Sikembar Sang Penguasa 2

Sikembar Sang Penguasa 2
trauma


__ADS_3

.


.


kini Nova dikamarnya sedang di kamar bersama Candra yang tengah kebingungan dengan gelagat istrinya.


"kenapa beb? " tanya Candra penasaran.


Nova memberikan bingkisan kecil ke Candra,


"bagaimana kamu tau hari ini ulang tahunku beb? ". tanya Candra terkejut.


Nova tertawa kecil. "apa yang tidak diketahui KO ". ujarnya bangga


Candra tergelak tapi tak bisa membalas kata-kata Nova yang benar adanya, terkadang ia lupa kalau Nova sangat hebat dibidang IT sebab Nova sangat menggemaskan dikenal secara langsung, dibanding sosok KO yang mematikan.


"ayo buka sayang". pinta Nova membuat jantung Candra berdebar.


bukan pertama kali lagi baginya berdebar karna tingkah Nova, tapi kali ini Candra berdebar entah mengapa ia merasa dirinya akan senang dengan hadiah dari kotak kecil itu padahal Candra belum membukanya.


Candra perlahan membuka kotak kecil itu dan menunjukkan sebuah tespek yang terpampang 2 garis, tapi Candra tidak tau alat apa itu.


"apa ini beb? kenapa jantungku berdebar memegang benda ini? " tanya Candra memegang dadanya sambil memperhatikan alat itu.


"apa istimewanya benda termometer ini? kenapa jantungku bisa berdebar begitu senang". Candra membolak-balik tespek itu tak ada yang istimewa selain garis 2 di depannya.


Candra melihat ke arah Nova yang sedang menahan tawa sekuat tenaga.


"kamu mengerjaiku beb? apa ini? ". Candra dengan gemas mengejar istrinya.


Nova berlarian kesana-kemari entah mengapa ia suka sekali melihat wajah lucu suaminya yang tampak bodoh tidak tau alat tes kehamilan itu.


Candra berhasil memeluk istrinya dari belakang lalu merebahkan tubuh Nova ke ranjang dan menggelitiki Nova.


"ahahaha... ampun say.ang..am.. pun.. kasihan dedek bayinya. " pekik Nova terbata-bata


Candra menghentikan aksinya, "dedek bayi? "


"dedek bayi mana beb? kan ngga ada kakak ipar disini". Candra dengan polos mengedarkan matanya mencari Shindy yang memang sedang berbadan 3.


Nova mengambil tangan Candra dan meletakkan telapak tangan Candra di perut datarnya, Candra makin kebingungan melihat Nova


"disini ada kak Candra junior atau KO junior" ujar Nova pelan


Candra mengerjabkan kedua matanya.


"Candra Junior dan KO Junior? maksudmu apa Beb? kenap....? " tanya Candra tergantung seperti menyadari sesuatu.


Nova tersenyum lebar lalu dirinya bangkit dan duduk bersila di hadapan Candra, Nova mengusap rahang Candra.


"iya kakakku sayang... aku hamil" jelas Nova dengan berbinar.

__ADS_1


Candra terpaku, ia benar-benar bahagia Nova hamil tapi takut kehilangan membuat wajahnya memucat. Nova yang sangat cerdas langsung faham arti raut wajah Candra.


"beby...? "


"sssst....! aku ngga mau mendengar masa lalu kakak.. apapun masa lalu kakak jangan samakan dengan aku kak...! buktinya mommy aku melahirkan 4 anak dan sekarang baik-baik saja.. " potong Nova


"aku takut beb.. aku takut". lirih Candra berkaca-kaca.


Nova menggeleng kepalanya kuat, "aku akan baik-baik aja kak! aku harap kita harus rajin control ke rumah sakit..! aku mau kakak percaya kalau aku dalam keadaan sehat.. "


"aku dengar dari papa kalau mendiang mama punya penyakit kecil di rahimnya, bisa hamil tapi hidupnya akan dalam bahaya karna pendarahan hebat.! tapi mama kakak rela mengambil resiko itu tanpa diketahui papa! aku ngga akan rahasiakan apapun darimu kak" sambung Nova lagi.


"kalau begitu kita ke rumah sakit sekarang" ajak Candra menghapus air matanya


Nova mengangguk, bahkan selalu menempel di sisi Candra supaya suaminya percaya, kalau dirinya tidak akan melakukan konspirasi apapun dengan dokter rumah sakit seperti yang dilakukan mendiang ibunya Candra.


.


.


Nova di Periksa oleh Kinan dan ikut tersenyum bahagia melihat ke arah monitor.


