
semua Keluarga Dylan heboh dan panik mencari sosok Shindy,
"sayang? Ndy? kamu dimana sayang? " Dylan dengan sabar berteriak memanggil istrinya yang tak kunjung datang.
"Kak Shindy? kakak dimana? " teriak Nova, dibelakang Nova ada Candra yang berwajah murung.
"Shindy? sayang kamu dimana?? ". teriak Kaira dan Rani
"Shindy?? " Arabela dan Lexy juga ikut mencari Shindy
"Shindy....? " teriak Pasha dan Matt menggema
"Shindy.....kamu ngumpet dimana sih? " teriak Ella
"kok jadi ngumpet? emang kita main petak umpet? " tanya Mely
"habis tu istri si Dylan sedang hamil Granma! kayak mana anehnya Kaira dulu begitulah anehnya Shindy sekarang! cuma beda versi aja, sepertinya calon penerus yang baru sangat usil granma". celoteh Ella
Mely hanya terkekeh membayangkan penerus Melviano yang baru punya kepribadian usil.
teriakan mereka memenuhi setiap lorong hotel, entah ada yang terbangun atau tidak di kamar lain mendengar suara berisik mereka, semua keluarga Melviano begitu mengkhawatirkan Shindy hingga tidak peduli yang lainnya lagi.
.
.
tak ada yang menemukan Shindy dan pada akhirnya semua keluarga berkumpul.
"coba cari di tempat makan kak! siapa tau kakak ipar lapar". usul Kaisha
semua orang mengangguk dan berbagi tugas lagi mencari Shindy di tempat makan, ada yang mencari Shindy di restaurant yang buka 24 jam, insting Dylan berjalan menuju Aula pesta lalu membuka aula yang masih berantakan sehabis acara pesta.
"Sayang? " suara Dylan menggema.
Shindy tidak menjawab, ia asik dengan makanannya, Dylan mendengar suara kunyahan seseorang lalu perlahan mencari siapa yang sedang makan.
Dylan menemukan suaranya dari kolong meja, dengan hati-hati Dylan membukakannya dan spontan saja Dylan terjungkal karna syok wujud sang istri yang sangat berantakan.
"sayang? kamu ngapain disini? " tanya Dylan antara khawatir dan lega melihat kondisi istrinya saat ini.
Shindy tidak menjawab hanya menunjuk semua piring-piring yang sebagian masih ada makanan.
"kamu makan semua piring-piring kosong ini? " tanya Dylan tak percaya banyaknya piring yang kosong.
"hmm.. ". sahut Shindy masih asik dengan kunyahannya.
Dylan menghubungi Pasha, dalam beberapa menit semua keluarga Dylan sudah berkumpul di aula dan pandangan mereka tertuju pada sosok di kolong meja yang sedang makan dengan gaun pengantinnya yang berwarna pink salam sudah belepotan saus dan banyak lagi.
"Apa ini? " pekik Kaira, Rani kompak.
"Kakak ipar! "lirih Kaisha, Nova dan Keyzo tak percaya.
Pasha, Matt memijit pelipis mereka sendiri dengan cara berbeda
__ADS_1
yang lainnya menganga lebar tak percaya ada mode wanita hamil yang sangat doyan makan seperti Shindy,
"dulu saat Rani hamil malah ngga mau makan". batin Reza mengingat masa kehamilan istrinya dulu
Ella menggeleng kepalanya lalu tertawa sendiri.
"kita semua mengkhawatirkannya tapi dia malah enak-enakan makan". kekeh Ella
Ponsel Ella bergetar ada panggilan masuk segera ia mengangkatnya sebab sang suami pasti sedang dalam perjalanan kemari setelah mengantarkan Kanaya dan Bagus ke bandara, Bagus akan mengantar adiknya ke pondoknya lalu ia akan kembali lagi.
rasa sayang Bagus pada sosok dewi kecilnya itu sangat besar hingga tak kenal lelah mengantarkan adiknya kembali ke pondok demi memastikan Kanaya baik-baik saja, awalnya Ramzi akan mengantarkan anak perempuannya itu tapi Kanaya menolaknya dengan alasan tidak baik meninggalkan mama nya sendiri di kamar hotel, jadi Ramzi terpaksa membiarkan Bagus yang mengantarkan anak bungsu nya itu.
"apa yang kamu lakukan disini sendiri sayang? " tanya Kaira berjongkok mengusap kepala Shindy
"makan mom! enak sekali". jawab Shindy dengan mulut penuhnya
semua orang yang tadinya panik dan khawatir kini malah tertawa dengan tingkah Shindy, bukannya mereka jijik tapi malah gemas membayangkan apa jadinya calon penerus Melviano yang suka kabur ini menghebohkan 1 Keluarga besar Melviano.
