Sikembar Sang Penguasa 2

Sikembar Sang Penguasa 2
Mas Salju?


__ADS_3

Dylan kembali membawa makanan dan baju ganti untuk sang istri.


"Ndy? ". Dylan tiba di kolam renang tempat terakhir ia meninggalkan istrinya.


Dylan terbelalak melihat punggung mulus Shindy rambutnya di sibakkan kesamping, Jiwa pria nya yang sudah lama tidur seolah bangkit detik ini melihat pemandangan itu.


"Mas? ".


Dylan langsung membalik tubuhnya melihat pemandangan didepannya.


"kenapa kamu berenang tidak pakai atasan? ". tanya Dylan dengan kaget.


Shindy juga membelakangi Dylan,


"maaf mas! airnya segar sekali jadi berenang deh akunya, lagian disini tidak ada orang lain bukan? cuma mas doang yang emang sah-sah aja melihat tubuhku ".


Glek..!


"cepat pakai bajumu... aku tunggu didapur". titah Dylan lalu meninggalkan Shindy yang masih tertawa cekikikan.


"aku nggak nyangka kalau pria Arogan seperti tuan Dylan juga punya sisi kanak-kanaknya! kenapa dia bisa terlihat seperti pria polos? apa dia tidak pernah melihat tubuh telan**ng wanita? ". gumam-gumam Shindy.


jujur Shindy memang malu memperlihatkan tubuhnya tapi seharusnya Dylan tidak malu kan karna seorang Pria? kenapa sekarang mereka bisa sama-sama malu?


( Author : kalau begini kapan dapat keturunannya? wkwkwk)


Shindy memakai gaunnya saat mengadakan konferensi pers dadakan, rambutnya masih basah dan dibiarkan tergerai.


"mas? ". Shindy datang dengan senyum manisnya.


Dylan menoleh dan cepat beralih karna Shindy terlalu bahaya saat ini apalagi rambut basahnya membuatnya berpikir yang aneh-aneh.


"kenapa aku jadi begini? apa karna aku melihat punggung mulusnya? sadarlah Dylan.. sadar...! ". batin Dylan seperti takut jatuh cinta saja pada istri orang padahal Shindy istrinya sendiri.


sebenarnya jika Dylan meminta haknya detik ini bisa saja Shindy memberikannya tapi harga diri Dylan terlalu tinggi hanya sekedar mengatakannya.


"mas? ".


"hmm? ". Sahut Dylan menoleh ke samping.


"mas beli apa? dari tadi aku tanyain kok melamun sih? mikirin apa? ". tanya Shindy menuangkan air minum untuk sang suami.


Dylan berdehem saja sedangkan Shindy menautkan kedua alisnya tidak mengerti kenapa suaminya jadi aneh tidak seperti biasanya.


Dylan berwajah datar tapi duduknya terlihat tidak tenang.


"lain kali jangan berenang tanpa pakaian nanti kalau ada yang masuk gimana? ".


Shindy tersenyum lebar


"kan ada mas Dylan yang jagain tubuh aku ". Shindy meletakkan kedua tangannya di pipinya lalu mengerjab-ngerjabkan matanya.


Dylan menatap datar itu tapi jantungnya seakan mau copot dari tempatnya.


"mas nggak asik sih! masa iya ditatap datar gitu aja di puji dikit kek". celoteh Shindy


"ckk..! minta di puji sama Keyzo aja sana". Dylan mengalihkan pandangannya dan fokus ke makanannya


"kenapa dia sangat imut". batin Dylan tersenyum kecil.


"mas mikiran apa hayo? pasti mikir yang aneh-aneh ya? mikirin vidio p*rno ya?" . cecar Shindy dengan curiga


Dylan menyentil kening Shindy.


"awwh... sakit mas". pekik Shindy mengusap-ngusap keningnya.


"punya otak tu jangan kotor! aku tidak pernah menonton begituan". tegur Dylan dengan datar.

__ADS_1


Shindy mencebikkan bibirnya, Dylan yang sedang mengunyah makanannya langsung melihat ke arah Shindy dengan tatapan tajam.


"coba lihat hp mas? pasti banyak vidio sek* ". celutuknya lagi


"uhuk.. uhukkk"


Dylan terbatuk-batuk menyambar air minum yang disiapkan Shindy tadi.


"pasti banyak kan? buktinya mas batuk-batuk mana ada pria yang tidak ada vidio sek* di hp nya". Shindy dengan wajah tak berdosanya menepuk-nepuk punggung Dylan.


Dylan mengeluarkan ponselnya dan menyodorkannya di kening Shindy.


"lihat sendiri mataku bersih dari vidio yang kamu maksud". kesal Dylan


Shindy takjub melihat raut wajah Dylan yang terlihat kesal biasanya suaminya itu terlihat datar dan bisa mengontrol emosinya.


