Sikembar Sang Penguasa 2

Sikembar Sang Penguasa 2
merasa sudah kalah


__ADS_3

(Kembali ke mas Dylan dan Mbak Shindy)


.


.


Shindy dan Dylan kembali ke mansion dan semua Keluarga Dylan telah berkumpul di ruang tamu.


"mas? mommy udah pulang". senyum manis Shindy


Dylan tersenyum mengusap kepala Shindy.


"aku harus keluar sebentar...! kamu mau menungguku kan? " bisik Dylan


Shindy menautkan alisnya lalu dengan cepat ia merangkul Dylan dan menggeleng-geleng kepalanya.


"jangan keluar...! malam-malam begini, aku takut ! besok aja mas membalasnya". pinta Shindy kini berpindah memeluk Dylan dengan manja


"tumben sayang? ada apa? ". tanya Dylan heran


Shindy tidak mau menjawab hanya menggeleng-geleng kepalanya sambil memeluk Dylan dengan erat.


ledakan di kota W itu membuat Shindy sedikit trauma, saat ini Shindy tidak bisa melepaskan Dylan yang hendak mendatangi Megani.


Shindy mengakui suaminya memang sangat hebat, tapi pikiran liarnya sudah menguasai kepalanya,


"bagaimana jika masku dijebak? atau sudah dikepung musuh? atau ada yang memanfaatkan keadaan? pokoknya aku ngga mau mas Dylan pergi dariku malam ini! mas Dylan harus ada didekatku! apapun itu harus ada didekatku". batin Shindy yang berfirasat tidak baik.


saat itu Shindy juga merasakan hal yang sama tapi demi keinginannya ia menepis pikiran itu jauh-jauh, sekarang ia merasakan hal yang sama bedanya Shindy tidak mau kesalahan pertamanya terulang kembali.


"hei.. hei.. hei... Ada apa ini? " Goda Kaisha yang tengah menggendong bombom kucing kecil yang dulu Dylan berikan untuk Shindy


Shindy menoleh ke Kaisha tapi tangannya sebelah masih melingkar posesif di pinggang Dylan, tangan kirinya mengusap kepala Bombom yang makin gemuk saja bersama Kaisha.


Kaira pun mulai mendekat bersama Mely mereka mengusap kepala Shindy yang tengah memeluk Dylan dengan manja


"kenapa Shindy sayang? " tanya Kaira ke Dylan


"tidak apa mom! cuma sedikit manja aja". jawab Dylan dibalas senyum lebar oleh Kaira, Mely dan Kaisha hanya menggeleng-geleng gemas kepalanya.


"Mommy? " Shindy menyalami Kaira dan Mely memberi pelukan sayang pada 2 wanita yang berarti dalam hidup suaminya.


Dylan menautkan alisnya melihat Shindy yang tidak mau melepaskannya, bahkan saat Shindy menyapa Kaira pun tangannya di genggam erat oleh Shindy


"baiklah...! besok aku akan mendatangi Megan ! sepertinya peringatanku saat itu belum mematahkan keinginannya untuk membalasku lagi, sebenarnya apa motifnya". batin Dylan mengurungkan niatnya hendak mendatangi tempat Megani tinggal.

__ADS_1


hubungan Megani dengan Branz itu saudara jauh yang benar-benar tidak ada hubungan darah yang kental lagi, bahkan jika Megani perempuan boleh saja menikah dengan Branz saking jauhnya hubungan persaudaraan mereka.


tapi Megani Pria begitu juga adiknya Nezani jadi mereka hanya bisa bersaudara dan tidak lebih, mereka dekatpun saat Dylan dan Branz sudah bermusuhan karna kegilaan Branz yang sangat menginginkan matanya Dylan, jadi wajar saja Dylan tidak tau hubungan Branz dengan Megan,


Dylan terpaksa tetap di dalam mansion mengurungkan niatnya yang hendak mendatangi markas Megan.


"mommy senang Nova juga hamil sayang! berarti kalian akan sama-sama melahirkan nanti hanya beda minggu aja". Kaira berkata dengan gemas membayangkan menantu dan anaknya sama-sama mengurus bayi kembar pasti sangat lucu.


"mana Daddy,Granfa , Candra dan Nova mom? " tanya Dylan


"Daddymu sedang mengintrogasi Candra! biasalah .. dia nggak percaya kalau Candra tidak melakukannya sebelum mereka sah..! " jawab Kaira dengan jengah


"wajar aja sih menurut Kaisha mom! kan kak Nov emang cepat hamilnya ". sambung Kaisha


"itu karna Nova sangat subur sama seperti mommy kalian". sambar Mely


"yang penting Shindy percaya Candra tidak akan melakukan hubungan itu sebelum mereka sah di mata agama dan hukum". Shindy percaya Candra.


dibalas anggukan oleh Kaira dan Mely,


Kaisha hanya diam tanpa mengerti arah pembicaraan mereka, apa maksud kata hubungan itu.


