Sikembar Sang Penguasa 2

Sikembar Sang Penguasa 2
menghadiri Pesta (Part. 1)


__ADS_3

.


.


malam harinya Dylan dan Shindy hadir ke acara pesta di jalan J, Shindy begitu cantik dengan gaun mewahnya. Dylan mengendarai mobilnya dengan tuxedo yang sama dengan gaun yang dipakai Shindy.


"mas? ".


"hmm?" saut Dylan


"apa disana banyak rekan-rekan bisnismu? ". tanya Shindy dengan gugup.


Dylan menaikkan sebelah alisnya


"hmm! kenapa? ".


"aku gugup mas! ini pertama kalinya kamu membawaku menemui rekan kerjamu bagaimana jika mereka menghinamu karna memiliki istri yang tidak berpendidikan sepertiku".


Dylan menggenggam tangan Shindy dan memberi kecupan kecil di punggung tangan Shindy.


"aku tidak malu dan satu lagi yang perlu kamu ingat! tidak akan ada orang yang berani mengejekmu apa lagi menyinggungmu ".


"benarkah? mereka tidak akan mengejekmu? ". tanya Shindy malah memikirkan Dylan.


"tidak akan! kamu sangat cantik saja sudah membuatku bangga ". Dylan mengusap kepala Shindy


"apa aku tipe idealmu mas? " tanya Shindy penasaran tiba-tiba hilang saja rasa gugupnya tadi.


"hmm..! tipe idealku wanita mesum yang bisa memuaskanku juga sangat cantik hingga aku bisa memamerkan mu pada wanita-wanita yang mengejarku".


Shindy tersenyum malu.


"aku jadi mesum karna mu mas! siapa suruh kamu tidak juga menyentuhku padahal aku ini istrimu mas"


Dylan terkekeh.


"ya..ya.. tapi pada akhirnya kamu menang kan? kamu mendapatkanku bahkan membuatku kecanduan karna ulahmu wanita mesumku". Dylan mengacak gemas kepala Shindy


Shindy melepaskan tangan Dylan yang mengacak rambutnya, Shindy menciumnya dengan senang.


"aku akan jadi wanitamu mas! aku tidak mau kamu di lirik wanita lain"


"aku juga tidak mau kamu berkata mesum pada pria lain! aku tidak suka itu"


"siap mas! hanya satu yaitu kamu aja pemilik jiwa raga ini". Shindy mengedipkan matanya dengan nakal.


Dylan tertawa melihat tingkah Shindy yang sangat ceria saat ini, apapun tingkah manja Shindy pasti membuat siapapun gemas dengannya secara naluriah tangan mereka akan mengusap wajah, kepala Shindy sebagai bentuk gemasnya dengan tampang manis Shindy.

__ADS_1


mungkin karna Shindy sebelumnya hanya sendirian dan pasti sangat butuh kasih sayang, saat bersama Dylan tentu Shindy akan bersikap manja


saat pertama kali Dylan melihat Shindy hanya ada rasa kasihan saja pada Shindy pada akhirnya Dylan mulai punya perasaan ingin melindungi hingga benih-benih cinta mulai hadir entah sejak kapan cinta itu datangnya.


.


.


mobil Dylan tiba di red karpet dan Shindy tetap diam menunggu Dylan membukakan pintu.


Dylan membukakan pintu, seketika semua wartawan makin heboh memotret pasangan yang sedang naik daun itu.


Dylan merapikan rambut Shindy lalu menawarkan lengannya, Shindy tersenyum tulus merangkul lengan Dylan mereka berjalan melewati semua wartawan yang sibuk bertanya-tanya padanya.


"apa mommy daddy dan yang lainnya sudah ada di acara ini mas? " tanya Shindy


"hmm.. mereka semua ada disini". jawab Dylan mengedarkan pandangannya.


saat Dylan dan Shindy tiba di aula pesta jadi hening semua mata tertuju pada mereka.


Shindy mencoba untuk tersenyum jantungnya berdebar kencang saat ini belum pernah Shindy begitu gugup karna banyak pasang kamera live di aula pesta ini.