.
.
"udah Dylan sudah menemukan Shindy...! semuanya kembalilah ke kamar masing-masing, maafkan Dylan udah buat semuanya terganggu! ". ucap Dylan dengan tulus.
"ya sudah..pastikan Shindy jangan kabur lagi". ujar Arabela
semua orang setuju kembali ke kamar masing-masing. Nova melihat wajah suaminya yang sejak tadi murung kini malah berubah jadi antusias dan berbinar saat Dylan mengusir halus mereka semua untuk kembali ke kamar ber istirahat, entah apa rencananya Candra begitulah fikiran Nova penasaran.
"sayang... ayo kita kembali.. " ajak Dylan dengan lembut.
"kita melakukan hubungan itu yuk!" ajak Dylan menyerah membujuk istrinya namun diluar dugaannya Shindy benar-benar bangkit malah mengambil tisu mengelap bibirnya yang belepotan.
"ayuk..! ". balas Shindy menyeringai lebar.
"kalau tau begini... aku ajak aja sejak tadi biar istri sebiji ini ngga kabur lagi". batin Dylan menertawai dirinya sendiri yang selalu terkecoh dengan tingkah istrinya sendiri kalau masalah kabur-kaburan.
akhirnya Dylan berhasil membawa istrinya ke kamar dengan wujud anehnya itu, rambut Shindy yang tergerai berantakan karna efek minyak rambut yang menyanggul rambutnya jadi saat di gerai rambut Shindy yang biasanya indah kini malah mengembang, gaun pengantin yang sudah kotor, wajahnya yang polos tak lagi memakai make up. mungkin kalau Shindy berdiri di gelap malam akan di kira hantu.
.
.
.
ke esokan paginya semua keluarga Melviano sudah kembali ke mansion, Shindy yang di gendong sang suami hanya tertawa cekikikan seperti bocah kecil saja.
"sebenarnya spesies apa anakmu Lan? " tanya Pasha dapat pelototan tajam dari Kaira.
Pasha angkat tangan dan segera melarikan diri ke kamar takut Kaira melarangnya masuk kamar.
Candra sudah membawa istrinya masuk lift dengan cara menggendongnya, karna ulahnya tadi malam Nova jadi berjalan aneh. tak mau keluarga nya tau karna Nova sangat malu, ia meminta di gendong begitulah jadinya.
kedua mempelai pria baru pesta tadi malam saling menggendong istrinya masuk ke dalam lift.
__ADS_1
.
.
"mas! " rengek Shindy
"apa lagi? " tanya Dylan
"aku pengen makan rujak buatan kamu mas". rengek Shindy
Dylan membulatkan matanya. "apa? aku yang buat? "
Shindy mengangguk.
"tapi aku ngga tau cara masak rujak sayang". elak Dylan
Dylan gelagapan seketika saat Shindy menangis seperti anak kecil, dengan berat hati Dylan menyetujuinya tapi dengan syarat Shindy harus ikut. ia takut Shindy kabur lagi disaat dylan sibuk masak untuk Shindy.
Dylan membantu Shindy duduk, lalu dengan serius Dylan melihat di ponselnya cara memasak Rujak. Karna Dylan sangat pintar, ia bisa merekam jelas cara memasaknya.
Shindy dengan usilnya memotret suaminya yang tengah memasak lalu mempostingnya di akun sosmednya yang sangat banyak pengikutnya.
Shindy terkekeh membaca komentar orang-orang.
"beruntungnya anda nona.. aku juga pengen suamiku masak untukku"
"apa-apaan ini? bagaimana bisa tuan muda seimut ini? "
"aku ingin memakan masakannya"
"tuan muda tampan sekali saat memasak apalagi celemek nya itu sangat mempesona"
"astagah... aku tidak punya stok jantung lagi nona"
"tolong panggilkan ambulance...jantungku bermasalah melihat potret ini"
"aku juga mau menikah dengan pria seperti ini.. "
"ya ampun tuan muda ternyata punya sisi manis ya? "
"aku ingin jadi pisaunya..! "
"aku pengen jadi celemeknya aja"
"aku ingin jadi pancinya... "
"tidak.. tidak.. kalau aku pengen jadi sendok pengaduk makanannya"
begitulah komentar semua orang yang menyukai postingan Shindy, sejak kasus Netizen di penjarain oleh Dylan tak ada lagi yang berani mencela Shindy. apalagi Bagus saat itu bilang mereka bebas karna Shindy mencabut tuntutannya melalui Dylan.
.
.
__ADS_1
.