
.
.
Nova keluar kamarnya hendak pergi ke dapur tapi menjerit seketika melihat Candra tengah bercanda ria dengan Mely.
"kak kitty ngapain disini? " tanya Nova berkacak pinggang
"Nak Candra membantu mommymu dan Granma sayang mengantarkan undangan pada teman-teman granma" Mely yang menjawab.
Nova menarik nafas panjang lalu berjalan ke arah dapur
"mau kemana sayang? " tanya Mely
"makan granma " jawab Nova
"kami ngga masak sayang" Mely
"hah? " Nova membalik tubuhnya
"kamu kan tau chef kita mbah Mayong udah nggak ada yang masak akhir-akhir ini mommymu sementara mommymu, Kaisha dan Daddymu sedang keluar mengurus pernikahan kakakmu"
"beli makanan di luar sayang! mau granma pesankan? lewat online? " tawar Mely
"nggak mau granma" tolak Nova
"terus kamu mau makan apa sayang? mau Granma masakin sesuatu? " tanya Mely
Nova menggaruk kepalanya
"Kak Kitty...! " rengek Nova
Candra mengulum senyum manisnya seperti sudah tau maksud gadis pujaannya itu. "mau makan masakan buatanku? "
Nova mengangguk-ngangguk memelas mata kucing, Mely menganga lebar tidak tau mau bilang apa lagi melihat Nova yang sedang merengek manja ke Candra.
Nova berlari kecil ke Candra dan memegang tangan Candra dengan raut wajah menggemaskannya, Candra memegang dadanya yang bergemuruh hebat.
"aku bisa masuk rumah sakit melihat wajah imutmu ini Beby... " Candra mencubit gemas pipi Nova
"masakin menu lain ya..? " pinta Nova menyeringai lebar
"ayo.. ayo.. aku akan masakkan menu makanan favoritku" senyum manis Candra dengan detak jantung yang berdegup kencang.
"yeee.... " Nova menarik tangan Candra yang tak sempat pamit pada Mely.
Mely menggaruk-garuk kepalanya sendiri. "cucu manja ku itu sedang merengek manja sama Candra? ajaib sekali.. "
Mely menghidupkan TV nya dan fokus menonton ia tidak bodoh hingga tak mengetahui Candra memiliki perasaan pada cucunya Nova jadi membiarkan saja Candra dan Nova berdua.
Nova hendak memotong bawang bombai tapi Candra mencegahnya dengan memegang kedua tangan Nova lalu mengecup tangan berharga Nova.
"tanganmu sangat berharga Beby.! biar aku yang kupas ya" Candra dengan lembut mendudukkan Nova yang mengerjab-ngerjab lucu dengan perlakuan Candra.
bukan kata-kata tapi perlakuan Candra seperti menyentuh hati terdalam Nova.
"biar aku yang bekerja! kamu diam disini ya boss Mabiku... ". Candra mengusap kepala Nova lalu kembali ke arah meja yang ada pisau serta bawang bombainya.
Nova masih diam sambil melihat kedua tangannya "aaaah... kak Kitty ini kenapa jadi manis sih? biasanya dia cuma pandai berkata manis di bibir aja". batin Nova dengan pipi yang mulai merona tapi Candra tak melihatnya hanya fokus memasak untuk gadis pujaan hatinya.
Candra begitu serius memotong semua sayur-mayur untuk Nova yang tubuhnya sangat ramping sama sepertinya yang suka jaga bentuk tubuh, ia menggunakan cara yang sama menjaga bentuk tubuh Nova dengan masakan sehat buatannya.
"kak Kitty cepetan dong! lapar nih" rengek Nova beberapa menit kemudian.
__ADS_1
"iya.. iya.. ini belum sempurna masaknya" jawab Candra.
Nova menggoyang-goyang kakinya dengan raut wajah menggemaskannya karna sudah tidak sabar makan masakan Candra.
"kak Kitty... "
"iya.. Beby.. iya.. ini sebentar lagi ya"
"kenapa lama sekali masaknya? " tanya Nova penasaran
"aku harus masak istimewa dong buat pujaan hatiku" jawab Candra dengan enteng
Nova tersenyum kecil.
"nah.. udah siap masakan Chef Adi Candra kusuma" seru Candra membawa banyaknya piring dan mangkuk berisi makanan buatannya.
Nova menganga lebar "ini semua masakan kak Kitty? "
"iya " jawab Candra menyanggah dagunya bersiap menonton Nova makan.
Nova memekik senang lalu memejamkan matanya sebelum makan berdoa seperti biasa, lalu mencuci kedua tangannya di mangkuk yang sudah disiapkan Candra.
"kamu menggemaskan sekali beby" Candra mengusap kepala Nova
Nova mengabaikannya karna perutnya berdemo saat ini.
Nova makan begitu lahap dengan mata berbinar, masakan Kaira sangat enak tapi masakan Candra juga enak dengan rasa yang unik hingga Nova begitu suka masakan Kaira dan Candra.
"makannya pelan-pelan beby..! ngga ada yang rebut makananmu" gemas Candra mengusap-ngusap pipi Nova yang menggembung lucu.
