senang memiliki kelebihanmu mas...! aku juga tidak tau kenapa anak kita meminjamkan kelebihannya padaku.. tapi aku senang mas, aku merasa sangat kuat dan hebat". cengir Shindy.


"hm... karna tau kita diawasi kamu harus hati-hati sayang...! dimana Rilly? " tanya Dylan


"tadi katanya ke toilet, palingan kesasar mencari kita di tengah keramaian pesta ini". kekeh Shindy


Dylan pun mengangguk membenarkan, karna sejak tadi Dylan memang tidak bisa berdiri di satu tempat yang sama dengan banyaknya wanita, bau khas semua wanita itu membuat hidungnya sakit.


Dylan tidak suka parfum wanita yang sangat menyengat hidungnya itu.

__ADS_1


"kita pulang aja ya sayang! ". ajak Dylan serius.


"tapi kita harus bilang dulu sama mommy" elak Shindy takut Kaira mencarinya di tengah keramaian pesta.


"aku akan beritau mommy nanti, yang penting kita harus mencari tempat aman terlebih dahulu,, aku takut kamu dalam bahaya sayang! ". ujar Dylan menangkup mesra pipi Shindy


Shindy mengangguk patuh karna ia merasa orang yang tengah memperhatikan mereka begitu benci dan bisa saja orang itu mencelakainya.


"Sam..? " Dylan memberi kode saat Sam si botak Xylver tengah menjaganya dari jauh.


Sam berlari kecil ke arah Dylan. "ada yang bisa saya bantu tuan? " tanya Sam to the point


"aku mau kau berikan semua data orang-orang yang datang ke acara pesta malam ini". perintah Dylan dengan serius.


Sam menggaruk kepalanya yang tak gatal. "tapi tamu undangan di acara ini sangat banyak tuan".


"tidak apa... berikan saja" jawab Dylan


"baik tuan muda". jawab Sam mengerti langsung pamit ke Shindy lalu meninggalkan tuan dan Nonanya.


"ayo sayang... kita pulang ". ajak Dylan dibalas anggukan oleh Shindy.


Bianka bangkit seketika saat Dylan dan Shindy lepas dari pandangannya.


"kemana mereka? " gumam Bianka mengedarkan pandangannya.


"sepertinya aku harus mencoba cara yang lebih licin supaya aku berhasil membunuh tuan Dylan dan wanitanya ". gumam Bianka dengan seringai liciknya.


tanpa disadari oleh Bianka ada Keyzo yang tengah menyamar dengan tampang Key nya pembalap terkenal di negara ini


"kakak? dan Kakak ipar? siapa wanita ini? ". batin Keyzo berpura-pura mendekat dengan cara senatural mungkin.


"apa kakak punya musuh berwajah barbie ini? ". batin Keyzo penasaran


Keyzo menoleh saat teman anggota balapnya memanggilnya.


"Key? kenapa kau disini? " tanya nya dengan heboh.


"aku kesini karna di undang lah.. menurutmu ngapain aku ada disini? ". kekeh Keyzo.


"Kenapa kau begitu misterius Key.. orang-orang yang mengundangmu bukan dari kalangan biasa". sosor teman Keyzo yang lain.


Keyzo tertawa saja. "tentu saja Key gitu" ucapnya bangga


"mulai deh itu.. ".


teman-teman Keyzo mulai jengah saat sikap narsis nya Keyzo kumat lagi

__ADS_1


"Kakak? " Kaisha dengan wajah samarannya mendekati Keyzo merangkul lengan Keyzo.


"wow.. Amazing...! " ucap teman-teman Key serentak.


Keyzo menoleh ke Kaisha.. "ada apa dek? " tanya Keyzo.


"Granma mencari kakak" bisik Kaisha yang tau kakaknya tengah berada di antara teman-temannya yang tidak boleh tau identitasnya.


karir pembalap Keyzo bisa saja dalam bahaya jika Kaira sampai tau.


"iya... " Keyzo mengangguk.


Kaisha langsung pergi dari tempat itu mengabaikan tatapan takjub mereka semua.


"adikmu imut banget Key... ". puji teman Keyzo.


"jangan mengacau..! dia itu sangat pemilih" ketus Keyzo menoleh ke arah wanita barbie tadi yang tengah menatapnya.


teman-teman Keyzo malah mengira Keyzo tertarik dengan wanita barbie itu padahal Keyzo hanya melihat wajahnya saja untuk menanyakannya pada Dylan nantinya.


Keyzo meninggalkan mereka semua, sedangkan Bianka tertarik melihat wajah Key.


"pembalap? boleh juga". seringainya dengan misterius.


Bianka merasa kalau Keyzo menyukainya apalagi ia mendengar Keyzo bukan dari kalangan biasa yaitu kalangan orang kaya sebab selalu datang ke acara pesta pernikahan orang ternama.


"awwh...! maaf". pekik Kinan menunduk memungut tasnya yang jatuh.


Bianka memutar bola matanya dengan jengah. "maka nya jalan tu pakai mata" ucapnya sombong.


"kan aku udah minta maaf". Kinan berdiri menatap Bianka yang sangat cantik bak boneka barbie.


"ya ampun.. Oplasmu benar-benar terlihat jelas..! kenapa semua wanita terobsesi dengan wajah barbie sih? padahal rasa sakitnya luar biasa" heboh Kinan melihat wajah Bianka.


orang-orang yang melihat dan mendengarnya tertawa meremehkan Bianka yang pasti sebelumnya jelek hingga operasi bak boneka barbie.


"Pergi kau". usir Bianka dengan muka memerah


"Kinan? " sapa Bagus berlari kecil ke arah Kinan.


Bianka terlonjak kaget tapi ia berusaha untuk bersikap tenang saat Bagus mendekat ke arahnya dimana ada Kinan disini.


"kenapa kamu disini? " tanya Bagus mengusap kepala Kinan.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2