Sikembar Sang Penguasa 2

Sikembar Sang Penguasa 2
kabur


__ADS_3

"Mommy kenapa? " tanya Shindy memegang tangan Kaira yang tengah memijit pelipis nya sendiri.


"mungkin mommy mu sayang mengingat masa lalu" Mely yang menjawab sambil mengusap kepala Kaira


"apa cucu Kaira bakal sama kayak Kaira mah? " Kaira bertanya dengan raut wajah lucu ke Mely


Shindy mengerjab-ngerjabkan matanya pertanda tak mengerti.


"mama kira juga begitu sayang! penjagaan harus diperketat dan suruh Rilly selalu siaga di samping Shindy" ujar Mely


"iya ma..! nanti kalau Rilly udah pulang kaira bakal bilangin" sambung Kaira


Rilly sedang izin sehari pada Dylan, Dylan mengizinkannya karna tau alasan Rilly izin untuk menangani Billa yang kehilangan kewarasannya.


"kamu mau kemana sayang? " tanya Mely


"Shindy mau ke kamar " jawab Shindy polos


"iya sayang..! kamu istirahat aja ngga usah masak biar mommy dan Granma yang masak ya? " Kaira mengerti mood Shindy sedang tak bersemangat karna keinginannya belum tercapai.


Shindy tersenyum lalu berlalu meninggalkan Kaira dan Mely.


"semoga Shindy ngga nekat kayak Kaira mah" tutur Kaira pelan


"bagaimana pun anak dalam rahim Shindy juga keturunan Melviano sudah pasti Shindy akan melakukan hal yang sama" timpal Mely dengan cemas-cemas.


Shindy di kamarnya terduduk lemas di kingsize nya.


"aku pengen manjat..! Hiks.. hiks... "


Shindy tidak bisa meneruskan bab baru di Novel Online nya sebab pikirannya sedang kacau karna keinginannya yang belum terpenuhi.


Shindy membuka aplikasi Novel Online nya dan bertanya lewat teman group nya sebagai penulis Novel.


"nggak bisa gitu mami muda..! mami harus menuhi keinginan sang bayi ntar anaknya jadi ileran jorok jadinya.. "


"mami harus penuhi keinginan dek bayinya"


"ya ampun Ngidamnya mami Ekstrim banget ya? tapi harus di penuhi kalau udah bawaan bayinya mami, walau berbahaya tapi aku rasa mami akan baik-baik saja ".


semua komentar dari penggemar setianya mendukung keinginannya karna rata-rata penggemar setia Novel onlinenya seorang ibu.


"mereka aja yang ngga mengenalku sangat mendukung keinginanku! aku nggak bisa tenang sebelum bisa manjat... hiks.. hiks.. kenapa hatiku sakit sekali.." isak tangis Shindy


padahal Shindy bukan tipikal wanita yang mudah menangis tapi sejak hamil ia mudah cengeng kalau keinginannya belum juga tercapai.


"baiklah..! kalau mereka ngga dukung aku kabur aja" gumam Shindy menghapus sisa air matanya dan tersenyum menakutkan seperti wanita psikopat saja.

__ADS_1


otaknya seolah encer saat ini, jalan untuk kabur dari rumah sudah seperti denah saja di kepalanya.


.


.


makan malam diadakan dengan Abi serta Candra, meja makan jadi makin ramai situasi mereka seperti orang pasar begitu ribut tidak seperti orang kaya raya pada umumnya yang sangat menjaga etika saat makan berbeda jika di meja makan ada Arabela dan Lexy maka mereka makan seperti air tenang saja.


Candra begitu serius mengoceh dengan Keyzo dan Kaisha. sedangkan Abi sibuk dengan keluarga Melviano juga Nova hanya Dylan dan Shindy yang saling bercerita tentang Abibama dan Candra di negara asing, Shindy mendengarkannya dengan baik.


malam harinya Nova begitu kelelahan habis mandi dan keramas,


pintu diketuk.


"buka aja ngga di kunci" teriak Nova yang pintunya emang terbuka sedikit.


"kak Kitty? " kaget Nova segera menurun-nurunkan jubah mandinya yang sangat pendek.


Candra tersenyum, jujur jantungnya berdebar kencang melihat Nova memakai jubah mandi saja dan bisa dibilang sangat sexy tapi perasaan ingin melindungi didalam dirinya lebih besar dari pada nafsunya saat ini.


