
"makasih ya kak? ". ucap Nova dengan tulus
"sama-sama nona". balas Alexa lalu hendak turun tapi Tio menghadang jalannya hingga Alexa menatap mata Tio dengan raut wajah bingung.
"permisi? saya numpang lewat" Alexa bergeser ke kiri dan Tio juga bergeser ke kanan, mereka saling berhadapan.
"waah...! " Candra seperti mengerti gelagat Tio yang tidak pernah lagi bersangkutan dengan wanita setelah di khianati oleh mantan istrinya.
"ada apa? saya harus turun" Alexa berusaha menjaga sopan santunnya sebab Tio masih isengnya menghadang jalannya.
"minta nomor HP anda nona !" Tio mengulurkan ponselnya
Alexa menatapnya aneh.
"dasar pria gila" umpat Alexa buru-buru ia bergeser tapi Tio masih menghalanginya, tidak ada pilihan lain Alexa menginjak kaki Tio hingga siempunya terjingkat, disitulah Alexa mengambil kesempatan untuk melarikan diri.
"hei... aku pria norm....? " jelas Tio tergantung saat semua tamu undangan menatapnya dengan pandangan yang berbeda-beda.
Candra tak kuasa menahan tawanya, Tio yang kesal berjalan ke arah Candra dengan sedikit pincang.
"aku izin padamu Nona Nova!". tunduk hormat Tio.
Nova tak tau maksud Tio yang meminta izin, matanya membulat sempurna saat Tio memukul kepala suaminya.
Pletak..!
Nova tergelak saat Candra tak mau kalah menjitak kening Tio.
"teman jatuh cinta bukannya nolongin malah ngejek". ketus Tio sambil mengusap keningnya.
"lagian aku syok aja melihatmu jatuh cinta..! bukannya kau tidak mau menjalin kasih lagi? TRAUMA katanya? cuma bisa jadi dokter cinta! lalu apa tadi? matamu seperti mau keluar tadi ketika melihat Alexa" sindir Candra.
Candra tau siapa Alexa sebab Nova pernah menceritakannya pada Candra.
Tio yang sudah kalah mendengus lalu hendak pergi tapi kata-kata Nova menghentikan langkah kakinya.
"kak Alexa sedang hamil Tio.. apa kamu terima anaknya? dia belum menikah dan dia punya masa lalu nya sendiri "
"aku akan cari tau". Tio seperti tidak peduli masa lalu Alexa karna dia juga punya masa lalu pahitnya sendiri
.
"apa Tio memang seorang duda kak? " tanya Nova penasaran ke Candra
"iya... dia menikah di umur 21 tahun, anggap aja nikah muda karna dia merasa yakin dengan wanita pilihannya yang seorang model, menjadi seorang model pasti banyak pria nya, demi karir yang cemerlang, padahal Tio menghasilkan banyak uang hingga mampu membiayai wanita jahat itu tapi yang namanya jal*ng akan tetap jal*ng karna tidak puas dengan 1 pria padahal suaminya bisa membiayai kebutuhannya".
"ya ampun kasihan juga ya". ujar Nova prihatin.
"karna itu dia tidak pernah percaya wanita, aku cukup terkejut dia menghadang jalan Alexa tadi".
.
.
di tempat Dylan dan Shindy.
Ali, Dewi menaiki mimbar pengantin.
"selamat atas pernikahan kalian nona! maafkan kelakuan saya selama ini". Dewi mengulurkan tangan sebagai permintaan maaf.
Shindy tersenyum lalu membalas uluran tangan Dewi.
__ADS_1
"terimakasih".
"apa nona sedang hamil? " tanya Dewi penasaran
Shindy tersenyum dan mengangguk.
"boleh saya pegang perut nona? mudah-mudahan saya juga ketularan" pinta Dewi nyengir malu.
"boleh". Shindy mengambil tangan Dewi dan meletakkannya di perut datarnya.
Dewi mengusap-ngusap perut Shindy lalu memindahkannya ke perutnya sambil mengoceh "semoga cepat nular..! semoga cepat nular".
Ali tersenyum tipis,
dewi memang mesum, dibanding Shindy, Dewi berada di level atasnya, walau sudah hidup bahagia dengan Ali yang sangat menjaganya walau dengan muka tripleknya itu, Dewi tetap ingin memiliki anak dari suaminya itu yang sangat kikuk dan lucu.
Dylan menggeleng kepalanya sambil mengusap kepala Shindy yang ikut-ikutan menularkan anaknya pada Dewi.
.
.
acara berlangsung meriah sampai tengah malam, orang-orang the xylver menjaga acara pesta dengan baik! tidak ada yang boleh masuk kalau tidak ada undangan istimewa dari keluarga pengantin.
