Sikembar Sang Penguasa 2

Sikembar Sang Penguasa 2
Kitty?


__ADS_3

.


.


di dalam mobil Dylan melirik Shindy yang masih diam dengan nafas naik turun seperti menahan amarah yang ingin meledak-ledak detik itu juga.


"Ndy? ".


"iya mas? ". saut Shindy masih melihat arah depan bukan melihat ke Dylan


"kenapa nggak melihat kearahku? hmm? kamu marah aku diam saja saat melihatmu melawan mereka tadi? aku hanya ingin melihat kemampuanmu sayang! aku benar-benar bangga padamu! ". Dylan mengusap lembut kepala Shindy


Shindy menoleh ke Dylan.


"maafkan aku mas! aku masih belum bisa mengontrol emosiku seperti kamu yang masih bisa berpikir jernih di tengah kekacauan tadi..! "


Dylan tersenyum lalu mengecup lama punggung tangan Shindy.


"mengendalikan emosi itu memang sulit sayang dan aku tidak mengajarimu itu karna menurutku tidak penting...! bagiku kamu bisa melindungi diri itu sudah cukup bagiku sayang"


"kamu tau mas? "


"hmm? " Dylan menoleh ke Shindy sesekali.


"kamu itu manis nya nggak ketulungan ! terkadang aku merasa kamu itu sangat berpengalaman menggoda wanita dengan mulut manismu itu".


Dylan mengacak rambut Shindy,


"kita kemana mas? ". tanya Shindy


"kita menginap di hotel lain malam ini aku akan pastikan pemilik hotel itu hancur dalam semalam".


Shindy tersenyum kikuk.


"mas kalau pak tua itu meninggal bagaimana? ".


"bukan salah kita sayang jika dia meninggal..! siapa suruh mengantar nyawa padaku". jelas Dylan dengan enteng


Shindy mengangguk jadinya.


"tapi mas nggak akan masuk penjara kan? "


Dylan tergelak seketika,


"katakan polisi mana yang berani menangkap mantan Jendral muda terhebat juga seorang abdi negara kita hmm?? "


Shindy menggaruk kepalanya yang tak gatal.


"iya juga sih mas ! malah lihat plat mobil bintang laut kalian aja mereka udah gemetar ketakutan".


"kamu pernah melihatnya? ". tanya Dylan


"tentu saja! saat Kaisha, Nova dan Aku keluar". jawab Shindy


percakapan mereka terus berlanjut sampai di hotel mini dan Shindy berdecak kagum melihat fasilitas kamarnya yang serba mini kecuali kamar mandi, ranjang dan Sofa.


"imut sekali kamarnya mas". senyum manis Shindy seolah melupakan kejadian tadi.


"kayak kamu" Dylan mencubit pipi Shindy hingga si empunya tersenyum manja.


.


.


di negara asing jam 9 pagi Nova masih sempat-sempatnya mengomel saat laptop canggihnya lagi-lagi muncul notif tantangan dari Candra.


"ck...! kenapa bajing*n kecil ini terus-terusan menantangku padahal kemampuannya masih jauh dibawahku.. ". Nova menolak tantangan itu tapi akun KT itu tak bosan-bosan menantangnya lagi dan lagi hingga Shindy geram lalu mematikan laptopnya.

__ADS_1


Nova menghubungi nomor KT yang dia dapatkan dari hasil kemampuan IT nya.


" siapa ini? " tanya Candra singkat dengan nada dingin


"sialan kau Kitty..! berani sekali kau menantangku hah? kau mau mati ditanganku? aku peringatkan kau ya? jangan memancing amarahku atau aku akan memblokir akun Kitty mu itu".


amuk Nova dengan geram


"Wah. ..ini kamu IT Girl? kemampuan IT mu mengerikan sekali bisa mendapatkan nomor hpku". candra dengan antusias berbicara


"dasar gila..! jangan merusak mood ku aku sedang menjalankan tugas dari kakakku.. ". Nova mematikan panggilannya secara sepihak persis seperti Dylan yang suka mematikan panggilan sepihak.


"iissh.. kenapa aku harus mengaku pula di depan si Kitty kan jadi runyam masalahnya". gerutu Nova menghidupkan lagi laptopnya.


sesuai permintaan Dylan, Nova akan menghancurkan reputasi sebuah hotel bintang 5 yang berani mengganggu kakak iparnya dan Nova juga akan mengungkap kejahatan Daniel.


Nova menggerakkan jemari tangannya.


"let's go to play...! ".


Nova tersenyum tipis lalu mulai mengotak-ngatik keyboard laptopnya dengan lihai dan cepat, mata Nova begitu jeli melihat layar laptopnya meneliti setiap tulisan-tulisan kecil didepannya.


hanya butuh waktu 20 menit bagi Shindy membuat Viro seorang bos Hotel berbintang jatuh bangkrut sekaligus Daniel.