"aku berikan minuman ini untukmu! dulu aku sering kerja lembur begitu juga papa, kami sering buat minuman anti pegal dan anti lelah"


Nova tersenyum canggung tak berani menatap Candra karna tubuhnya yang hanya memakai jubah mandi.


Candra menyodorkan segelas minuman ajaib khas buatannya hanya berbeda resep dari minuman Shindy tapi gunanya sama.


Nova menerimanya lalu meminumnya dengan alis mengkerut hal itu membuat Candra gemas, tangannya langsung bergerak begitu saja menyibakkan rambut Nova kebalik daun telinganya.


Candra mengeluarkan lolipop dari saku celananya


"che.. phat.. che.. phat...!! " pinta Nova tidak jelas dengan lidah keluar


Candra membuka bungkus lolipopnya lalu memasukkannya ke mulut kekasih hatinya yang beberapa minggu lagi akan menjadi miliknya.


"isssh.. ngga mau minum lagi! pait.. "


Candra terkekeh. " kamu akan tau khasiatnya besok pagi Beby"


Nova mendengus sambil mengemut permen lolipopnya yang sangat manis.


"kalau gitu aku keluar ya? jangan lupa gosok gigi nanti gigi beby berlubang" goda Candra mencubit pipi Nova


Nova membulatkan matanya sedangkan Candra sudah kabur duluan keluar dari kamar Nova lalu menutupnya serapat-rapat mungkin.


"isssh... emang aku anak kecil apa? " gerutunya kesal tapi mulutnya emang ketagihan dengan Lolipop pemberian Candra.


.

__ADS_1


.


pagi-pagi sekitar jam 5 pagi, teriakan Dylan menggedor-gedor setiap kamar membuat semua penghuni kamar terbangun dengan wajah bantal sedang berkumpul di ruang tamu memakai baju tidur masing-masing tapi memakai Rajut panjang dan dalam untuk menutupi tubuh transparan mereka.


hanya Candra dan Abibama yang belum bangun.


"kamu yakin Shindy ngga ada dikamar? " tanya Kaira khawatir.


"ngga ada Mom.. kelakuannya sekarang persis seperti mommy yang kabur saat mengandung Keyzo dan Kaisha, setiap ada kesempatan pasti dia bilang mau manjat-manjat terus " dumel Dylan mondar-mandir nggak jelas.


"jangan panik dong kak..! kita cari ke mana ada pohon dan banyak pohon" tutur Nova tubuhnya sudah bugar kembali karna efek minuman yang dibuatkan oleh Candra untuknya.


"kalau begitu ayo kita ke Hutan" ajak Kaira


panjang berdebatan akhirnya yang boleh pergi hanya, Dylan, Keyzo dan Nova saja yang lainnya harus tetap di mansion karna tidak baik meninggalkan Candra dan Abi yang menjadi tamu mereka.


"kamu yakin ikut dek? gimana Candra mencarimu? " tanya Dylan serius


"ngga apa kak ! kakak ipar sangat penting saat ini" jawab Nova cepat


"Keyzo akan bawa Black ya kak" seru Keyzo dibalas anggukan sekali oleh Dylan


mereka segera keluar mansion dengan 1 mobil saja tapi muatannya banyak,


"emang waktu mommy hamil kami begini ya kak? " tanya Keyzo penasaran


"hmmm... kakak saksinya! kalian membuat heboh satu mansion " jawab Dylan


"ceritain kak" pinta Keyzo antusias.


Nova hanya tersenyum dan malas berbicara.


dengan cepat Dylan menceritakan semuanya secara singkat, padat dan jelas hingga Keyzo cekikikan geli membayangkan semua itu.


Black duduk manis di pangkuan Keyzo tanpa ribut sedikitpun.


"sebentar saja Black..! Macan betina untukmu aku dapatkan! tapi butuh waktu hingga tiba di negara ini" Keyzo mengusap kepala Black yang sangat suka dengan perempuan.


"mesum ini mah" kekeh geli Nova


Dylan tak ikut campur saat ini ia begitu khawatir dengan kondisi istrinya.


"semoga kamu baik-baik saja sayang! maafkan aku yang tidak menuruti kemauanmu tapi aku melakukannya untuk kebaikanmu".


Dylan jadi merasa bersalah, pantas saja tadi malam istrinya tidak lagi merengek padanya minta diizinkan buat manjat tapi tidak tau manjat apa? pikiran Dylan tentu teringat mommy nya dulu yang begitu gilanya manjat tebing hal itu membuat Dylan melarang keinginan keras istrinya itu.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2