
ke esokan paginya Shindy mengantar Dylan bekerja seperti biasa.
"mas? "
"hmm? ". saut Dylan
"aku mau keluar nanti beli makanan buat isi kulkas kamar kita yang udah kosong".
"sama siapa? ". tanya Dylan
"ngga sama siapa-siapa" jawab Shindy polos
"sayang dengar!! "
Dylan memegang bahu istrinya dengan lembut, Shindy mengerjabkan matanya dengan lucu.
"aku temani ya? ".
"tapi mas kan kerja". bantah Shindy tidak mau merepotkan Dylan
"tidak apa! aku tidak tenang membiarkanmu sendirian diluar sana, nanti sore aku akan membawakanmu teman sekaligus pengawal untukmu".
Shindy pasrah jadinya.
"nanti kalau kamu telat gimana? ".
"aku boss besar mereka buat apa mereka marah kalau aku telat? siapa yang berani menegurku? ".
Shindy tertawa jadinya.
"iya mas! ayo keluar".
Shindy sudah siap dengan pakaian santainya sejak pagi tadi dan tinggal langsung masuk saja ke mobil Dylan menuju supermarket.
supermarket
di tempat ramai Shindy di tak sengaja di tabrak oleh seorang wanita bertubuh sexy.
"aawh...? " pekik wanita itu
Dylan yang sigap menarik tangan Shindy hingga masuk kepelukan Dylan.
"astagah..! ". pekik wanita itu sekali lagi jatuh tidak elit dan pelaku nya pria yang sama tapi bedanya wanita disampingnya yang menabraknya.
"kenapa anda menabrak saya nona? ". tanya wanita itu dengan geram
"berani sekali kau menegur istriku!! kau yang jalan tidak pakai mata". wajah datar dan dingin Dylan
beberapa orang menertawai wanita itu wanita yang pernah menabrak tubuh Dylan sebelumnya hingga baju nya kotor karna saus.
"maaf mbak saya tidak sengaja" Shindy berucap maaf dengan tulus
"kenapa kamu yang minta maaf sayang? wanita ini yang salah siapa yang jalan di tempat ramai sambil main hp matanya nggak dipakai saat menabrak orang lain malah menyalahkan orang dia aja yang salah".
Dylan membawa istrinya pergi
beberapa orang yang melihat itu makin terbahak menertawai wanita itu.
"Bianka? apa yang kau lakukan? ". tanya teman Bianka bernama Yulia
Yulia bisa melihat mata Bianka yang memerah tangannya terkepal kuat segera Yulia berdiri didepan Bianka
"ada apa Bianka? kenapa kamu keliatan marah? lagian kamu kemana sih? aku tinggal ketoilet bentar udah begini". omel Yulia
__ADS_1
"aku bertemu dengan orang jahat". jawab Bianka malas lalu meninggalkan Yulia yang tak faham maksud kata-kata Bianka
.
Dylan menggenggam tangan istrinya yang tak henti-hentinya mengomelinya.
"mas? "
"hmm? ". saut Dylan malas
"dengerin aku tadi apa engga? kenapa kamu malah memarahinya? ". cecar Shindy dengan nada rendah
Shindy sangat menghormati suaminya tidak pernah meninggikan suaranya kecuali Dylan menggodanya hingga Shindy kesal dan marah.
"dia yang salah sayang! sebelumnya bajuku kotor juga karnanya..! beruntung aku baik dan tidak mempermasalahkannya jika aku badmood mungkin dia sudah habis olehku.. "
"beraninya tadi dia malah menyalahkanmu? ck.. dasar wanita murah*n " ketus Dylan
"mas ngomong apa sih? kok mengklaimnya wanita seperti itu? nggak baik mas"
"perempuan baik-baik itu akan meminta maaf saat dia tidak sengaja menabrak seseorang seharusnya tau kesalahan sendiri bukan menyalahkan orang lain" jelas Dylan dengan enteng mengecup kening Shindy
"tapi tetap aja dia jatuh mas! lagian aku juga ngga lihat-lihat jalan juga".
"jangan membelanya sayang! jika kamu meminta maaf pada orang yang salah dia akan merendahkanmu didepan orang banyak! jangan terlalu baik sayang nanti harga dirimu di injak-injak".
Shindy pun tak lagi membalas kata-kata Dylan hanya tersenyum sambil menggeleng-geleng pelan kepalanya karna merasa akan tetap kalah bicara dengan suaminya yang sangat pandai berbicara.
Bianka mengintip Dylan dan Shindy yang tengah berdua memilah jajan-jajanan supermarket.
Dylan melirik ke arah Bianka dengan tatapan tajam, Bianka yang merasa terciduk segera bersembunyi padahal Dylan sudah melihatnya.
