
Dylan mendatangi apartemen Noven yang hanya dijaga 5 orang saja, hanya dalam hitungan menit Dylan berhasil menjatuhkan 5 pengawal terbaik Noven yang tenaga nya masih jauh dibawah kekuatan Bagus (Asisten Dylan).
Dylan juga menyuapinya beberapa pil penghilang ingatan supaya tidak menjadi masalah untuk dirinya kedepannya.
"kau..? " Noven terkejut dengan kedatangan Dylan yang tidak di undang olehnya.
"kenapa? bukankah kau yang mengajakku perang terlebih dahulu? " senyum tipis Dylan terlihat menyeramkan dimata Noven.
Noven berteriak memanggil pengawal terbaiknya hingga Dylan tertawa menggelegar seketika.
"kau fikir aku tidak bisa mengalahkan kelima anj*ng kecilmu itu hah? seharusnya kau menyewa singa ganas untuk menjagamu bukan anj*ng penjaga seperti mereka yang tenaganya tidak sebanding denganku".
Noven makin ketakutan, jujur ia tidak memiliki kemampuan ilmu beladiri tapi punya uang dan otak serta suka pamor kehebatan nya dengan keempat kawanannya tapi kekuatan mereka hanya bermodal uang dan kekuasaaan.
Dylan mendekat, Noven melangkah mundur mencari sesuatu saat ada guci dibelakangnya segera ia melemparnya ke Dylan yang hanya di tendang saja guci berharga puluhan juta itu hancur begitu saja.
Noven makin kalap mencari apa saja untuk menyakiti Dylan supaya tidak mendekat padanya, tapi tidak ada satupun yang bisa melukai Dylan.
"dimana kebanggaanmu itu? kau berani melawanku? sementara kau tidak punya ilmu beladiri sedikitpun hanya melempar-lempar barang? apa bedanya kau dengan perempuan? " ejek Dylan dengan seringai tipisnya merendahkan Noven.
Noven tidak peduli ejekan Dylan yang penting dirinya tidak terbunuh oleh Dylan, Dylan mendengar suara langkah kaki lalu melihat Noven dengan mata memicing.
"dia sengaja mengulur waktu". batin Dylan langsung faham.
Dylan mengeluarkan belati kecilnya lalu melemparnya dengan sekuat tenaga ke arah jantung Noven.
Jleb...!
"aah... " Noven terduduk saat pisau Dylan menancap sempurna ke jantungnya, Dylan mendekat ke Dylan lalu menarik pisau itu tanpa ada perasaan iba sedikitpun.
"tadi aku ingin menembak mati kepala kau ini tapi kau menyusun rencana untuk menjebakku? dan kau tidak akan menang" seringai Dylan segera berlari ke arah jendela belakang dan melompat dari situ hingga Noven terbelalak lalu ambruk dengan bersimbah darah belum sempat bibirnya bisa berbicara menunjuk Dylan pelaku nya.
Dylan menjatuhkan diri dari lantai 12 tapi di lantai 3 Dylan bisa menahan tubuhnya dengan berpegangan tangan di pagar besi apartemen seseorang, jika Dylan meloncat dari lantai 12 sampai ke tanah sudah pasti bunuh diri tapi Dylan bisa selamat tanpa harus sampai ke tanah dibawahnya.
Dylan memasuki apartemen itu terdengar olehnya desah*n dari balik selimut, Dylan menyeringai tipis lalu melangkahkan kakinya dengan tenang dan pastinya tidak akan didengar oleh pasangan yang sedang bercint* di balik selimut.
"maaf .! aku harus membuat kalian ketahuan". batin Dylan tersenyum miring.
Dylan perlahan membuka pintu lalu keluar sambil menutup wajahnya dengan masker dan topi, sengaja ia membuka sedikit pintu tadi supaya polisi di lantai 12 akan ketar-ketir mengatasi masalah penggerebekan pasang*n mesum.
walaupun tidak ada polisi yang menangkap Dylan tapi berurusan dengan polisi tentu membuatnya malas dan pasti akan di sorot wartawan.
didalam mobil Dylan tersenyum melepas maskernya lalu meninggalkan apartemen itu tanpa ada yang curiga sedikitpun.
"kalau kalian sepasang suami istri berarti kalian beruntung! berbeda jika kalian belum menikah, bukan salahku" gumam Dylan mengangkat bahunya tak peduli kedua pasangan yang menjadi alibinya untuk mengalihkan perhatian para polisi yang mendatangi kamar Noven tadi.
__ADS_1
.
.
malam harinya berita artis yang di grebek oleh polisi di sebuah apartemen, berinisial M menjadi Viral dimana-mana dikamar 11 yang menjadi tempat artis berinisial M berhubungan bad*n dengan lelaki hidung belang..
