
.
.
kini Dylan dan Shindy tengah berada di ruangan VVIP melihat ke arah Kaira, Mely dan Arabela tampak berebut gemas menggendong bayi mungil berjenis kelamin perempuan itu, sedangkan kembaran bayi perempuan itu begitu nyenyak tidur di pelukan Pasha.
Dylan mengelus kepala Raya yang tengah menyeringai tipis di pangkuannya,
"dedek... ? ini abang..? panggil babang ya? " oceh Satria di gendongan Rilly
Sam mengelus kepala Satria
"Lyli kenapa kamu selalu menggendong Satria? kamu tidak keberatan menggendongnya? putra ku yang satu itu tidak lagi berumur 2 tahun, ". kekeh Shindy melihat Rilly selalu rajin menggendong Satria
Satria melingkarkan tangan kecilnya di leher Rilly yang tersenyum lebar ke arah Satria.
Shindy hanya tertawa tanpa ada rasa cemburu di hatinya, bagi Shindy Satria itu seperti malaikat tak bersayap bagi Rilly.
beberapa minggu yang lalu Rilly dikatakan positif hamil namun karna tidak sengaja lagi-lagi Rilly keguguran sebab sejak dulu Rilly gemar bekerja tidak bisa diam bahkan Rilly tidak bisa membiarkan tubuhnya istirahat kalau sampai itu terjadi kepala Rilly akan pusing mengingat masa lalunya yang pernah di sakiti oleh mantan suaminya,
Rilly belum bisa menghilangkan trauma masalalunya itu walau sudah bahagia dengan suaminya kini tapi ada juga rasa sedihnya karna belum bisa memberikan keturunan untuk Sam tapi suaminya itu terlihat tidak mempermasalahkan semua itu.
itu sebabnya Sam tidak berkata-kata asalkan Rilly bisa melupakan kesedihannya itu sudah cukup bagi Sam.
"Bunda lebih dekat lagi sama dedek". rengek Satria
"iya sayang.. iya.. ". dengan gemas Rilly mendekat ke Kaira yang tengah menggendong bayi perempuan Shindy
"waaah... kebangun dia ". pekik Arabela
"ahaha... " gelak Mely
"ya Tuhan... kenapa sayang? kamu mau di gendong abang? " tanya Kaira dengan gemas
Satria meletakkan jari telunjuknya di tangan kecil bayi itu hingga diremas oleh bayi mungil nan cantik jelita itu.
"waah.. "
Matt ikutan nimbrung begitu penasaran dengan apa yang di lakukan oleh orang terkasihnya itu.
"sudah.. cukup.. kenapa jadi kita terpesona dengan cucuku sih? cepat beritahu kami siapa nama bayi mungil nan menggemaskan ini".pinta Kaira akhirnya menyadari ada yang salah dengan situasi mereka saat ini.
Dylan dan Shindy terkekeh.
"kamu ada nama bagus untuk adikmu sayang? " tanya Dylan ke Raya
Raya tampak berpikir sejenak, "dedek Alvano? Alvina?" tanya Raya
"eeh..? kok namanya sama dengan Alvandra dan Arinola sih? yang lain dong sayang". Shindy menyelah.
"laden kian cantang...! " pekik Satria tiba-tiba
semua orang mematung lalu terbahak persekian detiknya, Rilly malah sibuk mencium gemas pipi Satria yang belum sempurna menyebut huruf R
"Keina dan Keinan bagaimana? " sambar Pasha
"udah ada Kaisha dan Keyzo daddy, sepertinya rada mirip mereka nanti dikira anak mereka lagi, tidak bisa...!! ". jawab Dylan
semuanya mengangguk saja akan keposesifan Dylan
"Diandra? Daniel? " sambung Sam entah dapat keberanian darimana dia ikut bersuara.
"tidak lah.. Daniel? nama itu aku tidak suka ! kamu ingat Sam? nama pria yang kau bunuh karna mencoba menyakiti istriku dan istrimu? "
Sam terpaku lalu nyengir kuda karna melupakan salah satu musuhnya sendiri.
__ADS_1
"kenapa malah pusing mikirin nama sih? " gemas Lexy
"bagaimana kalau namanya Raja dan Ratu saja? " sambung Lexy lagi
semua yang mendengarnya malah mendengus
"tidak ada lagi zaman kerajaan Ayah". kesal Dylan
yang lainnya tertawa, Arabela hanya menggeleng kepalanya walau sudah tidak lagi menjabat jadi raja tapi tetap saja suaminya itu masih ketinggalan zaman kalau masalah memberi nama seseorang.
"ini terlalu memusingkan... apa kamu tidak punya nama lain sayang? " tanya Kaira melihat Shindy dan Dylan bergantian.
"Shindy tidak tau mom". cengir Shindy.
Dylan tampak diam memikirkan nama yang pas untuk adiknya sementara Raya juga sedang berpikir keras di pangkuan Dylan hingga raut wajah ayah dan anak itu membuat yang lainnya terbahak.
"kenapa?? " tanya Dylan dan Raya serentak
semua Keluarga Dylan malah makin terbahak, Shindy juga terkekeh gemas akan tingkah antara suami dan anaknya itu terutama putri nya yang memiliki 98% sifat papinya.
cukup lama berdebat untuk memberi nama pada bayi kembar dylan dan Shindy akhirnya di tetapkan juga
bayi laki-laki Dylan dan Shindy diberi nama Arya Mahardika Melviano dan bayi perempuannya di beri nama Alya Mahardika Melviano.
