
2 jam lebih mencari Nova,
di tumpukan Jerami kandang Max mulai bergerak-gerak.
Max seperti sudah tau pelakunya Ia hanya sibuk makan dan makan.
Nova keluar dari banyaknya Jemari yang menimbunnya.
"nyenyaknya tidur di dalam sana ya Max". Nova menguap lebar sambil meregangkan tubuhnya yang terasa kaku.
Nova mengerutkan keningnya mendengar orang-orang pada sibuk memanggilnya
"ada apa Max? ". tanya Nova tak sadar dengan tingkahnya yang tidur di tumpukan jemari membuat semua orang sakit kepala mencarinya.
namanya binatang hanya bisa membalas dengan bahasanya entah apa artinya Nova pun tidak tau, ia hanya iseng mengajak hewan kesayangannya itu berbicara.
"Kakak? " teriak Nova keluar dari kandang Max.
Candra yang sudah menangis hampir 1 jam lebih matanya memerah lucu seperti anak kecil saja yang diam-diam di tinggal orangtuanya pergi liburan.
"Beb? " pekik Candra berlari ke arah Nova
Nova menggaruk kepalanya yang mana tubuh nya banyak rerumputan tempat tidur Max
semua Keluarga Nova berkumpul mendengar Candra memanggil nama sayangnya pada sosok istrinya yaitu Nova.
"kenapa kak? " tanya Nova menangkup pipi Candra yang matanya terlihat berkaca-kaca.
"kakak nangis? kenapa? siapa yang buat kakak nangis? biar aku kasih pelajaran..! enak aja dia buat kakak sayangku menangis sampai matanya sembab gitu". Nova mengomel-ngomel sambil menaikkan lengan bajunya.
"kamu dari mana nak?" Pasha mendekat dan memeluk tubuh putri sulungnya.
Nova terheran-heran dengan pandangan semua keluarganya yang terlihat khawatir.
Dylan menjitak kepala adiknya dapat pelototan tajam dari Pasha yang hendak memukul Dylan tapi Kaira sudah berdiri menghalangi perkelahian pada lelaki itu yang tak akan ada habisnya.
"kamu dek yang buat suami cengengmu itu menangis" ketus Dylan melirik Candra yang tak bisa berkata-kata.
"kamu baik-baik aja beb? ". tanya Candra khawatir mengusap lengan dan punggung Nova
"hah? memang Nova apain kak Candra daddy? " tanya Nova polos ke Daddynya
Mely dan Matt yang tadinya khawatir kini menahan tawa seketika dengan kepolosan sang cucu.
"sudah.. sudah...lagian ini tubuh kamu kenapa banyak rerumputan gini sayang? kamu dari mana aja hmm? " tanya Kaira membersihkan rambut Nova yang kotor.
"berikan Nova pada suaminya biar di mandikan olehnya". kekeh Mely
Pasha melihat ke arah Candra yang tengah menatap dalam putrinya, Kaira merangkul lengan Pasha.
"berikan waktu buat mereka hubby". bisik Kaira
__ADS_1
Pasha jadi pasrah mengikuti kemauan istrinya walau ia masih belum puas mewawancarai Nova tapi ia harus sadar diri juga kalau putri sulungnya itu sudah menikah.
Mely dan Matt membawa Kaisha masuk Mansion, Keyzo membawa masuk kembali Black dan Blink kd kandangnya yang sibuk bermesraan hingga tidak bisa melacak keberadaan Nova.
Shindy dan Rilly sedang bersama,
"mari nona! " ajak Rilly
Dylan mendekat dan segera Rilly menyingkir karna Shindy berada didekat Dylan yang sudah pasti akan aman tidak butuh dirinya.
"ayo sayang" ajak Dylan
tinggallah Candra dan Nova di halaman kandang Max.
Candra memeluk Nova yang tengah menyadari kesalahannya.
"maaf kakak sayang.. tadi aku mau tidur tapi ngga bisa tidur, jadi kepikiran Max aku masuk ke kandangnya deh.. tapi ngga tau kenapa aku udah ketimbun tumpukan jeraminya sepertinya tidur aku terlalu nyenyak kak". Nova berusaha menjelaskan alasannya supaya Candra tidak marah padanya.
Candra tidak bisa marah kalau melihat sang istri dalam keadaan baik-baik saja sedangkan kepalanya sudah mau pecah tadi saat Dylan mengompor-ngompori nya bilang kalau Nova manjat di pohon kelapa, suami mana yang tidak akan stres membayangkannya sang istri tercintanya berada di situasi itu.
hanya Dylan yang sanggup sedangkan Candra tidak sanggup karna merasa dirinya masih terbilang normal walau dikatakan juga jenius tapi tidak seperti Dylan yang Triple Jenius dibidang apapun kecuali IT yang ia kuasai tapi tidak seperti Nova yang sangat hebat dibidang IT dan Dylan mengakui itu.