.


.


Dylan sibuk mengotak-ngatik laptopnya dan melihat lagi vidio rekaman yang di kirim Nova,


"oh.. ternyata ada yang belum aku lihat". Dylan mengambil headseat yang sudah terhubung ke laptopnya.


Dylan mendengarkan Vidio rekaman yang tidak sempat ia buka karna terselip.


Dylan terdiam seketika mendengar pertikaian Megani dengan seseorang yang lumayan mirip dengan Megani juga (Nezani).


"Branz? jadi mereka ada hubungannya dengan Branz? Astagah...! bagaimana bisa aku ber urusan lagi dengan keluarga psikopat itu? apa dia tau Branz meninggal karna sesuatu? itu sebabnya mereka balas dendam padaku? "


Dylan akhirnya mendapatkan jawaban dari semua akar permasalahan Megani hingga begitu berani melawannya padahal belum ada apa-apanya dibandingkan dengan dirinya.


"mereka sama-sama sinting! ". batin Dylan menggeleng pelan kepalanya.


menurut Dylan baik Branz maupun Megani sama-sama sinting (Gila) , bodoh dan tidak tau cara berpikir sedikitpun. Jika Megani lebih pintar pasti tidak akan melawannya tapi bocah ingusan itu berani melawan Dylan, sungguh nyalinya begitu besar.


Dylan menutup laptopnya, ia melihat ke arah Shindy yang tengah tertidur pulas dipangkuannya sambil memeluknya dengan posesif.


"ada baiknya Shindy menahanku untuk tidak keluar! aku jadi menemukan alasan bocah kecil itu berani melawanku". batin Dylan tersenyum lembut mengusap kepala Shindy dengan penuh cinta.

__ADS_1


Saking takutnya Dylan pergi malam ini, Shindy sampai memeluk Dylan dan tidur di pangkuan Dylan supaya suaminya itu tidak pergi.


Dylan menggendong Shindy dengan hati-hati.


"hhmmm...Mas...? kamu ngga boleh pergi". racau Shindy memeluk Dylan dengan lebih erat lagi hingga hidung Shindy menempel di leher Dylan.


Dylan tersenyum mengecup sayang kening Shindy dan membawanya ke ranjangnya,


"bahkan saat tertidurpun kamu masih bisa menahanku sayang? " Dylan mengusap kepala Shindy merapikan anak rambut yang menutupi wajah cantik istrinya


ke esokan harinya.


.


.


Dylan memerintahkan orang-orang the xylver untuk mengacau di perusahaan Megani yang memang sudah kacau.


Dylan akan memainkan trik yang sama supaya Megani menyadari kalau dirinya jauh lebih kuat darinya hingga Megani akan mundur dengan sendirinya, Dylan tau kalau Megani hanya terhasut oleh Branz tanpa tau akar permasalahannya dengan Branz.


Perusahaan Megani benar-benar sudah jatuh bangkrut, hanya tersisa 20% sahamnya, karna harga dirinya yang tidak mau meminta bantuan Perusahaan MattGroup membuat sahamnya terjual terus menerus dan sekarang Megani tak bisa apa-apa lagi saat ada Mafia the Xylver mengacaukan perusahaannya hingga banyak barang-barang mahal yang rusak untuk menutup kerugian itu, terpaksa harus menjual saham lagi..


"sudah cukup bang...! aku ngga mau kita jatuh miskin...! " pekik Nezani dengan penuh penekanan.


"apa menurutmu abang mau semua ini terjadi? uang kita sudah habis menyewa Hacker hebat katanya itu! mana buktinya? mereka tidak berguna...! sama sekali ngga bisa mendapatkan identitas KO"


"semua kacau... Zan.. Kacau... " teriak Megani frustasi.


"aku sudah berkali-kali bilang jangan gegabah... tapi abang tetap gegabah memulai perang padanya..! aku kan memberi saran seharusnya abang datang menjadi teman untuknya lalu menusuknya dengan sebilah pedang dari belakang...! " geram Nezani


"lalu harus kita harus bagaimana? semua memang sudah kacaukan? " Megani berteriak marah dengan kondisinya sekarang.


"ck... semua memang sudah terlambat..! tinggal menunggu kehancuran kita saja". malas Nezani yang sudah tau akhir peperangan kakaknya dengan Dylan.


.


.


.


haha... menunggu kehancuran aja lagi.


.


.

__ADS_1


__ADS_2