Sikembar Sang Penguasa 2

Sikembar Sang Penguasa 2
Alnol?


__ADS_3

.


.


ada yang nanya Nova dan Candra?


Cuzz...!!


.


.


Nova kini sedang mengelus kepala Max yang sudah melahirkan memiliki 2 anak kuda jantan,


Nova berjanji akan memberikan anak kuda Max pada anak Shindy jika sudah bisa di tunggangi beberapa tahun kemudian,,


"Beb? " panggil Candra melambai-lambai didepan pintu sambil menggendong Baby Nola.


Nova berlari kecil ke arah Candra yang pasti tidak sanggup menghadapi rewel anak-anaknya.


"maaf ya beb...! ini Nola terus aja nangis jadi Al bangun deh". cengir Candra.


Nova tersenyum lalu mengambil alih Nola dan langsung membawanya kesofa, Candra menutup pintu dan tirai rumahnya supaya tidak keliatan kalau istrinya tengah memberi asi anak-anaknya.


Nova sudah tidak heran lagi dengan tingkah posesif suaminya itu, Candra berlari ke arah kamarnya dan kembali membawa Al yang juga ikut menangis.


Candra menimang-nimangnya dengan lembut dan berusaha menyanyikan lagu yang ia hafal untuk sang anaknya.


tapi Al tetap saja menangis hingga Nova tertawa cekikikan melihat betapa repotnya sang suami yang tengah menenangkan Al.


"sini kak! " Nova merentangkan tangannya sebelah dan menepuk pahanya yang masih kosong,


Candra jadi merasa bersalah karna tidak bisa meringankan beban istrinya,


Candra juga tidak bisa apa-apa karna Al terus saja menangis, mana tega dirinya sebagai seorang ayah.


"Cup.. cup. ..cup... sayang Al..? kenapa nangis terus sih sama papa? " tanya Nova dengan suara yang lucu


"itu karna papa itu punya sus* mama.. ! Al sangat lapar". jawab Nova sendiri dengan bahasa yang makin lucu seperti anak kecil yang terjepit.


Candra akhirnya bisa tersenyum karna hiburan kecil istrinya.


"sini kak..! cium kening aku" rengek Nova


"hmm? " Senyum Candra tertahan dengan tingkah gemas Nova.


"iya..! beri aku kekuatan super supaya bisa menenangkan anak-anak kita.. " jawab Nova lagi dengan berbinar.

__ADS_1


Candra mengulum senyumnya lalu mendekati Nova, duduk di sandaran sofa dan mencium kening, mata hidung dan bibir Nova saat mendongak dengan memanyunkan bibirnya minta di kecup.


Candra mencium sayang ubun-ubun istrinya yang sangat hebat.


Nova yang super manja bisa menjadi dewasa saat menimang anak-anaknya, seolah Nova punya kepribadian ganda saja.


"ya udah... kakak masih ada kerjaan kan? "tanya Nova dibalas anggukan oleh Candra.


"disini aja ya? " pinta Nova manja dibalas senyuman lebar Candra yang sudah hilang begitu saja rasa bersalah nya tadi pada Nova.


"iya Beb.. " jawab Candra.


"jangan lupa buatin aku susu terus jus, hmm? snack aku ada dilemari kak" ujar Nova lagi.


Candra tentu memenuhinya dengan semangat, Candra tidak merasa diperbudak oleh Nova malah merasa Nova sedang memberi isyarat kalau dirinya juga berarti bagi Nova yang menjadi tempat untuk bermanja dan meminta bantuan.


Nova terlalu sibuk mengurusi baby kembarnya yang tak bisa berjauhan darinya, jadi tidak sempat melayani Candra.


kepribadian Baby kembar Nova berbeda jauh dengan Kepribadian Baby kembarnya Dylan.


tak berapa lama kemudian,,


Candra kembali membawa susu hangat dan segala snack makanan untuk Nova,


"aku akan kembali lagi beb! " seru Candra mencium sayang kening Nova yang tersenyum lebar.


"jangan berlari kak! nanti jatuh". teriak Nova


.


.


Nova memperhatikan Candra yang tengah sibuk dan serius mengotak-ngatik laptopnya, sesekali Candra mengumpat pelan merasa ada yang salah dengan perusahaan cabang milik Papanya di kota ini,


Candra membangun perusahaan IT sendiri, nama perusahaannya Alnol IT Company,


"kenapa kak? " tanya Nova penasaran.