Nova mencoba untuk tersenyum hingga Candra ingin sekali memakan pipi Nova yang sangat menggemaskan.
.
.
"aku cuci piringnya ya? "
"ngga usah kak..! biar aku aja yang cuci" Nova hendak bangkit tapi Candra menahan bahu Nova hingga tidak bisa berdiri.
"tanganmu sangat berharga beby..! biar aku yang cuci, lagian aku sudah biasa mengerjakan pekerjaan dapur" ujar Candra dengan lembut
"terbiasa? kok bisa? " tanya Nova penasaran
"aku kan tidak punya mama sejak kecil beby! jadi aku harus bisa melakukan hal-hal seperti ini sendiri kan?" jawab Candra sambil mencuci piring dengan serius
"aku gadis manja kak kitty tau kan? "
"iya.. " jawab Candra tersenyum lebar
"aku memang cantik tapi tidak pandai mengerjakan pekerjaan rumah ! jika kak Kitty memilihku apa kak Kitty menerima kekuranganku? " tanya Nova serius.
"kamu tidak punya kekurangan Beby..! tidak ada satupun, kamu terlalu berharga hingga keluargamu memanjakanmu seperti sekarang... aku tidak butuh pasangan yang sempurna beby..! tidak butuh.. yang aku butuhkan hanya kamu, mommymu "
"walau aku tidak bisa masak kak? " tanya Nova
"aku bisa memasak" selah Candra
"aku tidak bisa cuci piring! "
"aku bisa menyewa pembantu" jawab Candra
Nova terus memberi tau kekurangannya tapi Candra selalu bisa menjawabnya hingga Nova merasakan hati Candra benar-benar serius padanya.
__ADS_1
"ikut aku kak" Nova menarik tangan Candra hingga masuk lift.
"kita kemana beby? " tanya Candra
"ke kamarku" jawab Nova
Candra tersenyum lebar tentu bersemangat mengikuti Nova
Nova mengunci kamarnya saat Candra sudah di dalam kamarnya, Candra mengedarkan pandangannya begitu takjub kamar Nova tidak seperti perempuan lain pada umumnya
"ini kamarmu beby? " tanya Candra dengan gemas
"iya kak !" jawab Nova menarik tangan Candra untuk duduk di sofanya.
"ada apa beby? " tanya Candra mengusap kepala Nova dengan senyum manisnya.
"kakak serius padaku? " tanya Nova
"tentu saja! dalam kamus hidupku tidak ada kata bercanda saat bersangkutan denganmu Mabi" jawab Candra mengusap alis mata Nova hingga bulu mata lentiknya, Candra menatap mata biru Nova yang sangat membiusnya.
"baiklah.. aku mau kita bertunangan di hari resepsi kak Dylan dan kakak iparku" tutur Nova dengan serius
Candra melebarkan matanya. "kamu serius beby? "
"kak Kitty harus mengatakannya langsung pada orangtuaku..! bawa om Abi kesini kita bertunangan di hari itu juga" jelas Nova begitu meyakinkan
jantung Candra ingin melompat dari tempatnya tak disangka olehnya Nova mau menerimanya.
"kamu ngga mainin aku kan beby? " tanya Candra menangkup kedua pipi Nova dan menatapnya penuh harap dan penuh rasa takjub
Nova tersenyum lalu menggeleng kepalanya.. "kalau kak Kitty melukaiku habislah kak Kitty ditanganku belum lagi Om, Daddy, kak Dylan, Granfa dan Keyzo mereka akan menghajar kak Kitty untukku"
"tidak akan! janjiku tidak akan melukai hatimu" Candra sampai menangis haru saat ini Nova tertegun melihat mata Candra berkaca-kaca
"kenapa kak Kitty malah nangis? " tanya Nova mengusap air mata Candra
"aku bahagia sekali memilikimu yang sangat sempurna bagiku" ujar Candra dengan tulus
"aku tidak sempurna kak kitty..! aku jago IT tapi sebagai calon seorang istri untuk kak Kitty aku belum sempurna "
"kamu sempurna Beby.! aku tidak butuh wanita yang bisa menguasai dapur untukku karna aku mampu bayar pekerja rumah tangga di rumah kita nantinya dan tugasmu hanya melayaniku di ranjang"
Nova membulatkan matanya dengan pipi yang mulai memerah
Pletak..
"belum apa-apa udah bahas ranjang! mesum" desis Nova
Candra terkekeh sambil mengusap-ngusap keningnya lalu mengecup pipi Nova yang memerah makinlah merah karna ulah Candra..
.
.
.
Hahaha... keterusan deh sampai 1198 Kata, alamak Othor lupa mas Dylan dan Mbak Shindy nya... Udah lebih berapa kata... ini gimana Readersku sayang? suka tidak? gemas tidak? semua hampir bahagia kan? cuzzz.. lanjutkan yang suka couple IT ini akan Othor buatkan 2 bab istimewa menjelang pertunangan mereka nih..... wkwkwkk..
.
.
.
__ADS_1