"sandinya apa mas? ". tanya Shindy


Dylan mengotak-ngatik didepan Shindy yang sangat mudah ingat akan sesuatu, shindy mengangguk-ngangguk mengerti.


dengan santainya Shindy memeriksa ponsel suaminya yang benar-benar bersih dari pikiran kotornya.


"berarti mas tidak bisa gitu-gituan dong? ". celutuk Shindy dengan kata-kata ambigu nya.


Dylan tersedak minumannya lagi hingga hidungnya terasa perih saat ini, sedangkan Shindy memasang raut wajah kesal sambil menepuk-nepuk tengkuk Dylan.


"kenapa bicaramu vulgar sekali hah? " Dylan menepis pelan tangan Shindy


Shindy menunjukkan deretan giginya yang rapi


"habis granma mengancamku".


"mengamcam apa? ". tanya Dylan


Shindy membekap mulutnya dengan raut wajah pura-pura kaget.


"issh.. aku diancam kalau aku tidak hamil 2 bulan kedepan maka granma akan menggunakan cara jitu sama seperti Daddy dulu katanya".


Dylan tertegun mendengarnya


"maksudmu bayi tabung dengan mengawinkan sel sp*rm* dengan sel tel*r jadi bayi di rahim tanpa berbuat begituan ? ".


Shindy manggut-manggut.


"jadi aku punya misi biar cepat hamil ya harus gitu-gituan dong katanya si enak pengen coba"


"sama siapa? ". tanya Dylan datar


"ya sama mas lah! masa sama pria lain yang ada aku potong bagian bawahnya".


"aku? ". tanya Dylan


"kamu juga akan memotong punyaku? "


"kalo mas ya enggak lah! kan punya mas kualitas superstar!". senyum manis Shindy


"jadi yang lainnya kualitas apa? ". tanya Dylan datar lagi.


"yang lain itu hanya kualitas Silver, Gold paling tinggi sang cassanova Diamond kalau mas kan Superstar tidak sembarang pria yang aku terima mas yang punya kualitas superstar cuma mas doang di negara ini yang masih muda"


Dylan memijit pelipisnya makan siang mereka berubah topik menjadi kata-kata ambigu Shindy yang jadi aneh sejak acara konferensi pers.


"cukup! dasar gadis mesum".


Shindy melebarkan matanya.


"mas impoten ya? ". celutuknya tanpa disaring

__ADS_1


Dylan langsung menatap tajam istrinya.


"kamu mau lihat aku impoten atau tidak? "


Shindy mengangguk-ngangguk.


"biasanya pria dipancing langsung sadar tapi mas kok tidak artinya apa coba kalau bukan impoten? ".


"aakh.. kepalaku jadi pusing karnamu ".


"mau aku pijitin mas? ". tawar Shindy


"jangan bicara aneh-aneh lagi! awas kalau bicara aneh ?"


Shindy melebarkan senyumnya, kenapa sekarang ia suka mengejek suami Saljunya yang kikuk dan polos.


Shindy memang tidak pernah melakukan hubungan seperti itu tapi Shindy pernah menonton vidio seperti itu karna teman-teman kerjanya yang memang komplotan mesum tapi baru kali ini ia tau ada Pria yang tidak pernah menonton vidio dewasa bukankah itu sangat menggemaskan apalagi Dylan pria dewasa.


"mas ?"


"sudah aku bilang jangan bicara gadis mesum"


ancam Dylan dengan pelototan tajamnya.


Shindy menyeringai lebar mengibas-ngibaskan rambutnya.


"mas harus nonton aksi aku ya? aku ingin tau mas impoten apa enggak"


kepala Dylan terasa berdenyut lagi saat ini.


"lebih baik aku bawa black kemari niatnya mau menenangkan diri kenapa aku malah membawa gadis mesum ke tempat ini"


Shindy tak terima dikatakan gadis mesum


"mas Salju impoten? "


Shindy berkacak pinggang


Dylan membelalakkan matanya.


"kamu bilang apa? "


"mas suamiku tersayang". jawab Shindy dengan polos.


Dylan menatap kesal shindy, ia yakin istrinya itu memanggilnya dengan nama aneh yang pasti membuat kepalanya seakan mau pecah saat tau Shindy memiliki sisi mesum dan cerewet bahkan melebihi adiknya Nova.


"dasar mas salju ku yang dingin sekutub utara atau barat mungkin? "


gumam-gumam Shindy pelan dan tidak nyambung.


"Ndy..? "


mata Shindy berbinar.


"mas dengar? ".


.


.


.


Ahahaha... kita lihat mbak Shindy mendapatkan hati mas Dylan ya?? godain terus mbak Shindy biar runtuh pertahanan kokoh mas Dylan...


.


.

__ADS_1


__ADS_2