Shindy dan Nova sudah 4 kali berganti gaun, berapa kali Dylan meminta Shindy untuk ber istirahat saja tapi Shindy tidak mau mendengarkan kata-kata Dylan seolah Shindy memang suka kakinya sibuk apalagi kakinya tak lagi memakai heels malah sendal berbulu nan cantik.
"kamu ngga mau istirahat sayang? " tanya Dylan sekali lagi.
"ngga mas! aku senang sekali sekarang". Shindy berkata dengan ceria.
Dylan memicingkan matanya melihat Shindy, entah apa lagi rencana istrinya yang tengah hamil muda itu.
Shindy mengangguk-ngangguk.
Dylan membawa Shindy yang mengoceh minta dikenali sama rekan-rekan kerja Dylan,
Abibama sedang sibuk dengan teman-teman kerjanya, bersama Pasha, Matt, Lexy.
Trio the xylver sudah kembali dengan istri-istri dan anak mereka, kecuali Ella yang tetap tinggal bersama Kaira, Bastian dan Poppy sudah pulang.
Keyzo menjadi Key bertemu dengan teman-temannya tidak ada yang tau dirinya adalah putra bungsu melviano. Keyzo bilang dia hanya orang yang di undang.
Kaisha yang juga menyamar sejak awal acara diselenggarakan, Kaisha jadi penggiring pengantin tadinya tapi tidak ada yang curiga tentang dirinya, jadi Kaisha menyibukkan diri bersama Kanaya yang melantunkan nyanyian syahdu yang sangat menyejukkan hati.
.
.
acara selesai semua keluarga Melviano menginap di hotel MattGroup terlalu enggan kembali ke mansion,
baru beberapa menit Dylan meninggalkan Shindy untuk membersihkan diri, sosok istrinya itu udah kabur entah kemana dengan gaun pengantin yang masih melekat di tubuh Shindy.
"sayang? " Dylan segera mencari baju santainya entah terbalik atau tidak Dylan pun tidak tau,
semua orang di kacaukan oleh Dylan, terutama Candra dan Nova yang hampir saja melakukan malam pertama,
"Ck... sabarnya ya Allah... sabarnya aku... " keluh Candra dengan lesu
Nova tertawa cekikikan "ayo kak". ajak Nova
terpaksa semua orang mencari keberadaan si bumil tukang kabur itu.
__ADS_1
"ya ampun.. sayang.. kamu kemana sih? aku khawatir". Dylan bergumam-gumam panik.
"coba cek CCTV! ". usul Pasha
"biar Granfa cari juga! ". sambung Matt.
akhirnya semua orang mengecek ruang keamanan, mereka terbelalak saat Shindy malah menancapkan permen karet ke CCTV hingga tak ada lagi yang terekam.
"Astagah...! " Dylan memijit pelipisnya.
Kaira terperangah.
"tapi Kaira dulu nggak kayak gini mah, Bunda" Kaira menoleh ke Mely dan arabela.
"iya sayang! bunda tau". Arabela mengusap kepala Kaira dan Mely memegang tangan Kaira menenangkan menantunya itu.
"gila... kakak ipar kok suka kabur-kaburan ya? " gumam Nova
"pake lempar permen karet lagi... ahaha..! kalau begini kita harus bagaimana? ". Kaisha
Keyzo kembali dengan nafas terengah-engah.
"bagaimana? " tanya semua orang serentak
Keyzo mengangguk sambil menarik nafas dalam-dalam.
"kata satpam Kakak ipar ngga ada keluar hotel". ujar Keyzo ngos-ngosan.
"berarti Kaira masih di dalam sini" tebak Ella
Rani dan Reza juga saling pandang kebingungan.
Reza melihat wajah kusut Candra, sudah bisa ia tebak kenapa pengantin yang satu itu memasang wajah kusut.
"kenapa beb? " tanya Rani ke Reza
"ngga ada sayang" jawab Reza
Rani pun tidak bertanya lagi lalu beralih ke Dylan.
"coba ingat-ingat Dylan! Shindy bilang mau kemana? " tanya Rani mengintrogasi Dylan.
"Nggak tau Onty..! Dylan cuma bilang tunggu sebentar, Dylan yakin udah mengunci pintu kamar tapi entah bagaimana dia bisa keluar".
"jangan panik..! ayo kita cari daerah yang tertutup permen karet Shindy" ujar Pasha.
.
.
.
Kabur lagi Mbak Shindy,,, dan Gagal lagi MP Teteh Nova dan Akang Candra... Wkwkwk.. Kira-kira Mbak Shindy kabur kemana ya?? sambung esok lagi ya... Hehehe... maafkan Nae yang jahat ini Readers...! tapi jujur mata emang tidak kuat lagi...
😚😚😝😝
.
.
.
__ADS_1