"ini Beb..! ada yang bermain api denganku...! apa mereka fikir aku bodoh tidak tau gelagat mereka, mentang-mentang aku masih muda aku malah di bodoh-bodohi... "


Nova mengkerutkan keningnya, ia penasaran dan sangat ingin membantu suaminya tapi melihat kedua anak-anaknya yang masih kuat menyus* pun tidak bisa apa-apa.


"kakak bisa mengatasinya kan? " tanya Nova serius.


"bisa beb..! tunggu ya? " jawab Candra cepat tidak mau membuat istrinya makin kewalahan dengan masalah perusahaannya.


1 jam lamanya, akhirnya Baby Al dan Baby Nola bisa tertidur pulas di ranjang ayunan yang ada dikamar mereka.

__ADS_1


"tidur ya sayang..! mama bantu papa ya? jangan nakal dulu ya sayang? " bisik Nova dengan penuh kelembutan.


Nova berjalan seperti biasa, tidak ada yang bisa mendengar langkah kakinya sama seperti Dylan,,


Nova menutup pintu kamarnya lalu kembali ke sofa ruang tamu dan duduk di samping suaminya yang sedang berkeringat dingin mengatasi lawannya saat ini..


"boleh aku bantu kak? " tanya Nova ragu-ragu takut Candra menolaknya.


Candra kaget langsung menoleh ke istrinya,


"kak? jangan dilawan..? biar aku lanjutkan..! " pekik Nova yang melihat ada sebuah peringatan di layar laptop..


"iya beb" Candra hendak berpindah tapi Nova sudah terlanjur duduk di pangkuannya, bahkan Nova melebarkan paha suaminya supaya Nova bisa duduk ditengah-tengah paha suaminya.


Candra tersenyum mengecup sayang bahu Nova yang tidak pernah merendahkan dirinya, Nova sangat kaya punya banyak uang, sedangkan Candra juga kaya tapi uangnya sudah di putar kembali ke perusahaan baru yang ia bangun atas nama anak kembarnya, jadi butuh biaya besar tapi tidak membuat Candra bangkrut namun kekayaan nya tidak sebanding dengan kekayaan Nova saat ini.


bahkan Nova terus saja merengek padanya minta dibelikan ini dan itu berbaur makanan enak yang pasti membuat Candra makin sayang dengan istrinya yang sangat sederhana.


Nova menyeringai menakutkan. "sepertinya ini lawanku sebelumnya kak..! bagaimana bisa mereka datang lagi padaku? apa mereka tidak jerah dengan peringatanku ya? atau peringatanku kurang kejam kah? "


Candra menggaruk-garuk kepalanya sambil menatap layar laptopnya yang sudah banyak tulisan-tulisan putih dengan latar hitam,


Candra benar-benar takjub dengan kekuatan tangan Nova yang kian cepat setiap hari, padahal istrinya itu selalu sibuk mengurus anaknya.


"apa perlu aku sewa ART Beb? " tanya Candra dengan lembut.


"nanti aja kita bahas kak!! ini masalahnya sedang serius kak! jangan memecah konsentrasiku" Nova berkata dengan serius hingga Candra tersenyum mendengarnya.


Nova terus saja memasukkan surel panjang yang sudah pasti buat siapapun yang melihat tulisan aneh yang super panjang itu kepalanya berdenyut nyeri, Nova bisa mengingat Surel sepanjang itu... sungguh dewa IT yang sangat hebat dan pantas terkenal KO..!


"Cleaaar....!! " pekik Nova dengan girang menekan enter.


"dapat kau...! hahahaha" tawa Nova dengan gembira melihat lawannya pasti sedang berasap-asap saat ini.


"siapa suruh melawan suamiku!" sinis Nova ke arah layar laptop.


"udah kak? " Nova berbalik dengan wajah polosnya terlihat manja.


"makasih ya beb! " ucap Candra dengan tulus.


"kak..? sepasang suami istri itu 1 jiwa 1 raga, masalah suami masalah istri juga, jadi jangan berterimakasih padaku kak! aku juga tidak akan mengucapkan terimakasih"


Candra tersenyum mendengarnya. "baiklah Mabiku.! kapan kita bisa anu-anuan hmm? "


"isssh.. kakak nih... " Nova yang malu-malu dengan arah pembicaraan Candra.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2