"jangan gugup! anggap saja kamu bintangnya disini". bisik Dylan


seolah menjadi kekuatan Shindy pun mulai konsentrasi.


batin Shindy


Dylan tersenyum tipis melihat raut wajah Shindy mulai berubah tenang pastinya makin cantik dan sexy di mata Dylan.


acara malah berubah jadi selamatan pernikahan Dylan dan Shindy banyak rekan-rekan bisnis Dylan, Pasha, Matt dan juga Lexy mendatangi pasangan manis itu.


di sudut meja ada wanita cantik yang tengah mengepalkan tangan melihat itu.


"kenapa dia menjadi istri tuan Melviano? kenapa? aku hanya mau tuan melviano saja tapi kenapa begitu sulit? apa kurangnya aku? "


wanita itu adalah kasmara Dewi artis papan atas yang sudah berusaha melupakan Dylan walau tidak ada kenangan manis diantara mereka tapi tetap saja Dylan menguasai seluruh hatinya..


sedangkan Gine yang menyamar menjadi pelayan tak sengaja melihat tatapan Dewi ia segera mendekati dewi dengan senyum liciknya.


"siapa kau? ". tanya Dewi dengan tatapan tak suka nya.


"aku Gine pria yang akan membantumu mendapatkan Dylan itu padamu". seru Gine


"kau hanya seorang pelayan! apa yang bisa dilakukan seorang pelayan? bahkan kau menyebut tuan Melviano itu dengan namanya? tidak ada yang berani menyebut namanya tapi kau begitu berani menyebut namanya".


"aku sudah bilang aku Gine bagian dari keluarga ternama di negara C aku hanya menginginkan istrinya kita bisa bekerja sama untuk mendapatkan apa yang kita mau!"

__ADS_1


jelas Gine


"kau berasal dari negara C? ". tanya Dewi tidak percaya.


Dewi dan Gine mulai berbicara serius mencari tempat yang aman, sedangkan di sudut lainnya ada Willy yang sudah lama menahan hasratnya tidak pernah menyentuh wanita lain sebelum mendapatkan Shindy.


"aku tidak akan mau kalah! aku harus bisa mendapatkannya aku sudah cukup lama menahan diri ". Willy tersenyum licik walau dia takut dengan Dylan tapi perasaan ingin mendapatkan Shindy sudah menguasai otaknya.


Willy sudah lama tidak pernah mencicipi wanita manapun sejak melihat Shindy tanpa di duga Shindy memang istri Dylan yang membuatnya kehilangan project pentingnya.


Willy tersenyum jahat dan matanya seperti ingin menelan Shindy hidup-hidup. Shindy sangat cantik dengan gaun yang pas di tubuhnya belum lagi tatanan rambut Shindy yang cantik bahkan mengalahkan para artis yang hadir di acara ini.


"kenapa Ndy? ". tanya Dylan melihat Shindy yang gelisah berdirinya.


"heels aku mas". bisik Shindy di telinga Dylan


Dylan merangkul pinggang Shindy membawanya ke sofa lalu mendudukkannya di sofa.


"coba aku periksa". Dylan berjongkok tanpa ragu melepaskan heels Shindy mengecek kaki Shindy yang merah.


"aku udah tebak bakal begini". Dylan mengeluarkan handiplast warna kulit di balik jasnya.


Shindy malah memperhatikan semua perlakuan Dylan mereka tidak sadar saat ini sudah jadi buah bibir semua orang yang hadir karna gemas dengan perlakuan Dylan.


keluarga Dylan begitu senang melihat itu karna Dylan benar-benar manis pada istrinya.


"udah baikan? ". tanya Dylan setelah memasang kembali Heels Shindy


"wah.. mas benar-benar menyimpan handiplast di balik tuxedo gagah mas ya? apa mas tau aku akan terluka begini? "


Dylan memutar bola matanya dengan jengah lalu menekan kepala Shindy.


"kamu kan emang sering terluka" ejek Dylan


"mas manis sekali tau jadi makin sayang deh".


Shindy berdiri didepan Dylan.


Shindy mencubit pipi Dylan dengan gemas sambil meradu keningnya dengan kening Dylan. Shindy membeku mendengar tawa tertahan semua orang, bola matanya melirik kiri dan kanan Shindy merutuki kebodohannya yang lupa dimana mereka saat ini.


Dylan menutupi tawanya yang ingin meledak didepan Shindy apalagi melihat raut wajah Shindy yang sangat menggemaskan seperti anak kecil yang baru saja ketahuan mencuri makanan..


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2