Sikembar Sang Penguasa 2

Sikembar Sang Penguasa 2
FirstNight


__ADS_3

Cuzzzz...


Part Bonus 1 Episode lagi..


Happy Reading...


.


.


Dylan keluar dari kamar mandi memakai jubah mandi, ia melihat sekeliling dimana sekiranya istrinya berada.


"Ndy?? ".


"Iya mas". saut Shindy menyembulkan kepalanya di balik meja rias.


Dylan terkejut lalu tersenyum lebar melihat wajah Shindy yang merah menggemaskan.


"apa yang kamu lakukan disana? ". tanya Dylan mendekati Shindy


Shindy menutup ponselnya dan cengir kuda.


Dylan terpaku melihat Shindy yang tengah malu-malu dengan Lingerie Salam (Pink) menampakkan lekuk tubuh Shindy.


"ak aku nonton itu mas". jawab Shindy gugup dan malu-malu melihat Dylan begitu intens menatap tubuhnya.


Shindy makin gugup dan tangannya mulai menutupi bagian atasnya, Dylan melepaskan tangan Shindy yang menutupi pemandangan indah itu.


"bukankah kamu yang inisiatif memakainya sendiri? lalu kenapa di tutupi? ".


muka Shindy merah seperti kepiting rebus ia meneguk salivanya bersusah payah melihat tubuh Dylan yang memakai jubah mandi ingin rasanya Shindy melepaskan tali itu hingga Shindy bisa melihat tubuh gagah suaminya.


"mau pegang? ". Dylan mengambil tangan Shindy dan meletakkannya di dadanya.


Shindy melangkah lebih dekat dengan Dylan dan mulai meraba otot dada suaminya, pipinya merah begitu menggemaskan di lihat Dylan.


Dylan meraba pipi Shindy yang panas.


"bisa rebus telur disini ya? " Goda Dylan dengan gemas menoel-noel pipi Shindy


Shindy tersenyum malu.


"coba aja mas! mana telur nya? ". tanya Shindy ikut larut dalam godaan suami walau masih terlihat malu.


"mau aku beli dulu? ". tanya Dylan


Shindy menggeleng-geleng kepalanya hingga Dylan tertawa.


"kapan mas? ". tanya Shindy mendekatkan wajahnya ke Dylan


Dylan tersenyum tipis memegang dagu lancip Shindy.


"jangan salahkan aku jika kamu tidak akan bisa tidur malam ini".


Shindy mengangguk-ngangguk langsung mengalungkan tangannya di leher Dylan.


Dylan dan Shindy saling bertatapan, Shindy bisa melihat tatapan Dylan yang lembut.


"indah sekali mata mas ya? ". Shindy meraba mata biru Dylan.


Dylan memejamkan matanya lalu membuka perlahan matanya melihat senyum menawan Shindy tengah menatap matanya.


"kamu tau pria bernama Branz itu terobsesi dengan mataku". curhat Dylan


Shindy mengerjabkan matanya.


"Branz? pria yang digosipkan punya hubungan denganku? kekasihnya Alexa? ".


Dylan mengangguk.

__ADS_1


"apa kamu mau dengar ceritaku tentangnya? "


Shindy mengangguk persekian detiknya menggeleng-geleng kuat hingga dylan menautkan alisnya.


"nanti aja mas! sekarang Nyam-nyam dulu terus enak-enakan ya? mas ya? ".


Dylan tergelak mendengar penjelasan Shindy.


"kenapa kamu jadi gadis mesum tingkat Diamond hmmm? ". Dylan menyentil kening Shindy


Shindy memanyunkan bibirnya mengusap keningnya lalu langsung melompat di gendongan Dylan.


Dylan membawa Shindy ke ranjangnya dan merebahkan tubuh Shindy secara perlahan.


"sekalian saja di buka ". Dylan memainkan put*ng Shindy yang menyembul di baju haramnya.


Shindy menggelinjang dengan sentuhan kecil Dylan.


"i. iya mas lepaskan saja".


Dylan masih memainkan benda kenyal itu hingga Shindy terjingkat-jingkat merasa terbuai dengan sentuhan Dylan.


".. mas? ". Rengek Shindy


Dylan akhirnya melepaskan Lingerie itu dengan mudah lalu mulai menatap tubuh polos istrinya yang menarik di setiap incinya.


muka Shindy sudah merah, tangannya langsung melepaskan tali jubah Dylan tapi Dylan menahannya.


"kita bermain sebentar".


Shindy mengangguk-ngangguk langsung mengalungkan tangannya di leher Dylan.


Dylan mulai mencium kening, puncak hidung, pipi, kecupan manis di bibir, dagu lancip Shindy.