"Clear!!".


"hanya kacang polong saja berani melawan kakakku tidak akan aku maafkan".


Nova menambah bukti baru dan menyebar luaskannya lewat pemberitaan terhangat yang akan muncul di setiap pengguna internet di negara indonesia saja.


"akan jadi trending topik... ahahahah.. siapa suruh melawan kakakku dan Kakak ipar ku artinya kalian berususan dengan KO ".


seringai Nova dengan santai.


Nova melihat ponselnya sejak tadi kedap-kedip artinya ada panggilan masuk sebab Shindy membuat ponselnya mode diam.


Nova mengangkatnya.


"apa lagi? "


"bisakah kita bertemu? kita di negara yang sama bukan? ". Candra


"tidak bisa". tolak Nova


"aku punya sesuatu yang akan membuatmu senang! karna kamu penggila IT sama sepertiku aku yakin kamu akan suka hadiahku".


Nova tampak berpikir sejenak.


"ck... dimana? "


betapa senangnya Candra mendengarnya dan langsung memberi tau tempatnya yang tidak jauh dari tempat Nova saat ini.


.


.


Nova tiba di tempat janjian dengan penampilan santainya..



(Othor: setuju ngga Visual Nova? wah.. wah.. cantik Othor suka eh.. Visual Kaisha belum nemu dan Candra serta Keyzo juga visualnya belum nemu wkwk)


"Hai. ?". sapa Candra dengan senyum takjubnya melihat penampilan Nova tanpa berdandan tak seperti kebanyakan perempuan yang ia temui.


Nova duduk dengan malas lalu mata birunya menatap datar ke Candra


"mana? ". tanya Nova mengulurkan tangannya

__ADS_1


Candra tersenyum malah memberikan buku menu makanan.


"kenapa ini? ". Nova malah meletakkan buku itu kembali mengulurkan tangannya disambut tangan Candra.


Nova menepisnya dengan kesal.


"kenapa? kau menipu ku ya? "


"tidak". jawab Candra tersenyum tipis


"lalu? kenapa kau mengulur waktu? ". tanya Nova dengan kesal


"pesan makanannya isi perutmu ! aku tidak pernah mengajak seseorang bertemu tidak menyuguhkannya makanan aku tidak mau dibilang Kolot".


"ck...! " Nova terpaksa mengambil buku menu dan memesan yang paling murah supaya Candra ilfil padanya dan tidak mengganggunya lagi.


"kenapa yang murah? ". tanya Candra


"aku suka yang murah! kenapa? kalau mau cari perempuan yang suka makan-makanan mahal sana cari teman makan yang lain". ketus Nova


Candra malah makin terjerat pesona gadis bermata biru laut itu.


"aku malah suka". senyum manisnya


Nova melebarkan matanya lalu menjitak kepala Candra hingga Candra meloncat kaget sontak saja ia mengaduh kesakitan mengusap keningnya


Nova tersenyum meledek


"jangan berani menggodaku jika keningmu tidak keras maka menyerahlah! "


"kenapa? " tanya Candra mengusap kening sucinya yang bersih dari sentilan siapapun, Nova lah yang pertama


"aku punya kebiasaan buruk menjitak keras jidat orang itu sebabnya aku tidak pernah berteman dengan orang lain". jawab Nova asal.


"kalau begitu aku akan belajar mengeraskan keningku".


Candra sendiri tidak mengerti kenapa ia malah tidak marah saat Nova melukai wajah berharganya biasanya tidak pernah diampuni olehnya.


Nova melebarkan matanya.


"awas aja kau macam-macam! aku akan mengekspos kau adalah Kitty"


"hei.. my Mabi kenapa kamu memanggilku Kitty? aku sudah pernah bilang namaku Candra ..Adi Candra kusuma ".


"apa itu Mabi? ". tanya Nova


"mata biru ". jawab Candra dapat jitakan keras lagi dari Nova.


"dasar Kitty! " umpat Nova dengan geram


"candra Mabiku". senyum manis Candra


Nova mengabaikannya dan tidak peduli ocehan pria bawel dan aneh seperti Candra padahal tujuannya mau bertemu Candra penasaran dengan hadiah yang Candra berikan


Nova seorang penggila IT mendapatkan barang-barang IT sangatlah sulit itu sebabnya ia tertarik untuk datang.


.


.


.


Ciee Readers yang suka sama Couple baru..


ntar bakal ada kekasih Bagus kira-kira siapa ya? hmm.. Kaisha dan Keyzo bagaimana? wkwkwk.. kita lanjut Esok ya...!!


.

__ADS_1


.


__ADS_2