"waah... anak kakak ternyata kembar juga ya? " decak kagum Kinan


Kinan merasa takjub dengan Shindy dan Nova mengandung 2 anak sekaligus,


"bagaimana rahim istri saya dok? apa baik-baik saja? " cecar Candra cemas.


rahim Nova turun dari Kaira, walau bukan mencari pria istimewa tapi Nova punya rahim yang sangat subur dan kuat bisa mengandung banyak anak.


"kak? " rengek Nova mulai terduduk secara perlahan


"kenapa beb? " tanya Candra duduk di hadapan Nova dan menangkup mesra pipi Nova


"capek..! " rengek Nova lagi mengeluhkan kakinya.


Candra jadi merasa bersalah, ia terlalu takut dengan masa lalu papanya memiliki keturunan tapi kehilangan wanita yang dicintainya, Candra terlalu trauma masa kecilnya yang hidup tanpa belaian kasih sayang ibu, hingga Candra melupakan istrinya juga manusia biasa yang bisa lelah dibawa kesana-kemari oleh Candra yang belum percaya kalau Nova benar baik-baik aja.


"maafkan aku beb..! karna aku kamu jadi lelah". lirih Candra memeluk Nova dengan lembut.


"tidak apa kak! aku baik-baik aja cuma kaki aku lelah". jawab Nova tersenyum


Nova mengerti rasa sakit masa kecil Candra, apalagi Abibama sampai menangis menceritakan masa kecil Candra yang benar-benar keras sejak kecilnya, tak punya hati dengan mudah ia memecat pelayan mana saja yang berani membuat hati Candra terbakar amarah.


itu sebabnya Nova tidak pernah mengeluh saat Candra belum percaya keadaannya yang baik-baik saja apalagi mendiang mamanya juga mengatakan hal yang sama pada papanya.


"ya sudah.. apa hukumanku beb? " tanya Candra dengan senyuman kecilnya.


"gendong aku". Nova merentangkan tangannya.


Candra mengecup bibir Nova lalu menggendong Nova dibelakang. Nova memekik senang rasanya mendapat hadiah yang tak ternilai saja harganya, ditengah rasa trauma Candra masih bisa memberi Nova kebahagiaan kecil dengan menggendongnya.

__ADS_1


.


.


ke esokan paginya, di kamar Dylan.


"mas sana pergi keluar negeri ! bekerja, terus pulang bawa hal yang sama seperti Candra". ujar Shindy dengan serius.


Dylan memijit kepalanya yang terasa mau terbelah 9 makinlah terpecah jadi kelipatan 9,sungguh menusuk-nusuk otak jeniusnya


diluar sana istri tidak akan membiarkan suaminya jauh dari mereka dengan alasan mereka cuma 1 yaitu permintaan si cabang bayi yang tidak mau di tinggal, tapi Shindy malah mengusirnya malah ingin merasakan LDR-an.


terpaksa Dylan membelikan makanan yang dimau Shindy walau lumayan jauh, dari pada di suruh ke luar negri lebih baik Dylan ke luar kota saja.


.


.


Shindy menjerit histeris saat toko makanan yang diminta oleh nya meledak Lewat CCTV yang tersebar luas di TV muncul berita topik terhangat.


"mas Dylan? mas Dylan dimana? hiks.. hiks.. mas.. ". Shindy menangis dengan tangan gemetaran ia menekan-nekan ponselnya dan disebrang tidak ada yang menjawab..


"aaakh... Mas Dylan kemana? mana mas Dylan? mas angkat mas.. aku mohon angkat.. ". Shindy menjerit frustasi saat Dylan tak juga menjawab panggilannya.


Shindy menangis sesegukan apalagi melihat derasnya air hujan yang jatuh ke bumi.


"mas.. mas.. ". Shindy mencari kunci mobil lalu berlari hendak keluar mansion tapi terpekik saat pintu di kunci.


"kenapa mas kunci aku? dimana kuncinya? ". isak tangis shindy


matanya sudah menggenang air mata membayangkan hal yang tidak-tidak.


"ku mohon Tuhan jangan rebut juga dia dariku! hanya dia yang ku mau juga anak-anakku". isak tangis Shindy mengobrak-ngabrik lemari kamarnya.


"hiks.. hiks.. dimana kuncinya? datanglah kunci ...kau dimana? aku membutuhkanmu saat ini jangan bersembunyi" Shindy malah menyalahkan si kunci, (benda mati).


.


.


Maaf say... udah jam 9 lewaatt... mata ngantuk berat... kalau dilanjutkan bisa berantakan nanti.. maaf ya sayangkuh.. bersabarlah Readers setiaku...! terimakasih jangan pernah bosan menunggu Othor hadir menampilkan 4 bab setiap hari itupun mudah-mudahan Othor sehat, terimakasih do a tulus semuanya... Love You All... 😘😘😘😚💝💝💖


.


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2