Dylan meraba leher Shindy hingga siempunya mendongak seperti memberi izin Dylan menc*mbu lehernya.


entah dapat keahlian dari mana Dylan bisa bermain dengan tubuh Shindy, ia begitu memuja tubuh istrinya itu yang selalu bisa membangkitkan hasratnya.


"aah...? ". Shindy memekik saat Dylan membalik tubuhnya dan suaminya memberi jejak kepemilikan di punggung mulus Shindy hingga Shindy meremas sprei dengan kuat.


punggung mulus yang membuat Dylan jatuh cinta saat melihatnya di kolam berenang tak lupa juga di bahu, telinga Shindy.


"m.. mas? ".


Dylan tersenyum


"bersabarlah! aku yakin kamu akan kesakitan nikmati saja terlebih dahulu". bisik Dylan


Shindy tak kuat menjawab tubuhnya sudah bergetar-getar nikmat akibat sentuhan Dylan.


1 jam lamanya Dylan tersenyum puas melihat seluruh tubuh Shindy memiliki cap kepemilikan tidak ada yang terlewat sedikitpun


muka Shindy sudah merah menahan hasratnya yang ingin menerkam suaminya tapi dirinya tidak ada tenaga lagi untuk menerkam Dylan malah ingin disentuh selalu oleh suaminya.


Shindy tidak bisa melihat apa-apa lagi matanya berkabut gairah, Dylan tidak tega melihat hal itu dan akhirnya melepas jubahnya hingga terlihatlah ekor depan Dylan yang tegak menantang.


"aaaa. !".


Shindy langsung memeluk tubuh Dylan saat tubuhnya serasa di belah dua.


Dylan diam membiarkan miliknya beradaptasi dengan milik Shindy.


perlahan tapi pasti Dylan begitu sabar mem*mpa tubuh istrinya, shindy melonggarkan pelukannya hingga dirinya bisa melihat Dylan yang tengah khawatir padanya.


"masih mau lanjut? ". tanya Dylan khawatir melihat bercak darah di selimut dan spreinya.


"ja jangan dicabut mas"


"tapi milikmu sempit sekali Ndy! lain kali aja ya? ". bujuk Dylan.

__ADS_1


Shindy menggeleng kepalanya lalu memeluk Dylan lagi dan mengecup leher Dylan hingga gairah Dylan makin membara.


"maafkan aku! mungkin akan sakit tapi...."


"aku tau mas! nanti bakal enak kan? " potong Shindy tersenggal-senggal


Dylan mengangguk butuh waktu lama baginya menerobos pertahanan Shindy hingga akhirnya mereka bisa mencapai puncak kepuasan bersama-sama.


.


.


"aah... begitu rasanya! enak ya mas ". ucap Shindy terengah-engah.


Shindy mengelap peluh di pelipis Dylan.


"maafkan aku membuatmu kelelahan " ucap Shindy dengan serius.


Dylan tersenyum masih diatas tubuh Shindy.


"wajar milikmu sangat sempit"


Pipi Shindy merona melihat kebawah.


"ekor depanmu... hm.. hm... "


Dylan terkekeh dan kembali menyambar Shindy hingga Shindy menjerit memanggil nama Dylan saat suaminya makin ganas di ronde kedua.


Shindy tak mau kalah juga ikut berpatisipasi hingga Dylan juga bisa merasakan surga dunia saat Shindy diatasnya.


.


.


sekitar jam 6 pagi barulah Shindy bisa tertidur pulas, Dylan membersihkan diri terlebih dahulu karna ia harus keluar menemui kolega bisnisnya.


Dylan menatap tak rela ke istrinya jika harus di tinggal tapi melihat wajah lelah Shindy tidak mungkin Dylan membawa Shindy keluar.


Dylan memesan sarapan untuk Shindy nantinya meletakkannya diatas meja nakas.


"Ndy? ". Dylan mengusap pipi Shindy.


kebiasaan Shindy kalau tidur seperti orang mati, Dylan terkekeh gemas lalu menambah bukti kepemilikan di belahan dad* Shindy yang menantang.


Dylan membuat sebuah memo dan meletakkannya di samping sarapan untuk Shindy.


"muah.! istirahat yang puas istri mesumku". bisik Dylan memberi kecupan manis di kening Shindy.


Shindy merapikan jas dan dasinya lalu keluar dari kamarnya memberi pesan pada pihak hotel untuk tidak masuk ke kamar nya kecuali istrinya meminta sesuatu.


.


.


.


Yeesss... Udah ya bonusnya ..? Kurang Hot ya? harap maklum Othor belum berpengalaman, tapi jujur Othor suka..


hahaha...


Esok lagi ya....!!


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2