Sikembar Sang Penguasa 2

Sikembar Sang Penguasa 2
menunggu


__ADS_3

Dylan menyelamatkan Shindy terlebih dahulu lalu membawanya keluar dari mobil.


Dylan menghubungi Bagus dan secepat kilat bagus meluncur tanpa berganti pakaian, sedangkan yang lainnya akan menyusul.


"bagaimana keadaan nona tuan? ". tanya Bagus setelah keluar dari mobilnya.


"kenapa kau turun? cepat masuk lagi ke mobil dia bisa saja pendarahan". marah Dylan.


"b baik tuan". Bagus kembali berlari masuk di bangku kemudi.


Dylan menggendong Shindy dan membawanya berbaring di belakang kemudi, setibanya di Rumah Sakit terdekat shindy langsung cepat ditangani karna ada Dylan


.


.


mereka menebak gadis itu kekasih Dylan karna dylan begitu sibuk mengurus semua yang bersangkutan dengan Shindy.


"bagaimana dokter? ". tanya Dylan segera berlari ke Dokter yang memeriksa Shindy


"begini tuan nona shindy mengalami geger otak ringan tapi bisa sembuh dengan segera harus di operasi tapi itu jika diizinkan kam...! "


kata dokter tergantung


"lakukan apapun supaya dia sembuh dokter kakinya bagaimana dok? ". potong Dylan


Bagus bahkan tak bisa mengeluarkan suara karna kata-kata Dylan yang di luar dugaannya


"kami sudah memeriksa kakinya dan baik-baik saja tuan hanya kekurangan darah dan golongan darah nona sangat banyak di bank darah kami.. "


"terimakasih dok". ucap Dylan


"kalau begitu kami harus segera memindahkan Nona keruangan operasi tuan". ujar dokter


Dylan mengangguk dokter itu menunduk sopan ke Dylan lalu kembali masuk ke ruang UGD, keluarga Melviano mulai berdatangan dengan raut wajah panik hanya beberapa orang yang datang sebab ada anak-anak yang harus mereka jaga supaya semuanya tetap aman terkendali.


"bagaimana keadanmu sayang? ". tanya Kaira khawatir memegang lengan Dylan


"Dylan baik-baik aja mom! dia nya yang terluka karna dia berani membanting setirnya hingga dia yang terkena seharusnya dylan mom".


semua langsung panik saat Shindy keluar, mereka berbondong-bondong mengikuti brankar Shindy yang terbaring dengan mata terpejam..


Dylan dan Keyzo membantu dorong brankar sampai ke ruang operasi,, pintu di tutup saat suster menyetop semua keluarga hebat itu, walau keluarga Dylan berkuasa tapi tetap saja rumah sakit punya peraturannya sendiri.


"bagaimana kejadiannya Kak? ". tanya Kaisha dan Nova dengan mata memerah.


Pasha bisa lihat Nova, Kaisha dan Keyzo terlihat begitu gusar dan bisa Pasha tebak ketiga anak-anaknya itu dekat dengan Shindy.


"ada truk tiba-tiba muncul dari arah lain sepertinya memang sengaja ". jawab Dylan


"apa..? ". Keyzo terkejut mendengarnya begitu juga yang lainnya.


"musuh kakak mulai mengetahui kak Shindy kan? ". tebak Nova.


"berarti datanya harus dilindungi apa kamu sudah lindungi sayang? ". tanya Pasha ke Nova


"waktu Kak Dylan datang bawa kak Shindy ke mansion sejak saat itu Nova melindungi data kak Shindy setelah tau namanya ".


jawab Nova


"artinya masalahnya makin serius..! mommy yakin Shindy akan terus dalam bahaya". timpal Kaira menggigit bibir bawahnya

__ADS_1


ia belum dekat dengan shindy tapi saat tau dari Dylan Shindy melindungi Dylan membuatnya yakin Shindy memang pantas buat Dylan karna tidak takut dirinya dalam bahaya, seorang perempuan asing yang berani dengan situasi bahaya itu menurutnya pantas berada dalam keluarga Melviano walau begitu Kaira tetap khawatir kondisi Shindy


"bagaimana jika nona shindy lumpuh tuan? " sambar Bagus tiba-tiba melenceng dari pembicaraan.


semua mata melihat ke Bagus dengan rasa cemas kalau apa yang dikatakan bagus benar.


"apa kau tidak mendengar perkataan dokter tadi? kakinya baik-baik saja hanya kepalanya yang harus di operasi ringan". jelas Dylan dengan datar.


"kamu jangan ngaco dong Bagus.. ". kesal Kaisha


"iya nih..! korban sinetron ini mah". timpal Keyzo


Nova mendengus jadinya, Kaira lega mendengar penjelasan Dylan.


Operasi berjalan lancar tapi Shindy masih dalam pengaruh obat bius. Dylan membawa Bagus ke suatu tempat


"apa yang harus saya kerjakan tuan? ". tanya Bagus serius.


"cari plat mobil truk warna merah menuju jalan S, aku rasa dia sedang pelarian tangkap dia hidup-hidup". Dylan mengirimkan nomor plat mobil buronannya lewat chat pribadi ke nomor Bagus.


