
ke esokan harinya Nova dan Shindy ada di toko baju untuk Fitting baju pengantin.
"kira-kira yang mana mau kalian sayang? " tanya Kaira serius.
Shindy mengedarkan pandangannya mencari baju pengantin yang bisa menarik perhatiannya.
"gimana yang ini mom? " tunjuk Nova
"hmmm ..coba aja sayang" perintah Kaira sambil melihat gaun yang lainnya.
Shindy menghela nafas panjang. "ada yang bisa saya bantu nona? " tanya Oty seorang desaigner toko baju.
"model gaun pengantinnya tidak ada yang menarik perhatian saya bu! maafkan saya" ucap Shindy dengan lemas
Oty bukannya tersinggung malah mengulum senyum dengan permintaan maaf Shindy, padahal seharusnya dirinya lah yang meminta maaf.
"ada model baru yang nona inginkan? saya akan desain khusus buat nona" tanya Oty mengeluarkan buku lukis model gaunnya dan pensil yang sudah melekat di kantong bajunya.
Kaira yang hendak berbicara jadi mengurungkan niatnya karna Oty terlihat tidak tersinggung dengan kata-kata Shindy.
Shindy menjelaskan semua yang dia mau dan Oty dengan serius menggambar model yang Shindy mau.
"yang begini nona? " bu Oty memperlihatkan hasilnya
Shindy melihatnya lalu matanya berbinar senang, gaun impiannya terpampang jelas dalam bentuk lukisan milik Oty.
"iya bu..! saya mau yang ini... " Shindy langsung memegang tangan Oty dengan senyum cerianya tak lagi murung seperti tadi.
"kalau begitu saya akan membuatkan gaun impian anda nona" ujar Bu Oty dengan ramah
"kapan siapnya bu? " tanya Shindy bersemangat.
"3 hari nona! saya akan bekerja keras sampai 3 hari untuk menyiapkan baju pengantin pilihan nona" jawab Oty
"kenapa cepat sekali? " tanya Shindy malah terlihat menggemaskan
"Eh..? " Oty tidak tau mau berkata apa
biasanya orang kaya akan meminta pakaiannya lebih cepat selesai, padahal membuat baju pengantin tidak bisa cepat, paling cepat itu butuh waktu 3 hari dengan banyaknya pekerja, itupun tidak ada istirahatnya. dengan tanpa hati pelanggannya akan minta waktu 2 hari atau bahkan 1 hari.
"jangan terlalu cepat juga bu ! nanti bajunya siap tapi semua pekerja ibu sakit lagi.. "
"5 hari aja ya bu? saya akan datang 5 hari lagi bersama suami saya" Shindy menunjukkan 5 jarinya
Kaira mendengarnya menggeleng-geleng gemas kepalanya.
"terimakasih atas tenggang waktunya nona! saya akan melakukan yang terbaik untuk gaun nona " ucap Oty menunduk hormat hingga Shindy terkejut, spontan saja berpindah tempat hingga Oty menunduk pada patung bukan padanya.
"jangan tunduk-tunduk begitu sama saya bu, " protes Shindy terdengar lucu
__ADS_1
Oty menggaruk-garuk tengkuknya melihat ke Shindy dan Kaira yang tengah menahan tawa. baik Shindy maupun Kaira tidak suka di hormati wanita lebih tua dari mereka.
para pelayan malah makin bersemangat melayani tamu baik hati dan tidak sombong seperti keluarga Melviano, orang kaya diluar sana akan berlagak menyewa 1 ruko hanya untuk melayani 1 pelanggan saja hingga bu Oty harus menutup toko saat pelanggan VIP berbelanja tapi berbeda jika Kaira yang bagian dari keluarga Melviano pelanggan VVIP tidak minta hal seperti itu, toko tetap buka seperti biasa.
tak berapa lama kemudian Dylan dan Candra tiba dengan nafas tak beraturan.
"kenapa sayang? " tanya Kaira khawatir.
"nggak ada mom" jawab Dylan dan Candra saling lempar pandangan.
Kaira kebingungan sendiri.
"ini bu suami saya! ukur aja sekalian" pinta Shindy melingkarkan tangannya di lengan Dylan
"jika Nona mau mengukur tuan muda untuk saya! saya tidak cukup berani menyentuh tubuh berharga tuan muda, nona" jelas Oty
Dylan tersenyum tipis ke Oty.