Dylan tersenyum miring melihatnya.
"mas? ".
"hmm? ". sahut Dylan menoleh ke Shindy
"mas ngomong apa sih? ". tanya Shindy
"tidak ada ". jawab Dylan dengan santai seolah bukan masalah besar
Shindy mengangguk-ngangguk percaya jadinya.
"ambilkan itu mas"
Dylan dengan mudah mengambil Snack yang Shindy mau di tempat paling atas lalu memasukkannya ke dalam troly.
"mas? ". rengek Shindy menunjuk sayur brokoli
Dylan menggeleng kepalanya.
"buat aku aja mas". rengek Shindy
Dylan menghela nafas panjang dan mengangguk mengetuk-ngetuk bibirnya, Shindy mencium bibir Dylan memangutnya dengan lembut namun durasi cepat.
"ok.. ". tanpa persetujuan Dylan, Shindy memasukkan sayur kesukaannya, Dylan terkekeh melihat hal itu dan tangannya mengusap lembut kepala Shindy.
Bianka yang masih di tempat tadi mengintip lagi dan kebetulan Dylan melihat ke arahnya hingga matanya membulat sempurna, Bianka segera memutar badannya dan lari dari tempat itu.
"sialan...! kenapa dia bisa tau aku sedang mengawasinya? ". desis Bianka dengan heran tapi ia segera menjauh dari tempat itu sebab siapapun tau betapa berkuasanya Dylan di negara yang dipijakinya saat ini.
"kenapa sih mas? dari tadi lihat kesana". tanya Shindy menangkup pipi Dylan menghadap padanya.
__ADS_1
"hmm... ada penguntit " jawab Dylan menonyor hidung Shindy
"oh ya? terus bagaimana? ". tanya Shindy menepis tangan Dylan yang sibuk memainkan hidung minimalisnya.
"ya bagaimana lagi? aku pelototi lah". jawab Dylan begitu enteng
Shindy tertawa dan percaya kata-kata Dylan, setelah puas berbelanja Dylan pergi ke toko pakaian dimana istri mesumnya membeli Lingerie lagi.
"yang mana bagusnya mas? ". tanya Shindy tanpa malu menunjukkan baju-baju haram itu ke Dylan sementara pipi para pelayan toko perempuan semua sudah merah merona.
Dylan begitu serius memperhatikan lingerie tipis di tunjukkan Shindy karna bagi Dylan sudah biasa melihat tubuh polos istrinya bahkan Dylan sangat suka melihat Shindy memakai baju seperti itu tapi hanya didepannya saja.
"ini bagus". Dylan menunjuk semua baju-baju yang menurutnya bagus.
"ih.. mas beli yang beginian biar bisa di buka langsung ya? ". celutuk Shindy keceplosan tak sadar di dengar oleh pelayan toko
"hmm".
jawaban Dylan malah membuat para pelayan toko makin merah padam pikiran kotor sudah melayang-layang di pikiran mereka semua.
"ya udah deh.. yang penting mas suka". Shindy mengalah mengutip baju yang disuka suaminya padahal hatinya begitu bersemangat membeli baju-baju itu.
.
.
" nanti mas pulangnya jam berapa? ". tanya Shindy merangkul lengan Dylan sementara Dylan membawa semua belanjaan istrinya.
"hmm.. mungkin agak sorean sayang". jawab Dylan melihat jam tangannya.
"ya udah deh.. nanti pulangnya jangan larut malam ya? biar bisa Nyam-nyam"
"hmmm". Dylan seperti sudah terbiasa dengan tingkah mesum istrinya.
Shindy tersenyum manis memeluk lengan suaminya dengan gemas. Dylan melirik beberapa orang yang mencurigakan menatap istrinya.
"kenapa mas? " tanya Shindy hendak menoleh ke arah tunjuk suaminya tapi Dylan sudah membawa Shindy ke tempat lain hingga orang-orang yang mengawasi Dylan dan shindy tadi mulai berkumpul mencari tempat dylan pergi tadi.
"mas? ". Shindy dipeluk erat oleh Dylan saat masuk dalam kerumunan orang yang berebut baju diskon besar-besaran
"jangan jauh dariku sayang". peringatan Dylan
Shindy segera melingkarkan tangannya di pinggang Dylan mengikuti kemana suaminya pergi. Dylan melindungi Shindy dari amukan ibu-ibu yang tak sabar mendapatkan barang diskon..
.
.
.
Esok lagi Say...
terimakasih atas doa-doa kalian semua ya? Othor tentu semangat dan pastinya selalu jaga kesehatan biar bisa Crazy Up tiap hari..
Love You All..
😘😘❤❤
.
.
.
__ADS_1