M jadi topik utama penyerangan Netizen di seluruh dunia, mereka mencela M hingga wanita itu tak berani mengangkat kepala saat di grebek polisi dan wartawan yang merekam dirinya yang tidak memakai baju dibalik selimut.
"waah... Artis M perempuan begituan ya? aku ngga nyangka mas! image nya itu sangat polos dan imut" oceh Shindy yang tengah sibuk makan.
Dylan tersenyum miring.
"jadi Artis dan produser film? berarti kalian sedang tidak beruntung". batin Dylan
"mas? " rengek Shindy
"iya sayang? " saut Dylan menoleh ke sang istri.
"mas kenapa melamun sih? " tanya Shindy dengan pipinya yang sangat penuh juga matanya mengerjab-ngerjab lucu.
"ngga ada sayang! aku kangen aja hubungan begituan" elas Dylan.
Shindy diam tak mengunyah tapi pipinya menggembung dengan raut wajah lucunya, dengan cepat shindy mengunyah makanannya lalu meneguk minumannya.
"mas baru minta sama aku? sebelumnya mas kemana aja? " tanya Shindy mengelap bibirnya yang belepotan dengan tisu
"aku tidak membahasnya karna menunggumu yang memintanya, aku takut sayang ! karna ada anak yang harus kita jaga" jelas Dylan
Shindy menyeringai lebar lalu menangkup rahang Dylan dan menciumi wajah suaminya yang sangat lucu juga menggemaskan.
"aku juga menunggu mas untuk berinisiatif sendiri" cengir Shindy
"benarkah? " tanya Dylan terkejut.
"hmm" Shindy mengangguk-ngangguk.
"kalau begitu kapan kita melakukannya? aku takut tapi aku juga mau sayang" tanya Dylan was-was memegang perut Shindy
Shindy tertawa cekikikan "kan dedek bayinya kuat "
"oh ya? " goda Dylan dengan gemas menoel-noel hidung mungil istrinya.
Shindy melingkarkan tangannya di leher Dylan,
Dylan menggendong Shindy membawanya ke ranjang Kingsize nya, TV masih menyala menunjukkan berita Bianka yang hukum penjara seumur hidup di jadikan tersangka utama tabrakan 2 truk dimana pengemudinya tewas dengan luka tembak di kepala sebelum kecelakaan terjadi.
__ADS_1
Bianka menjerit-jerit tak terima saat dirinya di hukum penjara seumur hidup.
"bukan aku yang salah? bukan aku pelakunya.. ". teriak Bianka berkali-kali.
"apa kalian lihat-lihat hah? kalian tau Dylan? dia Dylan Mahardika Melviano? dialah pelakunya.. dia pelaku yang membunuh kedua supir bodoh itu... dia pelakunya.. ". teriak Bianka di depan kamera
tak ada yang percaya omongan Bianka karna dianggap mengada-ngada, seorang Dylan yang abdi negara tidak akan melakukan pembunuhan berencana.
disaat dunia heboh dengan berita panas artis M, kematian misterius topfive, dan kasus pembunuhan Bianka, Dylan yang menjadi pelaku utamanya sedang bermesraan dengan sang istri.
.
.
"mas? "
"hmmm? " saut Dylan dengan penuh cinta menggosok punggung mulus istrinya sesekali mengecupnya dan menggigitinya dengan gemas.
"mas pelakunya kan? " tanya Shindy sedikit terbata-bata dengan perlakuan Dylan.
"hmm" Dylan mengakuinya.
"apa semua sudah selesai mas? apa musuh mas udah habis? " tanya Shindy penasaran
"kenapa? " tanya Dylan
"habis Lyli ngga balik-balik.. dia kemana mas? " tanya Shindy merajuk.
Dylan tersenyum lembut. "dia mengurus ketidak warasan Billa lalu harus memulangkannya kembali ke keluarganya setelah itu dia harus ke kota halamannya untuk sekedar berziarah".
Shindy mengangguk-ngangguk mengerti jadinya. "semoga anak kita tumbuh dengan baik ya mas? "
"hmmm.. aku harap dia tidak lebih kejam dariku" gumam Dylan mengecup bahu Shindy dan memainkan kedua benda kenyal favoritnya.
Shindy terus saja mengoceh dengan Dylan yang masih asik dengan mainannya, mereka tidak bercint* di kamar mandi tapi lama berceloteh terutama Shindy yang terus saja mewawancarai suaminya melebihi reporter saja.
.
.
.
Calon dedeknya bawel mungkin.. wkwkwk..
.
__ADS_1
.