"kerja sama dengan polisi, lakukan razia besar-besaran". sambung Dylan lagi.


Bagus membuka pesannya dan mengangguk mengerti


"baik tuan". jawab Bagus


"pergilah aku harus ada di dekatnya sampai dia bangun". usir Dylan.


"mengerti tuan ". Bagus langsung pamit undur diri lalu segera berlari kecil meninggalkan tempat Dylan berdiri


Dylan mengepalkan tangannya, bukan Shindy yang pembawa sial tapi memang Dylan yang membawa shindy dalam bahaya hal itu memang benar tapi Dylan tidak bisa mengatakan apa-apa karna dirinya tidak mau Shindy kabur hingga pada akhirnya Dylan tidak bisa menolongnya jika berada dalam kejaran musuhnya.


"kemana kamu sayang? ". tanya Kaira bangkit dari rangkulan Pasha


Pasha duduk dengan tenang mengelus kepala Kaisha yang duduk disampingnya.


Keyzo dan Nova berdiri sejak tadi karna tak tenang mereka serentak mendekati Dylan.


"Dylan menyuruh Bagus melakukan sesuatu mom". jawab Dylan


"bagaimana kak? apa kakak mau bertanggung jawab? kak Shindy terluka karna musuh kakak, apa kakak nggak mau menikahinya? ".


cecar Keyzo


Dylan terdiam lalu melirik ke arah Kaira yang tampak setuju dengan usulan Keyzo.


"Dylan belum bisa mom! tapi Dylan akan melindunginya karna sudah membuatnya masuk dalam lingkaran musuh-musuh Dylan yang mengira dia kelemahan Dylan".


Nova menarik nafas begitu juga Kaira yang tidak bisa apa-apa kalau Dylan sudah bersikeras tidak mau menikahi Shindy.


"sudah lah,, mommy pulang aja ya? Dylan akan menjaga Shindy disini". Dylan memegang kedua tangan Kaira


pasha bangkit mendekati Dylan


"kamu harus bertanggung jawab anak nakal! jangan fikirkan sikap aroganmu ! masalah kamu percaya cinta atau tidak itu masalahmu, tugasmu hanya satu melindunginya karna dia tanpa segan melindungimu bahkan mempertaruhkan nyawanya supaya kamu tidak terluka".


Dylan membatu mendengarnya, ia tidak bisa menikahi Shindy tapi rasa tanggung jawab memaksanya.


"tidak perlu terburu-buru daddy..! bukankah mommy akan melakukan apapun? jangan sekarang Dylan belum mampu mengatakan sebenarnya pada dia kalau dia dalam bahaya karna Dylan".


mereka semua saling pandang satu sama lain dan akhirnya setuju dengan perkataan Dylan.

__ADS_1


.


.


Malam harinya Dylan duduk di bangku pasien melihat Shindy yang masih tertidur dengan damai, ia teringat kata-kata Shindy sebelum terjadinya kecelakaan itu.


"ck.. kau terlalu naif..! bagaimana bisa kau begitu bodoh bilang kalau di dunia ini ada manusia pembawa sial? lalu kalau kau pembawa sial aku apa? pembawa marabahaya? ". batin Dylan tersenyum kecut. .


sekitar jam 2 malam,,


Shindy mulai menggerakkan jari tangannya, Dylan yang sedang memejamkan matanya di sofa terdekat Shindy pun tidak sadar karna Dylan tengah memejamkan matanya.


Dylan membuka matanya mendengar suara ringisan dari bibir Shindy.


"apa kau sudah sadar? ". tanya Dylan segera bangkit dan melihat kondisi Shindy seolah dirinya seorang dokter


Shindy memegang kepalanya dan mencoba untuk bangkit tapi Dylan menatapnya tajam hingga Shindy tidak jadi bergerak.


"bagaimana keadaanmu? apa kakimu sakit? "


Shindy menggeleng kepalanya lalu memaksakan diri untuk tersenyum


"kaki saya kaki besi tuan! "


Dylan menaikkan sebelah alisnya lalu ia menekan tombol didekatnya untuk memanggil dokter dan perawat rumah sakit.


Shindy di periksa oleh dokter sungguhan,


"kenapa saya pakai ini dok? ".


Shindy menunjuk gips dilehernya.


"aku rasa lehermu patah makanya aku suruh pakaikan itu pada dokter". Dylan yang menjawab


"hah? ".


"tadi saat dibawa kerumah sakit nona menjatuhkan kepala kebawah saat di gendong jadi.. ".


jelas suster ragu-ragu meneruskan


Shindy tersenyum masam,


"aku pingsan beneran bukan lagi syuting sinetron atau drama mana mungkin aku mengalungi lehernya kan? aneh jadi nya dong". batin Shindy.


.


.


wkwkwk..


benarkan? emang Dylan nya aja yang takut Shindy terluka belum siap bertanggung jawab kan?


sabar ya Readers semua ada waktunya biar makin greget deh jadinya karna tingkah Dylan yang masih belum menyadari semua nya.


sambung Esok yee..


selamat beraktifitas...!!


.


.

__ADS_1


__ADS_2