Nova Triple Jenius dibidang IT dan Candra hebat di bidang IT sudah pasti anaknya juga Jenius IT tidak mungkin anaknya menjadi penyanyi sedang kedua orangtuanya menguasai IT, setidaknya anak Candra dan Nova akan menjadi pengusaha IT yang sukses suatu saat,,
.
Nova digendong oleh Candra menuju kamarnya,
Nova menatap suaminya yang tengah diam sejak tadi.
Candra menarik nafas berat. "aku hanya belum bisa berpikir jernih beb".
Nova memeluk Candra,
"kakak jangan marah dong! kan aku jadi mau nangis" Nova mulai terisak kecil.
"tidak beb.. aku ngga marah". kecupan mesra Candra di pelipis istrinya.
.
.
Nova diam menatap makanan yang dibelikan suaminya sedangkan Candra sibuk bolak-balik menyiapkan susu ibu hamil untuknya dan memotong buah-buahan untuknya.
Candra benar-benar memperlakukan Nova seperti ratu,
Candra terkejut saat tubuhnya dipeluk oleh seseorang yang sudah Candra ketahui siapa itu.
"kenapa beb? " tanya Candra melihat ke samping.
"aku mau tunggu kakak aja baru mau makan" manja Nova menduselkan kepalanya di punggung sang suami.
__ADS_1
Candra meletakkan pisau dan buah apel yang sedang dikupas olehnya, Candra mengusap tangan Nova yang tengah memeluknya
"berjanjilah Beb jangan buat aku takut seperti tadi lagi". pinta Candra dengan serius.
Nova mengangguk-ngangguk tanpa berpikir panjang, "maaf kak..! aku janji akan bertanya dan izin sama kakak kemanapun aku pergi.. "
"aku fikir aku hanya tidak boleh keluar mansion, selama aku tetap di mansion dimana pun itu boleh.. aku ngga tau kakak mencariku"
"iya... sudahlah lupakan kejadian tadi.. besok papa akan kesini". alih Candra membalik tubuhnya menghadap Nova
"Papa? ada urusan apa kak? biasanya papa sibuk kerja meluluk". kekeh Nova memikirkan Abibama yang gila bekerja.
"sebenarnya papa jadi gila bekerja karna kesepian Beb..! dia mengisi hari-harinya dengan bekerja dan bekerja supaya pikirannya tidak kosong" jelas Candra yang mengerti kesibukan papanya
Nova terdiam seketika. "apa papa tidak mau menikah lagi? " tanya Nova tiba-tiba
Candra tertegun mendengarnya. "tapi tidak ada wanita yang tulus merawat papaku beb".
Nova tersenyum.
"Onty Arla juga janda...! ditinggal suami juga, dia teman baik mommy ku.. "
"maksudmu beb? " tanya Candra tak mengerti
"dulu itu Daddy menyewa 6 pengawal terbaik wanita untuk menjaga mommyku..salah satunya Onty Rere, Onty Riska mereka berdua juga pengawal mommyku yang sudah berkeluarga "
Candra menyimak.
"jadi udah lama juga sih Onty Arla menjanda ditinggal suaminya yang berselingkuh... panjang deh ceritanya... intinya suaminya selingkuh karna Onty Arla ngga juga kasih keturunan sementara selingkuhannya ngasih keturunan.. padahal di hari itu Onty Arla sedang mengandung juga..."
"dimana sekarang Ontymu itu? " tanya Candra
"onty Arla ada di desa P, disana desanya masih gemar bertani ..Onty Arla sibuk merawat putri nya yang masih berumur 10 tahun, dia juga ngga mau menikah karna tidak percaya laki-laki lagi"
"tapi aku jamin kok Onty Arla baik hati dan tidak akan melihat papa dengan hartanya yang dia mau pasti hanya papa terima anaknya atau tidak, aku rasa itu aja sih masalah Onty ku itu nantinya dan aku yakin dia bisa merawat papa dengan baik. ". sambung Nova lagi
"besok kita temukan mereka !! " seru Candra menyetujui.
"kakak langsung terima? " tanya Nova terkejut.
"apa yang menurut mu baik sudah pasti dia terbaik untuk papa". kata Candra membuat Nova gemas mengusap rahang Candra dengan senyum manisnya.
.
.
.
kemana musuh mas Dylan? bersabarlah Readers.. Novel ini masih panjang kok... hihi... tapi esok lagi ya? . terimakasih... selamat beraktifitas.
.
__ADS_1
.
.