Shindy menggaruk-garuk keningnya sendiri.
Candra dibawa ke ruang ganti untuk memakai baju pengantin yang satu pasang dengan gaun milik Nova.
"jadi foto praweddingnya hari ini Nova sama Candra aja kan? kalian 5 hari lagi? " tanya Kaira
"5 hari lagi? " beo Dylan
"mas kan cemburuan! jadi aku pilih model beginian, kamu nggak marah kan? " tanya Shindy, Dylan mengelus kepala Shindy dan mengangguk pertanda dirinya tidak marah.
sementara yang lainnya makin aja baper dengan tingkah keduanya kecuali kaira.
"kalau begitu kamu bawa Shindy pulang sayang! mommy akan pulang bersama Candra dan Nova, Shindy nggak boleh lelah karna cucu mommy harus sehat ngga boleh kelelahan" perintah Kaira
"siap mom" jawab Dylan
pada akhirnya yang mengukur tubuh Dylan adalah Oty sendiri, kalau Shindy yang mengukur tubuhnya yang ada tidak akan selesai sampai beberapa jam.
Dylan dan Shindy berpamitan pada Kaira, saat keluar tak sengaja Shindy hampir saja menabrak seseorang yang nyelonong masuk ke dalam toko beruntung Dylan dengan cepat menarik tubuh istrinya. Dylan menjegal si pelaku lalu dengan secepat kilat Dylan meluruskan kakinya sama seperti sedang menghilangkan bukti.
"aaaakkkh...!" amuk Bianka dengan geram sekali lagi roknya tersingkap.
Shindy membekap mulutnya tak kuasa menahan tawanya sambil menutupi mata sang suami.
"maka nya jalan lihat-lihat mbak..! " ejek Shindy
Bianka bangkit lalu mengepalkan tangannya melihat kedua manusia yang selamat dari rencana liciknya, niat hati mau melukai sepasang suami istri itu tapi dirinya malah menjadi tersangka utama kecelakaan orang suruhannya sebelum kecelakaan 2 truk terjadi.
Dylan menurunkan tangan Shindy lalu menatap dingin Bianka.
"apa dia tau sesuatu? " batin Bianka merinding melihat tatapan mengintimidasinya seperti ingin mengulitinya hidup-hidup
__ADS_1
Bianka segera meninggalkan Dylan dan Shindy.
"dasar aneh... " ledek Shindy menjulurkan lidahnya.
"udah sayang! ayo Kita keluar ! ingat kata Kinan ya? kamu nggak boleh stress.. " alih Dylan
Shindy pun pasrah saat Dylan membawanya pergi.
"mas? "
"hmm? " saut Dylan
"bagaimana keadaan Alexa? " tanya Shindy
"dia sangat baik! bahkan sekarang jauh lebih gemuk dari sebelumnya" jawab Dylan
Shindy terkekeh membayangkannya
"kenapa malah tertawa? hmm? " gemas Dylan mengetuk-ngetuk hidung Shindy.
"aku makin yakin dia hilang ingatan karna tidak menjaga bentuk tubuhnya" ujar Shindy
"apa pedulimu sayang? jangan pedulikan dia yang sudah jauh lebih baik karnamu"
Shindy tersenyum lalu segera masuk ke dalam mobil.
di toilet wanita Bianka menatap nyalang ke arah kaca.
"aku jadi tersangka karna sepasang suami istri itu! semua polisi menggeledah rumahku... puas kalian hah??? " maki Bianka dengan geram.
dendamnya makin menumpuk saja pada orang yang mempermalukan dirinya didepan umum.
puas memaki di depan kaca, Bianka mengambil tisu untuk mengeringkan tangannya yang masih basah.
Bianka makin ingin menghancurkan Dylan tak peduli siapa sosok yang sangat berkuasa telah melukai harga dirinya yang sangat mahal harganya.
"tunggu saja tanggal mainnya" seringai Bianka yang sudah tersulut dendam.
.
.
waah... ngantuk berat nih.... mata micing-micing muluk... besok lagi ya say...! terimakasih...
.
.
.
__ADS_1