.
.
.
beberapa hari kemudian.
kebahagiaan mereka makin lengkap saat mereka disambut oleh seluruh keluarga Melviano, bahkan Tio dan Alexa pun ikutan hadir diantara mereka sebab Alexa sekarang makin dekat saja dengan Shindy padahal dulunya tidak akur.
"hai juga mamanya baby Kalila dan Baby Kama? " sapa balik Shindy dikursi rodanya.
"haiii sayangku? " Nova menoel-noel pipi Alya
"mansion Melviano jadi rame ya? " kekeh Kaisha tiba-tiba ikut bergabung.
"iya... kalau kita semua sudah berkumpul, beginilah jadinya piring-piring mahal granma bakal kotor". bisik Shindy
"jangan sampai pecah lah.. kalau pecah bisa gawat kita". sambung Kaisha berbisik
"emang kenapa? " tanya Mayra penasaran
"Granma galak banget kalau piring antiknya pecah". bisik Nova
mereka semua tertawa lepas melirik Mely yang tengah menimang Rhiana, seluruh keluarga mereka mendapatkan jatah menggendong bayi, baik itu anak kembar Kaisha, Mayra, Shindy maupun Lastri.
Lastri tengah berada di dapur bersama Alexa membuatkan susu untuk anak-anak mereka.
Nola sibuk mengoceh dengan, Amanda, Raya hanya bisa menggaruk-garuk telinganya, Raya benar-benar tidak suka berada didekat orang bawel yang suka mengoceh.
Satria dan Alvandra makan bersama di siapkan oleh Rilly yang dengan senang hati menyiapkan kedua anak laki-laki tampan itu makanan enak.
Rahma (mamanya Gala) juga ikutan pergi ke dapur sambil menggendong Randi (anak Kaisha dan Gala)
"haiiii? " Ella dan Rani beserta Ramzi dan Reza akhirnya datang membawa banyak makanan untuk keluarga besar Melviano itu.
"waaah... makan enak". heboh Kaisha, Mayra, Nova
suami mereka hanya bisa menggeleng kepala akan tingkah istri mereka yang memang doyan makan.
beruntung anak-anak mereka tidak rewel dan bawel,
__ADS_1
"mas? " panggil Shindy
Dylan yang tengah minum langsung meletakkan gelasnya lalu mengelap bibirnya yang basah Ia berlari kecil ke arah Shindy yang duduk di kursi roda.
"kenapa sayang? " tanya Dylan
"aku mau itu". rengek Shindy menunjuk pizza, hamburger yang di perebutkan Nova, Mayra, Kaisha, Alexa, Rilly, Lastri pun ikutan hingga Dylan tampak ragu berebut dengan mereka semua.
Ella dan Rani hanya menonton adegan perebutan makanan nan masih hangat itu sambil terbahak.
Bagus dan dr. Kinan tidak bisa datang hanya bisa mengucapkan selamat lewat panggilan Vidio.
"cepat mas..! " pinta Shindy dengan mata berbinar penuh harap.
"tapi mereka beli banyak sayang pasti kebagian".
"mas... " rengek Shindy.
Dylan menghela nafas panjang mengusap kepala Shindy dengan sayang, ia tau istrinya itu memang lagi banyak maunya apalagi Shindy baru saja habis melahirkan.
"Kakaaaakkk.. .! " teriak Nova kesal saat sang kakak menggendongnya dan mendudukkannya di meja posisinya lumayan jauh dari banyaknya makanan yang di sajikan.
Candra sampai tersentak segera berlari ke arah Nova.
"aduuuh... " jerit Kaisha hal itu membuat Gala kelimpungan berlari terbirit-birit ke arah istrinya.
"awwwh.. " pekik Mayra
sama halnya Keyzo yang baru saja duduk langsung berlari menyusul istri kesayangannya yang belum lama pulih habis melahirkan.
"kakak? " teriak Keyzo
alhasil aksi kejar-kejaran pun terjadi, Candra, Keyzo, Gala berlari mengejar 1 pelaku yang membuat mereka jantungan setengah mati.
Nova mengandung, Mayra dan Kaisha yang baru saja pulih habis melahirkan menjerit tentu saja mereka sebagai suami langsung panik.
"ahahaha"
" ada apa sebenarnya? " tanya Mely keheranan.
Arabela, Kaira dan Rahma hanya bisa saling pandang tidak mengerti melihat kelakuan para lelaki penguasa itu.
para suami sibuk dengan aksi kejar-kejaran mereka sementara istri-istri mereka malah sibuk lagi berkumpul berebut makanan panas itu hingga Ella dan Rani tertawa terpikal-pikal tak jauh dari posisi mereka.
sungguh tidak akan ada yang percaya bahwa Keluarga hebat itu benar-benar bisa bertingkah seperti anak-anak demi istri tercinta mereka.
.
.
.
waah.. nama yang para readers berikan bagus semua sampai pusing milihnya. .. tapi Nae sebutkan diatas sebagai pertanda kalau nama yang kalian ajukan Nae baca dan telah Nae sampaikan pada keluarga Melviano jadi diperdebatkan oleh mereka deh... haha... hingga terpilihlah nama yang bagus menurut Dylan bukan Nae ya? tapi mas Dylan nya yang milih jangan marah sama Nae yang tidak terpilih... hehe.. Just kiddding...!!
terimakasih... jangan lupa like nya ya?
tarawiih... tarawiiih..... 😂😂
.
.
.
.
__ADS_1